fbpx
LOGO

Awas! Bahaya Infeksi H. Pylori pada Lansia

August 12, 2020
IMG

Helicobacter pylori adalah masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia, menginfeksi sekitar 50% populasi dunia. Bakteri ini menginduksi peradangan kronis mukosa pada lambung manusia yang menyebabkan gastritis dan ulserasi peptikum. Selain itu, infeksi H. Pylori dikaitkan dengan peningkatan kolesterol jahat low density lipoprotein (LDL) pada orang lanjut usia.

 

Sebuah penelitian dalam Journal of Korean Medical Science menyelidiki hubungan antara infeksi Helicobacter pylori dan profil lipid di kalangan orang tua Korea. Penelitian tersebut melibatkan 462 partisipan dengan 84% laki-laki dan sisanya perempuan. Setiap partisipan menjalani gastroduodenoscopy dengan biopsi mukosa lambung dan pemeriksaan histopatologis untuk menentukan infeksi H. Pylori. Diantara partisipan tersebut, 45 memiliki temuan endoskopi normal, 385 menderita gastritis, dan 24 memiliki penyakit ulkus peptikum. Biopsi mukosa lambung menunjukkan bahwa 193 subjek (42,5%) positif untuk H. pylori.

 

Dari 193 partisipan yang dinyatakan positif H. pylori, didapatkan bahwa sebanyak 100 partisipan (51,8%) memiliki derajat infeksi H. pylori yang ringan, 38 (19,6%) memiliki tingkat infeksi sedang, dan 55 (28,6%) memiliki tingkat infeksi yang parah. Tingkat keparahan infeksi H. pylori berhubungan dengan kadar kolesterol LDL. Semakin tinggi tingkat keparahan infeksi, maka kadar LDL darah ikut meningkat secara bertahap (1). 

 

Penelitian lain yang diterbitkan pada tahun 2014 dengan tujuan melihat hubungan antara infeksi Helicobacter pylori dan peningkatan kolesterol jahat (LDL) di antara pasien yang dirawat juga memiliki temuan yang sama. Penelitian menunjukkan korelasi signifikan antara keparahan H. pylori dan kolesterol total (r = 0,288, p = 0,028) dan kadar kolesterol LDL (r = 0,382 p = 0,008) pada 84 pasien yang dievaluasi, namun tidak signifikan terhadap trigliserida dan kolesterol baik (HDL).

 

Walaupun infeksi H. pylori dapat mempengaruhi metabolisme lipid, terdapat kontroversi dan perdebatan apakah infeksi ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular (2).

 

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Antimicrob Agents Chemother, kolesterol terbukti meningkatkan resistensi H. pylori terhadap banyak senyawa antimikroba. Salah satu kelompok antimikroba yang dimaksud adalah yang digunakan secara klinis untuk mengobati infeksi H. pylori seperti peptida antimikroba kationik. Disamping itu, bakteri H. pylori juga menunjukkan resistensi yang bergantung pada kolesterol terhadap garam empedu (3, 4). 

 

Untuk mengetahui informasi mengenai infeksi H. pylori, Anda dapat membaca artikel terkait, Mengenal Bakteri H. pylori, Penyebab Utama Penyakit Maag“.

 

 

 

References:

Kim HL, Jeon HH, Park IY, Choi JM, Kang JS, Min KW. Helicobacter pylori Infection is associated with elevated low density lipoprotein cholesterol levels in elderly koreans. Journal of Korean Medicines. (2011).

David JM, Alika EG, Elizabeth AT, Katherine EH, Hildebrandt E, Traci LT. Cholesterol Enhances Helicobacter pylori Resistance to Antibiotics and LL-37. Antimicrobial Agents and Chemoteraphy. (2011). 

Kim HL, Jeon HH, Park IY, Choi JM, Kang JS, Min KW. Helicobacter pylori infection is associated with elevated low density lipoprotein cholesterol levels in elderly Koreans. J Korean Med Sci. (2011). 

Erdogan AE, Suheyl A, Cigdem G, İnci T, Kutlu, A. Significant association between helicobacter pylori infection and low density lipoprotein cholesterol. TJFMPC. (2014). 

McGee DJ, George AE, Trainor EA, Horton KE, Hildebrandt E, Testerman TL. Cholesterol enhances Helicobacter pylori resistance to antibiotics and LL-37. Antimicrob Agents Chemother. (2011). 

Trainor EA, Horton KE, Savage PB, Testerman TL, McGee DJ. Role of the HefC efflux pump in Helicobacter pylori cholesterol-dependent resistance to ceragenins and bile salts. Infect Immun. (2011). 


Tags: ,