fbpx
LOGO

5 Manfaat Luar Biasa dari Nangka Buah Pohon Terbesar di Dunia

August 16, 2020
IMG

Nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah buah asli India Selatan yang umum tumbuh di daerah tropis. Buah yang termasuk keluarga Moraceae ini mengandung magnesium, vitamin B6, vitamin C, serat, protein, dan antioksidan yang tinggi. 

 

Bagian nangka yang paling sering dikonsumsi adalah daging dan kelopak buah, yang dapat dimakan baik saat matang maupun mentah. Bijinya juga aman dikonsumsi. Direbus, dipanggang atau ditumbuk menjadi tepung tidak akan mengurangi nutrisi yang terkandung didalamnya. Nangka juga dapat disajikan dalam hidangan manis dan gurih, termasuk makanan penutup dan kari.

 

Ketika dikonsumsi, nangka dapat digunakan sebagai afrodisiak (pembangkit gairah seksual). Mengoleskan ekstrak nangka pada kulit juga dapat mengatasi gigitan beracun. Manfaat kesehatannya yang lain termasuk meningkatkan kekebalan, meningkatkan kadar magnesium, meningkatkan kesehatan pencernaan dan banyak lagi.

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan Imunitas dan Membantu Melawan Kanker

Nangka mengandung vitamin C serta banyak antioksidan dan fitonutrien, termasuk lignan, isoflavon, dan saponin, yang mampu menangkal kanker. Sedangkan antioksidan melindungi sel dari stres oksidatif dan peradangan, yang sering terjadi akibat radikal bebas (1).

 

Menurut Penn State University, mengonsumsi antioksidan dapat menetralkan radikal bebas yang membantu melawan beberapa bentuk kanker dan dapat memberikan dukungan sistem imun.

 

Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Carcinogenesis tahun 2012 menemukan bahwa vitamin C meningkatkan aktivitas enzim antioksidan penting yang membantu mencegah kanker payudara (2). Sehingga vitamin C dan antioksidan pada nangka berpotensial sebagai makanan penangkal kanker.

 

2. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Buah nangka mengandung vitamin C, karotenoid, dan flavanon yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung. Ketiganya memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat melindungi tubuh dari risiko penyakit jantung, kanker, dan diabetes tipe 2.

 

Flavanon, khususnya, mampu menurunkan berbagai risiko penyakit diabetes 2 dan penyakit jantung seperti menurunkan gula darah, tekanan darah, dan kolesterol (3, 4, 5).

 

Selain itu, nangka juga mengandung vitamin B6. Vitamin B6 termasuk dalam kategori yang sama dengan asam folat dan vitamin B12, yang dapat membantu mengurangi penyakit jantung. Hal ini terjadi karena kadar homosistein yang lebih rendah, yang merupakan asam amino dan blok pembangun protein yang penting.

 

Sebuah uji klinis melibatkan lebih dari 5.500 orang dewasa dengan penyakit kardiovaskular menunjukkan bahwa partisipan yang mengonsumsi vitamin B6, B12 dan asam folat untuk jangka waktu lima tahun mampu menurunkan tingkat homocysteine, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke sekitar 25 persen.

 

Meski belum diketahui secara pasti cara kerjanya, peneliti menganggap ini berhubungan dengan homosistein dan arteri. 

 

3. Membantu Mengontrol Gula Darah

Nangka memiliki indeks glikemik (GI) yang cukup rendah. Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat gula darah Anda naik setelah mengonsumi suatu makanan. Manfaat ini dikaitkan dengan serat yang terkandung di dalamnya, yang berfungsi memperlambat pencernaan dan membantu mencegah lonjakan gula darah setelah Anda mengonsumsi makanan (6, 7).

 

Diet dengan makanan rendah GI telah terbukti bermanfaat untuk meningkatkan kontrol gula darah. Beberapa protein didalamnya juga ikut berperan dalam hal ini. Asupan protein tinggi meningkatkan sekresi insulin prandial dan dengan demikian dapat meningkatkan kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2.

 

Dalam sebuah penelitian, konsumsi ekstrak nangka menunjukkan peningkatan toleransi gula darah pada orang dewasa (8). Selain itu, sebuah penelitian pada tikus yang diinduksi diabetes menemukan bahwa ekstrak daun nangka memiliki efek hipoglikemik dan hipolipidemik pada tikus sehingga membantu mengurangi kadar gula darah puasa dan memberikan kontrol gula darah jangka panjang (9).

 

Efek-efek ini dikaitkan dengan kandungan antioksidan flavonoid nangka, yang dikenal karena kemampuannya untuk mempromosikan kadar gula darah yang seimbang (10, 11).

 

4. Meningkatkan Kadar Magnesium

Magnesium sangat penting untuk struktur tulang manusia. Wanita khususnya beresiko mengalami kekurangan magnesium. Orang Afrika-Amerika dan lansia biasanya memiliki kadar magnesium yang rendah.

 

Satu cangkir nangka mengandung sekitar 15% dari total kebutuhan magnesium yang dibutuhhkan tubuh per hari. Disamping itu, selain berfungsi menguatkan tulang, magnesium dapat membantu mengurangi risiko banyak penyakit, seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit jantung.

 

 

 

Mengonsumsi nangka dan jumlah yang disarankan

 

Nangka dapat dimakan secara langsung atau diolah terlebih dahulu. Direbus, dipanggang atau ditumbuk menjadi tepung tidak akan mengurangi nutrisi yang terkandung didalamnya. Nangka juga dapat disajikan dalam hidangan manis dan gurih, termasuk makanan penutup dan kari.

 

Vegetarian dan vegan sering menggunakan nangka sebagai alternatif pengganti daging karena teksturnya yang mirip. Nangka biasanya diolah dengan sayuran lain dan bumbu. Buah nangka yang matang juga dapat ditambahkan ke yogurt atau oatmeal.

 

Untuk menjadikan nangka sebagai pengobatan, dosisnya tergantung pada beberapa faktor seperti usia, kondisi kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Pada saat ini tidak ada informasi ilmiah yang cukup untuk menentukan kisaran dosis nangka yang tepat.

 

 

Efek Samping 

 

Beberapa orang yang memiliki alergi dengan serbuk sari biasanya juga memiliki alergi terhadap nangka, sehingga harus berhati-hati ketika hendak mengonsumsi nangka. Meskipun aman dikonsumsi bagi kebanyakan orang, ekstrak nangka dapat menyebabkan kelelahan dan kantuk.

 

 

Kontraindikasi

 

Wanita hamil atau menyusui: Saat ini belum diketahui efek samping yang mungkin terjadi. Disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi nangka.

 

Alergi terhadap birch pollen: Orang yang alergi terhadap birch pollen kemungkinan juga alergi terhadap nangka. Disarankan untuk membatasi konsumsi atau tidak mengonsumsinya sama sekali.

 

Diabetes: Meskipun dapat membantu mengurangi kadar gula darah, penderita diabetes harus berhati-hati. Mereka mungkin perlu mengubah dosis obatnya jika ingin memakan buah ini.

 

Pasien pra operasi: Disarankan untuk tidak mengonsumsi nangka 2 minggu sebelum operasi karena kemungkinan nangka akan berinteraksi dengan obat lain dan menyebabkan kantuk berlebih.

 

 

Referensi:

Elliott, Brianna. (2018). Why is jackfruit good for you? nutrition, benefits and how to eat it. Healthline. Diakses pada 31 Juli 2019.

Axe, Josh. (2018). Jackfruit: 5 remarkable benefits of the world’s largest tree fruit. Dr Axe. Diakses pada 31 Juli 2019.

WebMD. (2018). Jackfruit. WebMD. Diakses pada 31 Juli 2019. 

Adlercreutz H. Lignans and human health. Crit Rev Clin Lab Sci. (2007). 

Padayatty SJ, Katz A, Wang Y, et al. Vitamin C as an antioxidant: evaluation of its role in disease prevention. J Am Coll Nutr. (2003). 

Jagtap UB, Panaskar SN, Bapat VA. Evaluation of antioxidant capacity and phenol content in jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lam.) fruit pulp. Plant Foods Hum Nutr. (2010). 

Fiedor J, Burda K. Potential role of carotenoids as antioxidants in human health and disease. Nutrients. (2014).

Hettiaratchi UP, Ekanayake S, Welihinda J. Nutritional assessment of a jackfruit (Artocarpus heterophyllus) meal. Ceylon Med J. (2011).

Lattimer JM, Haub MD. Effects of dietary fiber and its components on metabolic health. Nutrients. (2010). 

Fernando MR, Wickramasinghe N, Thabrew MI, Ariyananda PL, Karunanayake EH. Effect of Artocarpus heterophyllus and Asteracanthus longifolia on glucose tolerance in normal human subjects and in maturity-onset diabetic patients. J Ethnopharmacol. (1991). 

Omar HS, El-Beshbishy HA, Moussa Z, Taha KF, Singab AN. Antioxidant activity of Artocarpus heterophyllus Lam. (Jack Fruit) leaf extracts: Remarkable attenuations of hyperglycemia and hyperlipidemia in streptozotocin-diabetic rats. Scientific World Journal. (2011). 

Testa R, Bonfigli AR, Genovese S, De Nigris V, Ceriello A. The possible role of flavonoids in the prevention of diabetic complications. Nutrients. (2016). 

Vinayagam R, Xu B. Antidiabetic properties of dietary flavonoids: A cellular mechanism review. Nutr Metab (Lond). (2015). 


Tags: , , ,