fbpx
LOGO

7 Tipe Nootropik dan Manfaatnya

August 28, 2020
IMG

Nootropik adalah suplemen bagi otak yang berfungsi meningkatkan kesehatan serta fungsi otak. Senyawa nootropik berperan dalam meningkatkan daya ingat, membantu seseorang dapat berfokus lebih baik, dan belajar dengan lebih mudah.

 

Nootropik memiliki beberapa jenis, dan penggunaannya tergantung dari hasil akhir yang Anda inginkan. Dalam beberapa kasus, kombinasi beberapa suplemen nootropik juga dapat dilaksanakan untuk meningkatkan manfaat dan efektivitasnya.

 

Berikut ini berbagai jenis senyawa nootropik dan perbedaannya.

 

1. Nootropik Alami

Nootropik alami adalah segala jenis zat nabati atau turunan nabati yang telah terbukti mampu meningkatkan kesehatan dan fungsi otak. Beberapa nootropik herbal terbaik antara lain daun air (brahmi), Vinpocetine, ginkgo biloba, dan Huperzine-A.

 

Secara umum, nootropik alami kurang efektif daripada beberapa nootropik sintetis. Namun Anda dapat mengonsumsi beberapa jenis nootropik alami dalam sekali waktu untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan sesuai keinginan

 

2. Racetam

Racetam merupakan jenis nootropik yang paling umum digunakan. Sebenarnya, terdapat 20 jenis suplemen racetam, namun yang paling umum digunakan adalah piracetam, aniracetam, oxiracetam, dan pramiracetam.

 

Racetam meningkatkan kemampuan kognitif dengan menstimulasi reseptor asetilkolin. Stimulasi terhadap asetilkolon akan meningkatkan memori atau daya ingat, pembelajaran, fokus, motivasi, dan berbagai fungsi kognitif lainnya.

 

Racetam juga  melindungi sel neuron (neuroprotektif) dengan mempercepat laju pertumbuhan sel-sel otak dan memperlambat laju penurunan dan kematian sel. Beberapa jenis racetam juga merangsang reseptor glutamat, sehingga dapat digolongkan ke dalam nootropik jenis Ampakine.

 

3. Kolin dan Perantara Asetilkolin

Keduanya sering dikombinasikan dengan racetam untuk mendapatkan efek yang lebih baik. Racetam bekerja dengan merangsang reseptor asetilkolin, dengan menambahkan kolin tubuh akan memastikan bahwa ada cukup asetilkolin yang akan dilepaskan ketika reseptor diaktifkan. Hasil akhirnya adalah kadar neurotransmiter yang lebih tinggi di otak yang mengarah pada peningkatan pemahaman dan fungsi kognitif.

 

Terdapat beberapa sumber kolin yang digunakan sebagai senyawa nootropik, dengan efektivitas yang berbeda satu sama lain. Alpha-GPC, Citicholine, dan Centrophenoxine adalah beberapa sumber kolin yang dapat digunakan sebagai nootropik dengan efek samping yang lebih rendah terutama ketika digunakan pada dosis normal.

 

Sedangkan Choline bitartrate tidak memiliki cukup efek nootropik bahkan dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala.

 

4. Ampakine

Ampakine adalah nootropik kategori baru dan disebut sebagai nootropik terkuat yang dapat meningkatkan kadar glutamat dalam darah. Glutamat berperan penting dalam fungsi kogntif seperti memori dan pembelajaran.

 

Ampakine tidak menyebabkan efek samping negatif seperti gelisah, susah tidur, dan kecemasan. Meski demikian, penggunaan nootropik jenis ini belum terbukti aman dan belum teruji secara luas di bidang medis.

 

5. Senyawa Derivat atau Turunan Vitamin B

Terdapat beberapa nootropik sintetis yang terbuat dari modifikasi vitamin B, seperti Sulbutiamine dan Pyritinol. Sulbutiamine dimodifikasi dari vitamin B1 dan pyritinol dibuat dari vitamin B6. Kedua senyawa ini sangat baik dikonsumsi untuk meningkatkan energi, suasana hati, dan memori, serta efektif dikonsumsi baik secara tunggal maupun kombinasi. 

 

Sulbutiamine telah terbukti mampu meningkatkan kinerja kognitif pada pasien Alzheimer dan skizofrenia. Namun sejauh ini belum ditemukan hasil penelitian penggunaan secara luas terhadap manusia. 

 

6. Peptida

Terdapat beberapa macam nootropik peptida, namun yang paling umum digunakan dan memiliki efektivitas paling baik adalah jenis Noopept.

 

Noopept (N-phenylacetyl-L-prolylglycine ethyl ester) adalah nootropik yang berasal dari racetam dan diketahui memiliki efek 1000 kali lebih kuat daripada Piracetam. Mengonsumsi Noopept dosis rendah sudah dapat menunjukkan hasil yang efektif.

 

Kebanyakan nootropik jenis peptida memiliki kesamaan dalam afinitas (kemampuan obat bergabung dengan reseptor obat untuk menciptakan kompleks reseptor—obat) dengan peptida.

 

Selain Noopept yang merupakan turunan langsung dari peptida, terdapat Semax yang merupakan hepapeptida berasal dari kortikotropin (hormon stres), dan Cerebrolysin merupakan nootropik peptida yang berasal dari protein babi.

 

Kelemahan utama jenis nootropik ini adalah rute pemberiannya. Setiap jenis memiliki cara penggunaan yang berbeda. Noopept dapat langsung dikonsumsi secara oral, sedangkan sediaan Semax harus digunakan secara nasal (dihirup) untuk dapat menghasilkan manfaat efektif. Cerebrolysin sebagai nootropik peptida yang paling efektif harus diberikan secara injeksi atau suntik

 

7. Smart Drug atau Obat Cerdas

Obat cerdas bekerja dengan merangsang tubuh dan pikiran. Banyak yang terkecoh antara smart drugs dengan nootropik, karena beberapa obat yang masuk ke dalam kategori obat cerdas tidak benar-benar dianggap nootropik.

 

Misalnya, obat cerdas yang berbasis amfetamin seperti Adderall adalah stimulan dan secara teknis tidak akan membentuk nootropik. Obat-obatan lain seperti Modafinil juga berfungsi untuk merangsang tubuh dan pikiran, dan digunakan untuk mengobati rasa kantuk dan kelelahan yang berlebihan. 

 

Penggunaan Modafinil yang dibatasi dan diawasi menyebabkan banyak kalangan lebih memilih Adrafinil (bukan nootropik) yang dapat menghasilkan modafinil ketika dicerna. Tetapi, penggunaan Adrafinil diketahui tidak aman bagi sebagian orang terutama penderita komplikasi jantung atau sedang mengonsumsi obat-obatan jenis lain.

 

Sangat penting untuk tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen ini.

 

 

 

Referensi:

Peak Nootropics. (2019). The 7 types of nootropics. Peak Nootropics. Diakses dari pada 30 Agustus 2019.

Nootriment. (2015). Guide to different types of nootropics. Nootriment. Diakses  pada 30 Agustus 2019.


Tags: , , ,