fbpx
LOGO

Manfaat Asam Amino Glisin (Glycine)

June 26, 2020
IMG

Glycine atau glisin adalah asam amino non esensial dan termasuk dalam golongan neurotransmiter yang berperan dalam produksi protein serta sangat berkaitan dengan proses terjadinya stimulasi dan depresi di otak. Tubuh secara alami memproduksi glisin dari asam amino lain, tetapi asam amino ini juga dapat ditemukan dari berbagai sumber makanan.

 

Dalam tubuh manusia, glisin banyak ditemukan di kulit, jaringan ikat sendi dan jaringan otot. Kombinasi glisin dengan nutrisi lain seperti prolin dan arginin juga memberikan manfaat terutama kemampuan penyembuhan yang luar biasa. 

 

 

Manfaat

 

1. Membantu Pertumbuhan Otot

Sebuah penelitian bertujuan mengetahui perbedaan dari suplementasi glisin dan leusin pada tikus dengan kondisi pengecilan otot. Hasil dari penelitian tersebut membuktikan bahwa suplementasi glisin dosis 1 g / kg mampu merangsang pertumbuhan otot dengan lebih baik ketika dibandingkan dengan leusin. Adapun suplementasi leusin diketahui tidak menunjukkan efek positif dalam pembentukan otot (1, 2).

 

Sebuah penelitian lain juga menyebutkan bahwa glisin dikenal sebagai “asam amino anti-penuaan” karena mampu membantu menghambat kerusakan jaringan protein yang membentuk otot, meningkatkan pemulihan otot, mempertahankan massa otot tanpa lemak (lean muscle mass) terutama pada lansia, merangsang sekresi hormon pertumbuhan (growth hormone), mencegah hilangnya tulang rawan pada sendi, meningkatkan energi dan kinerja fisik di siang hari, serta meningkatkan kemampuan mental (3).

 

Glisin juga digunakan selama biosintesis kreatin, dimana proses tersebut membantu meningkatkan energi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika sampai pada produksi hormon dan regulasi, glisin berperan membantu tubuh untuk mensintesis hormon steroid yang mengatur rasio lemak terhadap massa otot dan mengontrol pengeluaran energi (4).

 

2. Memperbaiki Serta Melindungi Sendi dan Tulang Rawan

Glisin sangat penting untuk pembentukan tulang rawan yang lentur dan fleksibel, membantu menyembuhkan sendi yang mengalami penipisan serta dapat mencegah hilangnya mobilitas (fungsi gerak) pada lansia (5).

 

Kombinasi glisin dan asam amino jenis lain, terutama prolin dapat membantu pembentukan kolagen, meningkatkan pertumbuhan dan fungsi sendi, tendon, dan ligamen. Sepertiga komponen kolagen pada manusia terdiri dari glisin yang sangat berperan penting dalam membentuk jaringan ikat sehingga membuat sendi lebih fleksibel dan mampu menahan goncangan (6).

 

 

 

3. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Asam amino, termasuk glisin, membantu membangun kembali jaringan yang melapisi saluran pencernaan dan menjaga partikel makanan dan bakteri di dalam usus untuk berada tetap di tempatnya.

 

Glisin mencegah bakteri menyebar melalui peredaran darah dan memicu peradangan pada organ lain. Glisin juga membantu membentuk kolagen dan gelatin, dua zat terpenting yang membentuk lapisan usus.

 

Kolagen dan gelatin membantu penderita alergi dan intoleransi terhadap beberapa jenis makanan untuk lebih mudah mentolerir makanan, dapat menenangkan lapisan saluran pencernaan (GI) pada orang dengan penyakit radang usus atau gangguan pencernaan seperti penyakit Crohn, kolitis ulseratif dan refluks asam, serta meningkatkan keseimbangan dan pertumbuhan probiotik.

 

Glisin juga bertindak seperti bahan bakar metabolisme yang berperan penting dalam produksi empedu, asam nukleat, kreatin fosfat dan porfirin yang digunakan untuk memecah nutrisi dari diet.

 

Sebuah penelitian pada tikus yang meneliti perbandingan efek L-glutamin dengan suplemen glisin menyatakan bahwa glisin menunjukkan manfaat perbaikan dinding kolon (usus besar) tikus. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa glisin dapat membantu menstabilkan kadar gula darah, meningkatkan ketahanan energi, serta mengatasi kelelahan (7).

 

4. Memperlambat Efek Penuaan dan Membangun Sistem Kekebalan Tubuh

Glisin adalah salah satu dari tiga asam amino yang digunakan tubuh untuk membuat glutathione, antioksidan kuat yang membantu melindungi sel-sel dari berbagai tanda penuaan dan kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas (8).

 

Sebuah penelitian tahun 2011 yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa suplementasi glutathione sistein bersama dengan glisin sepenuhnya mengembalikan sintesis glutathione, dan bermanfaat bagi lansia dengan kekurangan glutathione akibat faktor usia/penuaan. Kombinasi kedua suplemen ini juga membantu meningkatkan konsentrasi dan menurunkan tingkat stres oksidatif serta berbagai kerusakan sel akibat penuaan  (9).

 

Sebuah penelitian bertujuan mengetahui efek kolagen hidrolisat dalam glisin terhadap status biofisik kulit pada 69 orang wanita paruh baya (berusia 35 – 55 tahun). Pada kelompok intervensi diberikan suplementasi kolagen hidrolisat sebesar 2.5 – 5 gram per hari selama delapan minggu berturut-turut. Setelah evaluasi dilaksanakan, suplementasi kolagen hidrolisat terbukti memperbaiki elastisitas kulit terutama pada wanita dengan usia yang lebih tua (10)

 

5. Meningkatkan Kualitas Tidur

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Japanese Society of Sleep Research, suplementasi glisin dengan dosis 3 gram sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur, mengurangi kantuk di siang hari serta meningkatkan kinerja rekognisi memori (11).

 

Glisin memiliki efek menenangkan pada otak dan mempercepat kantuk dan tidur nyenyak dengan menurunkan suhu tubuh inti (12, 13). Sebuah penelitian dilaksanakan pada pasien dengan masalah tidur menunjukkan bahwa mengonsumsi 3 gram glisin sebelum tidur dapat mempercepat waktu untuk tertidur, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi kantuk di siang hari dan meningkatkan memori (11, 14). 

 

6. Mencegah Keletihan 

Karena perannya dalam sistem saraf pusat dan sistem pencernaan, glisin dapat membantu meningkatkan energi, menyeimbangkan gula darah dan mencegah kelelahan, bahkan dapat mencegah terjadinya kecemasan. Salah satu fungsinya yang paling penting adalah membantu melakukan biosintesis heme, yakni sebuah komponen hemoglobin yang membantu memproduksi dan memelihara sel darah merah (15).

 

Sel darah merah membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh, mendukung fungsi seluler, dan memberi energi pada jaringan, jantung, dan otak. Bahkan, glisin sering digunakan sebagai suplemen untuk meningkatkan energi pada atlet, melawan kelelahan yang disebabkan oleh anemia dan membantu mengatur kadar gula darah (16).

 

7. Menenangkan Saraf dan Merupakan Asupan yang Baik Bagi Otak

Glisin berperan dalam mendukung kinerja kognitif dan sistem saraf pusat seperti membantu mengatur sintesis metabolisme nutrisi tertentu yang digunakan otak dan saraf untuk memproduksi energi. Glisin juga membantu mengatur impuls saraf ke seluruh tubuh dengan menyeimbangkan kadar elektrolit, seperti kalsium, klorida, dan kalium.

 

Karena perannya dalam fungsi saraf dan neurotransmiter, glisin juga memiliki implikasi dalam peningkatan kualitas tidur, kinerja mental, sensasi tubuh, suasana hati, memori dan perilaku. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa glisin membantu mengurangi gejala psikotik, stroke, dan kejang ketika dikombinasikan dengan suplemen lain sebagai bagian dari rencana perawatan holistik untuk penyakit mental / kognitif.

 

Hal ini menunjukkan fungsi lain glisin dalam membantu mengurangi hiperaktif di otak dan bahkan memainkan peran dalam pengobatan atau pencegahan gangguan mental, termasuk ketidakmampuan belajar, skizofrenia, gangguan bipolar, depresi manik, dan epilepsi (17)

 

Suplementasi glisin dosis besar yakni 800 mg/Kg berat badan per hari selama enam minggu berturut-turut pada penderita skizofrenia secara signifikan menurunkan gejala negatif hingga 8%, selain itu suplementasi glisin yang diberikan bersama dengan olanzapine dan resperidone menunjukkan peningkatan gejala positif, menurunkan efek samping ekstrapiramidal, dan meningkatan kognitif pasien skizofrenia (18). 

 

 

Sumber Makanan

 

Glisin bisa didapatkan melalui konsumsi makanan berprotein tinggi seperti daging dan susu. Akan tetapi, sumber terbaik dari glisin adalah kolagen dan gelatin yang dapat diperoleh dari kaldu yang diolah dari kulit, tulang, jaringan sendi, tendon dan ligamen pada hewan ternak. Kaldu daging dan tulang tersebut kemudian dapat diolah kembali menjadi sup yang menyehatkan.

 

Glisin juga tersedia dalam bentuk suplemen atau berbagai produk obat yang mengandung kolagen.

 

Jika Anda seorang vegetarian, glisin juga dapat diperoleh dari beberapa jenis sayur dan buah seperti bayam, kale, brokoli, kubis dan labu. Pisang dan kiwi juga merupakan buah yang kaya akan kandungan glisin. 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Regulasi glikemik dan kualitas tidur: Konsumsi 3-5 gram suplemen glisin bersama makan dan sebelum tidur.

 

Skizofrenia: Glisin dapat digunakan dengan dosis awalan 0.4-0.8 gram/Kg berat badan setiap hari dalam dosis terbagi. Biasanya dimulai dengan 4 gram setiap hari dan meningkat sebesar 4 gram per hari sampai dosis efektif tercapai.

 

Pengobatan stroke umum (stroke iskemik): Konsumsi 1 hingga 2 gram per hari dimulai dalam waktu 6 jam setelah onset stroke.

 

Penyembuhan luka: Aplikasikan krim yang mengandung 10 mg glisin, 2 mg L-sistein, dan 1 mg DL-threonine pada luka.

 

Glisin memiliki rasa yang manis, sehingga dapat dicampurkan ke dalam hidangan diet Anda seperti kopi, teh, sup, minuman berprotein, yogurt, puding, dan havermut. 

 

 

Efikasi 

 

30 – 60 menit setelah dikonsumsi. 

 

 

Interaksi Sinergi

 

Glutathione: Mengombinasikan glisin dengan glutathione dapat mengurangi efek stres oksidatif dan penuaan pada tubuh.

 

Prolin: Mengombinasikan glisin dengan prolin dapat mempercepat penyembuhan luka serta meningkatkan kekuatan tulang dan sendi.

 

Arginin: Kombinasi glisin dan arginin dapat mempercepat penyembuhan luka.

 

 

Defisiensi

 

Tanpa glisin yang cukup, tubuh akan menghasilkan lebih sedikit glutathione, yang dapat secara negatif mempengaruhi cara tubuh dalam menangani stres oksidatif dari waktu ke waktu. Kurangnya kadar glutathione juga dapat mengakibatkan penuaan dini (19, 20).

 

 

Kontraindikasi

 

Hindari penggunaan suplemen glisin pada anak-anak, wanita hamil atau menyusui, atau orang dengan penyakit ginjal atau hati

 

Hindari konsumsi glisin jika sedang dalam perawatan obat anti-skizofrenia berjenis clozapin (Clozaril), karena dapat menurunkan efektivitas obat tersebut.

 

 

Efek Samping

 

Umumnya glisin aman digunakan baik dikonsumsi maupun diaplikasikan ke kulit. Pada sebagian besar orang, glisin tidak menyebabkan efek samping yang serius, meskipun ada beberapa laporan tentang efek samping gastrointestinal seperti feses lunak, mual, muntah, dan sakit perut.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Glycine. Examine. Diakses pada 20 Juni 2019.

Levy, Jillian. (2016). Glycine: The muscle-building, brain-boosting amino acid that benefits the entire body. Dr Axe. Diakses pada 20 Juni 2019.

Walle, G. V. D. (2018). Top 9 benefits and uses of glycine. Healthline. Diakses pada 20 Juni 2019.

WebMD. (2018). Glycine. WebMD. Diakses pada 20 Juni 2019.

Ham DJ, Caldow MK, Chhen V, et al. Glycine restores the anabolic response to leucine in a mouse model of acute inflammation. Am J Physiol Endocrinol Metab. (2016). 

Ham DJ, Murphy KT, Chee A, Lynch GS, Koopman R. Glycine administration attenuates skeletal muscle wasting in a mouse model of cancer cachexia. Clin Nutr. (2014).

Bannai M, Kawai N, Ono K, Nakahara K, Murakami N. The effects of glycine on subjective daytime performance in partially sleep-restricted healthy volunteers. Front Neurol. (2012). 

Arwert LI, Deijen JB, Drent ML. Effects of an oral mixture containing glycine, glutamine and niacin on memory, GH and IGF-I secretion in middle-aged and elderly subjects. Nutr Neurosci. (2003).

Lodish H, Berk A, Zipursky SL, et al. Molecular cell biology. 4th edition. New York: W. H. Freeman. (2000).

Bello AE, Oesser S. Collagen hydrolysate for the treatment of osteoarthritis and other joint disorders: a review of the literature. Curr Med Res Opin. (2006). 

Diestel CF, Marques RG, Lopes-Paulo F, et al. Role of L-glutamine and glycine supplementation on irradiated colonic wall. Int J Colorectal Dis. (2007).

Liguori I, Russo G, Curcio F, et al. Oxidative stress, aging, and diseases. Clin Interv Aging. (2018). 

Sekhar RV, Patel SG, Guthikonda AP, et al. Deficient synthesis of glutathione underlies oxidative stress in aging and can be corrected by dietary cysteine and glycine supplementation. Am J Clin Nutr. (2011).

Proksch E, Segger D, Degwert J, Schunck M, Zague V, Oesser S. Oral supplementation of specific collagen peptides has beneficial effects on human skin physiology: A double-blind, placebo-controlled study. Skin Pharmacol Physiol. (2014). 

Yamadera W, Inagawa K, Chiba S, Bannai M, Takahashi M, Nakayama K. Glycine ingestion improves subjective sleep quality in human volunteers, correlating with polysomnographic changes. Sleep and Biological Rhythms. (2007).

Bannai M, Kawai N. New therapeutic strategy for amino acid medicine: glycine improves the quality of sleep. J Pharmacol Sci. (2012).

Kawai N, Sakai N, Okuro M, et al. The sleep-promoting and hypothermic effects of glycine are mediated by NMDA receptors in the suprachiasmatic nucleus. Neuropsychopharmacology. (2015).

Inagawa K, Hiraoka T, Kohda T, et al. Subjective effects of glycine ingestion before bedtime on sleep quality. Sleep Biol Rhythms. (2006).

Bunn HF, Forget BG. Hemoglobin: Molecular, genetic and clinical aspects. Philadelphia: Saunders. (1986).

Koopman R, Caldow MK, Ham DJ, Lynch GS. Glycine metabolism in skeletal muscle: implications for metabolic homeostasis. Curr Opin Clin Nutr Metab Care. (2017).

Cleveland WL, DeLaPaz RL, Fawwaz RA, Challop RS. High-dose glycine treatment of refractory obsessive-compulsive disorder and body dysmorphic disorder in a 5-Year Period. Hindawi. (2009).

Heresco-Levy U, Ermilov M, Lichtenberg P, Bar G, Javitt DC. High-dose glycine added to olanzapine and risperidone for the treatment of schizophrenia. Biol Psychiatry. (2004).

Persaud C, Forrester T, Jackson AA. Urinary excretion of 5-L-oxoproline (pyroglutamic acid) is increased during recovery from severe childhood malnutrition and responds to supplemental glycine. J Nutr. (1996).

McCarty MF, O’Keefe JH, DiNicolantonio JJ. Dietary glycine is rate-limiting for glutathione synthesis and may have broad potential for health protection. Ochsner J. (2018).


Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,