fbpx
LOGO

5 Manfaat Guggul untuk Kesehatan

June 29, 2020
IMG

Guggul yang juga dikenal sebagai guggulipid atau nama Sansekerta guggulu, yang berarti untuk melindungi terhadap penyakit, adalah resin atau getah harum yang dihasilkan dari pohon mur mukul (Commiphora mukul). Pohon ini umum ditemukan dan dibudidayakan di India, Asia Tengah, dan Afrika Utara. 

 

Beberapa bahan aktif yang terkandung dalam guggul antara lain steroid dan sterol, triterpenoid, sesquiterpenoid, minyak volatil yakni limonen, eugenol, pinen, dan cineol, serta kaya akan kandungan quercetin jenis flavonoid yang paling bermanfaat sebagai agen antioksidan dan anti inflamasi. 

 

Guggul telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional India (Ayurvedic), untuk mengobati berbagai kondisi medis dari radang sendi, gangguan kulit seperti jerawat hingga wasir dan infeksi saluran kemih. Guggul juga disebut-sebut sebagai stimulan penurunan berat badan.

 

 

Manfaat

 

1. Menurunkan Kolesterol Jahat LDL

Tubuh manusia terutama hati memproduksi kolesterol, senyawa lemak yang dibutuhkan dalam proses metabolisme energi. Namun, tingkat kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit seperti jantung, stroke, dan obesitas. 

 

Pemberian guggul sebesar 3.5 mg/kg bersama dengan atorvastatin (3.7 mg/kg) sebagai obat konvensinal antilipid pada hewan coba kelinci terbukti secara signifikan menurunkan kadar kolesterol jahat LDL, lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL), TGL. Pemberian guggul selama enam minggu berturu-turut juga terbukti meningkatkan kolesterol baik (HDL) (1).

 

Kandungan guggulsteron dalam getah guggul merupakan senyawa aktif yang dipercaya mampu mengurangi penyerapan lemak dan kolesterol di usus, meningkatkan penghapusan asam empedu dan kolesterol, menghambat produksi kolesterol di hati, dan meningkatkan penyerapan HDL oleh sel-sel hati. Hal ini juga dapat mengurangi pengerasan pembuluh darah dan tersumbatnya pembuluh darah akibat meningkatnya kadar trombosit (2).

 

Penelitian lain juga mengungkapkan manfaat lain dari guggul yaitu memblokir reseptor asam empedu farnesoid, yakni komponen kunci yang bertugas memelihara kolesterol dan asam empedu. Guggul juga meningkatkan ekskresi empedu, sehingga membantu dalam menurunkan kadar kolesterol dan peningkatan asam empedu pada organ hati (3).

 

2. Melindungi Jantung

Beberapa penelitian dengan subyek hewan menunjukkan manfaat guggul dalam mengurangi kerusakan jantung akibat efek samping dari obat-obatan memiliki signifikansi yang sama dengan obat konvensional seperti gemfibrozil. Pemberian guggulsterone dengan dosis 50 mg/kg per oral, secara signifikan melindungi kejadian gagal jantung pada tikus yang mengalami iskemi atau penurunan aliran darah. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan antioksidan yang terdapat di dalam guggul (4, 5, 6, 7).

 

3. Menjaga Kesehatan Kulit

Pemberian suplemen guggul dengan kandungan guggulsterone sebesar 25 miligram yang diberikan 2 kali per hari efektif dalam menurunkan kerusakan peradangan kulit hingga 68% kepada pasien dengan tipe kulit berjerawat dibandingkan dengan kelompok yang menerima terapi tetrasiklin 500 mg yang mengalam penurunan lesi mencapai 65.2%. Hal ini membuktikan guggul memiliki efek yang sama dengan antibiotik konvensional dalam mengobati jerawat (8).

 

Selain itu, penelitian lain juga telah membuktikan bahwa pemberian guggulsterone 2% bersama dengan triheptanoin (asam lemak trigliserida) dapat meningkatkan produksi kolagen tipe I yang memberikan kekuatan dan elastisitas pada sel kulit manusia serta menghambat produksi enzim yang menyebabkan kerusakan kulit lebih baik dibandingkan dengan penggunaan koenzim Q10 (CoQ10). Pada penelitian tersebut guggul menunjukkan fungsi anti-aging serta mengurangi kerutan pada kulit wajah manusia (9).

 

4. Mengurangi Inflamasi

Guggul menekan aktivasi sitokin inflamasi (NF-kB) dan molekul target sehingga mengurangi terjadinya peradangan pada sejumlah penyakit inflamasi. Suplemen ini juga mampu menekan aktivasi berlebihan dari interleukin (IL) dan prostaglandin. IL merupakan kelompok sitokin yang sangat berperan penting dalam menciptakan sistem kekebalan tubuh dengan interaksinya untuk menciptakan antibodi dan melawan penyakit.

 

Prostaglandin sendiri merupakan hormon yang berperan pada proses penyembuhan luka dan stimulasi berbagai zat pembekuan darah. Ketika terjadi aktivasi berlebihan dari IL dan prostaglandin seseorang akan mudah mengalami peradangan termasuk radang sendi bahkan hingga mutasi dan keganasan sel.

 

Pada penelitian dengan hewan coba maupun secara in vitro pada sel manusia, guggul secara efektif mengurangi inflamasi, nyeri dan kekakuan pada kondisi osteoartritis (radang pada persendian dan tulang) (10). Sebuah penelitian dilaksanakan dengan pemberian suplemen guggul dengan dosis 500 miligram tiga kali sehari pada 30 orang penderita osteoartritis pada lutut. Hasilnya diketahui bahwa terjadi perubahan signifikan terhadap indeks keparahan osteoartritis serta terjadi perbaikan nyeri yang semakin positif setelah partisipan mengonsumsi guggul selama 2 bulan berturut-turut (11). 

 

Kandungan guggulsterone secara in-vivo  juga mampu mencegah kemunculan gen yang menyebabkan penyakit radang usus pada hewan coba tikus (12). Injeksi guggulsterone sebanyak 30 mg/kg mencegah terjadinya uveitis atau peradangan mata pada tikus (13), dan peradangan pada pankreas (14).

 

5. Memiliki Efek Anti-Kanker 

Guggulsterone yang terkandung dalam guggul terbukti dapat menekan pertumbuhan keganasan sel kanker leher dan kepala, pada uji coba in-vitro (15). Sebuah review yang diterbitkan dalam Nutrition and Metabolism pada tahun 2017, ekstraksi guggul terbukti berhasil menurunkan ukuran tumor pada tikus yang mengalami kanker esofagus, pankreas, dan prostat (16). 

 

Meski penelitian terhadap manusia masih terbatas, namun temuan-temuan tersebut menjadikan guggul herbal yang potensial dalam mengatasi keganasan, dan dapat menjadi salah satu alternatif terapi bagi survivor kanker yang menguntungkan karena rendah efek samping. 

 

 

 

Sumber Makanan

 

Getah pohon guggul

 

 

Dosis Pemakaian

 

Guggul tersedia dalam bentuk kapsul suplemen, ekstrak, bubuk ataupun salep. 

 

Dosis standar guggul (ekstrak tumbuhan) : 400-500 mg diminum tiga kali sehari bersama dengan makanan. Dosis maksimal yang dapat dikonsumsi adalah 1.200-1.500 mg setiap hari. 

 

Kulit berjerawat (nodulokistik): Konsumsi suplemen guggul yang mengandung hingga 25 mg bahan aktif ( guggulsterone) sebanyak dua kali sehari.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui

 

Gangguan pendarahan

 

Kolesterol tinggi

 

Orang yang akan melakukan pembedahan

 

Pasien dengan gangguan tiroid (hipotiroidisme ataupun hipertiroidisme) atau mengonsumsi obat-obatan tiroid karena mengonsumsi guggul bersama dengan pil hormon tiroid dapat meningkatkan efek dan efek samping dari medikasi tersebut

 

Hindari mengombinasikan guggul dengan obat-obatan hormonal yang mengandung estrogen termasuk premarin, etinil estradiol, estradiol, atau obat kontrasepsi lainnya. Kombinasi kedua bahan tersebut dapat meningkatkan efek samping dari estrogen

 

Berhati-hati jika Anda mengonsumsi obat-obatan berjenis antikoagulan (anti pembekuan darah sepert warfarin), diltiazem (menurunkan tekanan darah dan nyeri dada), propanolol (jenis obat beta blocker untuk anti hipertensi), obat-obatan berjenis cytochrome P450 3A4 (CYP3A4) yang dimetabolisme di organ hati, dan kemoterapi. Guggul dapat menurunkan efektivitas obat dan memperberat efek samping dari medikasi tersebut. 

 

 

Efek Samping

 

Guggul aman dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Adapun efek samping umum yang jarang terjadi antara lain:

Sakit perut

Sakit kepala

Mual dan muntah

Diare

Bersendawa

Cegukan

Reaksi alergi seperti ruam dan gatal pada kulit 

Gelisah dan kecemasan

Kerusakan jaringan otot

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Guggul. Examine. Diakses pada 23 Juni 2019.

WebMD. (2018). Guggul. WebMD. Diakses pada 23 Juni 2019.

Wong, Cathy. (2019). Health benefits of guggul. Very Well Health. Diakses pada 23 Juni 2019.

Cohen, Joe. (2019). 20 Surprising health benefits of guggul + side effects. Self Hacked. Diakses pada 23 Juni 2019.

Das S, Datta A, Bagchi C, Chakraborty S, Mitra A, Tripathi SK. A Comparative Study of Lipid-Lowering Effects of Guggul and Atorvastatin Monotherapy in Comparison to Their Combination in High Cholesterol Diet-Induced Hyperlipidemia in Rabbits. J Diet Suppl. (2016).

Shishodia S, Harikumar KB, Dass S, Ramawat KG, Aggarwal BB. The guggul for chronic diseases: ancient medicine, modern targets. Anticancer Res. (2008).

Deng R. Therapeutic effects of guggul and its constituent guggulsterone: cardiovascular benefits. Cardiovasc Drug Rev. (2007).

Chander R, Rizvi F, Khanna AK, Pratap R. Cardioprotective activity of synthetic guggulsterone (E and Z-isomers) in isoproterenol induced myocardial ischemia in rats: A comparative study. Indian J Clin Biochem. (2003).

Ojha S, Bhatia J, Arora S, Golechha M, Kumari S, Arya DS. Cardioprotective effects of Commiphora mukul against isoprenaline-induced cardiotoxicity: a biochemical and histopathological evaluation. J Environ Biol. (2011).

Sarup P, Bala S, Kamboj S. Pharmacology and phytochemistry of oleo-gum resin of Commiphora wightii (Guggulu). Scientifica (Cairo). (2015).

Miller AL. Botanical influences on cardiovascular disease. Altern Med Rev. (1998).

Thappa DM, Dogra J. Nodulocystic acne: oral gugulipid versus tetracycline. J Dermatol. (1994).

Ramachandran C, Quirin KW, Resek A, Melnick SJ. Protective and restorative effects of a Commiphora mukul gum resin and triheptanoin preparation on the CCL-110 skin fibroblast cell line. Int J Cosmet Sci. (2012).

Singh BB, Mishra LC, Vinjamury SP, Aquilina N, Singh VJ, Shepard N. The effectiveness of Commiphora mukul for osteoarthritis of the knee: An outcomes study. Altern Ther Health Med. (2003).

Sharma MR, Mehta CS, Shukla DJ, Patel KB, Patel MV, Gupta SN. Multimodal ayurvedic management for sandhigatavata (osteoarthritis of knee joints). Ayu. (2013).

Cheon JH, Kim JS, Kim JM, Kim N, Jung HC, Song IS. Plant sterol guggulsterone inhibits nuclear factor-kappaB signaling in intestinal epithelial cells by blocking IkappaB kinase and ameliorates acute murine colitis. Inflamm Bowel Dis. (2006).

Kalariya NM, Shoeb M, Reddy AB, Zhang M, van Kuijk FJ, Ramana KV. Prevention of endotoxin-induced uveitis in rats by plant sterol guggulsterone. Invest Ophthalmol Vis Sci. (2010).

Kim DG, Bae GS, Choi SB, et al. Guggulsterone attenuates cerulein-induced acute pancreatitis via inhibition of ERK and JNK activation. Int Immunopharmacol. (2015).

Macha MA, Matta A, Chauhan SS, Siu KW, Ralhan R. Guggulsterone targets smokeless tobacco induced PI3K/Akt pathway in head and neck cancer cells. PLoS One. (2011).

Bhat AA, Prabhu KS, Kuttikrishnan S, et al. Potential therapeutic targets of Guggulsterone in cancer. Nutr Metab (Lond). (2017).

 


Tags: , , , , , , ,