fbpx
LOGO

Cara Baru Kontrol Nafsu Makan dengan MCT dan CLA

October 1, 2020
IMG

Tujuan utama berdiet adalah menurunkan berat badan sehingga mendapat berat badan ideal atau mempertahankannya. Akan tetapi, banyak orang yang merasa kesulitan menjalani diet karena berbagai faktor, salah satunya adalah tidak mampu menahan godaan makanan.

 

Sementara itu kini banyak sekali modifikasi diet untuk mempercepat penurunan berat badan tanpa harus merasa tersiksa karena lapar.

 

Beberapa penelitian menunjukkan mengganti minyak nabati baik dengan lemak trans alami atau minyak kelapa dapat membantu mencegah Anda keroncongan dan membantu mencapai tujuan penurunan berat badan. Hal ini mungkin benar, karena tidak semua lemak trans dikatakan buruk. 

 

Lemak trans  buatan yang ditemukan di makanan seperti kentang goreng cepat saji memang terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit, dan telah dilarang oleh Food and Drug Administration (FDA).

 

Disisi lain, sebuah penelitian membuktikan tentang efek kesehatan dari asam linoleat terkonjugasi (CLA). CLA diproduksi secara alami di saluran pencernaan hewan ruminansia dan juga dibuat secara sintetis. Namun penggunaan ini masih kontroversi (1).

 

Baru-baru ini, CLA mendapatkan perhatian karena beberapa manfaat kesehatan potensialnya, termasuk kemampuan untuk meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi lemak tubuh (terutama 10-CLA).

 

Begitupula dengan trigliserida rantai menengah atau MCT, lemak jenuh utama dalam minyak kelapa. Bentuk asam lemak jenuh yang mudah dicerna dan memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk manajemen berat badan yang lebih baik (2, 3, 4). 

 

 

 

Beberapa penelitian terbaru tampaknya mendukung peran MCT dan CLA dalam mempromosikan rasa kenyang, mengurangi asupan makanan, dan mendukung penurunan berat badan.

 

Sebuah penelitian melibatkan sembilan belas orang dewasa sehat. Partisipan mengonsumsi sarapan yang bervariasi kandungan lemaknya, mengandung CLA dan minyak sayur, MCT, atau minyak sayur. Peserta kemudian disajikan makan siang bergaya prasmanan berdasarkan permintaan.

 

Asupan energi dicatat saat makan siang dan untuk sisa hari. Sementara itu, rasa kenyang dan waktu subyektif antara permintaan sarapan dan makan siang juga dicatat sebagai tindakan sekunder

 

Hasil penelitian menunjukkan dibandingkan dengan sarapan yang mengandung minyak nabati, sarapan yang mengandung MCT dan CLA menghasilkan waktu rata-rata yang lebih lama hingga waktunya makan siang, meskipun hanya perbedaan antara CLA dan kelompok minyak nabati yang mencapai signifikansi. 

 

Sarapan yang mengandung MCT dan CLA juga menyebabkan lebih sedikit kalori yang dikonsumsi di kemudian hari jika dibandingkan dengan sarapan yang mengandung minyak nabati. Tidak ada perbedaan signifikan pada kesenangan subjektif di antara kelompok.

 

Temuan ini menjelaskan bahwa mengganti minyak nabati dengan MCT atau CLA saat sarapan berpotensi menyebabkan berkurangnya asupan makanan di kemudian hari yang setara dengan sekitar 500 kalori. Meskipun penulis penelitian tampaknya menghubungkan ini dengan rasa kenyang yang meningkat, mungkin ada faktor-faktor lain yang berperan.

 

Secara keseluruhan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini dan menentukan apakah MCT dan CLA dapat berkontribusi dengan penurunan berat badan yang berkelanjutan.

 

 

Kesimpulan

 

Mengganti minyak nabati dengan MCT atau CLA saat sarapan dapat mengurangi konsumsi makanan untuk sisa hari itu. Ini akan menjadikan diet Anda lebih menyenangkan, membantu Anda mencapai penurunan berat badan tanpa harus merasa kelaparan. 

 

Namun, ada juga penelitian yang tidak menunjukkan perbedaan dalam rasa kenyang, asupan makanan, dan penurunan berat badan ketika melengkapi dengan MCT atau CLA, meskipun bukti penurunan berat badan untuk MCT lebih banyak, sedangkan temuan untuk CLA masih bertentangan.

 

 

Referensi:

Patel K. (2018). Do mcts or cla help with appetite reduction?. Examine. Diakses pada 08 Oktober 2019.

World Health Organization. WHO scientific update on trans fatty acids (tfa). European Journal of Clinical Nutrition. (2009). 

Van Wymelbeke V, Himaya A, Louis-Sylvestre J, Fantino M. Influence of medium-chain and long-chain triacylglycerols on the control of food intake in men. Am J Clin Nutr. (1998). 

Krotkiewski M. Value of VLCD supplementation with medium chain triglycerides. Int J Obes Relat Metab Disord. (2001). 

Mumme K, Stonehouse W. Effects of medium-chain triglycerides on weight loss and body composition: a meta-analysis of randomized controlled trials. J Acad Nutr Diet. (2015).


Tags: