fbpx
LOGO

Mengenal 3 Jenis Kefir Pengganti Susu Beserta Manfaatnya

July 18, 2020
IMG

Kefir adalah minuman fermentasi yang terbuat dari campuran biji kefir dengan susu, kedelai, beras, air kelapa muda, dan air gula. Kefir kaya akan nutrisi dan probiotik yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan telah digunakan sebagai pengobatan tuberkulosis sejak abad ke-19.

 

Di dalam kefir terdapat 10 – 34 jenis probiotik berbeda dibandingkan dengan yogurt yang hanya memiliki 2 – 7 jenis probiotik saja. Sehingga, banyak orang yang beranggapan kefir lebih sehat dari yogurt serta dapat diminum oleh orang yang alergi laktosa.

 

Kefir sendiri memiliki 3 macam jenis berdasarkan bahan pembuatannya. Kefir susu, adalah jenis kefir yang paling banyak dikonsumsi. Biasanya kefir jenis ini menggunakan susu kambing, sapi, atau domba. Setelah difermentasi, kefir susu memiliki rasa asam seperti yogurt, sedangkan seberapa kuat rasanya tergantung pada lama fermentasi. Semakin lama fermentasi, maka semakin kuat rasanya.

 

Kefir jenis ini memiliki paling banyak kandungan mineral, vitamin, dan probiotik sehingga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Kefir susu memiliki konsistensi paling kental dan paling tinggi kalori dibandingkan kefir jenis yang lain.

 

Jenis yang kedua adalah kefir kelapa, yang terbuat dari fermentasi biji kefir dengan air kelapa muda. Kelapa kefir dibuat dengan cara yang sama seperti kefir susu, sementara memiliki rasa yang cenderung lebih manis dan yang lebih ringan dibandingkan kefir susu.

 

Selain tidak mengandung laktosa, kefir kelapa juga tidak mengandung gluten, serta sangat bermanfaat bagi usus dan sistem pencernaan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Kefir kelapa paling banyak mengandung nutrisi esensial karena pengaruh dari kalium, magensium, dan mangan dalam air kelapa yang digunakan. 

 

Jenis kefir lain adalah air kefir, yang terbuat dari fermentasi biji-bijian kefir dengan air gula, seringkali juga dikombinasikan dengan jus buah, sayur atau rempah-rempah. Campurannya akan menghasilkan minuman bersoda kaya probiotik serta bermanfaat dalam menurunkan berat badan, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, membantu melawan sel kanker dan mengoptimalkan kesehatan usus.

 

Air kefir memiliki konsistensi paling encer dibandingkan kefir yang lain. 

 

 

Manfaat

 

1. Berpotensi Melawan Kanker

Probiotik dalam produk susu fermentasi diyakini dapat mengurangi pertumbuhan tumor dengan merangsang sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, kefir dipercaya dapat memerangi kanker (1, 2, 3).

 

Sebuah penelitian in vitro yang dilakukan oleh School of Dietetics and Human Nutrition, Macdonald Campus of McGill University di Kanada, menemukan bahwa ekstrak kefir mampu mengurangi jumlah pertumbuhan sel kanker payudara manusia sebesar 56%, dibandingkan dengan ekstrak yogurt yang hanya menurunkan sebesar 14%. Penelitian ini juga membuktikan bahwa kefir dapat memperlambat pertumbuhan tumor pada fase awal (4). 

 

2. Membantu Menurunkan Berat Badan

Air kefir memiliki kandungan rendah kalori dibandingkan dengan kefir jenis lain. Hal ini yang menyebabkan air kefir sering dijadikan sebagai minuman untuk diet dan menurunkan berat badan. 

 

Probiotik tinggi yang terkandung di dalamnya juga dapat meningkatkan bakteri baik pada usus sehingga mempengaruhi asupan makanan, nafsu makan, metabolisme, dan berat badan, sehingga lebih mudah untuk menurunkan berat badan dengan cepat (1).

 

2. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kaya akan kandungan probiotik seperti susu kefir dan yogurt kefir dapat membantu mengembalikan keseimbangan bakteri baik pada usus dan memerangi penyakit pencernaan seperti sindrom iritasi usus (IBS), penyakit Crohn, bisul perut yang disebabkan oleh infeksi H. pylori dan berbagai penyakit pencernaan lainnya (5, 6, 7, 8). 

 

Mengonsumsi kefir setelah meminum antibiotik juga dapat membantu mengoptimalkan fungsi usus. Probiotik dalam kefir membantu melawan patogen dan efektif mengobati berbagai bentuk diare serta mengatasi efek samping gastrointestinal yang disebabkan oleh obat-obatan (9, 10).

 

3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Kefir mengandung banyak senyawa dan nutrisi, seperti biotin dan folat, yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kefir juga merupakan salah satu probiotik terbaik, salah satu probiotik yang terdapat dalam kefir kelapa disebut Lactobacillus kefiri yang membantu melawan bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli penyebab penyakit tipus dan diare.

 

Bersama dengan berbagai jenis bakteri lainnya, bakteri ini membantu memodulasi sistem kekebalan tubuh dan menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya (11).

 

Kefir juga mengandung senyawa kuat lain yang hanya ditemukan dalam minuman ini, yakni polisakarida yang tidak dapat larut yang disebut kefiran. Sebuah penelitian tahun 2005 yang diterbitkan dalam International Journal of Antimicrobial Agents menunjukkan bahwa kefiran mengandung sifat antimikroba dapat melawan infeksi jamur kandida, mempercepat penyembuhan luka eksternal, bahkan menunjukkan kemampuan menurunkan kolesterol dan tekanan darah (12). 

 

4. Memperkuat Tulang

Kefir yang terbuat dari susu  mengandung semua nutrisi terpenting untuk meningkatkan kekuatan tulang, termasuk fosfor, kalsium, magnesium, vitamin D dan vitamin K2. Kalsium mengandung senyawa bioaktif yang membantu menyerap kalsium ke dalam tubuh dan menghentikan degenerasi tulang (13). 

 

Vitamin K2 yang terkandung di dalamnya juga telah terbukti sangat penting dalam meningkatkan penyerapan kalsium serta kesehatan dan kepadatan tulang. Sebuah penelitian bahkan telah membuktikan bahwa mengonsumsi kefir yang kaya akan kandungan vitamin K mengurangi risiko patah tulang pada wanita postmanepouse sebanyak 81% (14, 15).

 

 

5. Membantu Mengobati Alergi

Menurut sebuah penelitian pada hewan tikus di Korea Research Institute of Bioscienceand Biotechnology’s Natural Medicine Research Center, kefir terbukti membunuh sel-sel inflamasi yang mengganggu paru-paru dan saluran pernafasan serta mengurangi penumpukan lendir, berfungsi untuk mengatasi berbagai bentuk alergi termasuk asma (16).

 

Mikroorganisme hidup yang ada pada kefir membantu sistem kekebalan tubuh menekan reaksi alergi secara alami dan membantu mengubah respons tubuh terhadap alergi. Beberapa ilmuwan percaya reaksi alergi ini akibat dari kurangnya bakteri baik di usus. Para peneliti dari Vanderbilt University Medical Center melakukan 23 studi berbeda dengan hampir 2.000 orang, dan dalam 17 studi tersebut, pada subyek yang mengonsumsi probiotik menunjukkan gejala alergi dan kualitas hidup yang lebih baik (17).

 

6. Menyembuhkan Luka pada Kulit

Usus yang kotor akan mengganggu keseimbangan alami kulit sehingga dapat menyebabkan berbagai macam masalah pada kulit, seperti jerawat, psoriasis (kering dan bersisik), ruam atau eksim (gatal kemerahan akibat alergi). Kefir berfungsi mengembalikan keseimbangan bakteri baik pada usus yang juga berdampak besar pada kesehatan kulit. Disamping itu, kefir juga dapat mengatasi luka bakar. 

 

Karbohidrat yang ditemukan dalam kefir yang dikenal sebagai kefiran juga telah terbukti meningkatkan kualitas penyembuhan luka pada kulit dan juga dapat melindungi jaringan ikat (12).

 

7. Cocok untuk Orang dengan Intoleransi Laktosa

Bakteri asam laktat dalam makanan fermentasi, seperti kefir dan yogurt, mengubah laktosa menjadi asam laktat, sehingga makanan ini jauh lebih rendah laktosa daripada susu. Kefir juga mengandung enzim yang dapat membantu memecah laktosa lebih jauh sehingga dapat lebih mudah dicerna.

 

Oleh karena itu, dibandingkan dengan susu biasa, kefir pada umumnya ditoleransi dengan baik oleh orang-orang dengan intoleransi laktosa (18).

 

 

Sumber Makanan

 

Biji kefir

Susu sapi atau kambing 

Air kelapa atau santan

 

 

Dosis Pemakaian

 

Berbagai sumber menyebutkan kefir sangat baik dikonsumsi sebanyak satu gelas per hari dan awali dengan dosis rendah. Perlu diingat bahwa produk alami tidak selalu aman dan dosis adalah hal yang penting penting. Pastikan untuk mengikuti petunjuk yang relevan pada label produk dan konsultasikan dengan apoteker, dokter, atau profesional kesehatan lainnya untuk mengetahui dosis yang tepat.

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak dibawah satu tahun

 

Orang dengan alergi susu dan produk susu tidak disarankan mengonsumsi kefir susu, lebih disarankan mengonsumsi kefir kelapa atau air kefir

 

Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh

 

Hindari mengonsumsi bersama dengan obat-obatan anti hipertensi dan imunosupresan

 

 

Efek Samping

 

Kembung dan perut begah

Mual

Diare

Sakit perut

Sembelit

Kram perut

 

 

Referensi:

Link, Rachael. (2019). 7 Kefir benefits, including boosting immunity and helping to heal the gut. Dr Axe. Diakses pada 06 Juli 2019.

Link, Rachael. (2018). Water kefir: Can this probiotic powerhouse really boost health?. Dr Axe. Diakses pada 06 Juli 2019.

Price, Annie. (2016). Coconut kefir: The probiotic food that improves immunity & digestion. Dr Axe. Diakses pada 06 Juli 2019.

Leech, Joe. (2018). 9 Evidence-based health benefits of kefir. Healthline. Diakses  pada 06 Juli 2019.

WebMD. (2018). Kefir. WebMD. Diakses pada 06 Juli 2019. 

Yu AQ, Li L. The potential role of probiotics in cancer prevention and treatment. Nutr Cancer. (2016). 

Khoury N, El-Hayek S, Tarras O, El-Sabban M, El-Sibai M, Rizk S. Kefir exhibits anti‑proliferative and pro‑apoptotic effects on colon adenocarcinoma cells with no significant effects on cell migration and invasion. Int J Oncol. (2014). 

Maalouf K, Baydoun E, Rizk S. Kefir induces cell-cycle arrest and apoptosis in HTLV-1-negative malignant T-lymphocytes. Cancer Manag Res. (2011). 

Chen C, Chan HM, Kubow S. Kefir extracts suppress in vitro proliferation of estrogen-dependent human breast cancer cells but not normal mammary epithelial cells. J Med Food. (2007).

Didari T, Mozaffari S, Nikfar S, Abdollahi M. Effectiveness of probiotics in irritable bowel syndrome: Updated systematic review with meta-analysis. World J Gastroenterol. (2015). 

Hoveyda N, Heneghan C, Mahtani KR, Perera R, Roberts N, Glasziou P. A systematic review and meta-analysis: Probiotics in the treatment of irritable bowel syndrome. BMC Gastroenterol. (2009). 

Ghouri YA, Richards DM, Rahimi EF, Krill JT, Jelinek KA, DuPont AW. Systematic review of randomized controlled trials of probiotics, prebiotics, and synbiotics in inflammatory bowel disease. Clin Exp Gastroenterol. (2014).

Ruggiero P. Use of probiotics in the fight against Helicobacter pylori. World J Gastrointest Pathophysiol. (2014).

Goldenberg JZ, Ma SS, Saxton JD, et al. Probiotics for the prevention of Clostridium difficile-associated diarrhea in adults and children. Cochrane Database Syst Rev. (2013).

Sarowska J, Choroszy-Król I, Regulska-Ilow B, Frej-Mądrzak M, Jama-Kmiecik A. The therapeutic effect of probiotic bacteria on gastrointestinal diseases. Adv Clin Exp Med. (2013).

Carasi P, Díaz M, Racedo SM, De Antoni G, Urdaci MC, Serradell Mde L. Safety characterization and antimicrobial properties of kefir-isolated Lactobacillus kefiri. Biomed Res Int. (2014).

Rodrigues KL, Caputo LR, Carvalho JC, Evangelista J, Schneedorf JM. Antimicrobial and healing activity of kefir and kefiran extract. Int J Antimicrob Agents. (2005). 

Chen HL, Tung YT, Chuang CH, et al. Kefir improves bone mass and microarchitecture in an ovariectomized rat model of postmenopausal osteoporosis. Osteoporos Int. (2015).

Knapen MHJ, Drummen NE, Smit E, et al. Three-year low-dose menaquinone-7 supplementation helps decrease bone loss in healthy postmenopausal women. Osteoporos Int. (2013).

Cockayne S, Adamson J, Lanham-New S, Shearer MJ, Gilbody S, Torgerson DJ. Vitamin K and the prevention of fractures: Systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials [published correction appears in JAMA Intern Med. 2018 Jun 1;178(6):875-876]. Arch Intern Med. (2006). 

Lee MY, Ahn KS, Kwon OK, et al. Anti-inflammatory and anti-allergic effects of kefir in a mouse asthma model. Immunobiology. (2007). 

Yang G, Liu ZQ, Yang PC. Treatment of allergic rhinitis with probiotics: An alternative approach. N Am J Med Sci. (2013). 

Hertzler SR, Clancy SM. Kefir improves lactose digestion and tolerance in adults with lactose maldigestion. J Am Diet Assoc. (2003).


Tags: , , , ,