fbpx
LOGO

Apa Itu TUDCA (Asam Tauroursodeoxycholic) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

August 18, 2020
IMG

Asam Tauroursodeoxycholic atau lebih sering disebut sebagai TUDCA adalah asam empedu yang ditemukan dalam tubuh. TUDCA dilepaskan dari kantong empedu yang membantu mencerna lemak. TUDCA merupakan garam empedu yang larut dalam air, yang berbeda dengan garam empedu biasa.

 

TUDCA sangat bagus untuk tujuan biologis garam empedu yakni mengemulsi lemak di usus untuk membantu penyerapan. Garam empedu ini juga dapat menghancurkan membran dan memberi sinyal kematian untuk sel ketika terjadi kolestatis atau kondisi hati ketika tidak sehat.

 

Kombinasi TUDCA dan garam empedu yang larut dalam air lainnya seperti Ursodeoxycholic Acid (UDCA) secara tidak langsung mampu melindungi sel dari kematian.

 

TUDCA juga dikatakan mengurangi stres pada retikulum endoplasma sel apa pun. Melalui pengurangan tekanan retikulum endoplasma, TUDCA telah terlibat dalam berbagai efek metabolik bermanfaat seperti mengurangi resistensi insulin dan diabetes serta menjadi agen perlindungan neurologis.

 

Salah satu sumber TUDCA terbesar yakni empedu beruang. Pengobatan tradisional Tiongkok telah menggunakan TUDCA dari empedu beruang selama lebih dari 3.000 tahun. Namun, TUDCA yang diperoleh dari beruang sangat kontroversial karena masalah kesejahteraan hewan.

 

 

Manfaat TUDCA untuk Kesehatan

 

1. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Karena kemampuannya untuk membakar lemak, TUDCA sering digunakan sebagai obat penurun berat badan atau suplemen binaraga. TUDCA juga digunakan untuk mengobati obesitas. Karena resistensi insulin umumnya dikaitkan dengan obesitas, individu yang obesitas dapat mengambil manfaat dari peningkatan sensitivitas insulin.

 

Pada wanita dan pria obesitas yang tidak menderita diabetes, suplementasi 1,750 mg TUDCA setiap hari selama 4 minggu mampu membuat jaringan otot dan hati menjadi lebih sensitif terhadap insulin, walaupun jaringan adiposa (lemak) tidak menunjukkan hal yang sama.

 

TUDCA mampu meningkatkan sensitivitas insulin di hati dan otot sekitar 30% sehingga mampu menyaingi obat-obatan anti-diabetes yang umum digunakan, seperti thiazolinediones dan metformin (1).

 

2. Membantu Menurunkan Enzim Hati

Alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST) adalah dua enzim penting dalam hati. Peningkatan kadar enzim ini dapat mengindikasikan masalah hati seperti sirosis bilier primer (PBC, penyakit autoimun yang menghancurkan saluran empedu) atau hepatitis (2).

 

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 12 wanita dengan PBC selama dua bulan, suplementasi TUDCA terbukti mengurangi enzim hati sebesar 51%. Efek ini bahkan dapat terlihat pada dosis rendah. Suplementasi 10 – 13 mg TUDCA setiap hari selama tiga bulan mampu mengurangi tingkat enzim alanine transaminase (ALT).

 

Pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa tauroursodeoxycholate memiliki keuntungan yang signifikan dibandingkan ursodeoxycholate yang mungkin bermanfaat untuk terapi jangka panjang pada PBC (3, 4).

 

Dalam sebuah penelitian double blind acak terkontrol yang melibatkan 23 pasien dengan PBC. Serum enzim hati yang terkait dengan kolestasis dan sitolisis secara konsisten meningkat dibandingkan dengan nilai dasar selama pemberian asam ursodeoxycholic dan tauro-ursodeoxycholic.

 

Tetapi pada penelitian tersebut tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara penggunaan TUDCA maupun UDCA. Kedua obat tersebut dapat ditoleransi dengan baik dan tidak ada pasien yang mengeluhkan efek sampingnya (5).

 

3. Membantu Mengobati Kolestasis

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menyetujui TUDCA untuk pengobatan penyakit hati yang disebabkan oleh kurangnya aliran empedu (kolestasis). Kolestasis adalah suatu kondisi di mana empedu tidak mengalir dengan baik dari hati ke kantong empedu dan kemudian ke usus kecil. Kondisi ini ditandai oleh kurangnya empedu di usus kecil dan akumulasi empedu di hati. 

 

Kolestasis sering dikaitkan dengan kondisi hati lainnya, termasuk sirosis bilier primer (PBC). Sebuah penelitian menemukan bahwa TUDCA mampu mengurangi kolestasis yang disebabkan oleh cedera hati akibat kurangnya aliran darah (6).

 

Suplementasi 750 mg TUDCA setiap hari selama lebih dari dua bulan mampu menurunkan enzim hati sebanyak 48-51% pada sekelompok orang dengan sirosis bilier primer. Tauroursodeoxycholate mampu diserap tubuh lebih baik daripada ursodeoxycholate.

 

Penelitian komparatif tersebut menunjukkan bahwa tauroursodeoxycholate memiliki keuntungan yang lebih signifikan dibandingkan ursodeoxycholate yang mungkin bermanfaat untuk terapi jangka panjang di PBC (7).

 

4. Membantu Menurunkan Kolesterol

Sebuah penelitian membuktikan suplementasi TUDCA dapat menurunkan kolesterol total, dimana penurunan kolestrol tersebut merupakan manfaat sekunder dalam pengobatan kolestasis.

 

Mengonsumsi 1500 mg TUDCA selama 6 bulan efektif mengurangi serum enzim hati, sementara dosis 1000 mg dan 1500 mg mampu menurunkan kolesterol total. Adapun efek samping yang ditemui hanyalah diare (8).

 

 

Sumber

 

TUDCA adalah unsur umum dari asam empedu. Jumlah TUDCA yang tinggi ditemukan dalam asam empedu beruang di mana secara tradisional telah diekstraksi. 

 

 

Dosis

 

Untuk meningkatkan tingkat regenesis hati dan merupakan dosis terendah oral aktif: Konsumsi suplemen TUDCA dosis 10-13 mg setiap hari.

 

Untuk peningkatan komposisi garam empedu: Konsumsi suplemen TUDCA dosis 15-20mg/kg berat badan.

 

Untuk sensitivitas insulin otot dan hati: Kondumsi suplemen TUDCA dosis tinggi 1,750mg.

 

 

 

Interaksi Sinergi

 

TUDCA dapat dikombinasikan dengan obat-obatan berikut ini:

 

TUDCA dan Doxycycline: Untuk membantu mengobati Familial Amyloidotic Polyneuropathy (FAP).

 

TUDCA dan berbagai obat/suplemen: Suplemen “koktail” mampu secara efektif mengobati kerusakan pada hati, kantong empedu, dan saluran empedu pada pasien transplantasi hati. Adapun obat yang termasuk didalamnya yaitu Streptokinase, Epoprostenol, Thiazolidinediones (TZDs), N-Acetylcysteine ​​(NAC), dan Hemin.

 

TUDCA dan Glutamine: Efektif untuk mengobati keluarnya bakteri dari usus dan masuk ke jaringan yang biasanya steril (translokasi bakteri). Translokasi bakteri adalah komplikasi dari obstruksi empedu (penyakit kuning obstruktif).

 

TUDCA, Citicoline, dan NT-4: Kombinasi tersebut dapat digunakan sebagai terapi untuk degenerasi retina.

 

 

Efek Samping

 

Suplementasi TUDCA dapat menyebabkan diare.

 

 

Kontraindikasi

 

Orang dengan PSC (primary sclerosing cholangitis) tidak disarankan untuk mengonsumsi suplemen TUDCA.

 

Adapun ibu hamil menyusui maupun orang dengan riwayat kesehatan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menguji profil keamanan, interaksi, dan efek samping yang mungkin ditimbulkan.

 

 

Referensi:

Hunter, Will. (2019). 13 Benefits of tudca + side effects, dosage, & reviews. Self Hacked. Diakses pada 01 Agustus 2019.

Patel, Kamal. (2018). Tauroursodeoxycholic acid. Examine. Diakses pada 01 Agustus 2019. 

Kars M, Yang L, Gregor MF, et al. Tauroursodeoxycholic Acid may improve liver and muscle but not adipose tissue insulin sensitivity in obese men and women. Diabetes. (2010). 

Crosignani A, Budillon G, Cimino L, et al. Tauroursodeoxycholic acid for the treatment of HCV-related chronic hepatitis: A multicenter placebo-controlled study. Hepatogastroenterology. (1998). 

Invernizzi P, Setchell KD, Crosignani A, et al. Differences in the metabolism and disposition of ursodeoxycholic acid and of its taurine-conjugated species in patients with primary biliary cirrhosisHepatology. (1999). 

Panella C, Ierardi E, De Marco MF, et al. Does tauroursodeoxycholic acid (TUDCA) treatment increase hepatocyte proliferation in patients with chronic liver disease?. Ital J Gastroenterol. (1995). 

Larghi A, Crosignani A, Battezzati PM, et al. Ursodeoxycholic and tauro-ursodeoxycholic acids for the treatment of primary biliary cirrhosis: A pilot crossover study. Aliment Pharmacol Ther. (1997). 

Baiocchi L, Tisone G, Russo MA, et al. TUDCA prevents cholestasis and canalicular damage induced by ischemia-reperfusion injury in the rat, modulating PKCalpha-ezrin pathway. Transpl Int. (2008). 

Invernizzi P, Setchell KD, Crosignani A, et al. Differences in the metabolism and disposition of ursodeoxycholic acid and of its taurine-conjugated species in patients with primary biliary cirrhosis. Hepatology. (1999). 

Crosignani A, Battezzati PM, Setchell KD, et al. Tauroursodeoxycholic acid for treatment of primary biliary cirrhosis. A dose-response study. Dig Dis Sci. (1996). 


Tags: ,