fbpx
LOGO

5 Potensi Manfaat Berberin (Berberine)

June 28, 2020
IMG

Berberin adalah alkaloid alami yang diekstrak dari berbagai tanaman herbal dan telah digunakan dalam pengobatan tradisional Cina maupun pengobatan tradisional Ayurveda India. Ekstrak berberin dan suplemennya, seperti Berberine HCL, memiliki efek anti-diabetes, anti-bakteri, dan memiliki banyak efek farmakologis, termasuk anti-mikroba, anti-tumor, anti-inflamasi dan efek penurunan pada glukosa darah.

 

Berberin memiliki manfaat luas di bidang kesehatan dan dapat membantu mengobati berbagai masalah kesehatan secara alami tanpa harus menggunakan antibiotik.

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan Kesehatan Paru-Paru

Efek anti-inflamasi yang terdapat dalam berberin sangat baik untuk kesehatan paru-paru. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Inflammation, berberin dengan dosis sebanyak 50 mg / kg diberikan kepada tikus yang terpapar asap rokok dan mengalami cedera paru.

 

Pemeriksaan awal terlihat paparan asap rokok menyebabkan peradangan pada alveoli paru serta edema seluler atau retensi cairan yang tidak normal pada jaringan paru-paru. Namun, setelah pemberian treatment berberin, derajat peradangan paru-paru berkurang dan cedera paru berangsur membaik berkat kandungan anti-inflamasi pada berberin (1).

 

2. Menurunkan Kolestrol

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Metabolism menemukan fakta bahwa berberin mampu mengurangi kolestrol dan kadar trigliserida pada pasien diabetes tipe 2 tanpa menimbulkan efek samping serius bagi pasien (2).

 

Penelitian lain menemukan bahwa kombinasi beras ragi merah dan berberin dapat memberikan perlindungan kolesterol yang lebih luas dengan risiko efek samping serius yang lebih rendah dibandingkan dengan terapi statin (pengobatan farmasi konvensional kolesterol tinggi) yang umum diresepkan oleh tenaga medis (3).

 

Sedangkan dalam penelitian dengan hamster sebagai hewan coba membuktikan manfaat berberin dalam mengurangi konsentrasi lemak dan lipid dalam darah hamster dengan meningkatkan ekskresi kolesterol dari hati serta menghambat penyerapan kolesterol di usus (4).

 

 

 

3. Berpotensi Mengobati Diabetes

Beberapa penelitian mengungkapkan efek berberin dalam menurunkan glukosa darah, membantu mencegah dan mengobati diabetes tipe II beserta mencegah komplikasinya, termasuk penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) yang disebabkan oleh diabetes dan neuropati diabetik (gangguan saraf akibat diabetes) (5, 6).

 

Sebuah penelitian membandingkan efek konsumsi metformin, obat diabetes yang umum digunakan, dengan 500mg berberine dua hingga tiga kali sehari selama tiga bulan. Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa berberin dan metformin memiliki efektivitas yang sama dalam mengendalikan gula darah dan metabolisme lipid, sehingga para peneliti menggambarkannya sebagai agen hipoglikemik oral yang manjur (7). 

 

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Element-Based Complementary dan Alternative Medicine menemukan bahwa suplementasi berberin sebanyak 10 μM selama 3 bulan dapat meningkatkan sensitivitas insulin dengan menyesuaikan sekresi adipokine. Adipokine merupakan senyawa yang dapat meningkatkan penyerapan glukosa dan mencegah gangguan metabolisme lipid (8).

 

Berkat efek anti-diabetesnya, berberin juga dapat membantu mencegah kerusakan ginjal. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Clinical & Experimental Pathology yang melaksanakan penelitian terhdap efek berberin kepada tikus yang diberi diet tinggi lemak untuk menginduksi kerusakan ginjal (9).

 

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Efek berberin bagi kesehatan jantung dipercaya berasal dari kemampuannya dalam membantu menjaga kadar gula darah dan obesitas dimana keduanya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Efek tersebut juga dapat merangsang pelepasan oksida nitrat, molekul yang bertugas melakukan pelebaran arteri, meningkatkan aliran darah, menurunkan tekanan darah dan melindungi dari arteriosklerosis (kekakuan pembuluh darah arteri).

 

Sebuah penelitian memperlihatkan efek positif pemberian berberin pada kardiovaskular yang berguna dalam pengobatan aritmia (ketidakteraturan irama jantung) dan gagal jantung (10).

 

5. Menurunkan Berat Badan dan Melawan Obesitas

Sebuah penelitian yang dilakukan selama 12 minggu dengan melibatkan subyek manusia gemuk (ras kaukasia) yang diberikan 500 miligram berberin secara oral sebanyak tiga kali sehari selama masa penelitian. Setelah dilaksanakan evaluasi, hasilnya menunjukkan penurunan berat badan sebanyak 2 kg dan terjadi kehilangan 3,6% lemak tubuh. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa berberin adalah senyawa penurun lipid kuat dengan efek penurunan berat badan sedang (11).

 

Studi lain dilakukan pada 37 pria dan wanita dengan sindrom metabolik. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan, dan para peserta mendapatkan 300 mg suplemen berberin, 3 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan penurunan level indeks massa tubuh (BMI) dari 31,5 menjadi 27,4 atau dari obesitas menjadi kelebihan berat badan hanya dalam kurun waktu 3 bulan.

 

Para peserta penelitian juga mengalami kehilangan lemak perut dan menunjukkan peningkatan pada berbagai tanda kesehatan. Para peneliti percaya hal tersebut disebabkan oleh  peningkatan fungsi hormon pengatur lemak, seperti insulin, adiponektin dan leptin (12).

 

Sejalan dengan berbagai penelitian yang telah disebutkan di atas, berberin merupakan salah satu dari sedikit senyawa yang dikenal mampu mengaktifkan protein kinase atau AMPK, sering disebut saklar utama metabolik, yang berperang penting dalam mengatur metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak di mitokondria. 

 

 

Sumber Makanan

 

Kunyit

Anggur oregon

Buah barberry

Tumbuhan coptis/goldenthread

Tumbuhan goldenseal

Tumbuhan phellodendron

Lebih umum ditemukan dalam sediaan suplemen berberin HCl

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar yang direkomendasikan untuk dewasa awal adalah 900-2.000 mg sehari, dibagi menjadi tiga hingga empat dosis. Suplemen berberin harus dikonsumsi bersamaan dengan makan atau sesaat setelah makan untuk memanfaatkan peningkatan kadar glukosa darah dan lemak setelah makan. 

 

Adapun dosis rekomendasi suplementasi Berberin untuk mengatasi kondisi tertentu yaitu:

Diabetes: 0,9 hingga 1,5 gram berberin dalam dosis terbagi, setiap hari.

 

Kolesterol tinggi: 0,6 hingga 1,5 gram berberin, dalam dosis terbagi, setiap hari. Dapat dikombinasikan antara 500 mg berberin dengan 10 mg policosanol, dan 200 mg beras ragi, dikonsumsi setiap hari.

 

Tekanan darah tinggi: 0,9 gram berberin setiap hari.

 

Sindrom ovarium polikistik (PCOS): 500 mg berberin tiga kali sehari.

 

Sariawan: Aplikasikan gel yang mengandung 5 mg berberine per gram, sebanyak empat kali sehari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Beras ragi merah: Kombinasi berberin dengan beras ragi merah memberikan perlindungan kolesterol yang lebih luas.

 

Inhibitor P-glikoprotein (P-Gp): Kombinasi berberin dengan P-Gp dapat meningkatkan penyerapan nutrisi.

 

Sodium caprate: Kombinasi berberin dengan sodium caprate dapat meningkatkan penyerapan nutrisi.

 

 

Kontraindikasi

 

Bayi dan anak-anak: Dapat menyebabkan peningkatan bilirubin dan kerusakan otak.

 

Wanita hamil atau menyusui: Tidak aman dikonsumsi karena berberin akan mempengaruhi perkembangan janin serta dapat ditransfer melalui ASI sehingga membahayakan bayi.

 

Pasien diabetes: Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan menyesuaikan dengan dosis obat anti-diabetes.  

 

Tekanan darah rendah: Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Hindari suplementasi berberin jika sedang mengkonsumsi obat imunosupresif dan Cytochrome P450 3A4 (CYP3A4)

 

 

Efek Samping

 

Efek samping yang dapat muncul akibat konsumsi berberin dalam dosis tinggi antara lain:

Sakit perut 

Kram 

Diare

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Berberine. Examine. Diakses pada 21 Juni 2019.

Price, Annie. (2018). Berberine: The plant alkaloid that helps treat diabetes & digestive problems. Diakses pada 21 Juni 2019.

WebMD. (2018). Berberine. WebMD. Diakses pada 21 Juni 2019.

Gunnars, Kris. (2017). Berberine – a powerful supplement with many benefits. Healthline. Diakses pada 21 Juni 2019.

Lin K, Liu S, Shen Y, Li Q. Berberine attenuates cigarette smoke-induced acute lung inflammation. Inflammation. (2013).

Yin J, Xing H, Ye J. Efficacy of berberine in patients with type 2 diabetes mellitus. Metabolism. (2008).

McCarty MF, O’Keefe JH, DiNicolantonio JJ. Red yeast rice plus berberine: Practical strategy for promoting vascular and metabolic health. Altern Ther Health Med. (2015).

Li XY, Zhao ZX, Huang M, et al. Effect of berberine on promoting the excretion of cholesterol in high-fat diet-induced hyperlipidemic hamsters. J Transl Med. (2015).

Ríos JL, Francini F, Schinella GR. Natural products for the treatment of type 2 diabetes mellitus. Planta Med. 2015).

Zhang Q, Li Y, Chen L. Effect of berberine in treating type 2 diabetes mellitus and complications and its relevant mechanisms. Zhongguo Zhong Yao Za Zhi. (2015).

Yin J, Xing H, Ye J. Efficacy of berberine in patients with type 2 diabetes mellitus. Metabolism. (2008).

Yang J, Yin J, Gao H, et al. Berberine improves insulin sensitivity by inhibiting fat store and adjusting adipokines profile in human preadipocytes and metabolic syndrome patients. Evid Based Complement Alternat Med. (2012).

Wu U, Cha Y, Huang X, et al. Protective effects of berberine on high fat-induced kidney damage by increasing serum adiponectin and promoting insulin sensitivity. Int J Clin Exp Pathol. (2015).

Lau CW, Yao XQ, Chen ZY, Ko WH, Huang Y. Cardiovascular actions of berberine. Cardiovasc Drug Rev. (2001).

Hu Y, Ahli EA, et al. Lipid-lowering effect of berberine in human subjects and rats. Phytomedicine. (2012).

Yang J, Yin J, Gao H, et al. Berberine improves insulin sensitivity by inhibiting fat store and adjusting adipokines profile in human preadipocytes and metabolic syndrome patients. Evid Based Complement Alternat Med. (2012). 


Tags: , , , , ,