fbpx
LOGO

Benarkah Gluten Bisa Membuat Gemuk?

September 30, 2020
IMG

Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum dan biji-bijian terkait seperti gandum hitam dan jelai, yang membentuk sekitar 80% dari total kandungan protein. Gluten adalah protein unik karena tubuh manusia tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk memecah gluten sepenuhnya, memungkinkan fragmen protein gluten untuk bertahan di usus kecil.

 

Pada individu yang rentan,  hal ini dapat memicu tiga bentuk utama reaksi gluten yaitu alergi gandum, penyakit celiac, dan sensitivitas gluten non-celiac.

 

Diet bebas gluten sangat direkomendasikan untuk orang dengan penyakit celiac atau untuk orang dengan sensitivitas gluten. Dalam beberapa tahun terakhir, diet bebas gluten menjadi populer dan dilakukan oleh banyak orang.

 

Diet jenis ini dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang besar, seperti meningkatkan pembakaran lemak, memberi tambahan energi, mengurangi peradangan, meringankan gejala pencernaan, dan dikatakan dapat membantu menguragi masalah perilaku.  

 

Sayangnya, manfaat diet gluten untuk menurunkan berat badan masih memerlukan lebih banyak bukti yang mendukung hubungan antara konsumsi gluten dan penambahan berat badan.

 

 

 

Pada 2013, sekelompok peneliti menerbitkan studi terkontrol pertama yang menyelidiki efek gluten gandum pada model tikus obesitas yang disebabkan oleh diet. Studi ini membagi 175 tikus jantan berusia delapan minggu menjadi empat kelompok dan memberi mereka diet yang berbeda selama penelitian. 

 

Kelompok CD menjalani diet standar kontrol. Kelompok CD-G menjalani diet standar kontrol ditambahkan dengan 4,5% gluten gandum. Kelompok HFD mendapatkan diet tinggi lemak  untuk memicu obesitas, sementara kelompok terakhir (HFD-G) mendapat diet tinggi lemak yang ditambahkan dengan 4,5% gluten gandum.

 

Sebelum dan pada akhir penelitian, keempat kelompok menjalani pengukuran yang berkaitan dengan pengeluaran energi, distribusi gluten di seluruh tubuh, dan analisis jaringan. Adapun berat badan dan asupan makanan diukur setiap minggu.

 

Setelah delapan minggu penelitian, tim menemukan bahwa tikus yang mengonsumsi gluten mengalami perubahan metabolisme yang mendorong pengurangan pengeluaran energi, peningkatan lemak dan berujung pada peningkatan berat badan. Meski begitu, efeknya pada manusia belum diteliti secara jelas.

 

Penelitian sebelumnya, dimana sebagian besar bersifat observasional, telah membuktikan hubungan antara kesehatan yang lebih baik dan konsumsi biji-bijian utuh, tetapi ini mungkin tidak berlaku secara khusus untuk gandum.

 

Oleh karena itu, mungkin mengonsumsi biji-bijian utuh tanpa gluten gandum akan bermanfaat, meskipun diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana gluten gandum mempengaruhi kesehatan manusia secara khusus.

 

 

Referensi:

Patel K. (2018). Does gluten make you fat?. Examine. Diakses pada 07 Oktober 2019.


Tags: ,