fbpx
LOGO

7 Manfaat Artichoke yang Mengagumkan

June 30, 2020
IMG

Artichoke (Cynara cardunculus var. Scolymus) adalah varietas sayuran berupa tunas bunga thistle yang berasal dari Mediterania.

 

Artichoke mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin K, C, B6, kalsium, zinc, inulin, polifenol serta kaya fitoprotein dan tinggi serat yang sangat baik bagi pencernaan.

 

Artichoke telah digunakan selama berabad-abad untuk pengobatan. Artichoke dalam bentuk suplemen juga semakin populer karena kandungan antioksidan dan fitonutrien yang mampu membantu mengatasi berbagai kondisi kesehatan serius seperti penyakit jantung dan kanker, menjaga kesehatan hati dan saluran pencernaan, serta mengurangi peradangan berbahaya hampir di seluruh tubuh.

 

Ekstrak artichoke yang disebut dengan luteolin juga bermanfaat sebagai nootropik atau suplemen penguat fungsi dan kesehatan otak.

 

 

Manfaat

 

1. Sebagai Anti-Kanker

Artichoke kaya akan antioksidan dibandingkan dengan tanaman hijau jenis lain. Sebuah penelitian mengenai pemberian ekstrak polifenol jangka panjang pada sel kanker payudara manusia MDA-MB231, terbukti mampu meningkatkan terjadinya apoptosis atau kematian sel dan menurunkan kemungkinan dilaksanakannya tindakan bedah untuk mengatasi pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali (1)

 

Antioksidan tertentu yang terkandung dalam artichoke, seperti rutin, quercetin, silymarin, dan asam galat, dianggap bertanggung jawab atas efek anti-kanker ini. Sebagai contoh, silymarin dalam artichoke diketahui mampu mencegah dan mengobati kanker kulit pada hewan dalam percobaan laboratorium (2, 3).

 

Studi lain yang dilakukan oleh Departemen Kimia Obat-Obatan Pusat Penelitian Nasional di Dokki Giza, Mesir, mengamati efek perlindungan dari kombinasi ikan dan artichoke pada karsinoma hepatoseluler (kanker hati) pada tikus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 10% minyak ikan dan 1 g% daun artichoke berhasil melindungi sel hati dari karsinoma hepatoseluler sampai tingkat tertentu (4).

 

2. Menurunkan Kolesterol Jahat (LDL)

Artichoke dan ekstrak artichoke telah terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan kardiovaskular seperti mengurangi kadar kolesterol tidak sehat, menenangkan peradangan dalam tubuh dan meningkatkan aliran darah. 

 

Antioksidan pada artichoke yang disebut luteolin berperan dalam mencegah pembentukan kolesterol jahat, serta mendorong tubuh untuk memproses kolesterol secara lebih efisien. Peran artichoke ini juga membantu mencegah penyakit jantung koroner dan gangguan metabolisme (5, 6, 7).

 

Mengonsumsi ekstrak artichoke setiap hari selama enam minggu juga telah terbukti menurunkan kolesterol total sebanyak 18,5% dan kolesterol jahat (LDL) sebanyak 22,9% serta meningkatkan kolesterol baik (HDL) pada penderita hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi dalam darah) (8, 9).

 

Sebuah meta-analisis kepada total 9 penelitian RCT dan lebih dari 700 partisipan menemukan fakta bahwa mengonsumsi suplemen ekstrak artichoke setiap hari selama 5-13 minggu menyebabkan penurunan kolesterol jahat (LDL), kolesterol total dan trigliserida. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa artichoke memiliki potensial interaksi sinergi bersama dengan obat-obatan penurun kolesterol yang umum digunakan (10). 

 

3. Meningkatkan Kesehatan Hati

Beberapa penelitian telah menunjukkan antioksidan dalam artichoke, yakni cynarin dan silymarin, secara positif merangsang produksi empedu oleh hati dan bertanggung jawab atas kesehatan pencernaan dan penyerapan nutrisi, termasuk melindungi hati dari peradangan (11, 12).

 

 

Hasil percobaan pada orang dengan penyakit hati berlemak (fatty liver) non-alkoholik mengungkapkan bahwa mengonsumsi ekstrak artichoke setiap hari selama dua bulan dapat meningkatkan fungsi hati, menurunkan gejalan peradangan pada sel hati dan menyebabkan lebih sedikitnya penumpukan lemak pada permukaan organ vital tersebut (13, 14). 

 

4. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Artichoke adalah sumber serat yang mampu bertindak sebagai probiotik dan dapat mengatasi berbagai masalah pencernaan. Senyawa lain pada artichoke yang disebut cynarin juga berperan dalam merangsang produksi empedu, mempercepat pergerakan usus, dan meningkatkan pencernaan terhadap lemak utamanya lemak jahat (15, 16).

 

Mengonsumsi ekstrak artichoke dapat sangat membantu dalam menghilangkan gejala yang terkait dengan sindrom iritasi usus (IBS), suatu kondisi yang sering menyebabkan kumpulan gejala yang mengganggu kualitas hidup penderitanya seperti sembelit, diare, kembung, sakit perut dan berbagai masalah pencernaan lainnya (17, 18).

 

Dalam sebuah penelitian, mengonsumsi artichoke yang mengandung inulin setiap hari selama tiga minggu dapat meningkatkan bakteri baik dalam usus yakni Bifidobacterium adolescentis dan Faecalibacterium prausnitzii (19, 20).

 

5. Menurunkan Berat Badan

Artichoke merupakan jenis sayuran yang sangat kaya akan kandungan serat yang amat baik untuk mengatasi masalah pencernaan seperti diare atau sembelit. Artichoke juga memiliki kemampuan membantu tubuh mendetoksifikasi produk produk sampah termasuk kolesterol dan lemak jahat, serta berbagai toksin.

 

Mengonsumsi sumber makanan yang kaya akan kandungan serat erat berhubungan dengan penurunan berat badan yang optimal bagi dewasa sehat maupun penderita obesitas atau kelebihan berat badan.

 

Kelompok wanita pekerja yang mengonsumsi makanan rendah serat (hanya sebesar 2.15 +/- 0.64 g/MJ) selama sembilan hari, diketahui cenderung memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Sedangkan kelompok wanita pekerja dengan berat badan normal mengonsumsi makanan dengan kadar serat lebih tinggi yakni 2.73 +/− 0.65 g/MJ selama penelitian berlangsung (21).

 

Secara teknis, fiber atau serat merupakan bagian dari tumbuhan yang tidak dapat dicerna oleh proses dalam tubuh manusia, sehingga akan dikeluarkan bersama dengan sisa makanan lain berupa feces.

 

Meski demikian, tanpa adanya serat tubuh akan mengalami berbagai gangguan pencernaan seperti mudah lapar, sembelit, kembung, perubahan suasana hati serta berat badan yang cenderung meningkat dengan tidak sehat.

 

Artichoke sebagai sumber serat yang baik dapat mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan dengan menjadi sumber serat terbaik. 

 

6. Mengontrol Gula Darah dan Mencegah Terjadinya Sindrom Metabolik

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kandungan serat dalam artichoke sangat berperan penting dalam keseimbangan sistem pencernaan dalam tubuh manusia, termasuk dalam mempengaruhi insulin. Insulin merupakan hormon alami dalam tubuh manusia, yang diproduksi oleh pankreas dan bertugas mentransfer gula ke dalam sel.

 

Kandungan serat yang tinggi mencegah peningkatan insulin berlebihan, menyebabkan gula darah dapat secara perlahan terserap dalam sel dan mendorong penyerapan serat lebih banyak dibandingkan penyerapan glukosa atau karbohidrat. Hal ini akan mampu mengontrol gula darah dengan lebih baik. 

 

Pada kasus sindrom metabolik, kondisi yang terjadi adalah timbulnya secara bersamaan gejala peningkatan tekanan darah, kenaikan gula darah di atas normal, kelebihan lemak pada area perut dan pinggang serta kolesterol darah yang meningkat di atas batas normal (dislipidemia). Sebuah penelitian yang dilaksanakan pada hewan coba tikus, dengan pemberian diet tinggi kadar luteolin (banyak terdapat artichoke) selama 16 minggu.

 

Hasilnya diketahui bahwa luteolin mampu mencegah terjadinya penumpukan lemak dalam tubuh tikus, serta berbagai gejala yang berhubungan dengan sindrom metabolik seperti dislipidemia, hepatik steatosis (perlemakan hati), resistensi insulin dan peradangan (22). 

 

7. Mencegah Anemia

Artichoke merupakan sumber zat besi yang baik dari jenis tumbuh-tumbuhan. Mengonsumsi artichoke dapat mencegah seseorang mengalami kondisi anemia, yakni ketidakmampuan tubuh memproduksi cukup hemoglobin yang dapat mengikat oksigen dalam darah. Hal ini akan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan termasuk penurunan kekebalan tubuh, ketidakmampuan fokus dan berkonsentrasi, kelemahan serta berbagai gangguan pencernaan. 

 

 

Sumber Makanan

 

Tunas bunga thistle

 

 

Dosis Pemakaian

 

Artichoke dapat dikonsumsi langsung dengan cara di rebus maupun kukus. Dosis suplemen yang digunakan dalam penelitian manusia berkisar antara 300-640 mg ekstrak artichoke yang terbagi dalam tiga dosis dalam satu hari.

 

Jika Anda hendak mengonsumsi suplemen artichoke, disarankan untuk mengikuti dosis yang tertera pada kemasan atau berkonsultasi dengan dokter.

 

 

Kontraindikasi

 

Mereka dengan kondisi dibawah ini tidak disarankan mengkonsumsi suplemen atau ekstrak artichoke:

 

Ibu hamil dan menyusui

 

Alergi terhadap keluarga tanaman Asteraceae/Compositae (termasuk bunga matahari, daisy, seruni, marigold)

 

Sensitif terhadap FODMAP (oligosakarida yang dapat difermentasi, disakarida, monosakarida, dan poliol)

 

Penderita batu empedu atau penyumbatan saluran empedu

 

 

Efek Samping

 

Efek samping yang bisa terjadi seperti peningkatan gas dalam usus atau reaksi alergi bagi mereka yang alergi terhadap keluarga tanaman Asteraceae/Compositae.

 

 

Referensi:

Levy, Jillian. (2017). Artichokes: Benefits, recipes & nutrition facts. Dr Axe. Diakses pada 26 Juni 2019.

Brown, J. M. (2019). Top 8 health benefits of artichokes and artichoke extract. Healthline. Diakses pada 26 Juni 2019.

Quach, Helen. (2019). 13 Incredible health benefits of artichoke. Self Hacked. Diakses pada 26 Juni 2019.

Mileo AM, Di Venere D, Abbruzzese C, Miccadei S. Long term exposure to polyphenols of artichoke (cynara scolymus L.) exerts induction of senescence driven growth arrest in the MDA-MB231 human breast cancer cell line. Oxid Med Cell Longev. (2015).

Ben Salem M, Affes H, Ksouda K, et al. Pharmacological studies of artichoke leaf extract and their health benefits. Plant Foods Hum Nutr. (2015).

Mukhtar H, Agarwal R. Skin cancer chemoprevention.J Investig Dermatol Symp Proc. (1996).

Metwally NS, Kholeif TE, Ghanem KZ, Farrag AR, Ammar NM, Abdel-Hamid AH. The protective effects of fish oil and artichoke on hepatocellular carcinoma in rats. Eur Rev Med Pharmacol Sci. (2011).

Ben Salem M, Affes H, Ksouda K, et al. Pharmacological studies of artichoke leaf extract and their health benefits. Plant Foods Hum Nutr. (2015).

Rondanelli M, Monteferrario F, Perna S, Faliva MA, Opizzi A. Health-promoting properties of artichoke in preventing cardiovascular disease by its lipidic and glycemic-reducing action. Monaldi Arch Chest Dis. (2013).

Qiang Z, Lee SO, Ye Z, Wu X, Hendrich S. Artichoke extract lowered plasma cholesterol and increased fecal bile acids in golden syrian hamsters. Phytother Res. (2012).

Englisch W, Beckers C, Unkauf M, Ruepp M, Zinserling V. Efficacy of artichoke dry extract in patients with hyperlipoproteinemia. Arzneimittelforschung. (2000).

Rondanelli M, Giacosa A, Opizzi A, et al. Beneficial effects of artichoke leaf extract supplementation on increasing HDL-cholesterol in subjects with primary mild hypercholesterolaemia: a double-blind, randomized, placebo-controlled trial. Int J Food Sci Nutr. (2013).

Sahebkar A, Pirro M, Banach M, Mikhailidis DP, Atkin SL, Cicero AFG. Lipid-lowering activity of artichoke extracts: A systematic review and meta-analysis. Crit Rev Food Sci Nutr. (2018).

Jacociunas LV, Dihl RR, Lehmann M, et al. Effects of artichoke (Cynara scolymus) leaf and bloom head extracts on chemically induced DNA lesions in drosophila melanogaster. Genet Mol Biol. (2014). 

Kraft K. Artichoke leaf extract – Recent findings reflecting effects on lipid metabolism, liver and gastrointestinal tracts. Phytomedicine. (1997).

Panahi Y, Kianpour P, Mohtashami R, et al. Efficacy of artichoke leaf extract in non-alcoholic fatty liver disease: A pilot double-blind randomized controlled trial. Phytother Res. (2018).

Parkhomenko LK, Strashok LA, Yeshchenko AV, Zavelya EM, Isakova MY, Khomenko MA. Therapeutic correction of liver and biliary tract pathology among adolescents with obesity. Zdorovʹe Rebenka. (2017).

Ben Salem M, Affes H, Ksouda K, et al. Pharmacological Studies of Artichoke Leaf Extract and Their Health Benefits. Plant Foods Hum Nutr. (2015).

Kirchhoff R, Beckers C, Kirchhoff GM, Trinczek-Gärtner H, Petrowicz O, Reimann HJ. Increase in choleresis by means of artichoke extract. Phytomedicine. (1994).

Bundy R, Walker AF, Middleton RW, Marakis G, Booth JC. Artichoke leaf extract reduces symptoms of irritable bowel syndrome and improves quality of life in otherwise healthy volunteers suffering from concomitant dyspepsia: a subset analysis. J Altern Complement Med. (2004).

Holtmann G, Adam B, Haag S, Collet W, Grünewald E, Windeck T. Efficacy of artichoke leaf extract in the treatment of patients with functional dyspepsia: A six-week placebo-controlled, double-blind, multicentre trial. Aliment Pharmacol Ther. (2003).

Ramirez-Farias C, Slezak K, Fuller Z, Duncan A, Holtrop G, Louis P. Effect of inulin on the human gut microbiota: stimulation of Bifidobacterium adolescentis and Faecalibacterium prausnitzii. Br J Nutr. (2009).

Costabile A, Kolida S, Klinder A, et al. A double-blind, placebo-controlled, cross-over study to establish the bifidogenic effect of a very-long-chain inulin extracted from globe artichoke (Cynara scolymus) in healthy human subjects. Br J Nutr. (2010). 

Hadrévi J, Søgaard K, Christensen JR. Dietary Fiber Intake among normal-weight and overweight female health care workers: An exploratory nested case-control study within finale-health. J Nutr Metab. (2017).

Kwon EY, Kim SY, Choi MS. Luteolin-enriched artichoke leaf extract alleviates the metabolic syndrome in mice with high-fat diet-induced obesity. Nutrients. (2018). 

 


Tags: , , , , , , , ,