fbpx
LOGO

Mengenal DMAE dan Manfaatnya

June 29, 2020
IMG

DMAE juga dikenal sebagai dimethylaminoethanol, dimethylethanolamine, deanol, atau berbagai nama lainnya. DMAE merupakan senyawa yang diproduksi secara alami di dalam tubuh dan juga banyak ditemukan pada ikan berlemak, seperti salmon, sarden, dan ikan teri. 

 

DMAE juga diketahui dapat meningkatkan produksi asetilkolin, yakni senyawa yang sangat diperlukan pada proses transmisi sinyal antar neuron (sel saraf). Karena kemampuan ini, DMAE juga banyak diklaim dapat meningkatkan kesehatan fungsi otak melalui peningkatan produksi asetilkolin. 

 

Selain itu, senyawa ini berfungsi sebagai nootropik. DMAE sebagai nootropik dipercaya dapat secara positif mempengaruhi suasana hati, meningkatkan daya ingat, meningkatkan fungsi otak, dan sebagai anti-aging.

 

Seringkali DMAE digunakan sebagai bahan dalam losion, krim, dan produk kosmetik perawatan kulit lainnya. Senyawa ini juga tersedia dalam bentuk suplemen makanan.

 

 

Manfaat

 

1. Sebagai Anti-Aging

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Dermatology menemukan bahwa aplikasi gel yang mengandung 3 % DMAE pada wajah dapat membantu meningkatkan kekencangan kulit dan menurunkan peradangan pada kulit.

DHEA juga membantu mengurangi kerutan halus di dahi dan area di sekitar mata. Secara keseluruhan DHEA mampu meningkatkan penampilan dan mencegah terjadinya penuaan pada kulit (1).

 

Penelitian lain yang diterbitkan di Pharmazie pada tahun 2009 dengan subyek tikus dan manusia juga menyatakan bahwa mengaplikasikan DMAE secara topikal menyebabkan peningkatan ketebalan lapisan kulit epidermis dan kulit, membuat kulit menjadi lembab serta memperbaiki penampilan kulit. Sebaliknya, aplikasi formulasi tanpa DMAE hanya meningkatkan ketebalan lapisan epidermis saja (2).

 

2. Mendukung Fungsi Kognitif 

Suplementasi DMAE dapat meningkatkan kemampuan untuk berfikir dan memproses informasi. Senyawa ini juga diketahui mampu mendukung berbagai fungsi kognitif termasuk memori, perhatian, fokus, dan intelegensia. 

 

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1977 pada penderita penurunan kognitif akibat penuaan menemukan bahwa DMAE dapat membantu mengurangi depresi, kecemasan, dan iritabilitas (perasaan sensitif yang menyebabkan lansia cepat marah atau tersinggung). Senyawa ini juga dikatakan bermanfaat untuk meningkatkan motivasi dan inisiatif (3).

 

Sebuah penelitian dilaksanakan kepada 242 pasien Alzheimer stadium I dengan dosis sebesar 1500 miligram dan diberikan satu kali per hari bersama dengan sarapan pagi. Setelah evaluasi dilaksanakan tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok penerima DMAE dengan kelompok plasebo.

 

Namun diketahui bahwa kelompok penerima DMAE memiliki respon perbaikan kognisi lebih baik dibandingkan kelompok penerima plasebo (4). 

 

3. Mengurangi Hiperaktivitas Pada Anak

Penelitian yang dilakukan selama tahun 1950 hingga 1970 menemukan fakta bahwa DMAE dapat membantu mengurangi kondisi ADHD (Attention Deficit and Hiperactivity Disorder) yang terjadi pada anak, menenangkan, dan membantu meningkatkan fokus belajar di sekolah. ADHD merupakan sebuah gangguan fokus dan aktivitas yang dapat menetap hingga dewasa. 

 

Sebagai contoh sebuah penelitian yang dilaksanakan pada tahun 1975 pada 74 anak dengan ADHD. Intervensi yang diberikan adalah pemberian DMAE sebesar 500 miligram per hari selama 3 bulan berturut-turut. Setelah dievaluasi hasilnya pemberian DMAE diketahui memiliki efektivitas yang setara dengan penggunaan Ritalin (obat konvensional untuk ADHD (5).

 

Penggunaan DMAE pada anak membutuhkan kombinasi dengan nutrisi yang lain seperti SAMe dan magnesium untuk optimalisasi manfaatnya bagi hiperaktivitas.

 

 

 

Sumber Makanan

 

DMAE dapat ditemukan pada:

Ikan teri

Ikan sarden

Ikan salmon

 

 

Dosis Pemakaian

 

Belum diketahui dosis yang aman untuk konsumsi DMAE secara umum. Berbagai faktor dapat mempengaruhi besar dosis yang dikonsumsi seperti jenis kelamin, usia, dan riwayat kesehatan. Dosis yang digunakan untuk tujuan meningkatkan performa atletik adalah 300 mg sampai 2000 mg deanol per hari (masih dalam tahap penelitian lebih lanjut).

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui tidak disarankan untuk mengonsumsi DMAE. Konsumsi DMAE diketahui berhubungan dengan terjadinya cacat pada sistem persyarafan janin (spina bifida).  

 

Orang dengan gangguan bipolar, skizofrenia, dan epilepsi tidak disarankan untuk konsumsi DHEA. Berkonsultasilah  terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen ini.

 

Hindari mengonsumsi DMAE bersama dengan jenis obat Inhibitor Asetilkolinesterase/Cholinesterase (obat yang umum digunakan untuk mengobati demensia). Mengkombinasikan keduanya dapat memperburuk penurunan kognitif pada pasien Alzheimer. Adapun obat yang termasuk didalamnya meliputi Aricept, Cognex, dan Reminyl.

 

Hindari mengonsumsi DMAE bersama dengan jenis obat antikolinergik. Antikolinergik digunakan untuk berbagai kondisi, termasuk penyakit Parkinson, COPD, dan kandung kemih yang terlalu aktif. DMAE akan mengurangi efektivitas antikolinergik.

 

Hindari mengonsumsi DMAE bersama dengan jenis obat kolinergik. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati beberapa kondisi, termasuk penyakit Alzheimer dan glaukoma. DMAE dapat mencegah obat-obatan ini bekerja secara efektif.

 

Hindari mengonsumsi DMAE bersama dengan jenis obat antikoagulan (obat pengencer darah) tertentu, seperti Warfarin.

 

 

Efek Samping

 

Menurut National Institutes of Health (NIH), ketika DMAE dalam dosis tinggi dikonsumsi, dihirup, maupun digunakan secara topikal, dapat menyebabkan beberapa efek samping potensial seperti:

 

Iritasi kulit, seperti gatal-gatal, kemerahan, dan bengkak

Otot berkedut

Insomnia (gangguan tidur)

Bersin, batuk, dan mengi (penyempitan jalan nafas)

Iritasi mata yang parah

Kejang dan Sakit kepala

Sembelit

Kantuk

Kebingungan

Depresi dan peningkatan gejala skizofrenia

Peningkatan tekanan darah

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). DMAE. Examine. Diakses pada 23 Juni 2019.

Whelan, Corey. (2019). DMAE: Should you take it?. Healthline. Diakses pada 23 Juni 2019.

Wong, Cathy. (2019). The health benefits of DMAE. Very Well Health. Diakses pada 23 Juni 2019.

WebMD. (2018). Deanol. WebMD. Diakses pada 23 Juni 2019.

Grossman R. The role of dimethylaminoethanol in cosmetic dermatology. Am J Clin Dermatol. (2005).

Tadini KA, Campos PM. In vivo skin effects of a dimethylaminoethanol (DMAE) based formulation. Pharmazie. (2009).

Ferris SH, Sathananthan G, Gershon S, Clark C. Senile dementia: treatment with deanol. J Am Geriatr Soc. (1977).

Dubois B, Zaim M, Touchon J, et al. Effect of six months of treatment with V0191 in patients with suspected prodromal Alzheimer’s disease. J Alzheimers Dis. (2012).

Lewis JA, Young R. Deanol and methylphenidate in minimal brain dysfunction. Clin Pharmacol Ther. (1975).


Tags: , , , , , ,