fbpx
LOGO

Benarkah Aspartam Berbahaya dan Berapa Dosis Aspartam yang Aman?

August 31, 2020
IMG

Aspartam adalah salah satu pemanis buatan paling populer dan banyak tersedia di pasaran. Aspartam dijual dengan nama merek NutraSweet dan Equal. Aspartam sering digunakan secara luas dalam produk kemasan, terutama makanan berlabel diet.

 

Aspartam terdiri dari dua asam amino alami, yaitu asam aspartat dan fenilalanin. Asam aspartat diproduksi oleh tubuh, dan fenilalanin adalah asam amino esensial yang di dapat dari makanan. Ketika tubuh memproses aspartam, sebagian darinya dipecah menjadi metanol. Mengonsumsi buah, jus buah, minuman berfermentasi, dan beberapa sayuran juga mengandung dan menghasilkan produksi metanol.

 

Konsumsi metanol dalam jumlah besar dan terus menerus dapat menyebabkan keracunan serta dapat menyebabkan kanker karena metanol terurai menjadi neurotoksin, formaldehida, dan karsinogen. Namun, Badan Standar Makanan di Inggris menyatakan bahwa tingkat asupan maksimum metanol tidak boleh diberikan pada anak-anak dengan konsumsi aspartam tinggi. 

 

 

Apa Saja Makanan Yang Mengandung Aspartam?

 

Aspartam dapat ditemui di beberapa produk makanan, termasuk produk makanan berlabel diet atau sugar-free. Berikut ini makanan dan minuman yang mengandung aspartam:

Soda diet

Permen karet

Permen bebas gula

Es krim bebas gula

Yogurt rendah kalori

Jus buah rendah kalori

 

Aspartam juga digunakan untuk membuat beberapa obat-obatan, seperti obat pencahar dan suplemen vitamin kunyah.

 

 

Berapa Jumlah Aman Dosis Aspartam?

 

Menurut American Cancer Society, aspartam sekitar 200 kali lebih manis daripada gula, sehingga hanya dibutuhkan sedikit untuk memberikan rasa manis.

 

Rekomendasi asupan harian yang dapat diterima atau Acceptable Daily Intanke (ADI) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) dan Otoritas Keamanan Makanan Eropa atau European Food Safety Authority (EFSA) adalah 40 hingga 50 miligram per kilogram berat badan.

 

Satu kaleng soda diet mengandung sekitar 185 miligram aspartam. Seseorang dengan berat badan 68 kilogram dapat meminum soda diet lebih dari 18 kaleng soda sehari untuk melebihi asupan harian menurut FDA. Sedangkan menurut EFSA merekomendasikan sebagai alternatif, mereka membutuhkan hampir 15 kaleng soda diet.

 

 

 

Apa Bahaya Aspartam?

 

Penggunaan aspartam telah diterima dan disahkan oleh sejumlah organisasi kesehatan seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA), Organisasi Pangan dan Pertanian atau The Food and Agriculture Organization of The United Nations (FAO), Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Asosiasi Jantung Amerika atau American Heart Association (AHA), dan Asosiasi Diet Amerika atau American Dietetic Association (ADA).

 

Otoritas Keamanan Makanan Eropa atau European Food Safety Authority (EFSA) juga menemukan tidak ada efek samping membahayakan dari Aspartam.

 

Penggunaan pemanis buatan termasuk aspartam juga diklaim dapat membantu menurunkan berat badan dan obesitas (1). Akan tetapi, penelitian pada tahun 2017 menemukan bahwa konsumsi pemanis buatan secara rutin dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan stroke. 

 

Para aktivis anti-aspartam juga mengklaim bahwa aspartam berkorelasi dengan banyak penyakit seperti:

Kanker

Kejang

Sakit kepala (Pusing)

Depresi

• Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) 

Penambahan berat badan

Cacat lahir

• Lupus atau Systematic Lupus Erythematosus (SLE)

• Penyakit Alzheimer

• Multiple sclerosis (MS) 

 

 

Pencegahan

 

Walaupun beberapa efek samping aspartam belum seluruhnya terbukti dan masih dalam tahap penelitian, ada baiknya Anda menggunakan  pemanis pengganti alami, seperti:

Madu

Kurma

Jus buah

Stevia

Sirup maple

Nektar agave 

Molase blackstrap

 

Beberapa kondisi tidak disarankan untuk menggunakan aspartam, seperti penderita Fenilketonuria atau phenylketonuria (PKU), pengguna obat untuk skizofrenia, penderita diabetes, dan pelaku diet.

 

 

Referensi:

Butler, Natalie. (2018). The truth about aspartame side effects. Healthline. Diakses pada 23 Agustus 2019.

Marengo, Katherine. (2019). What are the side effects of aspartame?. Diakses pada 23 Agustus 2019.

Azad MB, Abou-Setta AM, et al. Nonnutritive sweeteners and cardiometabolic health: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials and prospective cohort studies. CMAJ. (2017)