fbpx
LOGO

Awas, Kekurangan Asam Lemak Lebih Mematikan daripada Kanker Payudara

October 5, 2020
IMG

Kanker disebut-sebut sebagai penyakit mematikan di dunia. Di Indonesia penyakit kanker, salah satunya kanker payudara, dan penyakit lainya seperti penyakit stroke, jantung dan diabetes merupakan penyakit paling mematikan. Sayangnya masih banyak yang melewatkan dan tidak mengetahui fakta penting tentang hal tersebut.

 

Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Harvard, kekurangan asam lemak omega-3 dapat membunuh lebih banyak orang setiap tahun daripada kanker payudara. Penelitian ini  mengamati 12 faktor yaitu diet, gaya hidup, dan faktor risiko metabolik seperti merokok tembakau dan tekanan darah tinggi yang kemudian menyimpulkan bahwa sebanyak 72.000-96.000 kasus kematian di Amerika yang penyebab kematianya dapat dicegah setiap tahun karena kekurangan asam lemak omega-3. 

 

Penelitian tersebut menyoroti pentingnya membangun asupan referensi diet atau dietary Reference Intake (DRI) untuk bentuk asupan omega-3 seperti EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam docosahexaenoic).

 

 

 

Penelitian lain menemukan bahwa kombinasi asam lemak omega-3 dan koenzim Q10 (CoQ10) menurunkan tekanan darah dan detak jantung pada pasien penyakit ginjal.

 

Kekurangan asam lemak omega-3 dapat menyebabkan atau berkontribusi pada masalah yang serius pada kesehatan mental maupun fisik, dan mungkin menjadi faktor mendasar yang signifikan hingga 96.000 kematian prematur setiap tahun.

 

Kekurangan asam lemak omega-3 dikaitkan dengan penyakit jantung koroner, stroke, gangguan autoimun, penyakit Crohn, radang sendi, hipertensi, dan kanker (payudara, usus besar, prostat).

 

Kebanyakan penyakit yang berkaitan dengan kekurangan asam lemak omega-3 termasuk penyakit mematikan di dunia. Maka secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa asam lemak omega-3 menentukan peningkatan risiko seseorang terkena penyakit paling mematikan tersebut. 

 

Tingkat keparahan depresi juga bergantung pada kadar asam lemak omega-3 dalam darah. Rata-rata, pasien depresi memiliki tingkat asam lemak omega-3 yang lebih rendah daripada orang yang tidak depresi. Sejumlah penelitian terkait pengobatan depresi yang terkontrol dengan baik telah menemukan manfaat terapeutik setelah suplementasi omega-3.

 

Jadi, untuk meningkatkan kesehatan dan meminimalisir risiko peningkatan kanker ataupun masalah kesehatan lainnya, Anda dapat melakukan gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga, jauhi rokok dan konsumsi alkohol, mempertahankan berat badan sehat, dan konsumsi makanan dengan gizi seimbang. 

 

 

Referensi:

Mercola. (2009). Fat deficiency kills more people every year than breast cancer. Mercola. Diakses pada 07 Oktober 2019.


Tags: ,