fbpx
LOGO

Apa Itu Testosteron dan Manfaatnya?

September 7, 2020
IMG

Testosteron adalah hormon yang ditemukan baik pada manusia maupun hewan. Pada manusia, testosteron diproduksi di testis pada pria dan diproduksi lebih sedikit pada ovarium wanita. Produksi hormon ini dimulai ketika usia pubertas dan mulai menurun setelah usia 30 tahun keatas.

 

Testosteron sering dikaitkan dengan gairah seks dan berperan penting dalam produksi sperma pada pria. Testosteron juga memiliki fungsi lain dalam tubuh seperti peningkatan massa otot dan tulang, serta dapat mempengaruhi suasana hati pada pria.

 

 

Sejarah Singkat Testosteron

 

Meskipun efek biologisnya telah diketahui sejak lama, istilah testosteron (atau hormon T) baru diciptakan pada tahun 1935 ketika Ernest Laqueur mengisolasi hormon testosteron dari testis banteng (sapi jantan). Hormon testosteron digunakan sebagai suplemen atau obat pengganti mempunyai sejarah panjang hingga akhirnya dapat secara legal dikonsumsi. 

 

Pada tahun 1972, saat pelaksaanaan Olimpiade melarang penggunaan steroid anabolik-androgenik atau SAA (termasuk didalamnya testosteron) pada atletnya.

 

Tindakan kontrol steroid anabolik mulai disahkan di Amerika Serikat pada tahun 1990, tapi lagi-lagi penggunaan SAA di kalangan atlit memicu pemberitaan besar pada tahun 2004, yang dikenal dengan skandal BALCO (Bay Arena Laboratory Co-operative), dan menyeret banyak atlet Amerika.

 

Pada tahun 2013, penjualan obat testosteron sebagai terapi penggantian testosteron di AS mendapat keuntungan sebanyak 2,4 milyar dolar atau sekitar 34 triliun rupiah, dan mengalami peningkatakan sebanyak 5 milyar dolar pada tahun 2017.

 

 

Berapa Kadar Normal Testosteron?

 

Pada dasarnya, meskipun kadar testosteron Anda normal, dampak yang dirasakan bisa berbeda setiap orang.

 

Salah satu dari dua orang yang sama-sama memiliki kadar testosteron 345 ng/ dL mungkin merasa lebih mudah lelah, depresi, dan sulit untuk menurunkan berat badan. Sementara orang lain lebih bertenaga dan memiliki berat badan seimbang.

 

Ketika level hormon T Anda diuji, hasilnya dapat bervariasi dari laboratorium satu ke laboratorium yang lain. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 120 laki-laki di Amerika Serikat menunjukkan bahwa testosteron rendah dapat berkisar antara 160 dan 300 ng / dL, dan testosteron tinggi dapat berkisar antara 726 dan 1.130 ng / dL.

 

Jadi jika Anda hasil hormon testosteron Anda 280 ng / dL, maka Anda mungkin tidak dianggap memiliki level testosteron rendah (1).

 

 

Penyebab Rendahnya Testosteron

 

Seiring bertambahnya usia, kadar testosteron pada pria juga ikut menurun. Penurunan ini terjadi 1-2% per tahun dan dimulai sejak usia 30 tahun ke atas. Selain itu beberapa factor yang mempengaruhi rendahnya testosterone seperti kurang tidur, depresi, olahraga berlebih atau kurang berolahraga.

 

Faktor makanan juga dapat mempengaruhi kadar testosteron dalam tubuh. Sering mengonsumsi alkohol, tingginya asupan lemak, dan mengonsumsi terlalu banyak fitoestrogen (biasanya terdapat pada biji-bijian dan kacang-kacangan), dan tingginya kadar gula darah dapat menurunkan kadar testosteron.

 

Rendahnya testosteron dikaitkan dengan inflamasi (proses peradangan), kenaikan berat badan, dan kesahatan kardiovaskular yang memburuk. Selain itu, dapat menyebabkan depresi, lesu, dan perubahan suasana hati.

 

 

Cara Meningkatkan dan Menjaga Kadar Testosteron

 

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan testosteron, seperti makan makanan seimbang, olahraga teratur, mencukupi kadar cairan dalam tubuh, dan istirahat yang cukup.

 

Bila perlu, konsumsi suplemen penambah testosteron seperti vitamin C, vitamin D, dan seng (zinc). Lakukan pengaturan stres untuk menjaga keseimbangan hormon.  

 

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2019). Increasing testosterone. Examine. Diakses pada 14 Agustus 2019.

Nieschlag E. The history of testosterone. Oral presentation at: 196th Meeting of the Society for Endocrinology and Society for Endocrinology joint Endocrinology and Diabetes Day; Nov, 2005; London, UK.

Le M, Flores D, May D, Gourley E, Nangia AK. Current practices of measuring and reference range reporting of free and total testosterone in the united states. J Urol. (2016).