fbpx
LOGO

Benarkah Mengonsumsi Minuman Manis Berisiko Terkena Kanker?

November 5, 2020
IMG

Sebuah penelitian terbaru menyelidiki hubungan peningkatan risiko kanker dengan minuman manis. Studi Kohort tersebut melibatkan 101.257 orang dewasa yang berusia 18-72 tahun yang tidak terkena kanker dan dilakukan observasi rata-rata sekitar lima tahun. 

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi minuman manis lebih banyak dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker yang disebabkan oleh kadar gula yang terkandung didalamnya.

 

Selain itu, peneliti juga menemukan hubungan yang signifikan antara minuman manis dan adipositas visceral, tetapi tidak pada minuman dengan pemanis buatan. Selain gula, zat aditif seperti pewarna karamel yang terkandung pada minuman ringan, yang juga ditemui pada minuman diet, dapat meningkatkan risiko kanker. 

 

Para peneliti melaporkan tidak ada hubungan yang signifikan pada kanker prostat, kolorektal atau paru-paru, namun terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik dalam risiko kanker keseluruhan dan kanker payudara premenopause dengan peningkatan konsumsi minuman manis dan jus buah.

 

Namun, konsumsi minuman manis buatan atau minuman diet tidak dikaitkan dengan risiko kanker. 

 

Penting untuk dicatat bahwa temuan ini didasarkan pada data dari studi observasional dan oleh karena itu tidak dapat menunjukkan adanya hubungan sebab dan akibat.

 

Studi ini juga memiliki sejumlah keterbatasan termasuk waktu tindaklanjut yang singkat dalam kaitannya dengan perkembangan kanker, data diet yang bergantung pada laporan diri, dan kekuatan statistik yang mungkin terbatas untuk beberapa hasil yang dilaporkan.

 

Selain itu, penelitian ini lebih banyak melibatkan wanita daripada pria, dan subjek memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan lebih sadar kesehatan daripada populasi umum. Oleh karena itu, hasil penelitian observasi tersebut tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh populasi.

 

Sementara itu, World Cancer Research Fund (WRCF) terus menerus meninjau bukti yang menghubungkan paparan makanan dan risiko kanker. Mereka menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara konsumsi minuman manis dan risiko kanker.

 

Namun, terdapat bukti bahwa mengonsumsi minuman yang tinggi gula dapat meningkatkan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, yang pada akhirnya ini akan dapat meningkatkan risiko jenis kanker tertentu termasuk kanker kolorektal dan kanker payudara pascamenopause. WCRF merekomendasikan untuk membatasi minuman manis untuk mencegah kanker.

 

 

Public Health England menyarankan untuk tidak mengonsumsi gula lebih dari 5% dari kalori yang dikonsumsi dan mengurangi konsumsi minuman ringan manis. Meski mengandung vitamin dan mineral, konsumsi jus buah juga harus dibatasi hingga 150 ml per hari karena mengandung gula alami.

 

Air putih adalah pilihan minuman terbaik, tetapi bagi mereka yang memilih untuk mengonsumsi minuman manis, minuman bersoda manis harus ditukar dengan diet bebas gula atau tanpa tambahan varietas gula untuk mengurangi konsumsi gula dan kalori. 

 

Cara terbaik untuk mengurangi risiko penyakit kronis adalah dengan mengikuti tips berikut:

• Berolahraga

• Menghindari rokok dan konsumsi alkohol

• Menjaga berat badan ideal

• Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang berdasarkan makanan tinggi serat, memperbanyak buah-buahan dan sayuran, beberapa protein dan beberapa produk susu.

 

Batasi konsumsi makanan tinggi gula, lemak dan garam seperti permen, keripik, kue, biskuit, daging olahan dan berlemak serta minuman ringan bergula.

 

 

Referensi

Nutrition. (2019). Prospective cohort study suggests link between sugary drinks and cancer risk. Nutrition. Diakses pada 24 Oktober 2019.


Tags: , ,