fbpx
LOGO

Khasiat Cordyceps, Si Jamur Parasit yang Bermanfaat

June 28, 2020
IMG

Cordyceps adalah sejenis jamur parasit yang tumbuh pada larva serangga dan atropoda. Jamur ini digunakan dalam pengobatan tradisional China dan memiliki berbagai manfaat kesehatan terutama untuk mengobati kelelahan, penyakit ginjal dan dorongan seksual yang rendah. 

 

Saat ini suplemen dan berbagai produk obat yang mengandung ekstrak Cordyceps cukup populer karena banyak manfaat kesehatan yang telah diakui secara klinis, meskipun masih dalam batas penelitian tingkat sel maupun pada subyek hewan coba.

 

Terdapat lebih dari 400 spesies Cordyceps yang ditemukan di alam, namun hanya dua jenis yang menjadi fokus penelitian kesehatan, yakni cordyceps sinensis dan militaris. Dulu, jenis cordyceps militaris hanya dikenal di kalangan kekaisaran, sementara masyarakat biasa hanya dapat mengkonsumsi cordyceps sinensis. Namun, keduanya memiliki manfaat yang sama.

 

 

Manfaat

 

1. Sebagai Agen Anti-Kanker

Pada beberapa penelitian in vitro, cordyceps terbukti mampu dalam menghambat pertumbuhan banyak jenis sel kanker manusia, seperti kanker paru-paru, usus besar, kulit dan hati (1, 2, 3).

 

Penelitian pada hewan coba juga menunjukkan bahwa jamur ini dapat mengurangi risiko efek samping yang ditimbulkan akibat kemoterapi, termasuk leukopenia, yakni suatu kondisi menurunnya  jumlah sel darah putih dalam tubuh akibat kemoterapi atau reaksi. Terjadinya leukopenia dapat meningkatkan risiko infeksi dan berbagai komplikasi penyakit lain pada penderita kanker (4).

 

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Sebuah penelitian pada hewan coba yang dipublikasikan dalam Acta Pharmacologica Sinica menunjukkan bahwa ekstrak cordyceps dapat membantu mengurangi terjadinya kerusakan organ jantung dan hati pada tikus dengan penyakit ginjal (5). 

 

Penelitian lain juga menemukan bahwa cordyceps secara signifikan mengurangi terjadinya gagal jantung pada tikus dengan penyakit ginjal kronis. Luka pada jantung akibat penyakit ginjal kronis diperkirakan akan meningkatkan risiko gagal jantung (6). Para peneliti menghubungkan temuan ini dengan kandungan adenosin pada cordyceps yang memiliki efek melindungi jantung (7).

 

Selain itu, cordyceps diyakini memiliki efek menguntungkan pada kadar kolesterol. Beberapa penelitian pada hewan coba menunjukkan bahwa jamur ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat LDL untuk mencegah arteriosklerosis, yakni suatu kondisi yang ditandai dengan penumpukan plak di pembuluh darah arteri dan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke (8, 9).

 

Cordyceps juga diketahui dapat menurunkan kadar trigliserida tinggi sebagai faktor risiko utama lain terjadinya penyakit gagal jantung (10).

 

3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Senyawa anti-inflamasi seperti polisakarida, nukleosida termodifikasi, dan siklosporin yang terkandung dalam cordyceps memiliki manfaat bagi fungsi kekebalan tubuh dan dapat membantu mengoptimalkan kesehatan sistem kardiovaskular, pernapasan, endokrin, dan reproduksi (11)

 

Suplementasi cordyceps sangat bermanfaat dalam pengobatan kondisi terkait peradangan, seperti penyakit Crohn, radang sendi, sindrom usus bocor dan asma. Penelitian pada hewan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Universitas Kedokteran Chung Shan menunjukkan bahwa cordyceps efektif dalam mengurangi peradangan pada saluran pernapasan tikus, sehingga berpotensi membantu dalam pengobatan asma (12).

 

4. Memperlambat Penuaan

Meskipun penelitian tentang efek anti-penuaan dari jamur cordyceps terbatas pada penelitian pada hewan, hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa cordyceps dapat meningkatkan fungsi otak, meningkatkan memori dan bahkan memperpanjang usia hidup. Hal tersebut dipercaya karena efek antioksidan yang terkandung di dalamnya (13). 

 

Penelitian pada hewan coba yang diterbitkan dalam jurnal Phytotherapy Research menunjukkan bahwa ekstrak cordyceps mampu meningkatkan aktivitas antioksidan seperti superoksida dismutase dan glutathione peroxidase dalam darah serta membantu meningkatkan kekuatan otak dan meningkatkan fungsi seksual pada tikus yang mengalami penuaan (14).

 

Penelitian lain pada hewan coba yakni lalat buah yang diberikan ekstrak cordyceps secara signifikan memperlihatkan perpanjangan usia. Cordyceps berperan dalam memblokir stres oksidatif pada sel-sel tubuh lalat (15).

 

5. Meningkatkan Performa Atletik

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 dan diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine menunjukkan bahwa suplementasi CS-4 (Cordyceps sinensis) dosis 333 mg tiga kali sehari selama 12 minggu dapat meningkatkan kinerja olahraga dan berkontribusi terhadap keseluruhan penanda kesehatan pada lansia (16). 

 

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa cordyceps mengandung adenosine, sejenis asam nukleat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membuat ATP, pembawa energi yang dapat terkuras habis dalam otot selama aktivitas fisik (17). Ketika ATP meningkat, kinerja atletik juga meningkat, termasuk kemampuan fisik, daya tahan serta stamina (18).

 

Berbagai temuan tersebut menjadikan cordyceps sama seperti herbal lainnya, seperti akar tanaman maca atau kakao (biji cokelat), karena bersifat sebagai adaptogen yang dapat memberi tambahan energi dan sering digunakan untuk membantu melawan kelelahan, mengobati nyeri otot, dan mencegah kelemahan.

 

6. Meningkatkan Fungsi Seksual

Sejak dahulu, cordyceps dipercaya dapat mengatasi dorongan seksual yang rendah. Berdasarkan penelitian dengan subyek hewan coba, cordyceps terbukti dapat membantu tubuh tikus memanfaatkan oksigen secara lebih efisien dan meningkatkan aliran darah, yang penting untuk kesehatan fisik dan fungsi seksual (19).

 

Dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan energi, serta memiliki senyawa anti-inflamasi membuat cordyceps berfungsi dalam meningkatkan kesuburan dan libido. Cordyceps telah direkomendasikan sebagai pengobatan atau herbal alami untuk masalah infertilitas dan impotensi.

 

 

 

Sumber Makanan

 

Jamur cordyceps merupakan jenis jamur yang sulit untuk dikembangbiakkan secara alami. Kebanyakan suplemen menggunakan jamur cordyceps yang dikembangkan secara sintetis (disebut juga sebagai Cordyceps CS-4).

 

 

Dosis Pemakaian

 

Cordyceps tersedia dalam bentuk sediaan bubuk, kapsul, dan tablet. Suplemen cordyceps telah digunakan dalam uji coba manusia dalam kisaran dosis 1.000-3.000 mg setiap hari, baik dalam satu dosis tunggal. Tak jarang, suplemen cordyceps dicampurkan kedalam teh, sup, atau hidangan lain.

 

Dalam pengobatan tradisional China, cordyceps aman dikonsumsi dan tergolong jamur non-toxic (tidak beracun). Pemerintah China juga telah menyetujui Cordyceps CS-4 digunakan sebagai pengobatan resmi dalam rumah sakit  dan tergolong obat herbal terstandar. 

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui: Disarankan untuk menghindari suplemen cordyceps selama hamil dan menyusui.

 

Penderita penyakit auto-imun: Hindari penggunaan karena cordyceps dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lebih aktif dan bisa meningkatkan gejala penyakit auto-imun.

 

Penderita gangguan pendarahan: Cordyceps dapat memperlambat pembekuan darah. Mengkonsumsi cordyceps dapat meningkatkan risiko perdarahan pada orang dengan gangguan pembekuan darah.

 

Pasien pra-operasi: Mengkonsumsi cordyceps dapat meningkatkan risiko perdarahan selama operasi. Sebaiknya hentikan konsumsi cordyceps selama 2 minggu sebelum jadwal operasi.

 

Hindari suplementasi cordyceps jika Anda sedang mengkonsumsi obat-obatan seperti cyclophosphamide (Cytoxan, Neosar) dan imunosupresan. 

 

 

Efek Samping

 

Cordyceps umumnya aman dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Efek samping akan timbul jika dikonsumsi oleh orang dengan kondisi medis tertentu atau mengkombinasikan suplemen ini dengan obat-obatan lain.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Cordyceps. Examine. Diakses  pada 21 Juni 2019.

Link, Rachael. (2018). Cordyceps for anti-aging & exercise performance. Dr Axe. Diakses  pada 21 Juni 2019.

Walle, G. V. D. (2018). 6 benefits of cordyceps, all backed by science. Healthline. Diakses pada 21 Juni 2019.

WebMD. (2018). Cordyceps. WebMD. Diakses pada 21 Juni 2019.

Lee HH, Lee S, Lee K, Shin YS, Kang H, Cho H. Anti-cancer effect of Cordyceps militaris in human colorectal carcinoma RKO cells via cell cycle arrest and mitochondrial apoptosis. Daru. (2015).

Lee S, Lee HH, Kim J, et al. Anti-tumor effect of Cordyceps militaris in HCV-infected human hepatocarcinoma 7.5 cells. J Microbiol. 2015).

Bizarro A, Ferreira IC, Soković M, et al. Cordyceps militaris (L.) link fruiting body reduces the growth of a non-small cell lung cancer cell line by increasing cellular levels of p53 and p21. Molecules. (2015).

Liu WC, Chuang WL, Tsai ML, Hong JH, McBride WH, Chiang CS. Cordyceps sinensis health supplement enhances recovery from taxol-induced leukopenia. Exp Biol Med (Maywood). (2008). 

Liu X, Zhong F, Tang XL, et al. Cordyceps sinensis protects against liver and heart injuries in a rat model of chronic kidney disease: A metabolomic analysis. Acta Pharmacol Sin. (2014).

Yan XF, Zhang ZM, Yao HY, et al. Cardiovascular protection and antioxidant activity of the extracts from the mycelia of Cordyceps sinensis act partially via adenosine receptors. Phytother Res. (2013).

Guo P, Kai Q, Gao J, et al. Cordycepin prevents hyperlipidemia in hamsters fed a high-fat diet via activation of AMP-activated protein kinase. J Pharmacol Sci. (2010).

Koh JH, Kim JM, Chang UJ, Suh HJ. Hypocholesterolemic effect of hot-water extract from mycelia of Cordyceps sinensis. Biol Pharm Bull. (2003).

Gao J, Lian ZQ, Zhu P, Zhu HB. Lipid-lowering effect of cordycepin (3′-deoxyadenosine) from Cordyceps militaris on hyperlipidemic hamsters and rats. Yao Xue Xue Bao. (2011).

Tuli HS, Sandhu SS, Sharma AK. Pharmacological and therapeutic potential of Cordyceps with special reference to Cordycepin. 3 Biotech. (2014).

Hsu CH, Sun HL, Sheu JN, et al. Effects of the immunomodulatory agent Cordyceps militaris on airway inflammation in a mouse asthma model. Pediatr Neonatol. (2008).

Vasiljevic JD, Zivkovic LP, Cabarkapa AM, Bajic VP, Djelic NJ, Spremo-Potparevic BM. Cordyceps sinensis: Genotoxic potential in human peripheral blood cells and antigenotoxic properties against hydrogen peroxide by comet assay. Altern Ther Health Med. (2016).

Ji DB, Ye J, Li CL, Wang YH, Zhao J, Cai SQ. Antiaging effect of Cordyceps sinensis extract. Phytother Res. (2009).

Zou Y, Liu Y, Ruan M, et al. Cordyceps sinensis oral liquid prolongs the lifespan of the fruit fly, Drosophila melanogaster, by inhibiting oxidative stress. Int J Mol Med. (2015).

Chen S, Li Z, Krochmal R, Abrazado M, Kim W, Cooper CB. Effect of Cs-4 (Cordyceps sinensis) on exercise performance in healthy older subjects: A double-blind, placebo-controlled trial. J Altern Complement Med. 2010).

Foster C, Schrager M, Snyder AC, Thompson NN. Pacing strategy and athletic performance. Sports Med. (1994).

Manabe N, Azuma Y, Sugimoto M, et al. Effects of the mycelial extract of cultured Cordyceps sinensis on in vivo hepatic energy metabolism and blood flow in dietary hypoferric anaemic mice. Br J Nutr. (2000).


Tags: , , , , , , , ,