fbpx
LOGO

7 Tanaman Adaptogen Terbaik

August 30, 2020
IMG

Adaptogen merupakan zat alami yang tekandung pada suatu tanaman yang mempunyai sifat menyembuhkan tubuh.

 

Adaptogen berfungsi menyeimbangkan, memulihkan, melindungi tubuh dari stres fisik maupun stres psikis jangka pendek atau jangka panjang, serta menormalkan fungsi fisologis tubuh. Disamping itu, suplementasi adaptogen tidak memiliki efek samping signifikan (1).  

 

Istilah adaptogen pertama kali ditemukan oleh N.V. Lazarev pada tahun 1947, seorang ilmuwan Rusia yang menggunakannya untuk menggambarkan efek non-spesifik suatu zat dalam meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres. 

 

 

Cara Kerja Adaptogen

 

Ketika Anda stres, kelenjar adrenalin akan melepaskan hormon stres kortisol, yang kemudian memberi Anda energi untuk mengatasi keadaan darurat. Saat menghadapi stres, baik fisik maupun mental, tubuh mengalami sindrom adaptasi umum atau general adaptation syndrom (GAS). GAS terdiri dari tiga tahapan respon, yaitu fase alarm, fase resistensi, dan fase  kelelahan. 

 

Adaptogen menghasilkan efek stimulasi yang membantu Anda menahan kelelahan dan dapat bertahan lebih lama dalam fase resistensi (atau fase bertahan). Dengan begitu, tubuh akan menjadi lebih seimbang dan tidak mengalami kelelahan yang parah. Anda pun akan merasa lebih baik serta dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. 

 

Adaptogen memiliki efek positif secara tidak langsung terhadap masalah kesehatan lainnya, seperti rasa sakit, masalah pencernaan, insomnia, dan banyak lagi.

 

 

Bagaimana Cara Mengomsumsi Suplemen Adaptogen?

 

Mengonsumsi suplemen adaptogen membantu Anda lebih tahan terhadap efek samping dari stres kronis dan melindungi tubuh terhadap kadar kortisol tinggi. Sebelum mengonsumsi suplemen adaptogen, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui interaksi obat. Beberapa kondisi kesehatan tertentu tidak dianjurkan untuk mengonsumsi adaptogen.

 

Pastikan untuk membeli varietas tanaman organik berkualitas tinggi dari sumber yang dapat dipercaya. Kemudian, temukan metode menarik untuk mengonsumsi adaptogen. Adaptogen dapat berupa suplemen herbal dalam bentuk kapsul, yang dapat dicampurkan ke smoothie, teh maupun sup. 

 

 

Apa Tanaman yang Mengandung Adaptogen?

 

Beberapa tanaman disebut sebagai tanaman adaptogen, namun sebagian besar dikombinasikan dan dipasarkan sebagai penghambat kortisol (hormon stres).

 

Adapun tanaman adaptogen terbaik diantaranya yaitu:

 

1. Panax Ginseng

Panax ginseng atau ginseng Asia merupakan adaptogen terkenal dan salah satu yang paling efektif. Panax ginseng telah terbukti berhasil meningkatkan ketenangan subjektif dan beberapa aspek kinerja memori pada orang dewasa muda yang sehat (2).

 

Menariknya, berbagai penelitian tentang panax ginseng menemukan bahwa adaptogen tidak secara langsung mengubah kadar kortisol, tetapi mempengaruhi berbagai respons stres lainnya, seperti memblokir aksi adrenocorticotropic hormone (ACTH) di kelenjar adrenal (hormon yang merangsang produksi hormon steroid glukokortikoid) (3).

 

2. Holy Basil 

Disebut juga sebagai tulsi atau daun ruku-ruku merupakan tanaman yang memiliki sifat anti penuaan. Tiga senyawa fitokimia yang terkandung didalamnya telah diidentifikasi sebagai senyawa anti-stres dan dapat menurunkan kortikosteron darah (hormon stres lain) dan menciptakan perubahan positif dalam sistem neurotransmitter otak (4, 5).

 

3. Ashwaganda

Aswaganda atau disebut juga ginseng India ini dilaporkan memiliki efek pada kortisol, toleransi stres dan respons stres internal. Penggunaan ashwaganda pada tikus dapat menghentikan kenaikan peroksidasi lipid yang disebabkan oleh stres. Penggunaan ashwaganda pada manusia juga terbukti menurunkan kadar hormon stres alam darah (6, 7).

 

4. Akar Astragalus

Astragalus telah dikenal untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan berpotensi melindungi efek stres. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa akar astragalus mampu menurunkan pelepasan hormon stres, meningkatkan kekebalan dan tingkat antioksidan (8, 9).

 

Saat akar astragalus dicerna, akan meningkatkan kortisol sehingga memicu stres ringan, sehingga memungkinkan organisme untuk meningkatkan pertahanan stres (10).

 

5. Licorice (Akar Manis)

Licorice dapat meningkatkan energi, daya tahan tubuh, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pada manusia, mengonsumsi suplemen akar licorice membantu mengatur kadar hormon yang terkait dengan stres, termasuk kortisol, dan membantu mencegah maag (11, 12).

 

6. Rhodiola Rosea

Rhodiola bekerja seperti akar astragalus yang memicu stres ringan untuk meningkatkan pertahanan tubuh terhadap stres yang lain. Konsumsi rhodiola rosea secara teratur memberikan efek anti-kelelahan yang meningkatkan kinerja mental, terutama kemampuan untuk berkonsentrasi, dan mengurangi respons kortisol terhadap timbulnya stres pada pasien dengan sindrom kelelahan.

 

7. Jamur Cordyceps

Secara khusus, cordyceps telah diamati dampaknya terhadap kadar kortisol dan stres oksidatif. Mengonsumsi suplemen cordyceps terbukti mampu mengatur kadar kortisol setelah stres dengan lebih baik.

 

Selain itu, mengonsumsi jamur cordyceps  dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan menghilangkan stres oksidatif yang berlebihan (14, 15).

 

 

Referensi:

Axe, Josh. (2018). 7 Adaptogenic herbs or adaptogens that help reduce stress. Dr Axe. Diakses pada 22 Agustus 2019.

Chesak, Jennifer. (2017). The no bs guide to adaptogens for hormonal balance and stress. Healthline. Diakses pada 22 Agustus 2019.

Brekhman II, Dardymov IV. New substances of plant origin which increase nonspecific resistance. Annual Review of Pharmacology. (1969). 

Reay JL, Scholey AB, Kennedy DO. Panax ginseng (G115) improves aspects of working memory performance and subjective ratings of calmness in healthy young adults. Hum Psychopharmacol. (2010). 

Panossian A, Hambardzumyan M, Hovhanissyan A, Wikman G. The adaptogens rhodiola and schizandra modify the response to immobilization stress in rabbits by suppressing the increase of phosphorylated stress-activated protein kinase, nitric oxide and cortisol. Drug Target Insights. (2007).

Ahmad A, Rasheed N, Gupta P, et al. Novel Ocimumoside A and B as anti-stress agents: modulation of brain monoamines and antioxidant systems in chronic unpredictable stress model in rats. Phytomedicine. (2012). 

Gupta P, Yadav DK, Siripurapu KB, Palit G, Maurya R. Constituents of Ocimum sanctum with antistress activity. J Nat Prod. (2007).

Dhuley JN. Effect of ashwagandha on lipid peroxidation in stress-induced animals. Journal of Ethnopharmacology. (1998).

Kalani A, Bahtiyar G, Sacerdote A. Ashwagandha root in the treatment of non-classical adrenal hyperplasia. BMJ Journals. (2012).

Mao XF, Piao XS, et al. Effects of [beta]-glucan obtained from the Chinese herb Astragalus membranaceus and lipopolysaccharide challenge on performance, immunological, adrenal, and somatotropic responses of weanling pigs1. Journal of Animal Science. (2005).

Zhong RZ, Yu M, Liu HW, Sun HX, Cao Y, Zhou DW. Effects of dietary Astragalus polysaccharide and Astragalus membranaceus root supplementation on growth performance, rumen fermentation, immune responses, and antioxidant status of lambs. Animal Feed Science and Technology. (2012).

Xin-juan Y, Gui-hua H, Xin-hong Z, Cun-zhi L. Effect of astragalus injection on the survival of the allografts of skin in mice. Acta Academiae Medicinae Qingdao Universitatis. (2012).

Al-Dujaili EA, Kenyon CJ, Nicol MR, Mason JI. Liquorice and glycyrrhetinic acid increase DHEA and deoxycorticosterone levels in vivo and in vitro by inhibiting adrenal SULT2A1 activity. Mol Cell Endocrinol. (2011). 

Isbrucker RA, Burdock GA. Risk and safety assessment on the consumption of Licorice root (Glycyrrhiza sp.), its extract and powder as a food ingredient, with emphasis on the pharmacology and toxicology of glycyrrhizin. Regulatory Toxicology and Pharmacology. (2006). 

Nagata A, Tajima T, Uchida M. Supplemental anti-fatigue effects of cordycapes sinensis (tochu-kaso) extract powder during three stepwise excercise of human. Japanese Journal of Physical Fitness and Sports Medicine. (2006). 

Buonocore D, Altobelli E, et al. Improving training condition assessment in endurance cyclists: Effects of ganoderma lucidum and ophiocordyceps sinensis dietary supplementation. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. (2014).