fbpx
LOGO

Centrophenoxine (Meclofenoxate): Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Penggunaan

July 19, 2020
IMG

Centrophenoxine, juga dikenal sebagai lucidril atau meclofenoxate, adalah salah satu nootropik yang paling awal dan paling banyak dipelajari sebagai obat pintar. Pada mula produksinya, obat ini digunakan untuk membantu mengatasi gangguan otak akibat usia, seperti Alzheimer dan demensia.

 

Seiring berjalannya waktu, centrophenoxine juga digunakan untuk meningkatkan memori dan fungsi kognitif serta menjaga kesehatan otak pada individu sehat.

 

Pada dasarnya, centrophenoxine adalah kombinasi dari dua bahan kimia, yaitu dimethyl-aminoethanol (DMAE), sumber kolin yang bermanfaat dalam merangsang otak, dan asam parachlorphenoxyacetic (pCPA).

 

Centrophenoxine memiliki kelebihan dalam menembus sawar darah otak dan lebih efektif menghantarkan terapi kepada otak dibandingkan dengan penggunaan DMAE secara tunggal. 

 

Beberapa mekanisme potensial dari centrophenoxine antara lain:

 

1. Meningkatkan kandungan asetilkolin dalam otak. Asetilkolin merupakan neurotransmiter paling esensial dibutuhkan dalam fungsi pembentukan memori dan proses pembelajaran.

 

2. Menurunkan lipofusin, produk buangan sel otak yang dapat menimbulkan masalah kognitif.

 

3. Meningkatkan pengambilan glukosa untuk metabolisme energi dan meningkatkan aliran darah menuju otak.

 

4. Meningkatkan produksi RNA untuk menggantikan kehilangan sel saraf yang diakibatkan oleh radikal bebas.

 

5. Meningkatkan antioksidan sehingga melindungi sel saraf dari kerusakan stres oksidatif yang signifikan akibat proses penuaan. 

 

 

Manfaat Centrophenoxine (Meclofenoxate)

 

1. Meningkatkan Mood dan Motivasi

Sebuah penelitian yang melibatkan tikus yang mengalami stres menunjukkan bahwa centrophenoxine memiliki efek anti-kecemasan dan secara signifikan mampu mengurangi kecemasan pada tikus tersebut (1). 

 

Penelitian terhadap 80 subjek sehat juga mengatakan mengonsumsi obat yang mengandung DMAE selama tiga bulan dapat meningkatkan energi dan meningkatkan kesejahteraan. Oleh karena itu, centrophenoxine dapat meningkatkan suasana hati dan motivasi melalui komponen DMAE aktifnya (2).

 

2. Meningkatkan Memori dan Fungsi Kognitif

Sebuah penelitian yang dilaksanakan pada 60 lansia sehat, yang diberikan centrophenoxine terbukti mampu meningkatkan pembentukan memori jangka panjang dan meningkatkan kewaspadaan mental (3). Hal yang sama juga ditunjukkan pada penelitian terhadap 50 pasien dengan demensia level sedang.

 

Demensia merupakan salah satu jenis penyakit penurunan kemampuan kognitif dan mental akibat terjadinya kerusakan pada sistem saraf yang dapat disebabkan oleh proses penuaan atau stroke yang berulang.

 

Pemberian centrophenoxine sebanyak 2 x 2 gram per hari selama dua minggu berturut-turut juga terbukti mampu memperbaiki fungsi memori hingga 48%, meningkatkan komposisi air intraseluler, dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi sangat erat berhubungan dengan proses penuaan pada lansia (4, 5).

 

Sebuah penelitian pada hewan tikus berusia tua menunjukkan bahwa pemberian centrophenoxine mampu meningkatkan kecepatan tikus dalam mempelajari tugas baru (6). Centrophenoxine juga terbukti meningkatkan plastisitas sinaptik yang berhubungan dengan peningkatan kecerdasan dan kemampuan untuk memecahkan masalah tanpa mengandalkan pengetahuan yang diperoleh (7).

 

3. Sebagai Anti-aging dan Pelindung Saraf

Pada beberapa penelitian yang dilaksanakan terhadap tikus dengan berbagai jenis cedera otak, suplementasi centrophenoxine mampu mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, meningkatkan defisit memori dan fungsi kognitif,  membuang racun, dan memperbaiki sel yang rusak (8, 9, 10). 

 

Hal ini dipercaya karena suplementasi centrophenoxine dapat meningkatkan aktivitas enzim antioksidan utama seperti glutathion dan superoksida dismutase (SOD) di otak. Centrophenoxine juga diketahui meningkatkan energi otak dengan merangsang pengambilan glukosa dan konsumsi oksigen yang sangat dibutuhkan untuk produksi energi (11, 12).

 

Centrophenoxine juga terbukti mengurangi akumulasi lipofusin (pigmen usia) yang terakumulasi secara progresif dalam neuron dan sel lainnya. Penumpukan lipofusin diyakini terkait dengan penuaan dan dikaitkan dengan banyak gangguan neurodegeneratif terkait usia, termasuk Alzheimer‍ (13, 14).

 

Alzheimer adalah sebuah penyakit penurunan kemampuan kognitif yang mengakibatkan kerusakan memori dan fungsi mental lainnya, belum ditemukan obat yang tepat untuk menangani Alzheimer, hanya berbagai terapi dan strategi manajemen yang meringankan gejala.

 

 

 

Sumber Makanan

 

Centrophenoxine merupakan suplemen atau obat kombinasi DMAE (sumber kolin yang banyak ditemukan dalam ikan dan boga bahari) dengan pCPA (versi sintetis dari tumbuhan hormon yang disebut auksin, merupakan turunan triptophan dan memiliki fungsi meningkatkan impuls atau transmisi sinyal antar saraf). 

Dosis Pemakaian

 

Dewasa sehat: Dosis aman yang direkomendasikan berkisar antara 250-3000 mg, diberikan terbagi dalam dua dosis per hari.

 

Tujuan terapeutik dan mengurangi akumulasi lipofusin bagi lansia: Konsumsi 250 mg centrophenoxine dalam 3-6 dosis per hari.

 

Meningkatkan memori dan kesehatan otak bagi individu yang lebih muda: Konsumsi  250 mg centrophenoxine dalam 1-3 dosis per hari.

 

Disarankan untuk memulai dengan dosis rendah untuk mengetahui dosis yang tepat.

 

Paling baik dikonsumsi bersama makanan.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Aniracetam: Kombinasi dengan centrophenoxine dapat meningkatkan daya ingat, suasana hati, kreativitas, sekaligus mengurangi kecemasan.

 

Noopept: Bersama dengan centrophenoxine dapat meningkatkan daya ingat dan pembelajaran, sekaligus memberikan perlindungan bagi saraf (neuroprotektif).

 

 

Kontraindikasi

 

Hamil dan menyusui: Dapat menimbulkan efek teratogenik atau kerusakan dan kematian pada embrio

 

Depresi berat

 

Gangguan bipolar

 

Gangguan kejang 

 

Penyakit Parkinson

 

 

Efek Samping

 

Mual

Sakit kepala

Masalah pencernaan

Sulit tidur

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Centrophenoxine. Examine. Diakses pada 06 Juli 2019.

Laouar, Randa. (2019). Centrophenoxine benefits, dosage, side effects & reviews. Self Hacked. Diakses pada 06 Juli 2019.

Brain Tropic. (2019). Centrophenoxine. Braintropic. Diakses pada 06 Juli 2019.

Petkov VD, Getova D, Mosharrof AH. A study of nootropic drugs for anti-anxiety action. Acta Physiol Pharmacol Bulg. (1987).

Dimpfel W, Wedekind W, Keplinger I. Efficacy of dimethylaminoethanol (DMAE) containing vitamin-mineral drug combination on EEG patterns in the presence of different emotional states. Eur J Med Res. (2003). 

Marcer D, Hopkins SM. The differential effects of meclofenoxate on memory loss in the elderly. Age Ageing. (1977). 

Pék G, Fülöp T, Zs-Nagy I. Gerontopsychological studies using NAI (‘Nürnberger Alters-Inventar’) on patients with organic psychosyndrome (DSM III, Category 1) treated with centrophenoxine in a double blind, comparative, randomized clinical trial. Arch Gerontol Geriatr. (1989). 

Fülöp T Jr, Wórum I, Csongor J, et al. Effects of centrophenoxine on body composition and some biochemical parameters of demented elderly people as revealed in a double-blind clinical trial. Arch Gerontol Geriatr. (1990). 

Nandy K. Centrophenoxine: Effects on aging mammalian brain. J Am Geriatr Soc. (1978). 

Bertoni-Freddari C, Giuli C, Pieri C. The effect of acute and chronic centrophenoxine treatment on the synaptic plasticity of old rats. Arch Gerontol Geriatr. (1982).

Nehru B, Bhalla P, Garg A. Evidence for centrophenoxine as a protective drug in aluminium induced behavioral and biochemical alteration in rat brain. Mol Cell Biochem. (2006). 

Verma R, Nehru B. Effect of centrophenoxine against rotenone-induced oxidative stress in an animal model of Parkinson’s disease. Neurochem Int. (2009).

Nehru B, Bhalla P, Garg A. Further evidence of centrophenoxine mediated protection in aluminium exposed rats by biochemical and light microscopy analysis. Food and Chemical Toxicology. (2007). 

Bhalla P, Nehru B. Modulatory effects of centrophenoxine on different regions of ageing rat brain. Exp Gerontol. (2005).

Ludwig-Festl M, Gräter B, Bayreuther K. Erhöhung von Zellstoffwechselleistungen in normalen, diploiden, menschlichen Glia-Zellen in stationären Zellkulturen induziert durch Meclofenoxat [Increase in cell metabolism in normal, diploid human glial cells in stationary cell cultures induced by meclofenoxate]. Arzneimittelforschung. (1983).

Riga S, Riga D. Effects of centrophenoxine on the lipofuscin pigments in the nervous system of old rats. Brain Research. (1974). 

Höhn A, Grune T. Lipofuscin: formation, effects and role of macroautophagy. Redox Biol. (2013).


Tags: , ,