fbpx
LOGO

4 Manfaat Vitamin D Sebagai Nootropik

September 21, 2020
IMG

Vitamin D terbagi menjadi dua bentuk, yakni vitamin D2 dan D3. Vitamin D2 secara alami berasal dari ergosterol atau komponen jamur dan ragi yang terpapar sinar UV matahari, sedangkan vitamin D3 berasal dari paparan sinar UVB matahari.

 

Vitamin D3 (cholecalciferol atau calciol) merupakan bentuk hormon steroid dari Vitamin D yang larut dalam lemak. Hampir setiap jaringan dan sel dalam tubuh dan otak memiliki reseptor Vitamin D (VDR), yang umumnya terkait dengan kesehatan kekebalan tubuh dan tulang.

 

Vitamin D merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan.

 

Sebagai contoh, vitamin D yang terkandung di dalam kacang polong menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan daya ingat di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih bisa didapat melalui suplementasi Vitamin D, tanpa mengkonsumsi kacang polong. 

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

 

Manfaat

 

1. Membantu meringankan depresi

Vitamin D mengaktifkan gen yang mengatur sistem kekebalan tubuh dan pelepasan neurotransmitter termasuk dopamin dan serotonin. Penelitian juga menemukan reseptor vitamin D di area otak yang terkait dengan depresi.

 

Sebuah meta-analisis studi klinis pada depresi dan status vitamin D yang melibatkan 31.424 partisipan menunjukkan bahwa konsentrasi vitamin D yang rendah dikaitkan dengan depresi (1, 2). 

 

Penelitian lain menunjukkan bahwa orang dewasa yang lebih tua dengan kadar vitamin D yang rendah 11 kali lebih berisiko mengalami depresi daripada mereka dengan kadar vitamin D yang normal (3, 4). 

 

Kombinasi vitamin D dengan 20 mg fluoxetine (Prozac ® ) selama 8 minggu lebih efektif mengatasi gejala depresi dibandingkan hanya mengonsumsi fluoxetine (5).

 

2. Meningkatkan pembelajaran dan daya ingat

Vitamin D terbukti berperan penting dalam neuron pertumbuhan sel dan diferensiasi, transmisi neuron, dan neuroplastisitas yang penting untuk belajar dan memori yang optimal (6).

 

Dalam penelitian laboratorium, vitamin D mampu melindungi penurunan kognitif yang berkaitan dengan usia. Pemberian vitamin D selama 21 hari pada tikus tua dengan masalah kognitif dapat membalikkan peradangan dan meningkatkan pembersihan amiloid-beta yang berpotensi untuk mencegah penurunan kognitif terkait usia (7).

 

Penelitian lain menunjukkan kurangnya vitamin D berbanding lurus dengan peningkatan risiko terkena Alzheimer. Orang dewasa yang kekurangan vitamin D berisiko terkena demensia hingga 53% (8).

 

3. Mencegah dan mengatasi gejala autisme

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Profesor Brue Ames dari Rumah Sakit Anak Oakland Research Institute menunjukkan bahwa oksitosin, serotonin dan vasopressin diaktifkan oleh vitamin D.

 

Pasien autisme memiliki kadar serotonin dan vitamin D yang rendah di otak sehingga menyebabkan perilaku sosial yang tidak normal (salah satu gejala autisme). Peneliti menyarankan suplementasi dengan vitamin D dan triptofan membantu mencegah autisme dan memperbaiki beberapa gejala gangguan pada autisme (9).

 

4. Mencegah stroke

Penelitian yang dilakukan di Universitas Heidelberg di Jerman melibatkan 3.316 pasien yang dirujuk untuk evaluasi arteri. Pasien dengan kadar vitamin D rendah ditemukan lebih mungkin untuk mengalami stroke fatal dalam 7 tahun ke depan. Para peneliti menyimpulkan, bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin D adalah pendekatan yang menjanjikan dalam pencegahan stroke (10).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Selain melalui paparan sinar mataari, kandungan vitamin D dapat ditemukan pada makanan yang Anda konsumsi sehari-hari seperti:

Ikan berlemak (tuna, salmon, dan mackerel)

Hati sapi

Keju

Kuning telur

Jamur

Makanan fortifikasi (sereal sarapan, minuman kedelai, yogurt dan margarin)

 

 

Dosis

 

Vitamin D tersedia dalam bentuk kapsul softgel, tablet, cairan, dan injeksi. Dosis Vitamin D3 yang disarankan adalah 4.000 IU atau 0,1 mg per hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Vitamin D aman dikombinasikan dengan fluoxetine untuk mengurangi depresi.

 

Defisiensi

 

Kekurangan vitamin D akan meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan, antara lain diabetes tipe 2, depresi, gangguan kognitif, dan penyakit Parkinson atau Alzheimer.

 

 

Efek Samping

 

Mengonsumsi vitamin D yang tidak sesuai dengan dosis dapat mengakibatkan beberapa efek samping seperti:

Kelelahan

Sakit kepala

Kantuk

 

 

Kontraindikasi

 

Beberapa kondisi yang harus diperhatikan dan harus dihindari untuk mengkonsumsi Vitamin D yaitu :

 

Aterosklerosis: Penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri

Sarkoidosis: Sel tubuh meradang dan membentuk granuloma

Histoplasmosis: Infeksi yang disebabkan oleh menghirup jamur Histoplasma capsulatum

Hipertiroid: Tingginya kadar hormon tiroid

Limfoma: Kanker pada sistem limfatik yang disebabkan oleh mutasi DNA sel-sel limfosit

TBC

Gangguan tekanan darah

 

 

Referensi:

Tomen D. (2018). Vitamin d. Nootropics Expert. Diakses pada 25 September 2019.

Anglin RE, Samaan Z, Walter SD, McDonald SD. Vitamin D deficiency and depression in adults: systematic review and meta-analysis. Br J Psychiatry. (2013).

Briones TL, Darwish H. Vitamin D mitigates age-related cognitive decline through the modulation of pro-inflammatory state and decrease in amyloid burden. J Neuroinflammation. (2012).

Spedding S. Vitamin D and depression: a systematic review and meta-analysis comparing studies with and without biological flaws. Nutrients. (2014).

Wilkins CH, Sheline YI, Roe CM, Birge SJ, Morris JC. Vitamin d deficiency is associated with low mood and worse cognitive performance in older adults.  The American Journal of Geriatric Psychiatry. (2006).

Khoraminya N, Tehrani-Doost M, Jazayeri S, Hosseini A, Djazayery A. Therapeutic effects of vitamin D as adjunctive therapy to fluoxetine in patients with major depressive disorder. Aust N Z J Psychiatry. (2013).

DeLuca GC, Kimball SM, Kolasinski J, Ramagopalan SV, Ebers GC. Review: The role of vitamin D in nervous system health and disease. Neuropathol Appl Neurobiol. (2013). 

Briones TL, Darwish H. Vitamin D mitigates age-related cognitive decline through the modulation of pro-inflammatory state and decrease in amyloid burden. J Neuroinflammation. (2012).

Littlejohns TJ, Henley WE, et al. Vitamin D and the risk of dementia and Alzheimer disease. American Academy of Neurology. (2014).

Patrick RP, Ames BN. Vitamin D hormone regulates serotonin synthesis. Part 1: relevance for autism. The FASEB Journal. (2014). 

Pilz S, Dobnig H, Fischer JE, et al. Low vitamin d levels predict stroke in patients referred to coronary angiography. Stroke. (2008). 


Tags: , , , , ,