fbpx
LOGO

Manfaat Bacopa monnieri (Brahmi) untuk Kesehatan

July 9, 2020
IMG

Bacopa, dikenal juga brahmi atau daun air, adalah tanaman obat yang bersifat nootropik. Tanaman ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional India, Ayurveda, untuk meningkatkan memori, mengatasi kecemasan, membantu mengobati epilepsi dan ADHD, serta mengobati Alzheimer.

 

Bacopa monnieri memiliki berbagai kombinasi senyawa aktif yang unik, seperti brahmin, apigenin, dan bacosida atau saponin. Bacopa mampu meningkatkan fungsi kognitif melalui peningkatan produksi asetilkolin dalam otak oleh kolin asetiltranferase. Bacopa bekerja dengan menghambat produksi asetilkolinesterase, enzim yang menyebabkan penurunan produksi asetilkolin.

 

Bacopa juga diketahui meningkatkan produksi serotonin dan GABA di area hipokampus, sehingga menghasilkan perassaan nyaman dan emosi yang stabil. 

 

Diharapkan untuk berhati-hati dan tidak terkecoh dengan tanaman Centella asiatica atau pegagan (gotu kola), dan beberapa obat-obatan herba lain karena jenis tanaman tersebut juga seringkali disebut sebagai brahmi.

 

 

Manfaat

 

1. Kaya Antioksidan

Senyawa aktif utama pada Bacopa adalah bacosida. Senyawa ini telah terbukti mampu menetralisir radikal bebas dan mencegah molekul lemak bereaksi dengan radikal bebas.

 

Ketika molekul lemak bereaksi dengan radikal bebas, terdapat proses yang disebut peroksidasi lipid yang dikaitkan dengan beberapa kondisi, seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan gangguan neurodegeneratif lainnya (1, 2, 3, 4).

 

Sebuah penelitian dengan subyek tikus dengan demensia mengarah ke Azheimer menyatakan bahwa pengobatan dengan Bacopa monnieri sebesar 50 mg/kg berat badan dapat mengurangi kerusakan akibat radikal bebas dan menekan timbulnya tanda-tanda kerusakan memori (5).

 

2. Meningkatkan Fungsi Otak

Sebuah penelitian pada tikus coba menunjukkan bahwa Bacopa monnieri mampu meningkatkan pembelajaran spasial dan kemampuan tikus dalam menyimpan informasi.

 

Selain itu Bacopa juga dapat meningkatkan panjang dan cabang dendrit, bagian dari sel-sel saraf di otak yang juga berkaitan erat dengan kemapuan otak untuk belajar dan membentuk memori (6).

 

Penelitian pada manusia mengatakan bahwa suplementasi Bacopa monnieri sebesar 300 mg setiap hari secara signifikan dapat meningkatkan kecepatan proses penerimaan informasi visual, tingkat belajar dan memori, serta perhatian pada orang dewasa sehat maupun pada responden lansia (7, 8).

 

3. Membantu Mengobati Penyakit Degeneratif

Bacopa dikatakan sebagai agen neuroprotektif yang menjanjikan dan dapat melindungi dari penyakit seperti Huntington, Parkinson, dan Alzheimer (9, 10, 11).

 

Sebuah penelitian yang menggunakan hewan coba menunjukkan efektivitas Bacopa  dalam mengurangi 6-OHDA (6-HydroxyDopamine) pada tikus dengan Parkinson, serta melindungi terjadinya deposit beta-amiloid, melindungi saraf, dan potensial dalam meningkatkan fungsi kognitif pada model hewan dengan penyakit Alzheimer (12, 13).

 

 

 

4. Membantu Mengobati ADHD dan Disleksia

Bacopa efektif dalam meningkatkan perhatian, kognisi dan kontrol impuls pada anak-anak dengan ADHD. Ekstrak standar Bacopa ditemukan efektif dalam mengurangi gejala ADHD dan ditoleransi dengan baik oleh anak-anak.

 

Selain itu, Bacopa juga mampu membantu mengelola disleksia, gangguan membaca, pada anak-anak. ADHD (attention deficitf hyperactivity disorder) adalah sebuah gangguan mental yang menyebabkan seorang anak suit untuk berkonsentrasi dan hiperaktif. Gejalanya dapat menetap hingga usia dewasa (14, 15).

 

Sebuah penelitan yang dilaksanakan terhadap 31 orang anak berusia 6 – 12 tahun dengan ADHD, diberikan intervensi berupa suplementasi Bacopa sebesar 225 mg selama 6 bulan berturut-turut.

 

Hasilnya, Bacopa secara signifikan mampu menurunkan berbagai gejala ADHD termasuk ketidakmampuan istirahat, ketidakmampuan kontrol diri, fokus, perilaku impulsif, dan gangguan mental lainnya (16).  

 

5. Sebagai Anti-Mikroba

Pada beberapa penelitian, Bacopa menunjukkan khasiatnya sebagai antimikroba pada berbagai bakteri penyebab penyakit, seperti TBC, sifilis, kolera, dan penyakit infeksi lambung kronis (17, 18, 19).

 

Ekstrak daun Bacopa juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab pneumonia, diare, infeksi usus, penyakit kulit, tifus, dan gonore (infeksi kelamin) (20, 21, 22, 23).

 

 

Sumber Makanan

 

 

Keseluruhan bagian tanaman Bacopa monnieri dapat diolah menjadi obat herbal yang bermanfaat.

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar mengkonsumsi suplemen Bacopa monnieri adalah 300-450 mg per hari, dengan asumsi bahwa kandungan total bacosida (senyawa aktif) adalah 55% dari ekstrak.

 

Bacopa monnieri juga dapat dikonsumsi dalam bentuk daun kering atau bubuk. Untuk mencapai ideal 10 – 20% dari konten bacosida, dosis yang direkomendasikan adalah 750 – 1.500 mg per hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Asam lemak diet: Kombinasi keduanya dapat meningkatkan penyerapan bacopa dalam tubuh.

 

Bacopa juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat, seperti amitriptyline, obat antidepresan yang juga digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. Bacopa dapat meningkatkan bioavailibilitas obat ini.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui: Tidak disarankan untuk mengonsumsi bacopa karena belum ada penelitian mengenai keamanan konsumsi bacopa pada ibu hamil dan menyusui

 

Penderita bradikardia (detak jantung lambat)

 

Memiliki riwayat sumbatan pada saluran pencernaan

 

Penderita maag

 

Gangguan paru-paru

 

Gangguan tiroid

 

Memiliki riwayat obstruksi saluran kemih

 

 

Efek Samping

 

Diare

Kram perut 

Mual 

Mulut kering 

Kelelahan

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Bacopa monnieri. Examine. Diakses dari  pada 28 Juni 2019.

Raman, Ryan. (2019). 7 Emerging benefits of bacopa monnieri (brahmi). Healthline. Diakses pada 28 Juni 2019.

Cohen, Joe. (2019). Top 37 bacopa monnieri benefits + side effects, dosage. Self Hacked. Diakses pada 28Juni 2019.

WebMD. (2018). Bacopa. WebMD. Diakses pada 28 Juni 2019.

Simpson T, Pase M, Stough C. Bacopa monnieri as an antioxidant therapy to reduce oxidative stress in the aging brain. Evid Based Complement Alternat Med. (2015).

Sultana R, Perluigi M, Butterfield DA. Lipid peroxidation triggers neurodegeneration: A redox proteomics view into the Alzheimer disease brain. Free Radic Biol Med. (2013).

Montine TJ, Neely MD, Quinn JF, et al. Lipid peroxidation in aging brain and Alzheimer’s disease. Free Radic Biol Med. (2002).

Russo A, Izzo AI, Borrelli F, Renis M, Vanella A. Free radical scavenging capacity and protective effect of Bacopa monniera L. on DNA damage. Phytoteraphy Research. (2003). 

Saini N, Singh D, Sandhir R. Neuroprotective effects of Bacopa monnieri in experimental model of dementia. Neurochem Res. (2012).

Vollala VR, Upadhya S, Nayak S. Enhancement of basolateral amygdaloid neuronal dendritic arborization following Bacopa monniera extract treatment in adult rats. Clinics (Sao Paulo). (2011). 


Tags: , , , , ,