fbpx
LOGO

4 Manfaat Yerba Mate, Tehnya Para Dewa

July 28, 2020
IMG

Yerba mate adalah teh herbal yang terbuat dari daun dan ranting tanaman Ilex paraguariensis. Daun yerba mate biasanya dikeringkan di atas api, kemudian direndam dalam air panas untuk membuat teh. Teh yerba merupakan minuman tradisional yang dikonsumsi di Amerika Selatan, dan biasa dijuluki sebagai teh para dewa.  

 

Pada tahun 1964, Institut Pasteur menemukan bahwa yerba mate mengandung hampir semua vitamin yang dibutuhkan tubuh. Yerba mate mengandung 196 senyawa aktif, termasuk vitamin, mineral, dan antioksidan. Selain itu, yerba mate juga mengandung lebih sedikit kafein daripada kopi atau teh hitam biasa. Sehingga, yerba mate dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan fokus dan kewaspadaan tanpa menimbulkan efek gelisah atau peningkatan detak jantung.

 

 

Manfaat

 

1. Membunuh Sel Kanker Usus Besar

Penelitian secara in vitro tentang manfaat teh yerba mate menunjukkan bahwa turunan asam caffeoylquinic (CQA) yang terkandung di dalam teh merupakan senyawa aktif yang memlikiki kemampuan anti-inflamasi dan anti-kanker.

 

Pada pasien kanker usus besar yang diberi teh yerba mate, terbukti memicu kematian sel kanker (apoptosis) dan penurunan gelaja peradangan atau inflamasi sehingga mampu menekan perkembangan sel kanker (1).

 

2. Meningkatkan Kinerja

Beberapa penelitian membuktikan bahwa mengonsumsi kafein maupun kopi 60 menit sebelum berolahraga sama-sama mampu meningkatkan kinerja pada tingkat yang sama, bila dibandingkan dengan mengonsumsi kopi tanpa kafein (decaffeinated coffee) dan plasebo (2, 3, 4).

 

Yerba mate mengandung lebih sedikit kafein dibandingkan dengan kopi dan teh hitam. Dalam sebuah penelitian tahun 2014 diterbitkan oleh Nutrition & Metabolism, membuktikan bahwa mengonsumsi satu kapsul berisi 1 gram daun yerba mate tepat sebelum berolahraga dapat membakar 24% lebih banyak lemak selama latihan intensitas sedang.

 

Temuan tersebut menyimpulkan bahwa konsumsi yerba mate dapat meningkatkan efektivitas latihan untuk menurunkan berat badan dan kinerja olahraga, serta terbukti meningkatkan oksidasi lemak dan pengeluaran energi selama berolahraga (5).

 

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

Daun dan batang yerba mate mengandung senyawa saponin, terutama asam ursolat dan glikosida asam oleanolik. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa saponin dalam teh yerba mate dapat membantu menurunkan berat lemak visceral dan oksidasi glukosa pada jaringan hati (6).

 

Penelitian serupa yang dilakukan pada hewan mengungkapkan bahwa yerba mate memiliki kemampuan untuk mengurangi diferensiasi pra-adiposit dan mengurangi akumulasi lipid dalam adiposit sehingga mampu menekan tingkat pertumbuhan jaringan adiposa, kenaikan berat badan serta obesitas.

 

Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa yerba mate dapat mempengaruhi asupan makanan dan menghasilkan pengeluaran energi yang lebih tinggi. Eefek in vivo dari yerba mate pada metabolisme lipid termasuk pengurangan kolesterol serum, trigliserida serum, dan konsentrasi glukosa darah (7).

 

Pada penelitian lainnya, suplementasi yerba mate mampu menurunkan massa lemak tubuh, serta persentase lemak tubuh dan rasio pinggang-pinggul. Hal ini menunjukkan adanya kemampuan anti-obesitas yerba mate. Pada penelitian tersebut tidak ditemukan efek samping yang signifikan, sehingga suplementasi yerba mate dapat menjadi cara yang efektif untuk melawan obesitas (8, 5, 9).

 

4. Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Selain membantu menurunkan berat badan, senyawa saponin pada daun yerba mate mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melindungi dari penyakit. Mengonsumsi yerba mate adalah cara terbaik untuk meningkatkan asupan phytochemical dan fitonutrien yang alami memperkuat pertahanan tubuh Anda.

 

Beberapa penelitian yang dilakukan secara laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak yerba mate dalam dosis tinggi mampu menonaktifkan Esserecia coli dalam sistem pencernaan serta Malassezia furfur yang ada di permukaan kulit (10, 11, 12)

 

 

 

 

Sumber 

 

Yerba Mate (Ilex paraguariensis)

 

 

Dosis Pemakaian

 

• 3 gelas teh yerba mate (masing-masing 330 mL) dalam satu hari, dan dikonsumsi selama 60 hari.

 

• Dosis suplemen yerba mate serbuk berkisar antara 1.000-1.500 mg.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Yerba mate dapat dikombinasikan dengan quercetin. Kombinasi keduanya membantu meningkatkan potensi anti-inflamasi matesaponin.

 

 

Efek Samping

 

Konsumsi yerba mate dalam dosis tinggi dapat menyebabkan:

Sakit perut

Gangguan tidur

Gugup

Mual

Peningkatan denyut jantung dan pernapasan

Tekanan darah tinggi

Sakit kepala

Telinga berdengung

Meningkatkan risiko kanker

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak

Wanita hamil atau menyusui

Alkoholisme

Gangguan kecemasan

Gangguan pendarahan

Masalah jantung

Diabetes

Diare

Glaukoma

Tekanan darah tinggi

Sindrom IBS

Osteoporosis

Perokok

 

 

Hindari mengombinasikan yerba mate dengan:

Amfetamin

Kokain

Efedrin

Adenosin

Antibiotik

Cimetidine (Tagamet)

Clozapine (Clozaril)

Dipyridamole (Persantine)

Disulfiram (Antabuse)

Estrogen

Fluvoxamine (Luvox)

Litium

Antidepresan

Antikoagulan

Nikotin

Pentobarbital (Nembutal)

Phenylpropanolamine

Riluzole (Rilutek)

Theophylline

Verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan)

Alkohol

Pil kontrasepsi

Fluconazole (Diflucan)

Mexiletine (Mexitil)

Terbinafine (Lamisil)

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2014). Yerba mate. Examine. Diakses pada 18 Juli 2019.

Petre, Alina. (2018). 8 Health benefits of yerba mate (backed by science). Healthline. Diakses pada 18 Juli 2019.

Price, Annie. (2016). Yerba mate: Healthier than green tea & a cancer killer?. Dr Axe. Diakses pada 18 Juli 2019.

WebMD. (2018). Yerba mate. WebMD. Diakses pada 18 Juli 2019.

Puangraphant S, Berhow MA, Vermillion K, Potts G, de Mejia EG. Dicaffeoylquinic acids in Yerba mate (Ilex paraguariensis St. Hilaire) inhibit NF‐κB nucleus translocation in macrophages and induce apoptosis by activating caspases‐8 and ‐3 in human colon cancer cells. Molecular Nutrition Food Research. (2011). 

Heckman MA, Weil J, Gonzalez de Mejia E. Caffeine (1, 3, 7-trimethylxanthine) in foods: A comprehensive review on consumption, functionality, safety, and regulatory matters. J Food Sci. (2010). 

Hodgson AB, Randell RK, Jeukendrup AE. The metabolic and performance effects of caffeine compared to coffee during endurance exercise. PLoS One. (2013). 

Spriet LL. Exercise and sport performance with low doses of caffeine. Sports Med. (2014). 

Alkhatib A. Yerba maté (Illex Paraguariensis) ingestion augments fat oxidation and energy expenditure during exercise at various submaximal intensities. Nutr Metab (Lond). (2014).

Resende PE, Verza SG, Kaiser S, Gomes LF, Kucharski LC, Ortega GG. The activity of mate saponins (Ilex paraguariensis) in intra-abdominal and epididymal fat, and glucose oxidation in male Wistar rats. J Ethnopharmacol. (2012).

Kang YR, Lee HY, Kim JH, et al. Anti-obesity and anti-diabetic effects of Yerba Mate (Ilex paraguariensis) in C57BL/6J mice fed a high-fat diet. Lab Anim Res. (2012). 

Kim SY, Oh MR, Kim MG, Chae HJ, Chae SW. Anti-obesity effects of Yerba Mate (Ilex Paraguariensis): A randomized, double-blind, placebo-controlled clinical trial. BMC Complement Altern Med. (2015).   

Martinet A, Hostettmann K, Schutz Y. Thermogenic effects of commercially available plant preparations aimed at treating human obesity. Phytomedicine. (1999). 

Burris KP, Davidson PM, Stewart CN Jr, Zivanovic S, Harte FM. Aqueous extracts of yerba mate (Ilex paraguariensis) as a natural antimicrobial against Escherichia coli O157:H7 in a microbiological medium and pH 6.0 apple juice. J Food Prot. (2012).

Burris KP, Davidson PM, Stewart CN Jr, Harte FM. Antimicrobial activity of yerba mate (ilex paraguariensis) aqueous extracts against escherichia coli O157:H7 and Staphylococcus aureus. J Food Sci. (2011). 

Filip R, Davicino R, Anesini C. Antifungal activity of the aqueous extract of Ilex paraguariensis against Malassezia furfur. Phytother Res. (2010).


Tags: , , ,