fbpx
LOGO

Bisakah Biji Chia Digunakan untuk Menurunkan Berat Badan?

October 1, 2020
IMG

Biji chia adalah biji kecil hitam dari tanaman Chia (Salvia hispanica). Biji ini mudah dicerna dan mengandung berbagai macam nutrisi termasuk serat, protein, mangan dan kalsium, bersama dengan banyak antioksidan dan asam lemak omega-3. 

 

Biji chia telah diteliti sebagai makanan fungsional potensial dalam pengelolaan penyakit metabolik karena kandungan protein, serat, dan asam lemak omega-3 yang tinggi.

 

Studi pada tikus menunjukkan bahwa menambahkan biji chia ke dalam pakan tikus dapat mengubah lemak darah yang menguntungkan dan mengurangi lemak visceral serta resistensi insulin. 

 

Beberapa penelitian pada orang dewasa sehat dilaporkan bahwa mengonsumsi chia giling dan utuh mampu mengurangi tingkat glukosa darah setelah makan dan meningkatkan rasa kenyang ketika chia dikonsumsi, atau ketika chia dipanggang menjadi roti putih berdasarkan hasil tes toleransi glukosa oral standar (1, 2, 3). 

 

Adapun temuan penelitian pada orang dewasa sehat dengan kelebihan berat badan atau obesitas, suplementasi biji chia hanya memiliki sedikit dampak pada berat badan, lipid darah, peradangan, atau tekanan darah.

 

Beberapa penelitian lain juga menemukan hal yang serupa, dimana efek jangka panjang bjii chia terhadap penyakit metabolik tidak bertahan lama, langka, dan tidak konsisten (4, 5). 

 

 

Penelitian terbaru bertujuan untuk menguji efek suplementasi biji chia pada partisipan dengan diabetes tipe 2 selama enam bulan. Studi ini melibatkan orang dewasa (usia rata-rata 60 tahun) yang kelebihan berat badan dan obesitas, serta memiliki diabetes tipe 2 selama setidaknya satu tahun dan HbA1c antara 6,5 ​​dan 8,0% (rata-rata: 7,0%). 

 

Sekitar tiga perempat partisipan menggunakan obat penurun glukosa, yang utama adalah terapi metformin, sementara 25% menggunakan obat penurun lipid dan 60% menggunakan obat penurun tekanan darah. Hanya seperlima dari peserta mengelola diabetes mereka tanpa obat, dan tidak ada peserta yang menggunakan insulin.

 

Selama penelitian, mereka menerima secara acak biji chia atau dedak gandum dalam kombinasi dengan saran manajemen diabetes standar berdasarkan Canadian Diabetes Association. Setelah enam bulan, terdapat perbedaan secara signifikan pada kelompok biji chia dibandingkan dengan kelompok dedak gandum (-1,9 vs -0,3 kilogram). 

 

Selain itu, kelompok biji chia mengalami pengurangan yang signifikan lebih besar dalam lingkar pinggang, protein C-reaktif, dan peningkatan yang lebih besar pada adiponektin. Tidak ada perbedaan dalam persentase lemak tubuh, HbA1c, glukosa puasa, atau ghrelin.

 

Di sisi lain, tidak ada efek samping utama yang dilaporkan, dengan pelaporan gejala yang sebanding antara kedua kelompok (terutama peningkatan sementara keluhan gastrointestinal ringan).

 

Hal ini menandakan bahwa suplementasi biji chia dapat menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar daripada suplementasi oat bran dan inulin pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2 bila dikombinasikan dengan konseling nutrisi individual. Efek ini dikaitkan dengan kandungan seratnya sehingga mempromosikan rasa kenyang.

 

Satu ons biji chia (sekitar 28 gram) menghasilkan 11 gram serat, yang masing-masing adalah 29% dan 44% dari RDI (Reference daily intake) untuk pria dan wanita. Asupan serat pada biji chia memiliki kapasitas menyerap air yang luar biasa, sehingga dapat meningkatkan volume makanan di saluran pencernaan yang mengarah pada peningkatan rasa kenyang dan penurunan asupan makanan.

 

 

Kesimpulan

 

Biji chia mampu menurunkan berat badan pada orang dewasa yang juga mengalami diabetes tipe 2, bahkan perbedaannya sangat signifikan jika dibandingkan dengan konsumsi dedak gandum. Biji chia juga bermanfaat mengurangi peradangan dan lingkar pinggang lebih dari dedak gandum.

 

Namun, tidak ada perbedaan dalam komposisi tubuh atau ukuran kontrol glikemik.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2018). Exploring chia seeds for weight loss, diakses dari https://examine.com/nutrition/exploring-chia-seeds-for-weight-loss/  pada 09 Oktober 2019.

Bjarnadottir, Adda. (2019). Chia seeds 101: Nutrition facts and health benefits, diakses dari https://www.healthline.com/nutrition/foods/chia-seeds pada 09 Oktober 2019. 

Chicco AG, D’Alessandro ME, Hein GJ, Oliva ME, Lombardo YB. Dietary chia seed (Salvia hispanica L.) rich in alpha-linolenic acid improves adiposity and normalises hypertriacylglycerolaemia and insulin resistance in dyslipaemic rats. Br J Nutr. (2009). 

Vuksan V, Choleva L, Jovanovski E, Jenkins AL, Au-Yeung F, Dias AG, Ho HV, Zurbau A, Duvnjak L. Comparison of flax (Linum usitatissimum) and Salba-chia (Salvia hispanica L.) seeds on postprandial glycemia and satiety in healthy individuals: A randomized, controlled, crossover study. Eur J Clin Nutr. (2017). 

Vuksan V, Jenkins AL, Dias AG, Lee AS, Jovanovski E, Rogovik AL, Hanna A. Reduction in postprandial glucose excursion and prolongation of satiety: Possible explanation of the long-term effects of whole grain Salba (Salvia Hispanica L.). Eur J Clin Nutr. (2010).

Nieman DC, Cayea EJ, Austin MD, Henson DA, McAnulty SR, Jin F. Chia seed does not promote weight loss or alter disease risk factors in overweight adults. Nutr Res. (2009).

de Souza Ferreira C, dd Sousa Fomes Lde F, da Silva GE, Rosa G. Effect of chia seed (salvia hispanica l.) consumption on cardiovascular risko factors in humans: A systematic review. Nutr Hosp. (2015).