fbpx
LOGO

9 Manfaat Utama Minyak Peppermint

July 16, 2020
IMG

Peppermint (Mentha piperita) adalah tanaman keluarga mint hasil persilangan antara watermint dan spearmint. Tanaman hidrida ini biasa digunakan untuk sifat sensorik (dapat dinikmati baik aroma dan rasanya) sebagai penyedap napas, permen, dan makanan lainnya. Daun peppermint juga mengandung beberapa minyak esensial termasuk mentol (50-60%), mentone (10-30%) dan limonene.

 

Peppermint telah lama digunakan pada pengobatan tradisional Eropa, Jepang, dan China. Saat ini, minyak peppermint direkomendasikan untuk manfaat anti mual dan efek menenangkan pada lapisan lambung dan usus besar. Efek pendinginannya juga membantu meredakan otot-otot yang sakit ketika digunakan secara topikal. Selain itu, minyak atsiri peppermint memiliki sifat antimikroba, yang dapat digunakan untuk melawan infeksi dan menyegarkan nafas.

 

 

Manfaat

 

1. Melegakan Pernapasan dan Sumbatan Sinus

Peppermint memiliki sifat antibakteri, antivirus, anti-inflamasi, dan dapat bertindak sebagai ekspektoran. Karena hal ini, menghirup minyak esensial dengan aroma peppermint dapat melegakan pernafasan termasuk melawan terjadinya sumbatan sinus karena infeksi, pilek, alergi, meredakan tenggorokan yang gatal, dan kondisi pernapasan lainnya.

 

Peppermint efektif dalam membuka jalan nafas, menghilangkan mukus atau cairan kental dalam saluran pernafasan, sehingga menghilangkan sumbatan pada saluran pernafasan (1, 2).

 

Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa mentol, salah satu senyawa aktif dalam peppermint, dapat melegakan aliran udara di rongga hidung. Penelitian tersebut dilaksanakan pada kurang lebih 40 subyek yang mengalami sumbatan jalan nafas (3).

 

Menghirup uap teh peppermint hangat ataupun kaldu ayam yang telah ditambahkan daun peppermint ke dalamnya juga terbukti dapat melegakan pernapasan karena kandungan mentol dalam daun peppermint (4)

 

2. Membantu Melegakan Alergi Musiman

Alergi musiman merupakan reaksi alergi yang biasa terjadi saat pergantian musim. Kondisi ini umumnya terjadi pada musim semi, dan disebabkan oleh serbuk bunga yang membuat mata berair, pilek, gatal dan berbagai gejala alergi lainnya.

 

Alergi musiman berbeda dengan alergi menahun atau perennial, yang kebanyakn disebabkan oleh bulu hewan, debu, ataupun penyebab lain. Peppermint diketahui mengandung asam rosmarinic, senyawa yang ditemukan di tanaman rosemary dan tanaman dalam keluarga mint. Senyawa ini memiliki manfaat untuk menurunkan berbagai  gejala reaksi alergi, seperti pilek, mata gatal dan asma (5, 6, 7).

 

Dalam sebuah penelitian, suplementasi asam rosmarinic dengan dosis 200 mg dan 50 mg per hari mampu mengurangi gejala alergi,  penurunan signifikan jumlah eosinofil dan neutrofil (sel darah putih) pada cairan dalam mukosa hidung, serta tidak memiliki efek samping yang berarti (8).

 

Penelitian lain yang diterbitkan dalam European Journal of Medical Research menemukan bahwa mentol, senyawa lain dalam peppermint, menunjukkan efektivitasnya dalam menekan produksi mediator peradangan akibat alergi yakni LTB subset4, PGE, dan IL-1beta. Dengan kemampuan menurunkan produksi berbagai mediator ini, minyak mint terbukti efektif dalam mengobati gangguan peradangan kronis seperti rinitis alergi, radang usus dan asma bronkial (9).

 

3. Meningkatkan Energi dan Kinerja Olahraga

Peppermint dipercaya dapat mengurangi kelelahan dan kantuk di siang hari. Menghirup minyak peppermint juga dapat membantu meningkatkan daya ingat dan kewaspadaan (10, 11, 12).

 

Dalam penelitian yang diterbitkan Avicenna Journal of Phytomedicine, mengonsumsi minyak peppermint dengan dosis 50 µL dapat meningkatkan terhadap kinerja olahraga, termasuk kekuatan cengkeraman, kemampuan lompat tegak vertikal dan lompat jauh. Efek positif ini dapat terlhiat hanya dalam waktu 5 menit.

 

Selain itu, kelompok penerima minyak peppermint juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam volume udara yang dihembuskan dari paru-paru, laju aliran pernapasan puncak dan laju aliran pengeluaran puncak. Hal ini menunjukkan bahwa peppermint memiliki efek positif pada otot polos bronkus tanpa mempengaruhi kualitas surfaktan atau pelumas alveolus dalam paru-paru (13).

 

4. Menyegarkan Nafas dan Menjaga Kesehatan Mulut

Peppermint telah digunakan selama ribuan tahun sebagai penyegar nafas dan sangat umum digunakan dalam pasta gigi, obat kumur, dan permen karet. Hal ini terkait cara kerja peppermint sebagai antiseptik, membunuh bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan gigi berlubang atau infeksi (14, 15)

 

Kombinasi minyak peppermint, minyak pohon teh, dan minyak lemon dengan perbandingan 1:2:2 sebagai obat kumur pada pasien pasca operasi tulang belakang terbukti mampu mengurangi bau mulut, tingkat rasa haus dan nyeri telan dengan lebih signifikan (16). 

 

Pada penelitian lain, anak-anak usia sekolah yang diberikan obat kumur peppermint dengan dosis sebesar 15-20 ml 3 kali per hari (setelah  sarapan, makan siang dan sebelum tidur). Partisipan juga tidak dizinkan untuk mengonsumsi makanan lain 30 menit setelah berkumur. Setelah satu minggu evaluasi, dari 43 orang yang menjalani terapi kumur dengan peppermint sebanyak 23 orang menunjukkan perbaikan bau napas dan berkumur dengan larutan peppermint diketahui lebih efektif dalam menyembuhkan bau nafas dibandingkan dengan kelompok kontrol (17).

 

 

5. Membantu Menumbuhkan Rambut dan Menghilangkan Ketombe

Peppermint banyak digunakan dalam produk shampo rambut karena fungsinya dapat menebalkan rambut dan memperbaiki rambut yang rusak. Selain itu, mentol yang terkandung di dalamnya merupakan agen antiseptik yang kuat, sehingga dapat membantu menghilangkan kuman yang menumpuk pada rambut (18).

 

Sebuah penelitian pada hewan memperlihatkan bahwa mengaplikasikan minyak peppermint selama empat minggu mampu meningkatkan ketebalan kulit, meningkatkan jumlah folikel, dan kedalaman folikel pada bulu tikus. Minyak peppermint juga dikatakan lebih efektif daripada aplikasi saline, minyak jojoba dan minoxidil, obat yang digunakan untuk pertumbuhan rambut (19).

 

6. Meringankan Gejala Penyakit IBS dan Kolik pada Bayi

Suplementasi minyak peppermint yang dikonsumsi telah terbukti efektif mengobati sindrom iritasi usus besar (IBS), dimana minyak peppermint mengurangi kejang di usus besar, melemaskan otot-otot usus, serta membantu mengurangi kembung dan gas (20).

 

Sebuah penelitian menemukan 75% pasien yang menggunakan minyak peppermint mengalami penurunan gejala IBS sebanyak 50%. Beberapa gejala yang  mengalami pengurangan perdarahan perut, sakit atau ketidaknyamanan perut, diare, sembelit dan urgensi pada BAB (21).

 

Kolik merupakan sebuah gangguan pencernan pada bayi yang menyebabkan bayi rewel atau menangis terus menerus selama 3 jam, 3 hari bahkan 3 minggu pada waktu dan jam yang sama. Banyak hal yang menyebabkan kolik salah satunya adalah kembung akibat intoleransi laktosa, alergi ataupun akibat sistem pencernaan yang belum sempurna.

 

Sebuah penelitian dilaksanakan terhadap 30 bayi berusia 15 – 60 hari dengan kolik yang membandingkan minyak peppermint dosis 1 tetes/kg berat badan dan simetichone (obat kolik umum) dengan dosis 2.5 mg/kg berat badan. Hasilnya didapat bahwa kedua kelompok bayi mengalami penurunan durasi menangis. 

 

Hal ini menunjukkan bahwa minyak peppermint potensial untuk disejajarkan dengan obat kolik secara umum, meski penelitian lain mengenai hal ini masih sangat terbatas (22).

 

7. Menjaga Kesehatan Kulit

Minyak peppermint memiliki kandungan SPF yang sangat tinggi (SPF 1 – 7) (23) sehingga dapat menghidrasi kulit serta melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Peppermint juga diketahui sangat bermanfat dalam melembutkan kulit, serta memiliki efek antiseptik dan antimikroba ketika dioleskan langsung pada kulit.

 

Sebuah tinjauan penelitian terhadap berbagai minyak esensial menyebutkan bahwa minyak peppermint sangat efektif dalam mengatasi wajah kusam dan noda hitam di kulit, dermatitis atau kemerahan akibat alergi, kulit gatal dan bersisik, ampuh melawan jamur kulit (ring worm), kutu (skabies) dan melindungi kulit dari terbakar sinar matahari (24).

 

Minyak peppermint juga ampuh dalam mengatasi gatal akibat pruritus pada wanita hamil. Kondisi pruritus terjadi pada 1 – 8% wanita hamil. Sebuah penelitian melibatkan 96 wanita hamil dengan kondisi kulit kering dan gatal diberikan terapi kombinasi minyak peppermint 0.5% dan minyak wijen 0.5% selama dua kali perhari, dan dievaluasi setelah 2 minggu berturut-turut pemakaian. Hasilnya, secara signifikan kelompok yang menerima interensi kombinasi minyak mengalami penurunan tingkat rasa gatal dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo (25)

 

8. Penghalau Serangga 

Banyak serangga yang tidak menyukai aroma dari peppermint, sehingga menggunakan minyak peppermint dapat menjadi solusi penghalau serangga yang aman bagi lingkungan karena bersifat natural. Beberapa serangga yang tidak menyukai aroma peppermint antara lain nyamuk, semut, kecoa, laba-laba, lipas serta hewan tikus.

 

Sebuah penelitian dilaksanakan untuk mengukur efektivitas minyak peppermint dalam menghalau larva dan nyamuk demam berdarah (Aedes aegepty). Minyak peppermint memiliki toksisitas 11.8% pada larva nyamuk, yang menyebabkan kematian larva setelah 48 jam paparan minyak tersebut. Pengolesan minyak peppermint pada kulit manusia dewasa juga menunjukkan 100% proteksi dari gigitan nyamuk dewasa hingga 150 menit pemberian. 30 menit setelahnya, hanya terdapat 1 – 2 gigitan nyamuk dibandingkan pengolesan ethanol pada kelompok kontrol (terdapat 8 – 9 gigitan) (26). 

 

9. Meredakan Sakit Kepala serta Meningkatkan Konsentrasi 

Kombinasi minyak peppermint dengan minyak eucalyptus dan ethanol terbukti dapat menghalau gejala sakit kepala. Sebuah penelitian klinis menyebutkan kombinasi minyak tersebut secara signifikan menurunkan sensitivitas dan nyeri kepala terhadap 32 orang dewasa, menimbulkan efek rileksasi pada otot dan mental. Kombinasi minyak tersebut sangat baik dioleskan pada dahi, pelipis dan leher belakang (27). Menghirup minyak peppermint juga diketahui sangat ampuh mengahalau rasa mual pada 34 orang pasien pasca operasi.

 

Minyak peppermint juga terbukti mampu meningkatkan fokus dan konsentrasi. Pemberian minyak peppermint 100 µL secara in vitro mampu menghambat mekanisme kolinergik di otak, meningkatkan regulasi kalsium dan reseptor GABA, sehingga meningkatkan kemampuan kognitif serta performa mental pada 24 orang dewasa muda dengan rata-rata berusia 25 tahun (28).

 

Pada sebuah studi yang lain menghirup aroma peppermint diketahui lebih efektif dalam meningkatkan memori, suasana hati, serta mempercepat penangkapan informasi dibandingkan dengan menghirup minyak ylang-ylang (12). 

 

 

Sumber Makanan

 

Daun peppermint (Mintha piperita)

 

 

Dosis Pemakaian

 

Seperti yang telah disebutkan bahwa peppermint dapat dinikmati dari aroma dan rasanya. Sehingga peppermint tersedia dalam bentuk minyak esensial yang dapat diminum langsung, minyak oles yang dapat dioleskan lagsung di kulit atau dimasukkan dalam diffuser dan dinikmati sebagai aromaterapi. Daun segar peppermint juga dapat ditambahkan langsung ke dalam masakan ataupun dinikmati dalam bentuk teh peppermint.

 

• Tujuan kesehatan dan motilitas gastrointestinal: Konsumsi 450-750 mg minyak peppermint setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.

 

• Mengobati sakit kepala: Oleskan minyak peppermint 10% pada bagian yang sakit, ulangi aplikasi setelah 15 menit dan 30 menit (untuk tiga aplikasi dalam total).

 

• Melegakan pernapasan: Tuang 5 tetes peppermint ke dalam air, lalu hirup, atau oleskan 2-3 tetes topikal ke pelipis, dada, dan belakang leher.

 

• Meredakan alergi musiman: Oleskan 2-3 tetes topikal ke pelipis, dada, dan belakang leher.

 

• Meningkatkan energi dan konsentrasi: Tuang 1–2 tetes minyak peppermint ke dalam segelas air, atau oleskan 2-3 tetes secara topikal ke pelipis dan leher.

 

• Meningkatkan kesehatan mulut dan menyegarkan nafas: Tambahkan setetes minyak peppermint ke pasta gigi atau teteskan satu tetes minyak peppermint di bawah lidah sebelum minum segelas air.

 

• Meningkatkan pertumbuhan rambut dan menutrisi rambut: Tambahkan 2-3 tetes peppermint ke dalam sampo dan kondisioner, atau memijat 2-3 tetes minyak peppermint ke kulit kepala Anda saat mandi.

 

• Membantu meringankan gejala IBS: Minum 1-2 tetes minyak peppermint dengan segelas air atau menambahkannya ke kapsul sebelum makan. Anda juga bisa mengoleskan 2-3 tetes ke perut Anda.

 

 

Interaksi Sinergi

 

• Nikotin: Kombinasi nikotin dan peppermint terdapat pada produk rokok yang memiliki rasa mentol. Kandungan mentol dalam rokok dapat menghambat metabolisme nikotin menjadi cotinine, yakni senyawa penanda kadar racun nikotin dalam darah dan urine manusia. Namun demikian, penggunaan rokok dengan mentol memiliki efek yang sama berbahayanya dengan rokok tanpa tambahan mentol. 

 

Minyak kelapa: Minyak peppermint lebih aman dikombinasikan dengan  minyak kelapa untuk menghindari iritasi kulit. 

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak dibawah usia 8 tahun

 

Kehamilan dan menyusui: Tidak disarankan suplementasi peppermint, karena dapat menurunkan penyerapan zat besi dari makanan maupun dari suplemen zat besi sehingga menimbulkan resiko anemia selama kehamilan. 

 

Achlorhydria: Tidak disarankan menggunakan minyak peppermint yang dilapisi enterik.

 

Diare: Tidak disarankan menggunakan minyak peppermint yang dilapisi kapsul enterik karena dapat menyebabkan sensasi terbakar pada dubur.

 

Hindari konsumsi peppermint dengan obat-obatan dibawah ini:

Siklosporin (Neoral, Sandimmune): Dapat meningkatkan risiko efek samping untuk cyclosporine (Neoral, Sandimmune).

 

Obat-obatan yang dipecah di hati seperti amitriptyline (Elavil), haloperidol (Haldol), ondansetron (Zofran), omeprazole (Prilosec), lansoprazole (Prevacid), dan pantoprazole (Protonix). Hal ini dapat meningkatkan efek samping sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Obat golongan analgesik seperti diclofenac (Cataflam, Voltaren), ibuprofen (Motrin) , meloxicam (Mobic). Hal ini dapat meningkatkan efek samping sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Obat golongan antikolesterol lovastatin (Mevacor), antifungal ketoconazole (Nizoral), itraconazole (Sporanox), dan banyak lainnya. Hal ini dapat meningkatkan efek samping sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Antasida: Kombinasi keduanya dapat menyebabkan mulas dan mual. Konsumsi antasida setidaknya dua jam setelah menggunakan produk minyak peppermint. Beberapa antasida termasuk kalsium karbonat (Tums, yang lain), dihydroxyaluminum sodium carbonate (Rolaids, yang lain), magaldrate (Riopan), dan lainnya.

 

Obat-obatan yang menurunkan asam lambung (H2-Blocker): Kombinasi keduanya dapat menyebabkan mulas dan mual. Minum obat yang mengurangi asam lambung setidaknya dua jam setelah menggunakan produk minyak peppermint. Beberapa obat yang mengurangi asam lambung termasuk cimetidine (Tagamet), ranitidine (Zantac), nizatidine (Axid), dan famotidine (Pepcid) .

 

Obat-obatan yang menurunkan asam lambung (Proton pump inhibitor): Kombinasi keduanya dapat menyebabkan mulas dan mual. Minum obat yang mengurangi asam lambung setidaknya dua jam setelah produk minyak peppermint dilapisi. Beberapa obat yang mengurangi asam lambung termasuk omeprazole (Prilosec), lansoprazole (Prevacid), rabeprazole (Aciphex), pantoprazole (Protonix), dan esomeprazole (Nexium).

 

 

Efek Samping

 

• Mulas

• Kulit kemerahan

• Sakit kepala 

• Rasa terbakar di ulu hati

• Sariawan

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Peppermint. Examine. Diakses pada 03 Juli 2019.

Axe, Josh. (2018). Top 15 peppermint oil uses and benefits, for gut health, headaches & more. Dr Axe. Diakses pada 03 Juli 2019.

Groves, Melissa. (2018). 12 Science-backed benefits of peppermint tea and extracts. Healthline. Diakses  pada 03 Juli 2019.

WebMD. (2018). Peppermint. WebMD. Diakses pada 03 Juli 2019.

McKay DL, Blumberg JB. A review of the bioactivity and potential health benefits of peppermint tea (Mentha piperita L.). Phytother Res. (2006). 

Rakover Y, Ben-Arye E, Goldstein LH. The treatment of respiratory ailments with essential oils of some aromatic medicinal plants. Harefuah. (2008).

Eccles R, Griffiths DH, Newton CG, Tolley NS. The effects of menthol isomers on nasal sensation of airflow. Clin Otolaryngol Allied Sci. (1988). 

Saketkhoo K, Januszkiewicz A, Sackner MA. Effects of drinking hot water, cold water, and chicken soup on nasal mucus velocity and nasal airflow resistance. Chest. (1978).

Shekarchi M, Hajimehdipoor H, Saeidnia S, Gohari AR, Hamedani MP. Comparative study of rosmarinic acid content in some plants of Labiatae family. Pharmacogn Mag. (2012). 

Oh HA, Park CS, Ahn HJ, Park YS, Kim HM. Effect of Perilla frutescens var. acuta Kudo and rosmarinic acid on allergic inflammatory reactions. Exp Biol Med (Maywood). (2011).

Sanbongi C, Takano H, Osakabe N, et al. Rosmarinic acid in perilla extract inhibits allergic inflammation induced by mite allergen, in a mouse model. Clin Exp Allergy. (2004). 

Takano H, Osakabe N, Sanbongi C, et al. Extract of Perilla frutescens enriched for rosmarinic acid, a polyphenolic phytochemical, inhibits seasonal allergic rhinoconjunctivitis in humans. Exp Biol Med (Maywood). (2004). 

Juergens UR, Stöber M, Vetter H. The anti-inflammatory activity of L-menthol compared to mint oil in human monocytes in vitro: a novel perspective for its therapeutic use in inflammatory diseases. Eur J Med Res. (1998). 

Kennedy D, Okello E, Chazot P, et al. Volatile terpenes and brain function: Investigation of the cognitive and mood effects of mentha × piperita l. essential oil with in vitro properties relevant to central nervous system function. Nutrients. (2018). 

Norrish MI, Dwyer KL. Preliminary investigation of the effect of peppermint oil on an objective measure of daytime sleepiness. Int J Psychophysiol. (2005).

Moss M, Hewitt S, Moss L, Wesnes K. Modulation of cognitive performance and mood by aromas of peppermint and ylang-ylang. International Journal of Neuroscience. (2008). 

Meamarbashi A. Instant effects of peppermint essential oil on the physiological parameters and exercise performance. Avicenna J Phytomed. (2014). 

Dagli N, Dagli R, Mahmoud RS, Baroudi K. Essential oils, their therapeutic properties, and implication in dentistry: A review. J Int Soc Prev Community Dent. (2015). 

Thosar N, Basak S, Bahadure RN, Rajurkar M. Antimicrobial efficacy of five essential oils against oral pathogens: An in vitro study. Eur J Dent. (2013). 

Oh KE, Song AR, Sok SR. Effects of Aroma Gargling, Cold water gargling, and wet gauze application on thirst, halitosis, and sore throat of patients after spine surgery. Holist Nurs Pract. (2017).

Haghgoo R, Abbasi F. Evaluation of the use of a peppermint mouth rinse for halitosis by girls studying in Tehran high schools. J Int Soc Prev Community Dent. (2013).

Food and Drug Administration, HHS. Dandruff, seborrheic dermatitis, and psoriasis drug products containing coal tar and menthol for over-the-counter human use; amendment to the monograph. Final rule. Fed Regist. (2007).

Oh JY, Park MA, Kim YC. Peppermint oil promotes hair growth without toxic signs. Toxicol Res. (2014). Ford

Ford AC, Talley NJ, Spiegel BMR, Foxx-Orenstein AE, et al. Effect of fibre, antispasmodics, and peppermint oil in the treatment of irritable bowel syndrome: Systematic review and meta-analysis. BMJ. (2008).

Cappello G, Spezzaferro M, Grossi L, Manzoli L, Marzio L. Peppermint oil (Mintoil) in the treatment of irritable bowel syndrome: a prospective double blind placebo-controlled randomized trial. Dig Liver Dis. (2007).

Alves JG, de Brito Rde C, Cavalcanti TS. Effectiveness of mentha piperita in the treatment of infantile colic: A crossover study. Evid Based Complement Alternat Med. (2012). 

Kaur CD, Saraf S. In vitro sun protection factor determination of herbal oils used in cosmetics. Pharmacognosy Res. (2010).

Orchard A, van Vuuren S. Commercial essential oils as potential antimicrobials to treat skin diseases. Evid Based Complement Alternat Med. (2017).

Akhavan Amjadi M, Mojab F, Kamranpour SB. The effect of peppermint oil on symptomatic treatment of pruritus in pregnant women. Iran J Pharm Res. (2012).

Kumar S, Wahab N, Warikoo R. Bioefficacy of mentha piperita essential oil against dengue fever mosquito aedes aegypti L. Asian Pac J Trop Biomed. (2011). 

Akhavan Amjadi M, Mojab F, Kamranpour SB. The effect of peppermint oil on symptomatic treatment of pruritus in pregnant women. Iran J Pharm Res. (2012).

Kennedy D, Okello E, Chazot P, et al. Volatile terpenes and brain function: Investigation of the cognitive and mood effects of mentha × piperita l. essential oil with in vitro properties relevant to central nervous system function. Nutrients. (2018). 


Tags: , , , ,