fbpx
LOGO

Mengenal Guarana, Superfood Khas Sungai Amazon yang Kaya Manfaat

July 27, 2020
IMG

Guarana (Paullinia cupana) adalah tanaman merambat yang berasal dari lembah sungai Amazon dan populer di Brasil. Buah guarana yang sudah masak akan memiliki ukuran sebesar buah kopi. Buah guarana sendiri masih satu family dengan buah lengkeng dan varietas buah lainnya seperti leci dan ackee.

 

Bijinya sangat kaya akan kandungan kafein, melebihi biji kopi, juga kaya akan kandungan antioksidan. Ekstrak guarana dibuat dengan mengolah bijinya menjadi bubuk. Suku-suku yang tinggal di hutan Amazon telah menggunakan guarana selama berabad-abad dan mengambil manfaat terapeutiknya.

 

Faktanya, selain berfungsi sebagai stimulan, ekstrak biji guarana juga dapat meningkatkan kesehatan kulit, dan menambah berat badan.

 

Saat ini, 70% dari biji guarana yang diproduksi digunakan oleh industri minuman sebagai zat aditif terutama dalam industri minuman ringan dan berenergi, sedangkan 30% sisanya diubah menjadi bubuk.

 

 

Manfaat

 

1. Kaya Akan Antioksidan

Guarana mengandung berbagai senyawa antioksidan kuat, termasuk kafein, teobromin, tanin, saponin, dan katekin. Fakta lain menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki profil antioksidan yang mirip dengan teh hijau (1, 2).

 

Antioksidan dalam guarana menjadi senyawa utama dan sangat penting karena dapat melindungi tubuh dari radikal bebas dan menjauhkan dari risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Sebuah studi tingkat sel juga telah menemukan bahwa sifat antioksidan guarana dapat memerangi pertumbuhan sel kanker, menekan risiko penyakit jantung, dan mencegah terjadinya penuaan pada kulit (3, 4).

 

Sebuah penelitian berhasil menunjukkan kemampuan katekin, epikatekin, dan kafein dalam ekstrak biji guarana berperan kuat dalam mencegah terjadinya agregat atau penumpukan keping darah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya trombosis dan sumbatan pada pembuluh darah (meningkatkan risiko stroke dan deep vein thrombosis) (5).

 

Penelitian lain pada sel sampel darah 42 orang lansia yang terbiasa mengonsumsi guarana, ditemukan tingginya aktivitas antioksidan yang berefek pada rendahnya oksidasi kolesterol jahat LDL (low density lipoprotein) sehingga mencegah terjadinya berbagai penyakit kardiometabolik, termasuk mencegah terjadinya sumbatan lemak (aterosklerosis)(6). 

 

2. Meningkatkan Kesehatan Kulit

Karena kandungan antioksidan dan antibakteri yang kuat, guarana populer di industri kosmetik sebagai bahan campuran dalam krim, lotion, sabun, dan shampoo. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cosmetic Dermatology menunjukkan bahwa kosmetik yang mengandung guarana memiliki efek anti-penuaan yang kuat, membantu mengurangi kulit yang kendur dan meminimalkan kerutan di bawah dan di sekitar mata (7).

 

Sebuah penelitian tingkat sel menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam guarana dapat secara signifikan mengurangi kerusakan kulit yang berkaitan dengan usia (4). Selain itu, kafein dalam guarana juga membantu melindungi kulit terhadap radiasi UV, memperlambat photoaging kulit, meningkatkan sirkulasi dan aliran darah (8). 

 

3. Meningkatkan Kekuatan dan Fungsi Otak

Biji guarana terkenal mengandung kafein yang sangat tinggi, tepatnya enam kali lebih banyak daripada biji kopi. Hal ini membuat  guarana berfungsi sebagai stimulan kuat, membantu mempertahankan kewaspadaan, fokus, performa dan energi (9).

 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dosis rendah guarana sebesar 37,5 – 75 mg mampu meningkatkan kinerja memori dan kewaspadaan. Mengombinasikan guarana dengan ginseng juga mampu meningkatkan pengerjaan tugas yang berkaitan dengan memori dan akurasi, dibandingkan dengan pemberian ekstrak Panax ginseng secara tunggal (11, 12).

 

Penelitian lain terhadap 129 orang dewasa muda (berusia 18 – 24 tahun) juga berhasil menunjukkan bahwa kombinasi guarana dengan berbagai multivitamin dan mineral dapat meningkatkan kemampuan untuk belajar, fokus dan mengingat, membantu mencegah terjadinya kelelahan mental pada partisipan ketika diberikan tugas berjenis Rapid Visual Information Processing (RVIP). Efek maksimum dari guarana terlihat pada 30 – 60 menit setelah dikonsumsi (13).

 

 

 

Menariknya, sebuah penelitian yang dilaksanakan kepada 40 orang pasien penderita tumor solid yang diberikan ekstrak guarana dengan dosis 37.5 mg per hari sebanyak 2 kali per hari pada 1 – 3 minggu pertama setelah pemberian kemoterapi. Setelah dievaluasi, secara signifikan ekstrak biji guarana berhasil menurunkan kelelahan mental yang dapat muncul akibat pengobatan kemo tanpa efek samping yang signifikan (14).

 

Hasil yang serupa ditemukan pada pemberian ekstrak biji guarana sebesar 50 mg, dua kali per hari pada penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Selain mengalami penurunan kelelahan, partisipan juga mengalami peningkatan nafsu makan, perbaikan berat badan, dan penurunan intensitas terjadinya hot flashes (sensasi panas yang ditimbulkan akibat terapi hormon) (15, 16).

 

4. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Kafein dalam guarana memiliki manfaat bagi kesehatan pencernaan, yaitu bertindak sebagai pencahar alami dengan merangsang pergerakan usus sehingga akan meredakan sembelit. Dosis rendah guarana memberikan efek anti-diare, sementara dosis tingginya berfungsi sebagai obat pencahar alami (17, 18).

 

Selain kafein, senyawa lain yang disebut tanin dalam biji guarana juga memiliki sifat anti-diare. Tanin adalah senyawa antioksidan nabati yang dapat mencegah kelebihan air dalam usus sehingga akan menghentikan diare dengan cepat (19).

 

5. Pereda Rasa Nyeri

Sifat penghilang rasa nyeri diketahui berasal dari tingginya kandungan kafein dalam guarana. Kafein berperan dalam manajemen nyeri, karena mengikat dan menghambat reseptor adenosin. Dua dari reseptor adenosin yaitu A1 dan A2a, terlibat dalam proses otak dalam menimbulkan nyeri. Proses penghambatan kedua reseptor tersebut akan meredakan nyeri secara perlahan (20, 21).

 

6. Menurunkan Berat Badan 

Praktik penggunaan suplemen guarana untuk meningkatkan pembakaran lemak dan diet untuk menurunkan berat badan sangat umum ditemukan, karena kadar kafein yang tinggi diketahui meningkatkan metabolisme tubuh. Sehingga tubuh dapat membakar lemak, meningkatkan energi hingga 11% terutama pada 12 jam awal setelah konsumsi (22).

 

Konsumsi kafein secara rutin telah terbukti menurunkan 75 kcal rerata metabolik istirahat pada dewasa dengan berat badan normal, dan 150 kcal pada dewasa dengan kondisi post-obesitas (23).

 

 

Sumber Makanan

 

Biji dari buah Guarana

 

 

Dosis Pemakaian

 

Meski belum adanya rekomendasi dosis yang aman untuk mengonsumsi guarana, berbagai penelitian menunjukkan bahwa dosis rendah sebesar 50-75 mg per hari menghasilkan lebih banyak manfaat kesehatan. Sebaiknya suplemen guarana dikonsumsi dalam dua dosis terbagi, yakni sesaat setelah bangun tidur di pagi hari dan di siang hari. 

 

Tidak disarankan mengkonsumsi suplemen guarana saat malam hari karena kafein tinggi yang terkandung didalamya memiliki efek stimulan dan dapat membuat seseorang terjaga pada malam hari atau insomnia.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Guarana dapat dikombinasikan dengan ginseng (Panax ginseng) untuk meningkatkan fungsi kognitif dengan lebih efektif.

 

 

Efek Samping

 

Beberapa efek samping yang dapat timbul saat mengkonsumsi guara dengan dosis tinggi antara lain:

• Insomnia (gangguan tidur)

• Gugup dan gelisah (ansietas)

Gangguan pencernaan seperti kram perut

• Detak jantung tak teratur (aritmia)

Sakit kepala

Mual

• Tremor (gemetar pada ekstrimitas)

• Delirium (penurunan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba)

• Diuresis (peningkatan frekuensi berkemih) dan disertai nyeri)

Telinga berdenging

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui: dapat meningkatkan risiko cacat janin, keguguran, atau kelahiran prematur

 

Penderita diabetes: hindari penggunaan bersama obat-obatan anti-diabetes

 

Penderita gangguan kecemasan umum

 

Gangguan perdarahan, dan konsumsi obat-obatan pengencer darah

 

Diare

 

Penderita kejang, dan konsumsi obat anti kejang (pentobarbital/nembutal)

 

Sindrom iritasi usus besar (IBS)

 

Penderita gangguan jantung (terutama memiliki tekanan darah tinggi) dan dapat berinteraksi dengan obat-obatan jantung seperti mexiletine (Mexitil), verapamil 

 

Glaukoma

 

Masalah kandung kemih (inkontinensia)

 

Osteoporosis

 

Skizofrenia

 

Hindari kombinasi guaran dengan alkohol (dapat menimbulkan efek stimulan yang sangat kuat dan berbahaya bagi kesehatan jantung), obat kontrasepsi (pil KB), obat-obatan anti jamur (fluconazole, diflucan, terbinafine), obat-obatan asma (teofilin), obat anti-glutamat (riluzole, rilutek), obat batuk dan pilek umum (fenilpropanolamin), antibiotik (quinolone), dan berbagai obat sedatif seperti nikotin, anti depresan (MAOI), litium, amfetamin, kokain, dan ephedrine

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2014). Paullinia cupana. Examine. Diakses pada 10 Juli 2019.

Link, Rachael. (2018). Guarana: Fat-burning, energy-boosting powerhouse or harmful supplement?. Dr Axe. Diakses pada 10 Juli 2019.

Raman, Ryan. (2018). 12 Benefits of guarana (plus side effects). Healthline. Diakses pada 10 Juli 2019.

WebMD. (2018). Guarana. WebMD. Diakses pada 10 Juli 2019. 

Dalonso N, Petkowicz CL. Guarana powder polysaccharides: Characterisation and evaluation of the antioxidant activity of a pectic fractionFood Chem. (2012).

Krewer CDC, Ribeiro EE, et al. Habitual intake of guaraná and metabolic morbidities: An epidemiological study of an elderly amazonian population. Phytotherapy Research. (2011). 

Khansari N, Shakiba Y, Mahmoudi M. Chronic inflammation and oxidative stress as a major cause of age-related diseases and cancer. Recent Pat Inflamm Allergy Drug Discov. (2009). 

Peixoto H, Roxo M, Röhrig T, Richling E, Wang X, Wink M. Anti-aging and antioxidant potential of paullinia cupana var. sorbilis: Findings in caenorhabditis elegans Indicate a new utilization for roasted seeds of guarana. Medicines (Basel). (2017). 

Subbiah MT, Yunker R. Studies on the nature of anti-platelet aggregatory factors in the seeds of the amazonian herb guarana (Paullinia cupana). Int J Vitam Nutr Res. (2008).

Portella Rde L, Barcelos RP, da Rosa EJ, et al. Guaraná (Paullinia cupana Kunth) effects on LDL oxidation in elderly people: An in vitro and in vivo study. Lipids Health Dis. (2013). 

Peirano RI, Achterberg V, Düsing HJ, et al. Dermal penetration of creatine from a face-care formulation containing creatine, guarana and glycerol is linked to effective antiwrinkle and antisagging efficacy in male subjects. J Cosmet Dermatol. (2011). 

Herman A, Herman AP. Caffeine’s mechanisms of action and its cosmetic use. Skin Pharmacol Physiol. (2013).

da Silva GS, Canuto KM, et al. Chemical profiling of guarana seeds (Paullinia cupana) from different geographical origins using UPLC-QTOF-MS combined with chemometrics. Food Research International. (2017).

Haskell CF, Kennedy DO, Wesnes KA, Milne AL, Scholey AB. A double-blind, placebo-controlled, multi-dose evaluation of the acute behavioural effects of guaraná in humans. J Psychopharmacol. (2007). 

Kennedy DO, Haskell CF, Wesnes KA, Scholey AB. Improved cognitive performance in human volunteers following administration of guarana (Paullinia cupana) extract: Comparison and interaction with Panax ginseng. Pharmacol Biochem Behav. (2004). 

Kennedy DO, Haskell CF, Robertson B, et al. Improved cognitive performance and mental fatigue following a multi-vitamin and mineral supplement with added guaraná (Paullinia cupana). Appetite. (2008).

de Oliveira Campos MP, Riechelmann R, Martins LC, Hassan BJ, Casa FB, Del Giglio A. Guarana (Paullinia cupana) improves fatigue in breast cancer patients undergoing systemic chemotherapy. J Altern Complement Med. (2011).

del Giglio A, del Giglio A. Chapter 6 – using paullinia cupana (guarana) to treat fatigue and other symptoms of cancer and cancer treatment. Bioactive Nutraceuticals and Dietary Supplements in Neurological and Brain Disease Prevention and Therapy. (2015). 

Boekema PJ, Samsom M, van Berge Henegouwen GP, Smout AJ. Coffee and gastrointestinal function: Facts and fiction. A review. Scand J Gastroenterol Suppl. (1999). 

Lohsiriwat S, Kongmuang P, Leelakusolvong S. Effects of caffeine on anorectal manometric findings. Dis Colon Rectum. (2008). 

Loeb H, Vandenplas Y, Würsch P, Guesry P. Tannin-rich carob pod for the treatment of acute-onset diarrhea. J Pediatr Gastroenterol Nutr. (1989). 

Baratloo A, Rouhipour A, Forouzanfar MM, Safari S, Amiri M, Negida A. The role of caffeine in pain management: A brief literature review. Anesth Pain Med. (2016). 

Derry CJ, Derry S, Moore RA. Caffeine as an analgesic adjuvant for acute pain in adults. Cochrane Database Syst Rev. (2012). 

Dulloo AG, Geissler CA, Horton T, Collins A, Miller DS. Normal caffeine consumption: Influence on thermogenesis and daily energy expenditure in lean and postobese human volunteers. Am J Clin Nutr. (1989). 

Lima NDS, Numata EP, Mesquita LMS, et al. Modulatory effects of guarana (paullinia cupana) on adipogenesis. Nutrients. (2017).


Tags: , , , , ,