fbpx
LOGO

Segudang Manfaat Kesehatan Betaine (Trimetil Glisin)

June 28, 2020
IMG

Trimetil glisin (Trimethylglycine/TMG) atau betaine adalah asam amino yang biasa ditemukan dalam tubuh. Betaine juga banyak ditemukan pada umbi bit. Cara kerja betaine dalam tubuh manusia adalah sebagai donor metil.

 

Betaine menyumbangkan kelompok metil untuk mengurangi kadar L-metionin serta meningkatkan kadar S-Adenosyl Methionine (SAMe) atau molekul folat dalam tubuh.

 

Hasil akhir dari proses tersebut, suplementasi betaine akan mendukung metilasi dan menjaga kadar homosistein sehingga tidak terjadi penyumbatan dalam pembuluh darah (aterosklerosis).

 

Mekanisme utama lain dari betaine adalah sebagai penunjang proses osmolisis. Proses ini mengangkut molekul betaine bersama dengan air masuk dan keluar sel untuk mempengaruhi status hidrasi. Peningkatan konsentrasi betaine intraseluler (antar sel) dapat meningkatkan hidrasi sel dan ketahanan terhadap stresor.

 

TMG atau betaine terbukti memiliki banyak sekali manfaat potensial terutama untuk memerangi penyakit jantung, meningkatkan komposisi tubuh, serta membantu meningkatkan pertumbuhan otot dan lemak karena kemampuannya dalam  meningkatkan sintesis protein dalam tubuh.

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Trimetil glisin atau betaine bermanfaat dalam membantu memerangi pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah karena peningkatan homosistein. Sehingga, hal tersebut secara langsung berkaitan juga dengan menurunnya risiko penyakit jantung, stroke, dan berbagai bentuk gangguan pada jantung yang lain.

 

Menurut sebuah penelitian, suplementasi betaine secara teratur dapat menurunkan konsentrasi homosistein yang tinggi. Dalam penelitian yang diterbitkan pada tahun 2005 tersebut, suplementasi kolin dalam bentuk fosfatidilkolin dosis 2.6 gram per hari dapat menurunkan kadar homosistein rata-rata sebanyak 18%.

 

Perlu diketahui bahwa kolin adalah prekursor betaine. Prekursor bermakna bahwa kolin merupakan senyawa kimia yang juga akan menghasilkan betaine dalam proses metabolisme dalam tubuh (1).

 

2. Membantu Meredakan Rasa Nyeri

Hasil penelitian menyebutkan bahwa betaine dapat meringankan rasa sakit dan nyeri otot. Sebuah penelitian yang dilakukan pada kuda sebagai hewan coba, menunjukkan kadar asam laktat (terkait dengan kelelahan otot) setelah berolahraga ditemukan lebih rendah pada kuda tidak terlatih yang menerima suplementasi betaine dibandingkan dengan yang tidak menerima suplementasi ini (2).

 

Sebuah penelitian dilaksanakan dengan pemberian betaine sebesar 150 mg sebanyak dua kali per hari pada pasien dengan fatty liver non-alkoholic. Hasilnya selain lemak liver berkurang sebanyak 25%, juga diketahui pasien mengalami penurunan rasa nyeri yang signifikan pada perut kiri atas (45-57%), penurunan ukuran pembengkakan liver dan terjadinya dispepsia (3).

 

Suplementasi TMG atau betaine juga disinyalir bermanfaat bagi orang-orang yang aktif berolahraga maupun yang menderita gejala terkait kerusakan otot dan jaringan sendi. Meski begitu, dibutuhkan penelitian lebih dalam mengenai efektivitas trimetil glisin atau betaine terhadap manusia.

 

3. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Betaine dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi asam klorida dalam perut yang berfungsi untuk memecah makanan dan mengelola nutrisi. Dalam beberapa kasus, betaine dapat meringankan berbagai masalah pencernaan akibat asam lambung yang rendah (4).

 

Mereka yang mengonsumsi ekstrak Betaine HCI (suplemen Betaine Hydrochloride) dengan dosis 1500 mg per oral satu kali per hari sebelum makan terbukti dapat membantu sistem pencernaan memproses dan mengelola nutrisi makanan dengan lebih baik, meningkatkan kesehatan saluran pencernaan, serta meningkatkan kekebalan tubuh (5, 6).

 

4. Membantu Meningkatkan Massa Otot

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 melaporkan suplementasi betaine selama 14 hari menunjukkan peningkatan kekuatan otot dan produksi kekuatan otot pada laki-laki yang menjalani latihan resistensi (7). Penelitian sebelumnya yang dilaksanakan tahun 2009 pada kelompok mahasiswa perguruan tinggi. Responden diberikan suplementasi betaine selama dua minggu menunjukkan peningkatan daya tahan otot selama latihan squat serta peningkatan kualitas serta pengulangan jumlah squat yang dapat dilakukan (8).

 

Penelitian lain dilakukan oleh Jurnal International Society of Sports Nutrition pada tahun 2013 untuk melihat efek suplementasi betaine selama enam minggu pada komposisi tubuh, kekuatan, daya tahan serta jumlah kehilangan lemak kepada subyek atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi betaine dosis 2.5 gram per hari menunjukkan peningkatan komposisi tubuh serta ukuran otot lengan. Para atlet juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi untuk dapat melakukan bench press, angkat besi, dan latihan squat.

 

Para peneliti menyimpulkan bahwa betaine terbukti mampu meningkatkan kekuatan dan pertumbuhan otot serta berkontribusi pada peningkatan stamina atlet selama berolahraga (9).

 

5. Detoksifikasi dan Meningkatkan Fungsi Hati

Betaine membantu detoksifikasi dan meningkatkan kesehatan hati. Betaine membantu organ hati untuk membuang racun dan bahan kimia dalam tubuh, termasuk yang berasal dari obat-obatan, pestisida dan herbisida pada tanaman (hepatotoksin) (10). Betaine juga terbukti mampu mencegah kerusakan pada saluran pencernaan dan pada area tubuh lainnya akibat paparan racun.

 

Sebuah penelitian melaksanakan uji kuantitas betaine terhadap 240 jenis makanan yang banyak dikonsumsi oleh penduduk Amerika Serikat. Hasilnya ditemukan betaine terbanyak terdapat pada jenis makanan gandum dan olahan gandum (>1 gm/100 gram). Temuan ini diketahui amat penting untuk  memfasilitasi penelitian lain mengenai kadar homosistein atau methionine pada penduduk Amerika Serikat  (11).

 

Betaine juga memiliki efek lipotropik atau penghancuran lemak, dan telah terbukti signifikan dalam penyembuhan penyakit hati berlemak (fatty liver). Penumpukan lemak pada hati dapat diakibatkan oleh penyalahgunaan alkohol, obesitas, diabetes dan berbagai penyebab lainnya (11)

 

Sebuah penelitian dilaksanakan dengan pemberian 3000 miligram betaine dua kali per hari, selama satu tahun penuh pada penderita fatty liver. Setelah dievaluasi, hasilnya menunjukkan bahwa betaine secara signifikan menurunkan bahkan menormalkan kadar ALT (Alanine transminase/SGPT) dan AST (Aspartate trasnsaminase/ SGOT) sebagai penanda fungsi hati (12). 

 

6. Membantu Menurunkan Berat Badan

Betaine dikatakan mampu mempercepat proses pembakaran lemak dan mempengaruhi tubuh secara positif dalam memproses dan memecah nutrisi. Manfaat ini terjadi tanpa efek samping seperti penghancuran jaringan otot atau pengurangan massa otot. Namun, penelitian mengenai betaine terhadap penurunan berat badan pada kelompok dewasa dengan obesitas diketahui menunjukkan hasil yang kurang signifikan terutama terhadap penurunan rerata metabolisme, terhadap penurunan berat badan maupun massa lemak (13)

 

Sebuah penelitian melibatkan babi muda sebagai hewan coba. Hewan coba diperlakukan dalam kondisi diet dengan campuran pakan dan 0 hingga 0,5% betaine. Setelah masa uji, peneliti menemukan bahwa suplementasi betaine meningkatkan metabolisme protein dan menghasilkan pengurangan lebih banyak lemak tubuh pada babi yang menerima betaine dibandingkan dengan kelompok yang hanya melakukan diet.

 

Namun, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa efek suplementasi betaine terhadap penurunan berat badan dapat terlihat jelas bila dikombinasikan dengan diet rendah kalori. Dibutuhkan penelitian lanjutan mengenai efektivitas suplemen betaine jika dikombinasikan dengan diet lain maupun dikonsumsi secara langsung baik terhadap hewan coba maupun kepada manusia (14).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Trimetil glisin atau Betaine dapat ditemukan pada: 

Bayam

Ubi jalar

Daging sapi muda

Gandum

Umbi bit

Kinoa

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis aktif betaine adalah 500 – 1.000 mg yang diperoleh dari sumber makanan.

 

Suplementasi makanan: Konsumsi Trimetil glisin dosis 2.500-6.000 mg, diminum dalam dua dosis terbagi setiap hari.

 

• Fatty liver dan fibrosis: Konsumsi suplemen Trimetil glisin dengan dosis 6 – 20 gram setiap hari.

 

Mengatasi mulut kering: Gunakan pasta gigi yang mengandung betaine anhidrat, dua kali sehari selama 2 minggu. Obat kumur yang mengandung betaine anhydrous, xylitol, dan sodium fluoride juga dapat digunakan setiap malam selama 4 minggu.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Asam folat: Mengkombinasikan trimetil glisin dengan asam folat dapat menurunkan produksi homosistein, sejenis asam amino yang meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis).

 

Kolin: Kombinasi betaine dengan suplemen kolin oral hingga 1000 miligram per dosis diketahui meningkatkan konsentrasi betaine dalam plasma darah.

 

S-Adenosyl Methionine (SAMe): Mengkombinasikan SAMe bersama dengan betaine meningkatkan produksi SAMe oleh organ hati (penelitian terhadap tikus coba). 

 

Ethanol/alkohol: Kombinasi ethanol dengan betaine terbukti meningkatkan produksi SAMe oleh organ hati. 

 

 

Defisiensi

 

Kadar betaine yang rendah berkontribusi terhadap tingginya homosistein dalam darah sehingga tubuh dapat mengalami berbagai kondisi serius seperti keterlambatan perkembangan, osteoporosis, kelainan visual, pembentukan gumpalan darah, serta penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.

 

 

Kontraindikasi

 

Orang yang mengonsumsi obat-obatan untuk penyakit hati, penyakit jantung, atau batu ginjal, harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen yang mengandung betaine.

 

Orang dengan kelebihan berat badan, penderita diabetes, penyakit jantung atau yang berisiko lebih tinggi untuk penyakit jantung tidak disarakan mengonsumsi betaine tanpa berkonsultasi dokter terlebih dahulu.

 

Masa kehamilan atau menyusui: Tidak ada informasi yang cukup mengenai keamanan dalam mengonsumsi betaine. Sebaiknya hindari suplemen ini. 

 

 

Efek Samping

 

Meski saat ini belum dilaporkan efek samping serius dari betaine atau overdosis betaine, beberapa orang mengalami efek samping ringan seperti diare, sakit perut dan mual.

 

Betaine dosis tinggi dapat menimbulkan aroma yang kurang sedap pada bau nafas dan sekresi tubuh (termasuk keringat dan urine), yang diakibatkan oleh kandungan trimetilamin dalam betaine. Suplementasi riboflavin sebanyak 100 mg dua kali sehari dapat menghilangkan bau tersebut.

 

Trimetil glisin atau betaine sebagai garam hidroklorida (dipasarkan sebagai Betaine HCl) dapat menyebabkan rasa terbakar pada ulu hati, terutama jika dikonsumsi dengan dosis oral yang cukup tinggi. Hal ini berkaitan dengan produksi asam lambung yang juga ikut meningkat akibat efek betaine dosis tinggi.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Trimethylglycine. Examine. Diakses pada 20 Juni 2019.

Levy, Jillian. (2018). What is betaine? benefits, signs of deficiency and food sources. Dr Axe.Diakses pada 20 Juni 2019.

WebMD. (2018). Betaine anhydrous. Web MD. Diakses pada 20 Juni 2019.

Olthof MR, Brink EJ, Katan MB, Verhoef P. Choline supplemented as phosphatidylcholine decreases fasting and postmethionine-loading plasma homocysteine concentrations in healthy men. Am J Clin Nutr. (2005).

Warren LK, Lawrence LM, Thompson KN. The influence of betaine on untrained and trained horses exercising to fatigue. J Anim Sci. (1999).

Miglio F, Rovati LC, Santoro A, Setnikar I. Efficacy and safety of oral betaine glucuronate in non-alcoholic steatohepatitis. A double-blind, randomized, parallel-group, placebo-controlled prospective clinical study. Arzneimittelforschung. (2000).

Yago MR, Frymoyer AR, Smelick GS, et al. Gastric reacidification with betaine HCl in healthy volunteers with rabeprazole-induced hypochlorhydria. Mol Pharm. (2013). 

Benet L. Study of the ability of betaine hydrochloride to increase stomach acid in healthy volunteers. US National Library of Medicine Clinical Trial. (2010).

Kines K, Krupczak T. Nutritional interventions for gastroesophageal reflux, irritable bowel syndrome, and hypochlorhydria: A case report. Integr Med (Encinitas). (2016).

Lee EC, Maresh CM, Kraemer WJ, et al. Ergogenic effects of betaine supplementation on strength and power performance. J Int Soc Sports Nutr. (2010).

Hoffman JR, Ratamess NA, Kang J, Rashti SL, Faigenbaum AD. Effect of betaine supplementation on power performance and fatigue. J Int Soc Sports Nutr. (2009).

Cholewa JM, Wyszczelska-Rokiel M, et al. Effects of betaine on body composition, performance, and homocysteine thiolactone. J Int Soc Sports Nutr. (2013).

Schoental R. Liver disease ande “natural” hepatotoxins. Bull World Health Organ. (1963).

Williams JR, Howe J, Zeisel SH, Mar MH, Holden JM. USDA Database for the Choline Content of Common
Foods. Agricultural Research Service. (2004).

Abdelmalek MF, Angulo P, Jorgensen RA, Sylvestre PB, Lindor KD. Betaine, a promising new agent for patients with nonalcoholic steatohepatitis: Results of a pilot study. Am J Gastroenterol. (2001).

Schwab U, Törrönen A, Toppinen L, et al. Betaine supplementation decreases plasma homocysteine concentrations but does not affect body weight, body composition, or resting energy expenditure in human subjects. Am J Clin Nutr. (2002).

Fernández-Fígares I, Wray-Cahen D, Steele NC, Campbell R. Effect of dietary betaine on nutrient utilization and partitioning in the young growing feed-restricted pig. Journal of Animal Science. (2002).


Tags: , , , ,