fbpx
LOGO

Manfaat Kelabat (Fenugreek) untuk Kesehatan

June 29, 2020
IMG

Fenugreek atau kelabat adalah tumbuhan dari keluarga kacang (Fabaceae) dan juga dikenal sebagai jerami Yunani (Trigonella foenum-graecum L). Tanaman ini tumbuh setinggi sekitar dua hingga tiga kaki, dan mengandung 10-20 biji kecil pipih berwarna kuning kecoklatan dengan bau menyengat.

 

Dalam fenugreek terkandung trigonelline, protodioscin, asam fenolic, apigenin, luteolin, vitamin C dan berbagai mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, zinc, zat besi dan berbagai mineral penting lainnya.

 

Selain itu, pada takaran satu sendok makan biji fenugreek terkandung 35,5 kalori dengan 6,4 gram karbohidrat, 2,5 gram protein, 0,7 gram lemak, dan 2,7 gram serat yang sangat baik dalam menjaga kesehatan fungsi pencernaan. 

 

Tanaman ini umum dijumpai pada hidangan India dan sangat umum ditemukan dalam bentuk suplemen. Ekstrak fenugreek dan minyak fenugreek diketahui memiliki aktivitas anti-mikroba, antioksidan, anti-diabetes dan anti-tumorigenik. Tanaman ini juga diketahui dapat membantu menyembuhkan peradangan.

 

 

Manfaat

 

1. Mengatasi Masalah Pencernaan

Fenugreek dipercaya dapat mengatasi berbagai masalah pencernaan, seperti sakit perut, sembelit dan radang lambung. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan serat pada fenugreek memiliki efek anti-inflamasi yang berfungsi untuk mengobati pencernaan seperti meringankan sembelit.

 

Fenugreek juga digunakan dalam pengaturan diet pada pasien dengan ulcerative colitis luka dan peradangan pada permukaan dalam usus besar. Beberapa gejalanya antara lain kram pada perut bahkan dapat menyebabkan gangguan kognitif (1).

 

Fenugreek kaya akan kandungan serat yang larut air, mencapai 2.7 gram tiap satu sendok makan penyajian. Manfaat ini terbukti dapat mencegah terjadi gangguan pencernaan seperti sembelit, sehingga konsumsi fenugreek amat disarankan sebagai terapi bagi penderita sembelit kronis (2). 

 

2. Mengontrol Kadar Gula Darah dan Kolesterol Darah

Sebuah penelitian di India menyebutkan bahwa pemberian 2,5 gram fenugreek dua kali sehari selama tiga bulan kepada pasien diabetes mellitus tipe 1 (tipe diabetes yang tidak tergantung insulin) menunjukkan penurunan kolesterol secara alami, bersama dengan trigliserida, tanpa mempengaruhi kolesterol HDL (High Density Lipoprotein).

 

Terdapat dua jenis kolesterol dalam tubuh manusia, HDL atau kolesterol baik yang berfungsi membersihkan kolesterol dari berbagai organ untuk di bawa menuju organ hati.

 

Sedangkan LDL (Low Density Lipoprotein) merupakan kolesterol jahat yang membawa kolesterol dari hati menuju berbagai organ, mengakibatkan endapan lemak ketika jumlahnya berlebihan. Trigliserida sendiri merupakan cadangan lemak, dikenal juga dengan sebutan sel adiposa yang biasa berkumpul dan tersimpan di awah kulit atau diantara organ (3).

 

Sebuah penelitian lain dengan melibatkan pasien diabetes tipe 1 menyatakan setelah 10 hari mengonsumsi 50 gram bubuk biji fenugreek saat makan siang dan makan malam, partisipan menunjukkan kadar gula darah yang lebih baik serta penurunan kadar kolestrol jahat  (LDL) (4).

 

Dalam penelitian lain, seseorang tanpa diabetes yang mengonsumsi fenugreek diketahui mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 13,4% setelah 4 jam asupan makan (5). Hal ini disinyalir akibat adanya kandungan serat tinggi pada fenugreek yang mampu meningkatkan fungsi insulin dalam proses pengambilan dan gula darah ke dalam sel (6).

 

3. Meningkatkan Libido Pada Pria

Fenugreek memiliki beragam manfaat untuk pria, seperti mampu mengobati hernia, disfungsi ereksi, dan kebotakan. Senyawa testofen dalam fenugreek diketahui secara signifikan meningkatkan gairah seksual dan kadar testosteron.

 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Phytotherapy Research melaksanakan uji klinis kepada 60 pria berusia antara 25 dan 52 tahun tanpa riwayat disfungsi ereksi yang terbagi menjadi dua kelompok. Yakni kelompok penerima plasebo dan kelopok penerima 600 miligram ekstrak fenugreek per hari selama enam minggu.

 

Hasil penelitian mencatat kelompok penerima suplementasi fenugreek menunjukkan efek positif pada libido, antara lain terjadi peningkatan gairah seksual, energi, stamina dan membantu mempertahankan kadar testosteron normal (7).

 

4. Meningkatkan Produksi ASI

Beberapa penelitian yang menguji efek fenugreek pada produksi ASI menemukan fakta bahwa mengonsumsi teh herbal dengan biji fenugreek dapat meningkatkan produksi ASI secara signifikan.

 

Hal ini dikarenakan fenugreek mengandung senyawa galactagogue atau phytoesteogen, yakni zat atau senyawa yang membantu meningkatkan produksi air susu. Senyawa ini bekerja dengan cara merangsang saluran susu sehingga dapat meningkatkan produksi air susu dalam kurun waktu 24 jam

 

Kelompok ibu yang mengonsumi teh fenugreek sebanyak 3 gelas per hari (masing-masing 200 ml) selama 3 hari, juga diketahui memiliki produksi ASI 50 – 75 ml lebih banyak dibandingkan kelompok yang hanya menerima plasebo (9).

 

Meski demikian, sebuah review penelitian yang dipublikasikan pada rentang tahun 1966 – 2012 mengenai penggunaan suplemen fenugreek terhadap peningkatan produksi ASI menunjukkan hasil yang bervariasi (10).

 

Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi terlebih dahulu sebelum berencana mengonsumsi suplemen ini.

 

5. Mencegah Inflamasi Berlebih

Sebuah penelitian terhadap hewan coba tikus yang mengalami artritis dan diberikan suplementasi fenugreek dengan dosis 21 mg/Kg berat badan. Setelah 21 hari pemberian, diketahui bahwa terjadi penurunan peradangan yang signifikan pada tikus yang ditandai dengan peningkatan aktivitas antioksidan, vitamin C, dan glutatione.

 

Selain itu juga terjadi perbaikan pada status sel darah termasuk hemoglobin pada tikus yang menerima fenugreek dibandingkan dengan tikus yang hanya menerima obat standar untuk artritis yakni indomethacin (11).  

 

Penelitian terhadap efek penurunan inflamasi pada manusia juga berhasil dibuktikan oleh sebuah studi pada 60 orang pasien dengan diabetes tipe 2. Pemberian 10 gram biji fenugreek yang dilarutkan dalam air panas bersama dengan pengontrolan diet dan pelaksanaan olahraga mampu secara signifikan menurunkan gula darah puasa dan penanda peradangan HbA1C pada partisipan (12). 

 

6. Mempengaruhi Nafsu Makan

Fenugreek diketahui memiliki efek yang signifikan terhadap nafsu makan pada penelitian dengan orang sehat maupun terhadap penderita obesitas. Pemberian 40 mg/Kg berat badan ekstrak fenugreek dengan bahan dasar air pada 20 orang dewasa sehat terbukti mampu menurunkan kadar gula darah hingga 13.4% setelah 4 jam konsumsi.  Partisipan juga diketahui mengalami peningkatan rasa lapar dan peningkatan frekuensi berkemih pada 24 jam setelah konsumsi suplemen tersebut (13)

 

Penelitian pada penderita overweight atau kelebihan berat badan, pemberian 1176 mg fenugreek menurunkan keinginan untuk memakan berbagai jenis makanan berlemak secara signifikan (14). Lebih lanjut dalam penelitian lain yang melaksanakan pemberian kombinasi suplemen dengan bentukan isolasi serat fenugreek sebesar 4 – 8 gram per hari pada penderita obesitas, secara signifikan menimbulkan rasa kenyang lebih lama dan menghambat proses pemecahan pati menjadi glukosa yang dapat meningkatkan kadar gula darah penderita obesitas yang berisiko tinggi terhadap terjadinya diabetes tipe 2 (15). 

 

7. Menunjang Performa Olahraga

Fenugreek ternyata juga memiliki manfaat dalam menunjang performa berolahraga, terutama berkaitan dengan perbaikan pada komposisi tubuh atlet pria. Sebuah penelitian dilaksanakan dengan membandingkan antara pemberian 70 gram dekstrosa dan plasebo dengan pemberian 70 gram dekstrosa dan kombinasi kreatin (3.5 dan 5 gram) serta fenugreek  (900 miligram) bersama dengan pelaksanaan latihan fisik berjenis ketahanan.

 

Setelah 8 minggu pemberian terapi, pada kelompok yang mendapatkan kombinasi suplemen fenugreek terjadi peningkatan massa otot tanpa lemak serta peningkatan kekuatan dalam melaksanakan bench & leg press (latihan otot yang bertujuan memperkuat tubuh bagian atas termasuk dada, bahu dan lengan). Hal ini terjadi terkait dengan adanya kreatin bersama fenugreek yang menggantikan pembakaran energi dari cadangan karbohidrat dalam otot para atlet. Kombinasi fenugreek bersama kreatin menjadi rekomendasi suplemen preworkout yang dapat Anda coba  (16). 

 

 

 

 

Sumber Makanan

 

Tanaman fenugreek atau kelabat (terutama bagian biji)

 

 

Dosis Pemakaian

 

Untuk ibu baru melahirkan yang ingin meningkatkan produksi ASI disarankan mengonsumsi 500 mg-1.000 mg fenugreek per hari.

 

Pria yang ingin meningkatkan testosteron atau libido dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi antara 500-600 mg formulasi fenugreek standar, seperti ‘Testofen’. Testofen mengandung 50% fenusida, senyawa utama dalam fenugreek yang bermanfaat untuk meningkatkan libido dan testosteron.

 

Diabetes: 5 – 100 gram bubuk fenugreek, satu atau dua kali sehari.

 

Nyeri menstruasi yang kronis (dismenore): 1800-2700 mg bubuk biji fenugreek tiga kali sehari selama 3 hari pertama menstruasi, diikuti oleh 900 mg tiga kali sehari hingga dua siklus menstruasi.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Kreatin: Kombinasi keduanya meningkatkan performa fisik, pembentukan massa otot, dan ketahanan fisik dalam berolahraga

 

Minyak ikan: Kombinasi mnyak ikan bersama dengan fenugreek menunjukkan sinergisitas dalam menurunkan kadar gula darah 2 jam setelah makan 

 

Arcabose / alpha-glucosidase inhibitor: Arcabose merupakan senyawa penghambat pelepasan glukosa dalam darah. Dengan mengonsumsi fenugreek, akan terjadi peningkatan masa hidup arcabose dalam darah hingga 8 jam, sehingga memiliki efek anti-diabetes yang sangat baik.

 

 

Kontraindikasi

 

Pasien diabetes: Berhati-hati dalam mengkonsumsi fenugreek karena dapat mempengaruhi kadar gula.

 

Ibu hamil: Mengkonsumsi fenugreek sebelum persalinan dapat menyebabkan malformasi (kecacatan) pada janin, kontraksi dini, serta dapat menyebabkan bayi baru lahir memiliki bau tubuh yang menyengat.

 

Anak-anak: Fenugreek tidak aman diminum oleh anak-anak. Beberapa laporan mengaitkan teh fenugreek dengan hilangnya kesadaran pada anak-anak. Bau badan yang tidak biasa menyerupai sirup maple juga dapat terjadi pada anak-anak yang meminum teh fenugreek.

 

Alergi terhadap tanaman dalam keluarga Fabaceae: Orang yang alergi terhadap tanaman berjenis Fabaceae, termasuk kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau kemungkinan akan mengalami alergi terhadap fenugreek.

 

Berhati-hati terhadap kombinasi dibawah ini:

Obat Anti-diabetes: Mengkonsumsi keduanya dapat menyebabkan gula darah terlalu rendah. Pantau gula darah Anda dengan cermat. Dosis obat diabetes Anda mungkin perlu diubah. Beberapa obat yang digunakan untuk diabetes termasuk glimepiride (Amaryl), glburida (DiaBeta, Glynase PresTab, Micronase), insulin, pioglitazone (Actos), rosiglitazone (Avandia), chlorpropamide (Diabinese), glipizide (Glucotrol), tolbutamide (Orinase), dan lainnya.

 

Obat Anti-koagulan: Mengkombinasikan keduanya dapat meningkatkan kemungkinan memar dan pendarahan. Beberapa obat yang memperlambat pembekuan darah termasuk aspirin, clopidogrel (Plavix), diclofenac (Voltaren, Cataflam, yang lain), ibuprofen (Advil, Motrin, lainnya), naproxen (Anaprox, Naprosyn, lainnya), dalteparin (Fragmin), enoxaparin (Lovenox), heparin, warfarin (Coumadin), dan lainnya.

 

 

Efek Samping

 

Efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda tergantung riwayat sakit yang diderita. Adapun efek samping yang mungkin ditemui antara lain:

Gangguan pencernaan seperti diare, sakit perut, dan kembung

 

Pusing dan sakit kepala

 

Urin dan keringat yang berbau menyengat

 

Reaksi alergi parah pada orang yang hipersensitif terhadap fenugreek seperti pembengkakan pada area wajah dan gangguan pernafasan seperti hidung tersumbat, batuk, mengi (penyempitan jalan nafas atas)

 

Penurunan gula darah secara drastis

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Fenugreek. Examine. Diakses pada 23 Juni 2019.

Axe, Josh. (2018). 8 Fenugreek benefits, including for the gut, lungs & more. Dr Axe. Diakses pada 23 Juni 2019.

Mawer, Rudy. (2019). Fenugreek: An herb with impressive health benefits. Diakses pada 23 Juni 2019. 

WebMD. (2018). Fenugreek. WebMD. Diakses dari  pada 23 Juni 2019.

Ke F, Yadav PK, Ju LZ. Herbal medicine in the treatment of ulcerative colitis. Saudi J Gastroenterol. (2012).

Bae SH. Diets for constipation. Pediatr Gastroenterol Hepatol Nutr. (2014). 

Bordia A, Verma SK, Srivastava KC. Effect of ginger (Zingiber officinale Rosc.) and fenugreek (Trigonella foenumgraecum L.) on blood lipids, blood sugar and platelet aggregation in patients with coronary artery disease. Prostaglandins Leukot Essent Fatty Acids. (1997).

Sharma RD, Raghuram TC, Rao NS. Effect of fenugreek seeds on blood glucose and serum lipids in type I diabetes. Eur J Clin Nutr. (1990).

Abdel-Barry JA, Abdel-Hassan IA, Jawad AM, al-Hakiem MH. Hypoglycaemic effect of aqueous extract of the leaves of Trigonella foenum-graecum in healthy volunteers. East Mediterr Health J. (2000).

Losso JN, Holliday DL, Finley JW, et al. Fenugreek bread: A treatment for diabetes mellitus. J Med Food. (2009).

Steels E, Rao A, Vitetta L. Physiological aspects of male libido enhanced by standardized Trigonella foenum-graecum extract and mineral formulation. Phytother Res. (2011).

Turkyılmaz C, Onal E, Hirfanoglu IM, et al. The effect of galactagogue herbal tea on breast milk production and short-term catch-up of birth weight in the first week of life. J Altern Complement Med. (2011).

Forinash AB, Yancey AM, Barnes KN, Myles TD. The use of galactogogues in the breastfeeding mother. Ann Pharmacother. (2012).

Sindhu G, Ratheesh M, Shyni GL, Nambisan B, Helen A. Anti-inflammatory and antioxidative effects of mucilage of Trigonella foenum graecum (Fenugreek) on adjuvant induced arthritic rats. Int Immunopharmacol. (2012).

Ranade M, Mudgalkar N. A simple dietary addition of fenugreek seed leads to the reduction in blood glucose levels: A parallel group, randomized single-blind trial. Ayu. (2017). 

Abdel-Barry JA, Abdel-Hassan IA, Jawad AM, al-Hakiem MH. Hypoglycaemic effect of aqueous extract of the leaves of Trigonella foenum-graecum in healthy volunteers. East Mediterr Health J. (2000).

Chevassus H, Gaillard JB, Farret A, et al. A fenugreek seed extract selectively reduces spontaneous fat intake in overweight subjects. Eur J Clin Pharmacol. (2010).

Sudha P, Zinjarde SS, Bhargava SY, Kumar AR. Potent α-amylase inhibitory activity of Indian Ayurvedic medicinal plants. BMC Complement Altern Med. (2011).

Taylor L, Poole C, Pena E, et al. Effects of combined creatine plus fenugreek extract vs. creatine plus carbohydrate supplementation on resistance training adaptations. J Sports Sci Med. (2011). 

 


Tags: , , , , , ,