fbpx
LOGO

Manfaat Maca, Ginseng Ajaib dari Peru

June 30, 2020
IMG

Lepidium meyenii yang dikenal sebagai maca atau ginseng Peru adalah sayuran asli dari Pegunungan Andes di Peru. Tanaman ini menyerupai lobak dan termasuk ke dalam keluarga Brassicaceae. Maca biasanya tersedia dalam bentuk bubuk atau suplemen dan telah dikonsumsi selama ribuan tahun sebagai ramuan obat herbal. 

 

Bagi kesehatan, maca berfungsi sebagai tanaman adaptogen, digunakan untuk membantu tubuh beradaptasi secara alami dengan berbagai pemicu stres seperti jadwal aktivitas harian yang sibuk, stres akibat tuntutan pekerjaan maupun berbagai penyakit fisik yang menyerang tubuh seseorang. 

 

Mikronutrien penting seperti vitamin C, zat besi dan tembaga dan antioksidan termasuk glukosinukat dan polifenol yang terkandung didalamnya seperti juga telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan seksual pada pria dan wanita, menyeimbangkan kadar hormon, meningkatkan energi, suasana hati, serta memori.

 

 

Manfaat

 

1. Melindungi Kulit dari Sinar UV

Ketika diaplikasikan ke kulit, maca dapat melindungi kulit dari sinar UV (Ultra Violet), mencegah terjadinya keriput serta menurunkan resiko terjadinya kanker kulit (1, 2). 

 

Sebuah penelitian pada hewan menyebutkan bahwa mengaplikasikan ekstrak maca pada kulit selama tiga minggu dapat mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar UV. Efek perlindungan ini dikaitkan dengan adanya kandungan antioksidan polifenol dan glukosinolat yang ditemukan di dalam maca (3, 4).

 

2. Kaya Akan Antioksidan

Akar tumbuhan maca bertindak sebagai antioksidan alami, meningkatkan kadar antioksidan seperti glutathione dan superoksida dismutase dalam tubuh.

 

Hal ini dibuktikan pada penelitan yang dilaksanakan dengan subyek hewan bahwa maca memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dan efektif dalam memerangi kerusakan akibat radikal bebas, meningkatkan kadar antioksidan, melindungi terhadap kerusakan neurologis, serta secara signifikan menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida di hati.

 

Maca juga terbukti mampu mengurangi gula darah sehingga membantu mencegah perkembangan berbagai penyakit kronis (5, 6, 7)

 

3. Meningkatkan Energi, Mood, dan Memori

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa bubuk akar maca mampu meningkatkan kinerja dan stamina atau daya tahan tubuh (8, 9, 10). Sebuah penelitian yang dilaksanakan kepada delapan orang atlet sepeda pria menemukan fakta bahwa terdapat peningkatan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan perjalanan sepeda hampir 25 mil (40 km) setelah responden selama 14 hari mengonsumsi ekstrak maca (11).

 

Hasil penelitian lain juga mendukung hal tersebut, dengan tambahan manfaat maca dalam membantu meningkatkan mood atau suasana hati, mengurangi kecemasan dan gejala depresi terutama pada wanita menopause. Senyawa flavonoid yang terkandung di dalam maca merupakan senyawa yang diketahui berperan dalam peningkatan energi serta perbaikan mood atau suasana hati (12, 13, 14).

 

Sebuah penelitian juga menemukan bahwa pemberian ekstrak akar maca dapat meningkatkan kinerja belajar pada anak-anak usia sekolah. Penelitian lain dengan subyek hewan pada tahun 2011 menemukan bahwa maca hitam mampu meningkatkan pembelajaran dan daya ingat pada tikus yang mengalami gangguan daya ingat (15, 16, 17, 18).

 

4. Memperbaiki Fungsi Seksualitas Pada Pria dan Wanita

Mengonsumsi akar maca secara alami mampu menaikkan gairah seksual pada pria dan wanita (19). Sebuah penelitian yang bertujuan mengetahui efek akar maca pada wanita pasca-menopause dengan disfungsi seksual (penurunan gairah seksual) yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan antidepresan menyatakan bahwa kelompok yang diberikan intervensi dengan maca menunjukkan peningkatan fungsi seksual secara signifikan, dibandingkan dengan kelompok plasebo (20). 

 

Akar maca juga bermanfaat baik untuk mengatasi berbagai gejala psikologis dan penurunan fungsi seksual pada wanita pasca-menopause, menyeimbangkan hormon seks dan mengurangi efek negatif gejala menopause seperti insomnia atau gangguan tidur, hot flashes (rasa panas dan terbakar dari dalam tubuh), bahkan bertindak menyeimbangkan kadar estrogen dengan meningkatkan kepadatan tulang kembali (21, 22)

 

Pada pria, suplementasi maca selama depalan minggu terbukti mampu meningkatkan kualitas dan motilitas sperma, meningkatkan level testosteron (hormon kesuburan pada pria) dan fungsi seksualitas (23, 24).

 

Sedangkan pada wanita, maca berfungsi dalam mempengaruhi keseimbangan hormon estrogen dalam tubuh. Sehingga, secara tidak langsung meningkatkan kesuburan dan kesehatan organ reproduksi wanita, bahkan menurunkan berbagai gejala yang berhubungan dengan terjadinya PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) seperti kenaikan berat badan berlebih, jerawat dan pertumbuhan rambut yang abnormal sebagai penyebab utama kemandulan pada wanita (25).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Akar tumbuhan maca atau disebut juga dengan ginseng Peru

 

 

Dosis Pemakaian

 

Sediaan suplemen maca pada umumnya berupa bubuk kering yang dapat dicampurkan dengan berbagai minuman seperti smoothie atau jus buah untuk dikonsumsi. Terdapat pula sediaan ekstrak akar maca berupa cairan (water-based) maupun berbentuk sediaan etil asetat. Penduduk asli pegunungan Andes mengonsumsi langsung akar maca segar maupun yang telah dikeringkan. 

 

Dosis standar maca yang direkomendasikan adalah 1.500 – 3.000 miligram per hari bersama dengan makanan maupun minuman. Hindari memanaskan maca karena dapat mempengaruhi kualitas nutrisi di dalamnya. 

 

 

Efikasi 

 

Suplementasi maca biasanya dikonsumsi sesaat sebelum beraktivitas atau berolahraga terutama untuk meningkatkan energi dan stamina. 

 

 

Kontraindikasi

 

Wanita hamil atau menyusui harap berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi Maca

 

Penderita gangguan fungsi kelenjar tiroid (terutama hipertiroid) tidak disarankan mengkonsumsi Maca. Maca mengandung goitrogen, yakni senyawa yang dapat mengganggu aktivitas normal dari kelenjar tiroid. 

 

Tidak disarankan mengkonsumsi Maca bagi penderita sensitif hormon seperti kanker payudara, kanker rahim, kanker ovarium, endometriosis, fibroid uterus, dll

 

Orang dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi Maca

 

Mengkombinasikan suplemen maca dengan obat-obatan hormonal (seperti pil KB) sangat tidak disarankan. Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi maca.

 

 

Efek Samping

 

Maca aman dikonsumsi sehingga efek samping serius jarang ditemukan. Efek samping mungkin terjadi bila dikombinasikan dengan obat-obatan tertentu atau dikonsumsi oleh penderita darah tinggi.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Maca. Examine. Diakses  pada 25 Juni 2019.

Link, Rachael. (2018). Top 5 maca root benefits and nutrition (no. 4 is best). Dr Axe. Diakses pada 25 Juni 2019.

Palsdottir, Hrefna. (2016). 9 benefits of maca root (and potential side effects). Healthline. Diakses pada 25 Juni 2019.

WebMD. (2018). Maca. WebMD. Diakses pada 25 Juni 2019.

Gonzales GF. Ethnobiology and Ethnopharmacology of Lepidium meyenii (Maca), a Plant from the Peruvian Highlands. Evid Based Complement Alternat Med. (2012).

Gonzales-Castañeda C, Rivera V, Chirinos AL, Evelson P, Gonzales GF. Photoprotection against the UVB-induced oxidative stress and epidermal damage in mice using leaves of three different varieties of Lepidium meyenii (maca). Int J Dermatol. (2011).

Gonzales-Castañeda C, Gonzales GF. Hypocotyls of Lepidium meyenii (maca), a plant of the Peruvian highlands, prevent ultraviolet A-, B-, and C-induced skin damage in rats. Photodermatol Photoimmunol Photomed. (2008).

Saric S, Sivamani RK. Polyphenols and Sunburn. Int J Mol Sci. (2016).

Zha S, Zhao Q, Chen J, et al. Extraction, purification and antioxidant activities of the polysaccharides from maca (Lepidium meyenii). Carbohydr Polym. (2014).

Rodríguez-Huamán Á, Casimiro-Gonzales S, Chávez-Pérez JA, et al. Antioxidant and neuroprotector effect of Lepidium meyenii (maca) methanol leaf extract against 6-hydroxy dopamine (6-OHDA)-induced toxicity in PC12 cells. Toxicol Mech Methods. (2017).

Vecera R, Orolin J, Skottová N, et al. The influence of maca (Lepidium meyenii) on antioxidant status, lipid and glucose metabolism in rat. Plant Foods Hum Nutr. (2007).

Choi EH, Kang JI, et al. Supplementation of standardized lipid-soluble extract from maca (Lepidium meyenii) increases swimming endurance capacity in rats. Journal of Functional Foods. (2012). 

Shin SH, Park DS, et al. Gelatinized and Fermented Powders of Lepidium meyenii (Maca) Improve Physical Stamina and Epididymal Sperm Counts in Male Mice. Journal of Embryo. (2008).

Zheng BL, He K, et al. Effect of aqueous extract from lepidium meyenii on mouse behavior in forced swimming test. Quality Management of Nutraceuticals. (2001).

Stone M, Ibarra A, Roller M, Zangara A, Stevenson E. A pilot investigation into the effect of maca supplementation on physical activity and sexual desire in sportsmen. J Ethnopharmacol. (2009).

Brooks NA, Wilcox G, Walker KZ, Ashton JF, Cox MB, Stojanovska L. Beneficial effects of Lepidium meyenii (Maca) on psychological symptoms and measures of sexual dysfunction in postmenopausal women are not related to estrogen or androgen content. Menopause. (2008).

Stojanovska L, Law C, Lai B, et al. Maca reduces blood pressure and depression, in a pilot study in postmenopausal women. Climacteric. (2015).

Dording CM, Fisher L, et al. A double‐blind, randomized, pilot dose‐finding study of maca root (L. Meyenii) for the management of SSRI‐induced sexual dysfunction. CNS Neuroscience & Therapeutics. (2008).

Rubio J, Yucra S, Gasco M, Gonzales GF. Dose-response effect of black maca (Lepidium meyenii) in mice with memory impairment induced by ethanol. Toxicol Mech Methods. (2011).

Rubio J, Qiong W, Liu X, et al. Aqueous extract of black maca (Lepidium meyenii) on memory impairment induced by ovariectomy in mice. Evid Based Complement Alternat Med. (2011).

Rubio J, Caldas M, Dávila S, Gasco M, Gonzales GF. Effect of three different cultivars of Lepidium meyenii (Maca) on learning and depression in ovariectomized mice. BMC Complement Altern Med. (2006).

Shin BC, Lee MS, Yang EJ, Lim HS, Ernst E. Maca (L. meyenii) for improving sexual function: a systematic review. BMC Complement Altern Med. (2010).

Gonzales GF, Cordova A, Gonzales C, Chung A, Vega K, Villena A. Lepidium meyenii (Maca) improved semen parameters in adult men. Asian J Androl. (2001).

Brooks NA, Wilcox G, Walker KZ, Ashton JF, Cox MB, Stojanovska L. Beneficial effects of Lepidium meyenii (Maca) on psychological symptoms and measures of sexual dysfunction in postmenopausal women are not related to estrogen or androgen content. Menopause. (2008).

Meissner HO, Mscisz A, Reich-Bilinska H, et al. Hormone-balancing effect of pre-gelatinized organic maca (Lepidium peruvianum Chacon): (III) Clinical responses of early-postmenopausal women to Maca in double blind, randomized, placebo-controlled, crossover configuration, outpatient study. Int J Biomed Sci. (2006).

Lee MS, Lee HW, You S, Ha KT. The use of maca (Lepidium meyenii) to improve semen quality: A systematic review. Maturitas. (2016).

Gonzales GF, Cordova A, Gonzales C, Chung A, Vega K, Villena A. Lepidium meyenii (Maca) improved semen parameters in adult men. Asian J Androl. (2001).

Levy, Jillian. (2018). Polycystic ovarian syndrome (PCOS): No. 1 cause of infertility?. Dr Axe. Diakses pada 25 Juni 2019.

 


Tags: , , , , , , , , , , ,