fbpx
LOGO

Manfaat Bromelain untuk Diet dan Kesehatan Tubuh

June 24, 2020
IMG

Bromelain, dikenal juga sebagai ekstrak nanas, adalah kombinasi beberapa senyawa yang berasal dari nanas, termasuk enzim pencernaan khusus. Enzim ini mampu dicerna dan memiliki manfaat terutama pada organ lambung dan usus, serta darah dan tubuh manusia secara umum.

 

Bromelain membantu tubuh memecah dan mencerna protein terutama dalam saluran pencernaan. Selain itu bromelain juga dapat mengurangi peradangan hidung atau hidung tersumbat. Jika dikonsumsi di antara waktu makan, bromelain dapat bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari kanker.  Biasanya, bromelain dijual dalam bentuk ekstrak atau suplemen yang berasal dari batang atau inti nanas, bukan dari daging buah nanas.

 

 

Manfaat Bromelain

 

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Enzim pencernaan yang terdapat pada bromelain memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mengembalikan fungsi sistem pencernaan yang terganggu. Bromelain memiliki efek yang sama seperti protease, yakni enzim pada sistem pencernaan yang berfungsi memecah protein pada makanan di lambung serta menyerap nutrisi lebih banyak.

 

Bromelain juga telah terbukti efektif dalam mengurangi munculnya berbagai penanda infalamasi pada kondisi infeksi saluran pencernaan (inflammatory bowel disease/IBD) (1). Karena efektivitasnya dalam menjaga kesehatan pencernaan, bromelain sangat cocok dikonsumsi oleh penderita pencernaan seperti radang usus, maag, tukak lambung akibat infeksi bakteri, mulas, diare, dan kanker usus besar (2).

 

2. Mencegah Kanker

Sebuah penelitian menunjukkan fakta bahwa bromelain memiliki efek anti-kanker alami dan mencegah pertumbuhan tumor, terutama pada sel kanker ganas yang menyerang saluran pencernaan berjenis malignant peritoneal mesothelioma (3). Hal ini sejalan dengan hasil uji klinis dalam jurnal Anticancer Drugs.

 

Studi tersebut menyatakan bahwa penambahan bromelain dalam tubuh dapat meningkatkan kematian sel kanker peritoneal (kanker pada saluran pencernaan) secara signifikan. Dengan kata lain, bromelain berpotensi dikembangkan sebagai agen terapi dalam mengobati kanker ganas (4).

 

3. Sebagai Anti-Inflamasi

Sifat anti-inflamasi pada bromelain menjadikan suplemen ini sebagai alternatif lain selain aspirin untuk menghilangkan rasa sakit. Berdasarkan hasil evaluasi kemampuan bromelain pada pasien pasca operasi gigi molar ketiga terbukti dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada pasien.

 

Sebagian besar pasien yang menjalani operasi ini mengalami gejala pasca operasi yang signifikan. Namun sayangnya, pemberian antibiotik dan obat penghilang rasa sakit tidak selalu efektif untuk mencegah infeksi atau ketidaknyamanan lainnya selama proses penyembuhan. Dari 40 orang yang berpartisipasi dalam penelitian ini, mereka yang diresepkan bromelain melaporkan rasa sakit pasca operasi, pembengkakan dan kemerahan yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang mendapatkan resep obat penghilang rasa sakit generik (5).

 

4. Menyembuhkan Alergi & Asma

Sebuah hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemberian bromelain pada tikus yang menderita asma memiliki dampak positif. Bromelain terbukti mengurangi sensitisasi alergi dan menghentikan perkembangan respon inflamasi lainnya yang mempengaruhi saluran pernapasan (6). Temuan ini juga menunjukkan bahwa bromelain membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat membantu mencegah alergi serta mengatasi penyebab utama dari alergi tersebut. Dalam penelitian tersebut juga mengatakan bahwa bromelain mampu mengatasi asma yang diakibatkan oleh alergi.

 

Bromelain juga sangat cocok untuk orang yang menderita gejala seperti hidung tersumbat, mata gatal, pembengkakan kelenjar getah bening, serta berbagai gangguan dan kesulitan dalam sistem pernapasan lainnya.

 

5. Mencegah dan Mengobati Sinusitis Kronis

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Cologne, Jerman dengan pemberian suplementasi bromelain selama tiga bulan terhadap 12 responden pasien yang telah menjalani operasi sinus. Hasil penelitian menunjukkan fakta bahwa bromelain dapat mengurangi kompleksitas penyakit, meningkatkan kualitas hidup, serta tidak memiliki efek samping yang berarti (7). 

 

Sebuah studi lain menyebutkan bahwa 83% partisipan yang menggunakan bromelain mengalami penurunan peradangan hidung dibandingkan dengan 52% partisipan dari kelompok penerima plasebo. Tindakan operasi diketahui kurang efektif dalam mengobati sinusitis, sehingga penelitian ini membawa banyak harapan bagi orang yang menderita masalah sinusitis kronis (8).

 

6. Mengurangi Nyeri Sendi

Karena karakteristik anti-inflamasi dan analgesiknya yang kuat, bromelain sangat baik untuk mengurangi nyeri sendi akut maupun kronis. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Alternative Therapies in Health and Medicine mengevaluasi 42 pasien osteoartritis degeneratif atau kondisi nyeri  kronis pada area tulang belakang. Mereka kemudian diberikan 650 miligram kapsul bromelain sebanyak dua sampai tiga kali setiap hari dengan kondisi perut kosong (tergantung pada apakah mereka mengalami nyeri akut atau kronis).

 

Para peneliti menemukan bahwa rasa sakit berkurang hingga 60% pada pasien yang mengalami gejala nyeri akut dan lebih dari 50% pasien dengan nyeri kronis. Dapat disimpulkan bahwa bromelain memiliki sifat anti-inflamasi dan analgesik yang dapat menjadi alternatif yang lebih aman bagi pengobatan nyeri sendi akibat osteoartritis (9).

 

7. Membantu Menurunkan Berat Badan

Meski dalam tahap penelitian lebih lanjut, banyak yang percaya bromelain dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan bromelain memiliki fungsi efek anti-inflamasi, fungsi analgesik atau kemampuan untuk mengurangi rasa sakit, dan kemampuan meningkatkan kemampuan fisik dan kesehatan pencernaan.

 

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2017 dalam PLOS One, bromelain dapat digunakan sebagai obat alternatif anti-obesitas (10). Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bromelain membantu menurunkan regulasi protein pengikat asam lemak adiposit, sintesis asam lemak dan lipoprotein lipase.

 

Bromelain juga dapat menghambat adipogenesis, diferensiasi sel yang dapat berkontribusi pada pembentukan sel lemak, dan mengurangi akumulasi trigliserida.

 

8. Menjaga Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah

Secara keseluruhan, bromelain memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jantung, walaupun bromelain diketahui lebih banyak diteliti manfaatnya bagi pembuluh darah daripada organ jantung. Efek bromelain pada kesehatan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) diantaranya seperti menguragi agregasi atau penggumpalan trombosit (keping darah) dan mampu mencegah sel makrofag (sel kekebalan) berubah menjadi sel busa.

 

Sel busa adalah sel imun pro-arterogenik yang berkontribusi terhadap pembentukan plak pada pembuluh darah arteri sebagai penyebab terjadinya kondisi aterosklerosis.

 

 

Sumber Makanan

 

Buah nanas adalah sumber utama bromelain. Senyawa ini paling banyak ditemukan pada bagian batang atau inti nanas, bukan daging buah. Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadari kandungan dari inti nanas dan membuangnya begitu saja. Walau tidak dapat langsung dikonsumsi, inti nanas dapat diolah menjadi menjadi jus untuk mendapat manfaat bromelain dengan lebih nikmat.

 

Selain mengonsumsi buah nanas secara langsung, bromelain juga bisa didapatkan melalui suplemen bromelain.

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar mengonsumsi bromelain berkisar antara 200 hingga 2.000 mg sehari. Akan tetapi, dosis harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

 

• Untuk kondisi radang usus dan kolon: Larutkan 2 sampai 20 mg bromelain dan minum sekali dalam sehari.

 

• Untuk mengobati radang sendi: Konsumsi 400 mg bromelain, satu hingga dua kali sehari.

 

• Untuk membantu meredakan alergi: Konsumsi 1 gram bromelain dan quercetin setiap hari.

 

• Untuk membantu mencegah kanker: Konsumsi 2 gram bromelain setiap hari, idealnya dikonsumsi bersama dengan enzim proteolitik lainnya.

 

• Untuk menjaga kesehatan pencernaan: Konsumsi 500 mg bromelain, 3 kali sehari. Beberapa orang memilih untuk mencampurkan bubuk bromelain ke dalam air dan diminum sebelum makan.

 

• Untuk pemulihan pasca operasi: Konsumsi  1 gram bromelain, 3 kali sehari di antara waktu makan.

 

 

Interaksi Sinergi

 

• Antibiotik tetraksiklin:  Pada beberapa kasus mengkombinasikan bromelain dengan antibiotik tetrasiklin dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dalam tubuh. Namun kombinasi ini dapat meningkatkan efek samping dari tetraksiklin, walaupun bukan efek samping yang signifikan. Beberapa jenis antibiotik tetrasiklin termasuk demeclocycline (Declomycin), minocycline (Minocin), dan tetracycline (Achromycin).

 

• Amoksisilin: Disarankan untuk berhati-hati ketika mengonsumsi bromelain dan amoksisilin karena dapat meningkatkan efektivitas amoksisilin dalam tubuh serta meningkatkan efek samping amoksisilin.

 

 

Efek Samping

 

Bromelain biasanya ditoleransi dengan baik dan tidak menyebabkan efek samping. Adapun efek samping mengonsumsi bromelain dalam dosis sedang hingga tinggi (400-800mg) diantaranya gejala gastrointestinal, seperti perubahan warna feses menjadi pucat, mual, dan peningkatan gas dalam saluran pencernaan.

 

Gejala alergi bromelain mungkin terjadi. Reaksi alergi dapat meliputi gatal pada area mulut atau kulit, ruam, sulit bernapas, hidung tersumbat, dan mata berair.

 

 

Kontraindikasi

 

Pasien pasca operasi sebaiknya menghindari konsumsi bromelain karena dapat meningkatkan risiko pendarahan. Disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.  

 

• Sebaiknya tidak dikonsumsi oleh orang yang juga mengonsumsi obat pengencer darah (anti-koagulan), yang memiliki gangguan pendarahan, dan orang yang alergi terhadap buah nanas.

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2014). Bromelain. Examine. Diakses pada 11 Juni 2019.

WebMd. (2018). Bromelain. WebMD. Diakses pada 11 Juni 2019.

Axe,  Josh. (2018). 7 bromelain benefits, uses & best food sources. Draxe. Diakses pada 11 Juni 2019.

Onken, J. E., et al. Bromelain treatment decreases secretion of pro-inflammatory cytokines and chemokines by colon oiopsies in vitro. Clinical Immunology. (2008).  

Hale, L. P., et al. Treatment with oral bromelain decreases colonic inflammation in the IL-10-deficient murine model of inflammatory bowel disease. Clinical Immunology. (2005).

Pillai, K., et al. Anticancer property of bromelain with therapeutic potential in malignant peritoneal mesothelioma. Cancer Investigation. (2013).

Pillai, K., et al. P0203 Anticancer effect of bromelain alone and in combination with cisplatin or fluorouracil on malignant peritoneal mesothelioma cells. European Journal of Cancer. (2014).

Singh, T., et al. Effect of proteolytic enzyme bromelain on pain and swelling after removal of third molars. Journal of International Society of Preventive & Community Dentistry. (2016). 

Secor, E. R. Jr., et al. Bromelain inhibits allergic sensitization and murine asthma via modulation of dendritic cells. Evidence-Based Medicinal Plants for Modern Chronic Diseases. (2013).

Büttner, L., et al. Efficacy and tolerability of bromelain in patients with chronic rhinosinusitis–a pilot study. B-ENT. (2013).

Ryan, R. E. A double-blind clinical evaluation of bromelains in the treatment of acute sinusitis. Headache The Journal of Head and Face Pain. (1967). 

Brien, S., et al. Bromelain as a treatment for osteoarthritis: A review of clinical studies. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. (2004).

Dave, S., et al. Inhibition of adipogenesis and induction of apoptosis and lipolysis by stem bromelain in 3T3-L1 adipocytes. PLoS One. (2012).

 


Tags: ,