fbpx
LOGO

Ampuhkah Diet Detoks untuk Turunkan Berat Badan?

August 12, 2020
IMG

Detox atau detoksifikasi memiliki arti pembersihan. Detoksifikasi telah mengambil perhatian dalam dunia kesehatan selama bertahun-tahun dan diklaim sebagai sarana untuk membersihkan tubuh dari racun, mengistirahatkan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh, serta memulai kembali metabolisme.

 

Detoksifikasi dapat dilakukan melalui konsumsi makanan, cairan, atau suplemen, dan yang paling umum adalah diet detoks.

 

Terdapat berbagai macam diet detoks. Diantaranya melibatkan puasa, mengganti makan dengan cairan, atau mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Tidak seperti diet lainnya, diet detoks hanya berlangsung dalam jangka pendek yang berkisar 3 sampai 21 hari atau lebih. 

 

Adapun jenis diet detoks yang populer adalah:

 

Detoks jus atau smoothie: Mengganti makanan padat dengan jus atau smoothie berbahan dasar sayur atau buah

 

Detoks hati: Bertujuan untuk mempercepat sistem detoksifikasi oleh hati

 

Membatasi makan: Pembatasan kelompok makanan tertentu, seperti gluten atau susu

 

Detoks usus besar: Menggunakan suplemen atau obat pencahar untuk membersihkan saluran pencernaan dan membersihkan tubuh dari racun dengan mempromosikan gerakan usus

 

 

Apakah Diet Detoks Efektif?

 

Sayangnya, diet detoks dikatakan tidak memenuhi klaim yang telah disebutkan. Tidak ada bukti yang menunjukkan diet detoks dapat meningkatkan kesehatan, terutama beberapa jenis diet detoks ketat yang justru akan menghasilkan bahaya. 

 

Menurut Dr Streicher, diet detoks dapat mengarah pada pola hidup yang tidak sehat atau berbahaya. Hal ini karena penggunaan obat pencahar yang sering digunakan dalam metode detoksifikasi ini dapat mempercepat buang air besar ke titik di mana nutrisi makanan tidak dapat diserap di usus bagian seperti yang seharusnya.

 

Selain menyebabkan diare, obat pencahar juga bisa membuat tubuh lemas, penglihatan kabur, pingsan, bahkan kerusakan ginjal.

 

Selain itu, detoksifikasi jus melibatkan ekstraksi kulit dan sebagian besar serat dari buah dan sayuran, artinya tubuh hanya mendapatkan gula dan tidak cukup nutrisi atau serat dari makanan tersebut.Sehingga,  detoksifikasi jangka panjang dapat menyebabkan tubuh benar-benar tidak mendapatkan nutrisi dan vitamin yang dibutuhkannya.

 

Biasanya detoksifikasi cair berupa jus menghilangkan sebagian besar protein dan lemak dari makanan, dan menyebabkan sejumlah efek samping negatif lainnya seperti merasa lapar, gula darah rendah, penurunan produktivitas, dan kelelahan.

 

Detoksifikasi hati secara khusus sebenarnya tidak diperlukan karena hati memiliki kemampuan untuk membersihkan racun tubuh. Hal yang perlu diperhatikan adalah mengonsumsi makanan yang memungkinkan hati beroperasi pada fungsi optimal dan mengurangi konsumsi alkohol. 

 

Beberapa peneliti menganggap detoks hanya sebagai prekusor mutlak untuk diet sehat. Menurut Dr Lauren Streicher, seorang profesor di Universitas Northwestern, sebagian besar detoks tidak memiliki manfaat jangka panjang kecuali jika itu merupakan awal untuk memulai makan secara sehat.

 

Ia menambahkan bahwa setiap bagian dari tubuh mampu membersihkan dan merevitalisasi dirinya sendiri. Tubuh memiliki hati, sistem pencernaan, dan ginjal, organ yang berperan dalam menghilangkan racun dalam tubuh.

 

Dr. Michael Smith juga setuju akan hal itu. Ia mengatakan, jika tujuan dari diet detoks adalah pembersihan, maka itu tidak diperlukan karena tubuh ahli dalam membersihkan sendiri. Racun tidak menumpuk pada hati, ginjal atau bagian tubuh lainnya, jadi detoksifikasi tidak perlu dilakukan. 

 

Apabila tujuan dari diet detoks adalah menurunkan berat badan, hal itu mungkin dapat terjadi. Tetapi, pada akhirnya efek penurunan berat badan tidak akan bertahan lama. Dengan alasan ini, tentunya diet detoks bukanlah pendekatan yang sehat.

 

 

Efek Samping dari Diet Detoks

 

Keamanan diet detoks bergantung pada rencana dan berapa lama diet dilakukan. Beberapa peserta diet detoks mungkin merasa lapar dan lemah. Efek samping potensial yang dapat terjadi berupa diare, lelah, gula darah rendah, nyeri otot, pusing atau sakit kepala, dan mual.

 

 

 

Kontraindikasi

 

Diet detoks bukan hanya tidak baik untuk orang dengan kondisi medis tertentu, tapi juga bisa berbahaya. Bagi penderita diabetes, diet detoks mungkin sangat berbahaya. Jika Anda minum obat untuk diabetes, diet apa pun yang sangat membatasi apa yang Anda makan dapat menyebabkan gula darah rendah yang berbahaya.

 

 

Solusi

 

Menurut Dr. Michael Smith, satu-satunya jenis diet detoks yang bermanfaat adalah yang membatasi makanan olahan atau junk food, tinggi lemak, dan gula lalu menggantinya dengan makanan yang lebih utuh.

 

Meminum cukup air, menjaga asupan gula, serta mengonsumsi buah-buahan, sayuran-sayuran, biji-bjian, protein tanpa lemak, dan makanan utuh tanpa pengolahan adalah opsi terbaik untuk detoksifikasi. Diet ini akan menghasilkan efek jangka panjang, terutama jika dikombinasikan dengan berolahraga secara teratur. 

 

Bukan hanya untuk orang sehat, pola tersebut juga bagus untuk orang dengan kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan bahkan penyakit jantung.

 

 

Referensi:

deBara, Deanna. (2019). A caution against detoxes: Breaking down the 4 most popular types. Healthline. Diakses pada 30 Juli 2019.

Zelman KM. (2018). The truth about detox diets. WebMD. Diakses pada 30 Juli 2019.

Bandyopadhyay, Alakananda. (2018). Thinking of going on a detox diet? experts explain how it is ineffective and potentially dangerous. International Business Time. Diakses pada 30 Juli 2019.


Tags: ,