fbpx
LOGO

Beragam Manfaat Kopi Hijau, dari Diet hingga Anti-Aging

June 26, 2020
IMG

Biji kopi hijau atau ekstrak biji kopi hijau berasal dari biji kopi yang belum dipanggang atau diproses dengan suhu yang sangat tinggi. Selain dijadikan sebagai minuman, ekstrak biji kopi hijau biasanya diubah ke dalam bentuk pil yang sudah melalui proses penghancuran. Karena tidak melalui proses pemanggangan, biji kopi hijau dalam bentuk ekstrak memiliki konsentrasi nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kopi lain.

 

Kandungan kafein pada kopi hijau setara dengan biji kopi pada umumnya yaitu 95 miligram kafein per satu cangkir (200 ml). Bedanya, kopi hijau lebih kaya akan antioksidan dan senyawa bermanfaat lainnya, termasuk sejumlah polifenol.

 

Salah satu jenis polifenol yaitu asam klorogenat dan asam hidroxisinnamit yang ditemukan dalam jumlah tinggi pada biji kopi hijau (57%) dbandingkan biji kopi yang mengalami proses pemanggangan. Asam klorogenat diketahui mampu menurunkan berat badan alami dan membakar lemak.

 

Selain itu, kopi hijau juga dikonsumsi untuk mengatasi diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit Alzheimer, dan infeksi bakteri. Kopi hijau juga memiliki manfaat untuk stimulan, yakni meningkatkan fokus dan performa.

 

 

Manfaat Kopi Hijau

 

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam klorogenat sangat mudah diserap dan membantu tubuh membakar glukosa serta cadangan lemak tubuh untuk membentuk energi. Efek lain dari asam klorogenat juga dapat mengurangi peradangan, memperlambat pelepasan gula ke dalam aliran darah dan membantu mengatur pelepasan insulin. Hal inilah yang menyebabkan ekstrak kopi hijau dianggap mampu membantu menurunkan berat badan.

 

Sebuah penelitian dengan subyek hewan yang diterbitkan dalam Jurnal Kedokteran Tropis Asia Pasifik melaksanakan uji coba efek ekstrak biji kopi hijau (GCBE) pada tikus obesitas. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa GCBE secara signifikan mampu menurunkan berat badan, berat hati, dan berat jaringan lemak (adiposa) putih yang berperan dalam menyimpan energi dalam bentuk lemak.

 

Tikus yang mendapat pengobatan GCBE menunjukkan massa lemak lebih rendah dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi GCBE. Secara keseluruhan, kelompok tikus GCBE mengalami penurunan berat badan dan massa lemak yang signifikan sehingga para peneliti menyatakan bahwa GCBE potensial dalam efek anti-obesitas (1).

 

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 melibatkan 16 dewasa sehat yang mengalami obsesitas (kelebihan berat badan). Kemudian partisipan dibagi ke dalam tiga kelompok, kelompok pertama mendapatkan ekstrak kopi hijau (45.9% asam klorogenat) dengan dosis 1050 mg, kelompok kedua 700 mg, dan kelompok penerima plasebo secara acak.

 

Setelah delapan minggu, kelompok yang menerima ekstrak kopi hijau menunjukkan penurunan berat badan, indeks massa tubuh, dan presentase massa lemak lebih baik dibandingan kelompok penerima plasebo (2). 

 

2. Menstabilkan Gula Darah

Efek positif biji kopi hijau terhadap kadar gula darah adalah mampu menurunkan peradangan, membantu mencapai berat badan yang lebih sehat, dan membantu menekan keinginan mengonsumsi makanan kurang sehat. Pada saat yang sama, konsumsi kopi hijau juga dapat menurunkan kadar glukosa serta meningkatkan energi. Adapun kafein yang terkandung di dalam GCBE memiliki efek positif pada proses metabolisme (3).

 

Kopi hijau dapat membantu menormalkan kadar gula darah dan terbukti dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit diabetes tipe 2. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Evidence-Based Complement and Alternative Medicine menyatakan bahwa GCBE tanpa kafein mampu mengurangi akumulasi lemak akibat konsumsi makanan tinggi lemak. Prosesnya adalah dengan menurunkan regulasi gen yang terlibat dalam adipogenesis (proses pembentukan adiposit atau sel lemak) dan peradangan pada jaringan adiposa viseral (4).

 

3. Menurunkan Tekanan Darah

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrak kopi hijau dosis rendah, sekitar 50 mg hingga 140 mg, setiap hari selama 4 hingga 12 minggu dapat mengurangi tekanan darah pada orang dewasa. Terdapat pengurangan dari 5 mmHg menjadi 10 mmHg pada tekanan darah sistolik (angka teratas) dan pada tekanan darah diastolik (angka bawah) berkurang dari 3 mmHg menjadi 7 mmHg (5). 

 

Konsumsi sekitar 800 miligram ekstrak biji kopi hijau setiap hari juga menghasilkan penurunan kadar tekanan darah pada 13 dari 17 responden penelitian dengan kondisi hipoglikemik atau kadar gula darah rendah (6).

 

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal of Nutritional Biochemical dengan subyek tikus yang diberi ekstrak kopi hijau selama tiga minggu menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini mampu menurunkan konsentrasi kolestrol dalam plasma darah sebesar 44% dan triasilgliserol sebesar 58%. Hal ini membuktikan bahwa asam klorogenat memiliki sifat sebagai agen hipoglikemik, yakni bersifat positif mempengaruhi metabolisme lipid atau lemak, sehingga mengakibatkan penurunan kadar kolesterol dan konsentrasi trigliserida dalam darah (7). 

 

4. Sebagai Anti-Aging

Banyak sekali manfaat antioksidan pada ekstrak biji kopi hijau, salah satu jenisnya adalah asam klorogenat. Antioksidan ini dapat membantu memperlambat berbagai efek penuaan.

 

Meskipun tidak ada dosis standar yang ditetapkan, beberapa ahli meyakini bahwa mengonsumsi 400 miligram suplemen kopi hijau setiap hari (biasanya dibagi menjadi dua hingga tiga dosis), akan mencukupi porsi antioksidan harian yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tetap sehat.

 

5. Membantu Meningkatkan Fokus, Mood dan Energi

Kafein dalam kopi hijau diketahui dapat membantu meningkatkan energi. Menurut American Psychological Association, kafein memiliki efek signifikan pada kinerja psikomotor dan kognitif, mempengaruhi kesejahteraan psikologis, tekanan darah, dan aplikasi diagnostik dan terapeutik, serta kinerja atletik (8).

 

Ketika kafein diserap aliran darah, akan disalurkan ke otak dan memblokir neurotransmitter penghambat yang disebut adenosine. Pada saat yang sama, kadar neurotransmitter yang disebut norepinefrin dan dopamin meningkat yang akan menyebabkan perubahan kognisi, seperti peningkatan fokus, motivasi, serta pikiran yang lebih positif (9).

 

Kafein pada kopi juga mampu mengubah banyak aspek kesehatan mental dan fungsi otak, termasuk perhatian, suasana hati, ingatan, kewaspadaan, motivasi, waktu untuk bereaksi dan penyelesaian tes yang lebih cepat, kontrol motorik/kinerja fisik dan banyak lagi (10, 11).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Biji kopi hijau

 

 

Dosis Pemakaian

 

Rekomendasi dosis pemakaian ekstrak kopi hijau sangat bervariasi. Pada jenis sediaan kapsul secara umum terkandung kafein sebesar 20 – 50 miligram, sehingga kapsul kopi hijau dapat diminum sebanyak tiga kali sehari dengan jumlah dua hingga tiga kapsul. 

 

Berdasarkan penelitian, dosis ekstrak biji kopi hijau (GCBE) tergantung dari kandungan asam klorogenatnya, dimana semakin tinggi kandungan asam klorogenat maka semakin rendah pula dosis pemakaiannya. Banyak juga yang merekomendasikan mengonsumsi 800 miligram dua kali sehari (30 menit sebelum makan) sebagai dosis awal.

 

Adapun rekomendasi dosis ekstrak biji kopi hijau berdasarkan konsentrasi asam kloregenatnya antara lain:

 

Ekstrak biji kopi hijau dengan konsentrasi asam klorogenat 10%: 800-3.000 miligram setiap hari.

 

Ekstrak biji kopi hijau dengan konsentrasi asam klorogenat 20%: 600-1.500 miligram setiap hari.

 

Ekstrak biji kopi hijau dengan konsentrasi asam klorogenat 50%: 200-600 miligram setiap hari.

 

Berhati-hatilah untuk tidak mengonsumsi lebih dari 2.000-3.000 miligram ekstrak kopi hijau tanpa pengawasan dokter.

 

 

Efikasi

 

30 – 90 menit setelah konsumsi

 

 

Kontradiksi

 

Orang dengan riwayat sensitivitas kafein atau masalah jantung sebaiknya menghindari konsumsi ekstrak biji kopi hijau. Adapun orang-orang dengan kondisi dibawah ini disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi ekstrak biji kopi hijau:

 

Ibu hamil atau menyusui

 

Orang dengan gangguan kecemasan

 

Orang dengan gangguan pendarahan

 

Pasien diabetes/orang dengan kolestrol tinggi

 

Diare

 

Pasien glaukoma

 

Orang yang memiliki tekanan darah tinggi

 

Pasien sindrom iritasi usus besar (IBS)

 

Orang dengan kondisi osteoporosis, kadar kafein dalam GCBE dapat mengikat kalsium tulang dan mengeluarkan bersama dengan urin. Batasi konsumsi GCBE sebear 300 miligram per hari

 

 

Efek Samping

 

Mengonsumsi GCBE dengan dosis tinggi juga dapat menyebabkan sakit kepala, dan telinga berdenging. Adapun efek samping lain yang mungkin terjadi yaitu:

Insomnia 

Kecemasan

Sakit perut, seperti mual dan muntah

Peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Green coffee extract. Examine. Diakses pada 17 Juni 2019.

Levy, Jillian. (2017). Green coffee bean: Do benefits outweigh risks of this weight loss supplement?. Dr Axe. Diakses pada 17 Juni 2019.

WebMD. (2018). Green coffee. WebMD. Diakses pada 17 Juni 2019.

Choi BK, Park SB, Lee DR, et al. Green coffee bean extract improves obesity by decreasing body fat in high-fat diet-induced obese mice. Asian Pac J Trop Med. (2016).

Vinson JA, Burnham BR, Nagendran MV. Randomized, double-blind, placebo-controlled, linear dose, crossover study to evaluate the efficacy and safety of a green coffee bean extract in overweight subjects. Diabetes Metab Syndr Obes. (2012).

Koot P, Deurenberg P. Comparison of changes in energy expenditure and body temperatures after caffeine consumption. Ann Nutr Metab. (1995). 

Song SJ, Choi S, Park T. Decaffeinated green coffee bean extract attenuates diet-induced obesity and insulin resistance in mice. Evidence Based Complementary and Alternative Medicine. (2014).

WebMD. (2018). Green coffee. WebMD. Diakses pada 17 Juni 2019.

Rodriguez de Sotillo DV, Hadley M. Chlorogenic acid modifies plasma and liver concentrations of: cholesterol, triacylglycerol, and minerals in (fa/fa) zucker rats. J Nutr Biochem. (2002).

James, J. E. (1997). Understanding caffeine: A biobehavioral analysis. New York: Sage Publications, Inc.

Fredholm BB. Adenosine, adenosine receptors and the actions of caffeine. Pharmacology and Toxicology. (1995).

Ruxton CHS. The impact of caffeine on mood, cognitive function, performance and hydration: A review of benefits and risks. Nutrition Bulletin. (2008). 

Lieberman HR, Wurtman RJ, Emde GG, et al. The effects of low doses of caffeine on human performance and mood. Psychopharmacology. (1987). 


Tags: , , , , , , , ,