fbpx
LOGO

Mengenal Lutein, Si Vitamin Mata

June 30, 2020
IMG

Lutein, yang juga dijuluki sebagai vitamin mata, adalah jenis antioksidan karotenoid yang paling terkenal untuk melindungi kesehatan mata, termasuk untuk mengatasi degenerasi makula. Degenerasi makula adalah sebuah kondisi penurunan pengelihatan kronis yang dialami oleh lansia akibat penurunan lapang pandang serta dapat mengakibatkan kebutaan.

 

Bersamaan dengan zeaxanthin sejenis karotenoid lain, lutein juga dapat mengurangi efek kolesterol jahat LDL (Low Density Lipoprotein), sehingga mengurangi penumpukan plak di arteri dan mengurangi risiko penyakit jantung. Kombinasi keduanya diketahui dapat bekerja lebih baik dan efektif dalam memerangi radikal bebas.

 

Kedua antioksidan ini banyak ditemui dalam sumber makanan anti-inflamasi dan anti-kanker yang berwarna hijau gelap, orange dan kuning seperti brokoli, bayam, kangkung, jagung, labu, buah kiwi, anggur, jeruk, kuning telur, dan banyak lainnya.

 

 

Manfaat

 

1. Melindungi Mata

Manfaat lutein pada mata termasuk membantu mengurangi kelelahan mata dan sensitivitas terhadap cahaya, memperkuat jaringan mata, serta membantu penglihatan menjadi lebih akurat.

 

Sebuah penelitian di Universitas Harvard menemukan bahwa suplementasi lutein bersama zeaxanthin setiap hari dapat menurunkan risiko degenerasi makula (AMD), penyebab paling umum kebutaan di antara lansia. Lutein diketahui mampu menyaring persentase sinar UV gelombang pendek yang merusak yang berdampak negatif pada bagian halus pada mata, seperti retina (terutama area makula, yakni terletak di belakang bola mata) (1).

 

Penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi zeaxanthin dan lutein bersama dengan antioksidan alami lainnya, termasuk vitamin C, beta-karoten dan vitamin E, berhubungan signifikan dengan penurunan risiko pembentukan katarak pada lensa mata. Meskipun penelitian ini masih dalam tahap awal, mengonsumsi lutein dengan dosis 15 miligram  sebanyak tiga kali seminggu hingga dua tahun telah terbukti dapat meningkatkan penglihatan pada  lansia dengan katarak (2).

 

Mengonsumsi sumber makanan kaya akan lutein seperti telur ayam telah terbukti meningkatkan kandungan karotenoid dalam plasma dan cairan dalam bola mata. Sebuah penelitian dilaksanakan dengan pemberian kuning telur ayam sebanyak 2 – 4 butir per hari selama 5 minggu berturut-turut bersama dengan obat anti kolesterol (statin) berhasil meningkatkan konsentrasi pigmen pada makula serta meningkatkan konsentrasi baik HDL (High Density Lipoprotein) tanpa meningkatkan kolesterol jahat LDL (3). 

 

2. Menjaga Kesehatan Kulit

Lutein membantu menyaring gelombang panjang  yang dihasilkan oleh cahaya matahari, sehingga memperlambat laju stres oksidatif dan melindungi kesehatan kulit serta mencegah terjadinya kanker kulit. Sebuah artikel review menunjukkan bahwa lutein secara signifikan memberikan perlindungan yang signifikan terhadap kerusakan kulit akibat cahaya, seperti tanda-tanda penuaan dan kemungkinan kanker kulit (4). 

 

Sebuah studi lain yang dilakukan selama dua minggu dengan subyek hewan menunjukkan bahwa tikus yang menerima lutein dan zeaxanthin memiliki lebih sedikit peradangan kulit yang diinduksi oleh UVB dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima 0,04% dari karotenoid tersebut (5).

 

Studi lain dengan 46 orang dengan tipe kulit kering ringan sampai sedang bahwa mereka yang menerima 10 mg lutein dan 2 mg zeaxanthin secara signifikan menunjukkan peningkatan warna kulit, dibandingkan dengan kelompok kontrol (6). Lebih jauh, kombinasi keduanya dapat melindungi sel-sel kulit dari penuaan dini dan tumor yang diinduksi oleh UVB (7).

 

3. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa studi pengamatan menunjukkan bahwa berbagai senyawa xanthophyll carotenoids, termasuk lutein, dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke karena sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dimilikinya (8).

 

Penelitian yang dilakukan oleh University of Southern California menunjukkan bahwa kadar lutein yang rendah dalam darah berkontribusi terhadap terjadinya penebalan pada dinding arteri, meningkatkan risiko pengembangan arteriosklerosis atau penyumbatan pada arteri karotis yang dapat menyebabkan serangan jantung. Dalam penelitian tersebut disajikan informasi bahwa pada seseorang yang memiliki kadar lutein tinggi di dalam darah akan mengalami lebih sedikit penumpukan plak di arteri.

 

Suplementasi karotenoid lutein bersama zeaxanthin juga menjadikan kadar sel putih yang ada di dalam arteri menurun sehingga lebih sedikit terjadi peradangan dan penyumbatan akibat trombosit (trombositosis) dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo (9).

 

4. Mencegah Diabetes dan Komplikasinya

Pada penelitian dengan hewan coba, suplementasi lutein terbukti secara efektif dapat mengontrol gula darah dan mencegah terjadinya berbagai risiko komplikasi diabetes terhadap berbagai organ termasuk mata.

 

Sebuah penelitian dilaksanakan pada hewan coba tikus diabetes dengan pemberian kombinasi lutein dengan insulin. Setelah 15 hari pemberian, terjadi penurunan keseluruhan penanda diabetes termasuk HbA1c, serta menurunkan penanda stres oksidatif yang berbahaya bagi kesehatan mata (10). 

 

Sebuah penelitian lain dilaksanakan dengan pemberian kombinasi lutein dengan DHA (docosahexanoic acid atau asam lemak omega 3) pada tikus dengan diabetes retinopati, yakni mengalami komplikasi pada retina akibat tingginya kadar gula darah selama 12 minggu berturut-turut.

 

Setelah dievaluasi, lutein dan DHA terbukti mampu menormalkan standar biokimia diabetes, perubahan pada sel retina mata yang mengalami kematian saraf, serta sangat potensial menjadi terapi adjuvan atau terapi yang dapat diberikan sebelum terapi utama untuk mencegah kebutaan bagi pasien dengan diabetes (11). 

 

5. Menurunkan Risiko Kanker

Efek karotenoid dalam menurunkan risiko seseorang mengidap kanker masih kontroversial. Kandungan antioksidan dipercaya berperan penting dalam menurunkan risiko terhadap kanker.

 

Sebuah penelitian tingkat sel yang diterbitkan pada tahun 2018 melaksanakan pemberian kombinasi karotenoid (lutein, β-karoten, dan astaxanthin) pada sel kanker payudara. Kombinasi tersebut mampu menghambat pertumbuhan keganasan pada sel kanker melalui mekanisme peningkatan antioksidan NAC (N-asetilsistein)  serta menekan produksi reactive oxygen species (ROS) sebagai penyebab stres oksidatif.

 

Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa mengonsumsi makanan kaya akan lutein dapat menjadi terapi alternatif terapetik yang baik untuk melawan pertumbuhan keganasan kanker payudara (12). 

 

 

Sumber Makanan

 

Makanan yang kaya akan kandungan lutein antara lain:

Bayam (sumber lutein tertinggi di alam)

Brokoli

Kale

Jagung 

Kacang hijau 

Telur (terutama kuning telur)

Jeruk

Pepaya

Kubis Brussel

Tanaman collard hijau

Daun turnip/lobak

 

 

Dosis Pemakaian

 

Lutein tersedia dalam bentuk soft-gel suplemen. Sangat direkomendasikan mengonsumsi lutein bersama dengan makanan, karena lutein merupakan nutrisi yang larut dalam lemak, sangat baik diserap tubuh jika dikonsumsi bersama sumber makanan yang kaya akan omega-3

 

Adapun rekomendasi mengkonsumsi suplemen lutein antara lain:

Mencerahkan kulit: dapat dikonsumsi sebanyak 10 miligram dan tambahkan dengan 2 miligram zeaxanthin per hari.

 

Mencegah kerusakan mata dan kulit pada orang dewasa akibat stres oksidatif: Lutein dapat dikonsumsi dengan jumlah antara 6 hingga 20 miligram setiap hari.

 

Menurunkan risiko katarak dan degenerasi makula terkait usia (AMD): 6 miligram lutein per hari, baik mengonsumsi melalui makanan kaya akan lutein maupun dengan menggunakan suplemen.

 

Menurunkan gejala degenerasi makula: 10 miligram suplemen lutein per hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Zeaxanthin: Mengombinasikan keduanya dapat meningkatkan efektivitas perlindungan bagi tubuh terutama kesehatan mata

 

DHA (asam lemak omega-3): Meningkatkan penyerapan lutein dalam saluran pencernaan serta menurunkan risiko kebutaan akibat komplikasi diabetes

 

Kombinasi dengan antioksidan alami (vitamin C, E dan β-karoten lainnya) dapat meningkatkan lutein dan efek antioksidan yang sangat baik bagi kesehatan tubuh

 

 

Defisiensi

 

Sedikitnya kadar lutein dalam darah dapat menyebabkan penebalan dinding arteri sehingga  meningkatkan risiko terjadinya arteriosklerosis (penebalan dan sumbatan dinding pembuluh darah). Dapat pula terjadi penyumbatan arteri karotis (arteri yang mengalirkan darah ke bagian otak dan kepala) sehingga akan meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke.

 

 

Kontraindikasi

 

Beberapa orang dengan kondisi dibawah ini harus berhati-hati dan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen lutein:

Anak-anak

Ibu hamil dan menyusui

Pasien kistik fibrosis

Pasien kanker kulit

 

 

Efek Samping

 

Lutein aman dikonsumsi tanpa efek samping. Konsumsi lutein dengan dosis yang tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan karotenemia (kulit menguning namun tidak berbahaya) sewaktu-waktu, kemunculan kristal dalam bola mata, sakit perut, dan muntah. 

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Lutein. Examine. Diakses pada 24 Juni 2019.

Levy, Jillian. (2019). Lutein: The Antioxidant That Protects Your Eyes & Skin. Dr Axe. Diakses  pada 24 Juni 2019.

O’brien, Sharon. (2018). Lutein and zeaxanthin: Benefits, dosage and food sources. Healthline. Diakses  pada 24 Juni 2019.

Wong, Cathy. (2019). The health benefits of lutein. Very Well Health. Diakses  pada 24 Juni 2019.

Harvard Women’s Health Watch. (2007). In brief: Dietary lutein and zeaxanthin may slow macular degeneration. Harvard Health Publishing. Diakses pada 24 Juni 2019.

WebMD. (2018). Lutein. WebMD. Diakses  pada 24 Juni 2019.

Vishwanathan R, Goodrow-Kotyla EF, Wooten BR, Wilson TA, Nicolosi RJ. Consumption of 2 and 4 egg yolks/d for 5 wk increases macular pigment concentrations in older adults with low macular pigment taking cholesterol-lowering statins. Am J Clin Nutr. (2009).

Roberts RL, Green J, Lewis B. Lutein and zeaxanthin in eye and skin health. Clin Dermatol. (2009).

González S, Astner S, An W, Goukassian D, Pathak MA. Dietary lutein/zeaxanthin decreases ultraviolet B-induced epidermal hyperproliferation and acute inflammation in hairless mice. J Invest Dermatol. (2003).

Juturu V, Bowman JP, Deshpande J. Overall skin tone and skin-lightening-improving effects with oral supplementation of lutein and zeaxanthin isomers: a double-blind, placebo-controlled clinical trial. Clin Cosmet Investig Dermatol. (2016).

Astner S, Wu A, Chen J, et al. Dietary lutein/zeaxanthin partially reduces photoaging and photocarcinogenesis in chronically UVB-irradiated Skh-1 hairless mice. Skin Pharmacol Physiol. (2007).

Ribaya-Mercado JD, Blumberg JB. Lutein and zeaxanthin and their potential roles in disease prevention. J Am Coll Nutr. (2004).

Di Rado A. (2001). Substance found in fruits and veggies packs protective wallop. University of Southern California. Diakses pada 24 Juni 2019.

Muriach M, Bosch-Morell F, Alexander G, et al. Lutein effect on retina and hippocampus of diabetic mice. Free Radic Biol Med. (2006).

Arnal E, Miranda M, Johnsen-Soriano S, et al. Beneficial effect of docosahexanoic acid and lutein on retinal structural, metabolic, and functional abnormalities in diabetic rats. Curr Eye Res. (2009).

Gong X, Smith JR, Swanson HM, Rubin LP. Carotenoid lutein selectively inhibits breast cancer cell growth and potentiates the effect of chemotherapeutic agents through ROS-mediated mechanisms. Molecules. (2018).

 


Tags: , , , , , ,