fbpx
LOGO

Khasiat Folat (Vitamin B9) Sebagai Nootropik

September 22, 2020
IMG

Vitamin B9 atau folat merupakan salah satu jenis vitamin B yang larut dalam air. Folat berfungsi sebagai koenzim pada transfer karbon tunggal dalam sintesis DNA dan RNA, dan mengubah homosistein ​​menjadi methionine yang digunakan dalam sintesis S-Adenosyl-methionine (SAMe).

 

Folat merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan.

 

Sebagai contoh, Folat yang terkandung di dalam kacang polong menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan daya ingat di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih bisa didapat melalui suplementasi Folat, tanpa mengkonsumsi kacang polong. 

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Folat berbeda dengan asam folat. Folat diturunkan dari tetrahydrofolate (THF) atau vitamin B9 yang secara alami ditemukan dalam makanan. Sedangkan asam folat mengacu pada senyawa sintetis teroksidasi yang digunakan dalam suplemen makanan dan fortifikasi makanan.

 

 

Manfaat Folat 

 

1. Membantu mengurangi depresi

Kadar folat, sel darah merah, dan cairan serebrospinal yang rendah dikaitkan dengan depresi dan demensia.

 

Pada tahun 2015, sebuah meta-analisis menemukan bahwa kombinasi omega-3 antidepresan meningkatkan efektivitas obat-obatan untuk depresi. Peneliti juga menemukan bukti kuat untuk kombinasi metil folat, vitamin D, dan SAMe dengan antidepresan untuk mengurangi depresi (1).

 

Pemberian metil-folat dosis 50 mg setiap hari terbukti lebih ampuh mengatasi depresi pada penderita demensia dibandingkan dengan dosis 100 mg antidepresan Trazadone (2).

 

2. Mengurangi risiko demensia

Kekurangan folat dapat meningkatkan risiko demensia sebanyak 3 kali (2). Defisiensi folat juga dapat meningkatkan gangguan mental organik dalam kelompok yang kekurangan folat (3). 

 

Gangguan mental organik adalah kondisi penurunan fungsi mental yang disebabkan oleh kerusakan otak.

 

3. Meningkatkan daya ingat

Sebuah penelitian menemukan kaitan antara defisiensi folat dengan kemampuan berpikir abstrak dan memori (4).

 

Pemberian 50 mg asam folat per minggu selama 120 hari secara signifikan mampu meningkatkan kinerja visuomotor, memori visuospatial, penalaran logis, memori asosiatif, dan aktivitas sehari-hari (5).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Kandungan vitamin B9 (folat) dapat ditemukan pada makanan yang Anda konsumsi sehari-hari seperti:

Sayuran berdaun hijau

Buah jeruk

Kacang polong

Hati

• Telur

• Susu dan produk susu

• Makanan fortifikasi (makanan yang telah diperkaya dengan zat gizi tertentu)

 

 

Dosis

 

Vitamin B9 (folat) tersedia dalam bentuk kapsul, softgel, dan dalam bentuk bubuk. Sebagai nootropik, dosis yang dianjurkan adalah 0,5 mg per hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Suplementasi vitamin B9 harus dikombinasikan dengan SAM-e untuk membantu metabolismenya. 

 

 

Efek Samping

 

Mengonsumsi vitamin B9 (folat) yang tidak sesuai dengan dosis dapat mengakibatkan beberapa efek samping seperti:

Insomnia

Kebingungan

Kehilangan nafsu makan

Mual

Kejang

 

 

Kontraindikasi

 

Beberapa kondisi yang harus diperhatikan dan harus dihindari dalam mengonsumsi vitamin B9 (folat) yaitu :

Kanker

Penyakit hati

Malaria

Gangguan kejang

Anemia yang disebabkan karena kekurangan vitamin B12

Angioplasti (prosedur medis yang dilakukan untuk membuka penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah arteri jantung)

 

 

Referensi:

Tomen D. (2018). Vitamin b9 (folate). Nootropics Expert. Diakses pada 24 September 2019.

WebMD. (2018). Folic acid. WebMD. Diakses pada 24 September 2019.

Bottiglieri T, Godfrey P, Flynn T, Carney MW, Toone BK, Reynolds EH. Cerebrospinal fluid S-adenosylmethionine in depression and dementia: effects of treatment with parenteral and oral S-adenosylmethionine. J Neurol Neurosurg Psychiatry. (1990). 

Passeri M, Cucinotta D, Abate G, Senin U, Ventura A, Stramba Badiale M, Diana R, La Greca P, Le Grazie C. Oral 5′-methyltetrahydrofolic acid in senile organic mental disorders with depression: Results of a double-blind multicenter study. Aging (Milano). (1993). 

Reynolds EH, Rothfeld P, Pincus JH. Neurological disease associated with folate deficiency. Br Med J. (1973). 

Goodwin JS, Goodwin JM, Garry PJ. Association between nutritional status and cognitive functioning in a healthy elderly population. JAMA. (1983). 

Reynolds EH. Folic acid, ageing, depression, and dementia. BMJ. (2002).


Tags: , , ,