fbpx
LOGO

7 Makanan yang Berbahaya Jika Dikonsumsi Mentah

October 20, 2020
IMG

Sebagian orang yang memilih mengonsumsi beberapa jenis makanan secara mentah, contohnya salad dan sushi. Meskipun dikatakan makanan mentah lebih kaya nutrisi, ada beberapa makanan yang tidak disarankan dimakan mentah.

 

Orang-orang mungkin sudah mengetahui untuk menghindari konsumsi telur dan daging  mentah. Namun, sebagian dari Anda mungkin belum mengetahui makanan lain yang juga tidak disarankan untuk dikonsumsi tanpa melalui proses memasak.

 

1. Kentang

Kentang adalah umbi-umbian yang menjadi makanan pokok di beberapa negara. Sebagai sumber vitamin, mineral, dan antioksidan membuat kentang kaya akan manfaat kesehatan termasuk meningkatkan kontrol gula darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.

 

Namun, mengonsumsinya secara mentah dapat menyebabkan kembung dan efek samping merugikan pada pencernaan karena kandungan pati resistennya. 

 

Terlebih lagi, jika Anda menyimpan kentang mentah di tempat yang hangat atau lembab, karena kentang dapat berubah warna menjadi hijau dan mengembangkan racun yang disebut solanin.

 

Jika sudah seperti ini, Anda harus menghindari memakannya sama sekali, karena solanin dapat menyebabkan keracunan makanan. 

 

2. Singkong  

Dikemas dengan pati resisten, serat, vitamin, dan mineral, singkong menjadi salah satu makanan yang mampu meningkatkan kesehatan pencernaan. Namun, daun dan akar singkong mengandung sianogen glikosida, senyawa yang dapat melepaskan zat beracun sianida ketika dikonsumsi.

 

Cara aman mengonsumsi singkong adalah dengan mengupas kulitnya, mencucinya dengan seksama, dan memasaknya. Anda bisa mengukus atau merebusnya.

 

3. Kacang merah 

Kacang merah mengandung banyak protein, serat, dan antioksidan, tetapi memakannya secara mentah bisa mendatangkan malapetaka pada perut Anda.

 

Kacang mentah mengandung toksin phytohemagglutinin yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan dengan gejala yang mirip dengan keracunan makanan.

 

Pastikan Anda merebus kacang merah selama kurang lebih sepuluh menit sebelum memakannya.

 

4. Daging, unggas, dan produk olahannya

Daging sapi, babi, ayam, dan kalkun mentah atau tidak matang sempurna sangat berisiko untuk dikonsumsi. Kebanyakan unggas mentah mengandung bakteri Campylobacter, Salmonella, Clostridium perfringens, E. coli, Yersinia, dan bakteri lainnya.

 

Masaklah sesuai dengan suhu yang disarankan (suhu oven = 325 atau 163) dan waktu memasak yang disarankan (1).

 

Produk olahannya, seperti sosis, juga tidak disarankan untuk dikonsumsi mentah, walaupun sebelumnya telah melewati proses memasak. Menurut FDA, sosis kemasan dapat terkontaminasi oleh bakteri Listeria, yang hanya dapat dibunuh dengan memanaskan produk makanan kembali.

 

 

5. Susu

Susu yang didapat langsung dari hewan ternak tanpa dipasteurisasi mengandung bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella. Menurut FDA, susu mentah 150 kali lebih mungkin menyebabkan penyakit bawaan makanan daripada produk susu lainnya.

 

6. Kecambah

Kecambah ditanam di daerah hangat dan lembab, sehingga bakteri juga ikut serta merta berkembang biak dengan subur. Kecambah alfalfa dan lobak dapat mengandung bakteri berbahaya seperti E. coli, Salmonella, dan Listeria.

 

Disarankan untuk membeli kecambah sesegar mungkin. Pertimbangkan untuk membelinya di pasar lokal atau pasar petani, dan mencuci serta memasaknya sebelum dikonsumsi.

 

7. Tepung

Kita seringkali diingatkan untuk tidak mencicipi adonan kue yang mentah. Selain mengandung telur mentah, bahan lain yang membawa masalah adalah tepung.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengidentifikasi potensi tepung mentah dalam menimbulkan bahaya kesehatan.

 

Selama prosesnya, mulai dari penggilingan gandum di pabrik hingga tersedia di rak supermarket, tepung mungkin bersentuhan dengan patogen seperti  E. coli yang hanya dapat dihilangkan dengan memasak. 

 

 

Referensi

Jones M. (2019). 10 Foods you shouldn’t eat raw. The Healthy. Diakses pada 28 Oktober 2019.

Raman R. (2018). 7 Health and nutrition benefits of potatoes. Healthline. Diakses pada 28 Oktober 2019. 

Food Safety. (2019). Meat and poultry charts. Food Safety. Diakses pada 28 Oktober 2019.


Tags: