fbpx
LOGO

Jenis Tahu yang Berbahaya dan Harus Dihindari

October 21, 2020
IMG

Tahu semakin populer karena merupakan sumber protein yang disetujui oleh vegetarian dan vegan. Tahu merupakan produk kedelai yang difermentasi. Proses pembuatannya mirip dengan keju, yaitu menekan dadih atau bagian mengental dari susu kedelai yang telah ditambahkan asam cuka. 

 

Tahu mengandung kaya nutrisi. Satu porsinya mengandung rendah lemak dan kalori namun tinggi protein, asam amino, zat besi dan kalsium. Kelemahannya hanya satu, yakni pada prosesnya.

 

Tahu terdiri dari tahu fermentasi dan non-fermentasi. Pilihan tersehat dalam daftar ini adalah varietas fermentasi, seperti tahu acar (pickled tofu) dan tahu bau (stinky tofu).

 

Di luar negeri, seperti di Amerika, produk tahu yang banyak tersedia adalah tahu non-fermentasi. Kenyataannya tahu non-fermentasi disarankan untuk dihindari karena beberapa alasan berikut:

 

1. Modifikasi genetik

Pada tahun 1994, kedelai yang dimodifikasi secara genetik pertama kali diperkenalkan ke pasar AS oleh Monsanto.

 

Ketika harga pangan meningkat di seluruh dunia, ketersediaan kedelai non-transgenik menurun, yang menyebabkan lebih banyak produsen makanan Asia dan AS di Asia menggunakan kedelai yang dimodifikasi secara genetik untuk membuat makanan kedelai seperti tahu.

 

Saat ini, setidaknya 90 persen semua kedelai yang ditanam di Amerika Serikat dimodifikasi secara genetik.

 

Makanan yang dimodifikasi secara genetik dikaitkan dengan begitu banyak masalah kesehatan, karena mereka membunuh bakteri baik dalam usus juga merusak kerja sistem pencernaan Anda.

 

Dalam sebuah ulasan tahun 2011 yang diterbitkan Environmental Sciences Europe, pemberian kedelai transgenik dan jagung pada hewan mamalia dapat mengganggu fungsi hati dan ginjal (1).

 

2. Dapat menyebabkan kanker payudara

Tahu mengandung fitoestrogen, atau estrogen nabati. Senyawa ini memiliki efek seperti estrogen pada tubuh sehingga mereka memblokir produksi estrogen normal dan telah dikaitkan dengan kanker payudara.

Beberapa penelitian ilmiah menemukan bahwa kedelai dapat “memberi makan” kanker payudara karena dapat berperilaku seperti halnya estrogen. 

 

Kondisi ini mungkin tergantung pada berapa banyak kedelai yang dikonsumsi serta kesehatan keseluruhan wanita itu. Namun jika saat ini Anda terkena kanker payudara atau memiliki riwayat keluarga yang terkena kanker payudara, sangat disarankan untuk menghindari tahu dan produk kedelai non-fermentasi lainnya.

 

3. Dapat menyebabkan gangguan tiroid

Tahu terbuat dari kedelai, dan kedelai mengandung senyawa goitrogenik, khususnya kedelai isoflavone genistein. Goitrogen adalah penghambat hormon tiroid yang dapat mengganggu produksi hormon tiroid dan secara spesifik menyebabkan hipotiroidisme.

 

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Archives of Disease in Childhood menunjukkan bahwa asupan produk kedelai transgenik dapat memengaruhi manusia secara negatif sejak usia sangat dini, terutama bagi orang yang dilahirkan dengan hipotiroidisme bawaan.

 

Dalam penelitian ini, bayi yang diberi susu formula kedelai memiliki peningkatan hormon stimulasi tiroid yang berkepanjangan dibandingkan bayi yang diberi susu formula non-kedelai (2).

 

4. Mengandung antinutrien

Tahu mengandung fitat, yang berkontribusi pada tekstur tahu yang kuat. Fitat adalah salah satu antinutrien yang menghalangi penyerapan mineral, menyebabkan defisiensi seng, besi dan kalsium.

 

Selain fitat, tahu juga mengandung antinutrien lain yaitu lektit, saponin, oligosaccharides, oksalat, dan protase inhibitor yang dapat menyebabkan batu ginjal, mengganggu kesehatan pencernaan, dan masalah kesehatan lainnya.

 

 

5. Menyebabkan masalah kognitif

Tahu kedelai telah dikaitkan dengan demensia dan penyakit Alzheimer. Sebuah studi pada orang Jepang-Amerika yang tinggal di Hawai menemukan hubungan statistik yang signifikan antara dua atau lebih porsi tahu per minggu dengan percepatan penuaan otak.

 

Selain itu, subjek penelitian yang mengonsumsi tahu di usia paruh baya memiliki fungsi kognitif yang lebih rendah di tahun-tahun berikutnya di hidup mereka. Mereka juga memiliki peningkatan kejadian demensia dan penyakit Alzheimer (3).

 

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Dementia and Geriatric Cognitive Disorders, mengonsumsi tahu dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan ingatan yang lebih buruk, sementara makan tempe dalam jumlah tinggi terbukti meningkatkan daya ingat.

 

Para peneliti berhipotesis bahwa kadar folat yang tinggi pada tempe memiliki efek protektif dan konteraktif pada kandungan fitoestrogen (4).

 

6. Defisiensi vitamin B12 dan vitamin D

Kedelai mengandung analog B12, yang berarti tahu mengandung senyawa yang menyerupai vitamin B12. Namun, analog B12 ini tidak dapat diolah tubuh.

 

Inilah sebabnya mengapa mengonsumsi tahu dikaitkan pada kekurangan vitamin B12, terutama di antara orang-orang yang menghindari protein hewani seperti vegetarian dan vegan.

 

Disamping itu, makanan kedelai seperti tahu juga meningkatkan kebutuhan vitamin D tubuh Anda, yang berarti makan tahu bisa memperburuk kondisi defisiensi vitamin D (5).

 

7. Gangguan pencernaan

Produk kedelai tanpa fermentasi seperti tahu mengandung penghambat enzim yang kuat, yang menghambat aksi enzim pankreas tripsin bersama dengan enzim proteolitik lainnya yang diperlukan untuk pencernaan protein.

 

Tidak hanya mengganggu proses pencernaan yang sehat, tetapi juga dapat menyebabkan masalah pada pankreas.

 

Kebanyakan orang kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna tahu, sama seperti berapa banyak orang yang tidak toleran terhadap laktosa. Kondisi ini menyebabkan gangguan pencernaan, gas, kembung dan banyak masalah pencernaan.

 

8. Dapat menyebabkan masalah jantung

Para peneliti secara khusus melihat efek dari diet kaya kedelai pada hypertrophic cardiomyopathy (HCM), suatu kondisi di mana otot jantung menjadi tebal secara tidak normal dan membuat jantung sulit memompa darah.

 

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Investigation menemukan bahwa tikus yang diberi diet kedelai menunjukkan HCM yang lebih buruk daripada tikus yang diberi diet bebas kedelai (protein susu).

 

Hasil studi ini membuktikan bahwa diet kaya kedelai dapat memiliki efek negatif yang mendalam pada kesehatan jantung (6).

 

 

Referensi

Price A. (2016). What is tofu? 8 reasons to not eat this ‘healthy’ vegan product. Dr Axe. Diakses pada 28 Oktober 2019.

Séralini GE, Mesnage R, et al. Genetically modified crops safety assessments: present limits and possible improvements. Environmental Sciences Europe. (2011).

Conrad SC, Chiu H, Silverman BL. Soy formula complicates management of congenital hypothyroidism. Arch Dis Child. (2004).

Nienhiser JC. (2003). Studies showing adverse effects of dietary soy, 1939-2014. The Weston A. Price Foundation. Diakses pada 28 Oktober 2019.

Hogervorst E, Sadjimim T, Yesufu A, Kreager P, Rahardjo TB. High tofu intake is associated with worse memory in elderly Indonesian men and women. Dement Geriatr Cogn Disord. (2008).

Hatcher CJ, Basson CT. Taking a bite out of hypertrophic cardiomyopathy: Soy diet and disease. J Clin Invest. (2006). 


Tags: