fbpx
LOGO

Benarkah Mengonsumsi Susu & Produk Susu Bisa Memicu Jerawat?

October 1, 2020
IMG

Jerawat adalah permasalahan kulit umum yang mempengaruhi hampir 10 persen populasi dunia. Berbagai faktor dapat menyebabkan tumbuhnya jerawat, termasuk produksi sebum dan keratin, bakteri penyebab jerawat, hormon, pori-pori yang tersumbat dan peradangan.

 

Penelitian terbaru juga menemukan hubungan antara diet dengan jerawat.

 

Diantara banyak makanan penyebab jerawat, secara historis susu dan produk susu (seperti protein whey dan protein kasein) telah lama dikaitkan dengan jerawat. Susu diketahui dapat meningkatkan insulin.

 

Sekresi insulin yang berlebihan, IGF-1 dan Glucose-dependent insulinotropic polypeptide (GIP) dapat meningkatkan keparahan jerawat. Protein pada susu tampaknya mendorong beberapa faktor penyebab jerawat dibandingkan dengan protein lainnya.

 

Beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara produk susu dan tingkat keparahan jerawat pada remaja, juga pada orang dewasa muda yang secara teratur mengonsumsi susu atau es krim (1, 2, 3).

 

 

Mengurangi sekresi insulinogenik total dengan membatasi konsumsi biji-bijian dan susu diklaim mampu mengurangi keparahan jerawat (4, 5). 

 

Meski terdapat hubungan yang masuk akal antara konsumsi susu dan jerawat, tetapi penelitian korelasional tidak sepenuhnya mendukung hubungan ini. Kebanyakan penelitian juga cenderung dilakukan pada remaja sehingga hasilnya lemah. 

 

Maka dari itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan langsung antara susu dan jerawat, serta untuk menentukan apakah ada jumlah atau jenis susu tertentu yang dapat memperburuk jerawat (6, 7).

 

 

Kesimpulan

 

Susu dan produk susu, seperti protein whey dan protein kasein, telah lama dikaitkan dengan peningkatan keparahan jerawat, karena menghasilkan insulin dan IGF-1 yang telah dikaitkan dengan perkembangan jerawat. Beberapa penelitian juga mendukung hipotesis tersebut.

 

Tetapi, studi cenderung dilakukan pada remaja sehingga hasil studi menjadi lemah. Maka dari itu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengetahui hubungan langsung antara susu dan jerawat serta seberapa banyak kadar susu dan jenis susu yang dapat memperburuk jerawa.

 

 

Referensi:

Patel K. (2013). Does dairy cause acne?. Examine. Diakses pada 09 Oktober 2019.

Julson E. (2018). Top 7 foods that can cause acne. Healthline. Diakses pada 09 Oktober 2019.

Adebamowo CA, Spiegelman D, Danby FW, Frazier AL, Willett WC, Holmes MD. High school dietary dairy intake and teenage acne. J Am Acad Dermatol. (2005).

Adebamowo CA, Spiegelman D, et al. Milk consumption and acne in adolescent girls. Dermatol Online J. (2006).

Ulvestad M, Bjertness E, Dalgard F, Halvorsen JA. Acne and dairy products in adolescence: results from a Norwegian longitudinal study. J Eur Acad Dermatol Venereol. (2017).

Melnik B. Acne vulgaris. Rolle der Diät [Acne vulgaris, role of diet]. Hautarzt. (2010). 

Melnik BC, Schmitz G. Role of insulin, insulin-like growth factor-1, hyperglycaemic food and milk consumption in the pathogenesis of acne vulgaris. Exp Dermatol. (2009). 

Bhate K, Williams HC. Epidemiology of acne vulgaris. Br J Dermatol. (2013). 

Danby FW. Acne and milk, the diet myth, and beyond. J Am Acad Dermatol. (2005). 


Tags: ,