fbpx
LOGO

5 Manfaat Tersembunyi Lada Hitam, Si Raja Rempah

July 14, 2020
IMG

Lada hitam adalah salah satu rempah dan bumbu yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Lada hitam (Piper nigrum) berasal dari gilingan biji merica dan telah digunakan sejak lama pada pengobatan tradisional India (Ayurvedic). 

 

Lebih dari sekedar bumbu, lada hitam sangat kaya akan kandungan piperin, yakni senyawa antioksidan yang menghambat terjadinya radikal bebas, yakni proses yang menyebabkan banyak kerusakan sel dalam tubuh manusia. Lada hitam juga sering dikombinasikan dengan berbagai herbal lain untuk meningkatkan penyerapan nutrisi, dan hampir selalu dikombinasikan dengan kurkumin, yakni senyawa aktif yang ada pada kunyit.

 

 

Manfaat

 

1. Menurunkan Kadar Kolesterol

Pada beberapa penelitian dengan hewan, ekstrak lada hitam terbukti berpotensi menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sebuah penelitian dengan hewan hamster yang diberikan makanan yang tinggi kandungan protein (atherogenic diet) dan tambahan lada hitam sebanyak 1 dan 0.25 gram/kg berat badan selama 12 minggu, menunjukkan bahwa senyawa piperin mempu menghambat terjadinya perubahan profil lipid atau lemak dan meningkatkan kadar antioksidan pada organ hati, jantung dan ginjal hamster (1, 2, 3).

 

Selain itu, senyawa piperin dalam lada hitam dapat meningkatkan penyerapan berbagai senyawa dalam makanan yang memiliki efek penurun kolesterol potensial seperti kunyit dan beras ragi merah. Sebuah peneltian diketahui mampu membuktikan bahwa mengonsumsi lada hitam dapat meningkatkan penyerapan kurkumin hingga 2000% (4, 5).

 

2. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Penelitian pada hewan mengungkap bahwa pemberian ekstrak lada hitam dapat merangsang pelepasan enzim di pankreas dan usus yang membantu mencerna lemak dan karbohidrat, mencegah diare dengan menghambat kontraktilitas berlebihan pada usus, serta memperlambat proses pencernaan makanan (6, 7, 8).

 

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan manfaat lada hitam dalam meningkatkan bakteri baik dalam usus manusia. Lada hitam terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan Bifidobacterium spp. dan Lactobacillus spp, serta menekan aktivitas spesies bakteri berjenis Ruminococcus. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa lada hitam dan berbagai bumbu dapur yang lain sangat potensial dalam regulasi mikrobiota dalam usus serta meningkatkan kesehatan saluran pencernaan secara menyeluruh (9, 10).

 

 

 

3. Tinggi Antioksidan

Lada hitam kaya akan senyawa yang disebut piperin. Menurut penelitian, piperin memiliki sifat antioksidan yang kuat yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab berbagai penuaan dini, menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung, dan kanker (11, 12, 13).

 

Sebuah penelitian menyatakan pemberian lada hitam atau ekstrak lada hitam pada tikus yang diberi diet tinggi lemak selama 10 minggu menunjukkan lebih sedikit kerusakan radikal bebas dalam sel dibandingkan dengan tikus yang diberi makan diet tinggi lemak saja (14).

 

Sebuah penelitian pada sel kanker manusia juga mencatat bahwa ekstrak lada hitam mampu menghentikan hingga 85% dari kerusakan sel yang terkait dengan pertumbuhan keganasan sel kanker (15).

 

4. Sebagai Anti-Inflamasi

Hasil penelitian laboratorium menunjukkan piperin dapat secara aktif melawan peradangan (16).

 

Sebuah penelitian dengan subyek tikus yang menderita arthritis, menyatakan pengobatan dengan piperin menunjukkan lebih sedikit pembengkakan dan penanda darah peradangan (17, 18). Dalam penelitian lain, piperin menekan peradangan di saluran pernafasan yang disebabkan oleh asma dan alergi musiman (19, 20)

 

Selain piperin, lada hitam mengandung senyawa anti-inflamasi lainnya, termasuk minyak esensial limonene dan beta-caryophyllene yang dapat melindungi terhadap peradangan, kerusakan sel, dan berbagai macam penyakit lainnya (21, 22).

 

5. Meningkatkan Penyerapan Nutrisi

Lada hitam dapat meningkatkan penyerapan dan fungsi nutrisi penting seperti kalsium dan selenium serta senyawa bermanfaat lain, seperti yang ditemukan dalam teh hijau dan kunyit (23, 24, 25, 26).

 

Selain kurkumin, lada hitam juga dapat meningkatkan penyerapan dan kadar beta-karoten, senyawa yang ditemukan dalam sayuran dan buah-buahan yang nantinya diubah tubuh menjadi vitamin A. Beta-karoten sendiri berfungsi sebagai antioksidan kuat yang dapat memerangi kerusakan sel, sehingga mencegah kondisi seperti penyakit jantung (27, 28, 29, 30).

 

 

Sumber Makanan

 

Lada hitam merupakan produk giling dari biji merica/peppercorn dari spesies tanaman Piper nigrum.

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar konsumsi suplemen lada hitam adalah 5 miligram hingga 20 miligram piperin bioaktif per hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Kurkumin atau teh hijau: Mengkombinasikan lada hitam dengan kurkumin pada kunyit atau dengan teh hijau dapat meningkatkan penyerapan nutrisi yang terkandung didalamnya.

 

Antihistamin: Mengkombinasikan lada hitam dengan antihistamin dapat meningkatkan absorpsi dan bioavailibilitas dari obat-obatan alergi berjenis anti-histamin.

 

Beta-karoten: Mengonsumsi beta-karoten bersama dengan lada hitam dapat meningkatkan absorpsi dan meningkatkan kadar beta-karoten dalam darah secara signifikan dibandingkan mengonsumsi beta-karoten secara terpisah.

 

Jika Anda tertarik untuk meningkatkan asupan lada hitam atau mengonsumsi suplemen piperin, pastikan untuk memeriksa dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang kemungkinan interaksi dengan obat lain.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil: Mengkonsumsi lada hitam dalam jumlah besar dapat meningkatkan potensi keguguran.

 

Ibu menyusui: Batasi konsumsi lada karena belum diketahui keamanan mengkonsumsi dalam jumlah besar.

 

Orang dengan riwayat medis atau sedang mengkonsumsi obat tertentu: Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi. 

 

 

Efek Samping

 

Mengonsumsi lada hitam dalam jumlah besar dapat menyebabkan sensasi terbakar di tenggorokan atau perut.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Black pepper. Examine. Diakses  pada 28 Juni 2019.

Meixner, Makayla. (2019). 11 Science-backed health benefits of black pepper. Healthline. Diakses pada 28 Juni 2019.

Streit, Lizzie. (2016). Is black pepper good for you, or bad? nutrition, uses, and more. Healthline. Diakses pada 28Juni 2019.

WebMD. (2018). Black pepper and white pepper. WebMD. Diakses pada 28 Juni 2019.

Agbor GA, Akinfiresoye L, Sortino J, Johnson R, Vinson JA. Piper species protect cardiac, hepatic and renal antioxidant status of atherogenic diet fed hamsters. Food Chem. (2012).

Duangjai A, Ingkaninan K, Praputbut S, Limpeanchob N. Black pepper and piperine reduce cholesterol uptake and enhance translocation of cholesterol transporter proteins. J Nat Med. (2013).

Parim B, Harishankar N, Balaji M, Pothana S, Sajjalaguddam RR. Effects of Piper nigrum extracts: Restorative perspectives of high-fat diet-induced changes on lipid profile, body composition, and hormones in Sprague-Dawley rats. Pharm Biol. (2015).

Qin S, Huang L, Gong J, et al. Efficacy and safety of turmeric and curcumin in lowering blood lipid levels in patients with cardiovascular risk factors: A meta-analysis of randomized controlled trials. Nutr J. (2017).

Hobbs T, Caso R, McMahon D, Nymark M. A novel, multi-ingredient supplement to manage elevated blood lipids in patients with no evidence of cardiovascular disease: A pilot study. Altern Ther Health Med. (2014).

Platel K, Srinivasan K. Influence of dietary spices or their active principles on digestive enzymes of small intestinal mucosa in rats. International Journal of Food Sciences and Nutrition. (2009).

Mehmood MA, Gilani AH. Pharmacological basis for the medicinal use of black pepper and piperine in gastrointestinal disorders. Journal of Medicinal Food. (2010).

Bajad S, Bedi KL, Singla AK, Johri RK. Piperine inhibits gastric emptying and gastrointestinal transit in rats and mice. Planta Med. (2001).

Lu QY, Summanen PH, Lee RP, et al. Prebiotic Potential and Chemical Composition of Seven Culinary Spice Extracts. J Food Sci. (2017).

Butt MS, Pasha I, Sultan MT, Randhawa MA, Saeed F, Ahmed W. Black pepper and health claims: a comprehensive treatise. Crit Rev Food Sci Nutr. (2013).

Poljšak B, Dahmane R. Free radicals and extrinsic skin aging. Dermatol Res Pract. (2012).

Cervantes Gracia K, Llanas-Cornejo D, Husi H. CVD and oxidative stress. J Clin Med. (2017).

Matschke V, Theiss C, Matschke J. Oxidative stress: the lowest common denominator of multiple diseases. Neural Regen Res. (2019).

Vijayakumar RS, Surya D, Nalini N. Antioxidant efficacy of black pepper (Piper nigrum L.) and piperine in rats with high fat diet induced oxidative stress. Redox Rep. (2004).

Liu Y, Aggarwal B, Yadev VR, Nair MG. Inhibitory effects of black pepper (piper nigrum) extracts and compounds on human tumor cell proliferation, cyclooxygenase enzymes, lipid peroxidation and nuclear transcription factor-kappa-B. Natural Product Communications. (2010).

Kunnumakkara AB, Sailo BL, Banik K, et al. Chronic diseases, inflammation, and spices: How are they linked?. J Transl Med. (2018). 

Bang JS, Oh DH, Choi HM, et al. Anti-inflammatory and antiarthritic effects of piperine in human interleukin 1beta-stimulated fibroblast-like synoviocytes and in rat arthritis models. Arthritis Res Ther. (2009).

Umar S, Golam Sarwar AH, Umar K, et al. Piperine ameliorates oxidative stress, inflammation and histological outcome in collagen induced arthritis. Cell Immunol. (2013).

Kim SH, Lee YC. Piperine inhibits eosinophil infiltration and airway hyperresponsiveness by suppressing T cell activity and Th2 cytokine production in the ovalbumin-induced asthma model. J Pharm Pharmacol. (2009). 

Aswar U, Shintre S, Chepurwar S, Aswar M. Antiallergic effect of piperine on ovalbumin-induced allergic rhinitis in mice. Pharm Biol. (2015).

Nikolić M, Stojković D, Glamočlija J, et al. Could essential oils of green and black pepper be used as food preservatives?. J Food Sci Technol. (2015).

Fidyt K, Fiedorowicz A, Strządała L, Szumny A. β-caryophyllene and β-caryophyllene oxide-natural compounds of anticancer and analgesic properties. Cancer Med. (2016).

Butt MS, Pasha I, Sultan MT, Randhawa MA, Saeed F, Ahmed W. Black pepper and health claims: a comprehensive treatise. Crit Rev Food Sci Nutr. (2013).

Patil VM, Das S, Balasubramanian K. Quantum chemical and docking insights into bioavailability enhancement of curcumin by piperine in pepper. J Phys Chem A. (2016).

Jäger R, Lowery RP, Calvanese AV, Joy JM, Purpura M, Wilson JM. Comparative absorption of curcumin formulations. Nutr J. (2014).

Prasad S, Tyagi AK, Aggarwal BB. Recent developments in delivery, bioavailability, absorption and metabolism of curcumin: the golden pigment from golden spice. Cancer Res Treat. (2014).

Veda S, Srinivasan K. Influence of dietary spices – black pepper, red pepper and ginger on the uptake of β-carotene by rat intestines. Journal of Functional Foods. (2009). 

Badmaev V, Majeed M, Norkus EP. Piperine, an alkaloid derived from black pepper increases serum response of beta-carotene during 14-days of oral beta-carotene supplementation. Nutrition Research. (1999).

Pham-Huy LA, He H, Pham-Huy C. Free radicals, antioxidants in disease and health. Int J Biomed Sci. (2008). 

Zhao LG, Zhang QL, Zheng JL, et al. Dietary, circulating beta-carotene and risk of all-cause mortality: a meta-analysis from prospective studies. Sci Rep. (2016). 


Tags: