fbpx
LOGO

Benarkah Wadah Bebas BPA Aman Digunakan?

September 24, 2020
IMG

BPA atau Bisphenol A adalah senyawa sintetis berbasis karbon yang ditambahkan ke banyak produk komersial, termasuk wadah makanan dan produk kebersihan. BPA dan campuran bahan lain membuat plastik menjadi lebih kuat dan mencegah kaleng dari korosi.  

 

BPA telah terbukti meningkatkan berbagai masalah kesehatan, seperti masalah reproduksi, gangguan pada anak-anak dan bayi, obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan lainnya. 

 

Pada tahun 2012, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau US Food and Drug Administration (FDA) melarang penggunaan BPA di semua botol bayi, cangkir sippy dan kemasan susu formula. Setelah penggunaannya dibatasi, banyak produk yang bebas BPA.

 

Manufaktur menggunakan bahan pengganti lain untuk menghasilkan plastik dengan kualitas yang sama dengan plastik BPA. Pengganti yang paling umum adalah BPS atau Bisphenol S. Seakan membawa angin segar, produk ini dapat menjadi alternatif bagi Anda yang ingin terbebas dari dampak buruk BPA.

 

 

Apakah produk bebas BPA benar-benar aman?

 

Produk bebas BPA tidak selalunya aman. Hampir seluruh produk plastik, termasuk produk bebas BPA, memiliki aktivitas estrogenik atau estrogenic activity (EA) yang menyebabkan banyak efek negatif pada kesehatan.

 

Dalam beberapa kasus, produk bebas BPA mengandung bahan kimia yang memiliki lebih banyak EA daripada produk yang mengandung BPA (1). 

 

Pada tahun 2013, penelitian yang dilakukan di Texas menemukan bahwa hanya satu bagian per triliun BPS dapat mengganggu fungsi normal sel, dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian sel (2). 

 

Paparan level rendah BPS memiliki dampak negatif yang sama dengan embrio yang terpapar BPA. BPA dan BPS dapat mempercepat perkembangan embrio, sehingga menyebabkan kelahiran prematur. Selain mempengaruhi estrogen, BPS juga mempengaruhi sistem hormon tiroid yang berdampak pada perkembangan otak selama kehamilan (3, 1).

 

Uji coba hewan menemukan BPS menyebabkan aritmia jantung, sama seperti ketika BPA diberikan kepada tikus dalam dosis yang setara manusia. Tikus yang terekspos dengan alternatif BPA lain seperti Bisphenol F (BPF) dan Bisphenol AF (BPAF) juga menunjukkan hasil yang sama (4, 5)

 

Penelitian tersebut menunjukkan temuan yang sama dan mempertanyakan keamanan produk bebas BPA yang mengandung BPS. Efek samping yang dihasilkan oleh BPA maupun alternatif BPA mungkin dikarenakan struktur kimia dasar yang sama, dengan hanya sedikit perbedaan dengan BPA.

 

 

Produk yang mengandung BPA dan BPS

 

Meski kini dilarang penggunaannya dalam alat makan bayi dan anak-anak, BPA masih dapat ditemukan pada:

Makanan atau minuman kemasan (plastik maupun kaleng)

• Mainan anak-anak

• Perlengkapan mandi

• Produk kesehatan

• Alat mandi

CD dan DVD

• Kertas kwitansi

• Perlengkapan elektronik rumah tangga

• Lensa kacamata

Peralatan olahraga

• Pipa PVC

• Sealant

Komposit gigi (bahan tambalan gigi)

 

Adapun menurut The Breast Cancer Fund, selain pada produk bebas BPA atau BPA-free, BPS telah ditemukan dalam benda yang dicetak dengan cepat dan tekanan yang sangat panas, seperti sabun mandi, produk perawatan rambut, kosmetik, lotion, pasta gigi, serta beberapa produk kertas seperti selebaran, tiket, surat amplop, boarding pass pesawat dan tanda terima termal.

 

 

Solusi

 

The Breast Cancer Fund merekomendasikan solusi terbaik agar konsumen yang ingin membatasi paparan terhadap efek samping BPA, BPS, dan alternatif BPA lainnya untuk melakukan hal berikut:

 

1. Menggunakan wadah penyimpanan makanan atau minuman yang terbuat dari kaca, keramik, dan stainless steel. Hindari sebisa mungkin menggunakan wadah berbahan plastik.

 

2. Jangan panaskan hidangan berwadah plastik menggunakan microwave.

 

3. Gunakan sarung tangan jika akan berkontak langsung dengan kertas termal seperti struk belanja.

 

 

 

Kesimpulan

 

Hampir seluruh produk plastik yang tersedia secara komersial memiliki aktivitas estrogenik (EA), baik pada produk dengan BPA maupun bebas BPA. EA berkaitan dengan banyak efek negatif pada kesehatan.

 

Produk dengan alternatif BPA seperti BPS, BPF, dan BPAF memiliki EA lebih banyak dari produk BPA.

 

Untuk meminimalisir paparan racun pada BPA dan alternatifnya, Anda dapat menggunakan produk penyimpanan makanan dan minuman yang terbuat dari selain plastik, menghindari memanaskan hidangan dengan wadah plastik, dan menggunakan sarung tangan jika akan berkontak langsung dengan produk yang mengandung BPA dan alternatif BPA lainnya. 

 

 

Referensi:

LaMotte S. (2016). BPA-free plastic alternatives may not be safe as you think. Edition. Diakses pada 27 September 2019.

Saplakoglu Y. (2018). Scientists warn bpa-free plastic may not be safe.  Live Science. Diakses pada 27 September 2019.

Yang CZ, Yaniger SL, Jordan VC, Klein DJ, Bittner GD. Most plastic products release estrogenic chemicals: A potential health problem that can be solved. Environ Health Perspect. (2011). 

Viñas R, Watson CS. Bisphenol s disrupts estradiol-induced nongenomic signaling in a rat pituitary cell Line: Effects on cell functions. Environmental Health Perspectives. (2013). 

Kinch CD, Ibhazehiebo K, Jeong JH, Habibi HR, Kurrasch DM. Low-dose exposure to bisphenol A and replacement bisphenol S induces precocious hypothalamic neurogenesis in embryonic zebrafish. PNAS. (2015). 

Martin LJ, Woo JG, Lanphear B. Genetic susceptibility to bisphenol A (BPA) and bisphenol A diglycidylether (BADGE) and influences on metabolic phenotypes during pregnancy. University of Cincinnati. (2015).

Horan TS, et al. Replacement bisphenols adversely affect mouse gametogenesis with consequences for subsequent generations. Report. (2018). 


Tags: