fbpx
LOGO

6 Manfaat Si Manis Asam Jawa bagi Kesehatan

August 30, 2020
IMG

Pohon asam (Tamarindus indica) merupakan pohon asli Afrika yang banyak ditemukan di daerah tropis. Di Indonesia, tanaman ini seringkali disebut dengan asam jawa atau asam. Buahnya berbentuk seperti kacang polong dan memiliki rasa asam manis. 

 

Asam seringkali diolah menjadi saus pasta dan ditambahkan ke dalam bahan masakan, atau diubah menjadi minuman. Terkadang, daging buah asam jawa digunakan untuk menghilangkan noda pada peralatan perunggu, tembaga dan kuningan, lampu dan patung.

 

Sementara itu, secara historis, buah asam juga telah digunakan secara medis untuk membantu menangani berbagai masalah kesehatan, termasuk sembelit, demam, dan tukak lambung.

 

Asam jawa mengandung vitamin, mineral, asam amino dan senyawa antioksidan seperti polifenol. Meski rasanya asam, buah ini mengandung banyak gula alami, dimana satu cangkir asam mengandung 69 gram karbohidrat dalam bentuk gula, yang setara dengan 17,5 sendok teh gula.

 

 

Manfaat Asam Jawa bagi Kesehatan

 

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Asam jawa kaya akan antioksidan polifenol, termasuk flavonoid, apigenin, catechin, procyandin B2 dan epicatechin. Tingginya jumlah antioksidan yang ditemukan dalam asam dapat membantu mengurangi stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas dan mengurangi risiko dari kondisi tertentu seperti kanker, penyakit jantung dan diabetes (1).

 

Flavonoid berfungsi membantu mengatur kadar kolesterol. Antioksidan dalam buah ini dapat membantu mengurangi kerusakan oksidatif terhadap kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein), yang merupakan penyebab utama penyakit jantung.

 

Sebuah studi pada hamster dengan kolesterol tinggi menunjukkan bahwa ekstrak buah asam menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol buruk) dan trigliserida (2, 3). 

 

2. Menurunkan Berat Badan

Penelitian telah menemukan bahwa buah asam jawa memiliki efek anti-obesitas dan mungkin dapat membantu menurunkan berat badan. Secara khusus, biji asam jawa mengandung senyawa yang menghambat aktivitas tripsin, enzim yang terlibat dalam pemecahan protein. Beberapa penelitian pada hewan telah menunjukan bahwa dengan terhambatnya aktivitas tripsin dapat membantu mengurangi asupan makanan (4, 5).

 

Namun, perlu diingat bahwa buah asam jawa relatif tinggi kalori dan gula. Nikmati buah ini secukupnya dengan kombinasi diet sehat dan olahraga teratur untuk mendapatkan hasil terbaik dalam hal penurunan berat badan jangka panjang.

 

3. Mengurangi Peradangan Berlebih

Kadar antioksidan dan polifenol yang tinggi pada buah asam jawa dipercaya menghasilkan efek penurunan peradangan atau inflamasi. Kondisi peradangan kronis merupakan penyebab sebagian besar penyakit termasuk diantaranya kanker, penyakit Alzheimer, dan asma.

 

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Scientific Reports juga menemukan bahwa biji asam jawa memiliki sifat anti-rematik yang mampu mengurangi beberapa tanda peradangan di dalam tubuh (6).

 

4. Sebagai Antibakteri, Antivirus, dan Anti-jamur

Asam jawa mengandung beberapa senyawa dengan sifat antimikroba yang telah terbukti dapat melawan bakteri dan virus. Secara historis, asam jawa telah digunakan untuk mengobati kondisi seperti malaria, infeksi parasit, disentri dan bahkan masalah pernapasan (7, 2).

 

Penelitian laboratorium yang diterbitkan dalam majalah Pharmacognosy menunjukkan bahwa ekstrak asam jawa efektif dalam melawan Bacillus subtilis, sejenis bakteri, sementara minyak atsiri asam jawa bekerja melawan beberapa jenis bakteri yang berbeda (8).

 

Studi lain yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences menyatakan bahwa ekstrak asam menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap beberapa jenis bakteri, termasuk E. coli dan Salmonella,  yaitu dua jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi, menghasilkan gejala seperti diare, sakit perut, dan muntah (9).

 

5. Meredakan Sembelit

Asam jawa telah digunakan selama berabad-abad sebagai obat alami untuk meningkatkan keteraturan BAB dan mencegah sembelit. Efek ini dipercaya berasal dari kandungan serat pada buah. Secangkir daging buah asam mengandung 6,1 gram serat. 

 

Sebuah ulasan yang terdiri dari lima studi yang diterbitkan dalam World Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat dapat meningkatkan frekuensi feses bagi mereka yang mengalami sembelit (10).

 

6. Sumber Magnesium

Buah asam penuh dengan magnesium. Secangkir daging buah asam jawa dapat memenuhi 28 persen dari kebutuhan harian untuk magnesium.

 

Magnesium merupakan mineral penting yang memainkan peran sentral pada lebih dari 600 fungsi tubuh, seperti pembentukan tulang, mengatur ritme jantung, kontraksi otot, kontrol gula darah, dan juga memiliki efek anti diabetes serta anti-inflamasi (11).

 

 

 

Mengonsumsi Asam Jawa

 

Asam jawa dapat dikonsumsi secara langsung atau diolah menjadi pasta bumbu pada bahan makanan, atau penambah rasa pada minuman. Asam jawa juga dapat dijadikan permen dengan tambahan gula. 

 

Hingga saat ini, belum diketahui dosis harian yang tepat untuk mengonsumsi asam jawa. Dosis ditentukan dari segi usia dan kondisi kesehatan, sehingga mereka dengan kondisi tertentu disarankan untuk membatasi konsumsi asam jawa.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Mengombinasikan asam jawa dengan makanan penurun kolesterol lainnya, seperti minyak ikan dan bawang putih, akan lebih efisien dalam membantu meningkatkan kesehatan jantung.

 

 

Efek Samping

 

Buah asam jawa dapat menimbulkan reaksi alergi seperti bengkak, kram perut, gatal, sesak napas atau kesulitan bernapas.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil disarankan untuk tidak mengonsumi asam jawa atau produk olahannya. Permen asam jawa berpotensi terkena paparan timbal, dimana timbal merupakan zat berbahaya yang dapat merusak ginjal dan sistem saraf.

 

Ibu menyusui disarankan untuk membatasi atau tidak sama sekali mengonsumsi asam jawa karena hingga saat ini belum diketahui efek sampingnya.

 

Anak-anak tidak disarankan untuk mengonsumsi permen asam jawa karena berpotensi terkena paparan timbal yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Orang yang alergi terhadap buah polong atau legumen kemungkinan juga memiliki alergi terhadap asam jawa.

 

Penderita diabetes harus menjaga asupan buah asam dalam jumlah sedang untuk mencegah lonjakan gula darah.

 

 

Referensi:

Link, Rachael. (2018). Tamarind fruit benefits weight loss, heart health & more. Dr Axe. Diakses pada 22 Agustus 2019.

Jennings KA. (2018). What is tamarind? a tropical fruit with health benefits. Healthline. Diakses pada 22 Agustus 2019.

WebMD. (2019). Tamarind. WebMD. Diakses pada 22 Agustus 2019. 

Pham-Huy LA, He H, Pham-Huy C. Free radicals, antioxidants in disease and health. Int J Biomed Sci. (2008).

Kuru P. Tamarindus indica and its health related effects. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. (2014).

Lim CY, Junit SM, Abdulla MA, Aziz AA. In vivo biochemical and gene expression analyses of the antioxidant activities and hypocholesterolaemic properties of tamarindus indica fruit pulp extract. Plos One. (2013).

Carvalho FM, Lima VC, Costa IS, et al. A trypsin inhibitor from tamarind reduces food intake and improves inflammatory status in rats with metabolic syndrome regardless of weight loss. Nutrients. (2016). 

Ribeiro JA, Serquiz AC, Silva PF, et al. Trypsin inhibitor from tamarindus indica L. seeds reduces weight gain and food consumption and increases plasmatic cholecystokinin levels. Clinics (Sao Paulo). (2015). 

Sundaram MS, Hemshekhar M, Santhosh MS, et al. Tamarind seed (Tamarindus indica) extract ameliorates adjuvant-induced arthritis via regulating the mediators of cartilage/bone degeneration, inflammation and oxidative stress. Sci Rep. (2015).

Adeola AA, Adeola OO, Dosumu OO. Comparative analyses of phytochemicals and antimicrobial properties of extracts of wild Tamarindus indica pulps. African Journal of Microbiology Research. (2010). 

Escalona-Arranz JC, Péres-Roses R, Urdaneta-Laffita I, Camacho-Pozo MI, Rodríguez-Amado J, Licea-Jiménez I. Antimicrobial activity of extracts from Tamarindus indica L. leaves. Pharmacogn Mag. (2010). 

Nwodo UU, Obiiyeke GE, Chigor VN, Okoh AI. Assessment of tamarindus indica extracts for antibacterial activity. Int J Mol Sci. (2011). 

Yang J, Wang HP, Zhou L, Xu CF. Effect of dietary fiber on constipation: A meta analysis. World J Gastroenterol. (2012).

Jahnen-Dechent W, Ketteler M. Magnesium basics. Clin Kidney J. (2012).  


Tags: , ,