fbpx
LOGO

Ini Tanda Anda Kekurangan Hormon Testosteron

September 7, 2020
IMG

Testosteron adalah hormon seks utama pria yang juga ditemukan pada wanita. Testosteron memiliki peran penting dalam tubuh seperti:

• Merangsang produksi sperma dan gairah seks.

• Membantu membangun massa otot dan tulang.

• Menumbuhkan rambut pada wajah dan kemaluan.

• Merubah suara lebih dalam pada pria.

• Mempengaruhi suasana hati dan kualitas hidup.

• Berkaitan dengan memori verbal dan kemampuan berpikir.

 

Produksi testosteron biasanya menurun dengan bertambahnya usia. Menurut American Urological Association, 2 dari 10 pria berusia > 60 tahun memiliki kadar testosteron rendah, dan 3 dari 10 pria berusia 70 – 80 tahun memiliki testosteron rendah.

 

Tes yang dilakukan untuk mengetahui kadar testosteron disebut tes testosteron serum. Menurut Food and Drug Administration, kadar testosteron normal yakni 300 hingga 1.000 ng / dL. Sedangkan testosteron rendah (T rendah) adalah < 300 nanogram per desiliter (ng / dL).

 

Pria dapat mengalami serangkaian gejala jika testosteron tidak sesuai dengan batas nilai normalnya. Berbagai gejala yang dapat terjadi jika produksi testosteron menurun secara drastis di bawah nilai normal. Tanda-tanda T rendah seringkali hampir tidak terlihat dan tidak terdeteksi.

 

Gejala umum yang dapat dirasakan seperti dorongan seks yang rendah, sulitnya ereksi pada pria, penurunan volume air mani selama ejakulasi, dan ukuran testis yang lebih kecil.

 

Beberapa tanda lain yang mungkin terjadi pada pria dengan kadar testosteron rendah yaitu:

 

1. Rambut rontok

Testosteron berperan dalam produksi rambut. Meskipun ada komponen bawaan untuk kebotakan, pria dengan T rendah dapat mengalami kehilangan rambut tubuh dan wajah.

 

2. Kelelahan

Pria dengan T rendah melaporkan kelelahan ekstrem dan penurunan tingkat energi. Jika Anda merasa lelah sepanjang waktu atau lebih sulit termotivasi untuk berolahraga, mungkin Anda memiliki T rendah. 

 

3. Kehilangan massa otot

Karena testosteron berperan dalam membangun otot, pria dengan T rendah mungkin melihat penurunan massa otot. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa testosteron mempengaruhi massa otot, tetapi bukan berarti hanya mempengaruhi kekuatan atau fungsi otot (1).

 

4. Penambahan berat badan dan terjadinya ginekomastia

Prida yang kekurangan hormon testosteron dapat mengalami penambahan berat badan secara tiba-tiba. Selain itu, secara khusus, pria dengan T rendah mengalami ginekomastia, atau jaringan payudara yang membesar. Efek ini diyakini terjadi karena ketidakseimbangan antara hormon testosteron dan estrogen pada pria.

 

5. Massa tulang berkurang

Osteoporosis, atau penipisan massa tulang, adalah suatu kondisi yang sering dikaitkan dengan wanita. Namun, pria dengan T rendah juga bisa mengalami keropos tulang.

 

Testosteron membantu menghasilkan dan memperkuat tulang. Jadi pria dengan T rendah, terutama pria yang lebih tua, memiliki volume tulang yang lebih rendah dan lebih rentan terhadap patah tulang.

 

6. Perubahan suasana hati

Pria dengan T rendah dapat mengalami perubahan mood. Karena testosteron memengaruhi banyak proses fisik dalam tubuh, testosteron juga dapat memengaruhi suasana hati dan kapasitas mental.

 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria dengan T rendah lebih cenderung menghadapi depresi, cepat marah, atau kurang fokus (2).

 

7. Penurunan memori

Seiring bertambahnya usia, terdapat penurunan pada kadar testosteron maupun fungsi kognitif, terutama ingatan. Akibatnya, dokter berteori bahwa kadar testosteron yang lebih rendah dapat berkontribusi pada penurunan memori.

 

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, beberapa penelitian lebih kecil telah mengaitkan suplementasi testosteron dengan peningkatan memori pada pria dengan level rendah. Sayangnya, mereka tidak mengamati peningkatan memori terhadap pria dengan kadar testosteron rendah yang menggunakan testosteron atau plasebo.

 

 

Penurunan kadar testosteron dapat terjadi pada pria muda

 

Meski penurunan testosteron umum terjadi pada pria dewasa yang lebih tua, terdapat kemungkinan pria yang lebih muda (dibawah usia 30 tahun) memiliki kadar T yang rendah.

 

Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan atau obesitas, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, menggunakan obat-obatan terlarang, menggunakan steroid anabolik, serta minum obat resep tertentu seperti steroid dan opiat. 

 

Kadar T yang rendah juga dikaitkan dalam beberapa kondisi medis seperti tumor atau hipofisis, penyakit bawaan (seperti sindrom Kallman, sindrom Prader-Willi, sindrom Klinefelter, atau sindrom Down), diabetes, penyakit hati, AIDS, perawatan kanker seperti radiasi dan kemoterapi, atau kondisi lain yang memengaruhi testis.

 

 

Apa yang harus dilakukan jika memiliki kadar T rendah?

 

Hal yang harus Anda lakukan jika memiliki kadar T rendah adalah segera membuat janji bertemu dengan dokter. Berkonsultasi dengan pelayan kesehatan profesional adalah cara yang tepat sebelum mengonsumsi obat-obatan atau suplemen yang sekiranya dapat membantu menormalkan kadar testosteron Anda.

 

Dokter akan melakukan tes kepada Anda terlebih dahulu, lalu menerapkan rencana perawatan yang tepat. Tentunya ini akan bergantung pada diagnosa dan riwayat medis Anda.

 

Umumnya, Anda akan disarankan untuk merubah gaya hidup lebih sehat atau melakukan terapi pengganti testosteron.  

 

 

 

Referensi:

Wallace, Ryan & Yoder, Kathleen. (2019). 12 Signs of low testosterone. Diakses pada 13 Agustus 2019.

Story, C. M. (2016). Signs of low testosterone in men under 30. Healthline. Diakses pada 13 Agustus 2019.

Pietrangelo, Ann. (2016). How testosterone benefits your body, diakses dari https://www.healthline.com/health/benefits-testosterone  pada 13 Agustus 2019.

Huo S, Scialli AR, McGarvey S, et al. Treatment of men for “low testosterone”: A systematic review. PLoS One. (2016). 

Tsujimura A. The Relationship between testosterone deficiency and men’s health. World J Mens Health. (2013).


Tags: