fbpx
LOGO

Dikatakan Berbahaya, Inilah 3 Manfaat Utama Kava-Kava

July 23, 2020
IMG

Kava-kava (Piper methysticum) atau kava atau dikenal juga dengan tanaman wati adalah tanaman herbal asli daerah Pasifik Selatan Polinesia, Mikronesia, dan Makronesia. Secara historis, kava telah terbukti dapat mengatasi kecemasan dan digunakan sebagai peredam hipnosis dan kecemasan.

 

Akar kava juga telah digunakan selama berabad-abad sebagai minuman rekreasi dan seremonial di negara-negara Oceania. Senyawa aktif dalam tanaman kava dikenal dengan sebutan kavalakton.

 

Meski kava juga dikenal sangat baik dalam melawan kanker, kava memiliki reputasi buruk seperti meningkatkan risiko penyakit hati (hepatotoksik) dan efek samping berbahaya lainnya. Tanaman kava juga ditarik dari pasar bebas di Eropa, Inggris Raya maupun Kanada, sehingga harus sangat berhati-hati sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen maupun ekstrak kava. 

 

 

Manfaat

 

1. Melawan Kanker

Kava-kava telah dilaporkan memiliki aktivitas anti-kanker dan anti-inflamasi. Manfaat ini ditunjukkan dari salah satu senyawa yang terkandung di dalamnya, yang bernama flavokawain (1). Pada beberapa penelitian, unsur-unsur dalam tanaman kava menunjukkan kemampuan untuk menghambat pertumbuhan garis sel tertentu.

 

Kava menghambat pembentukan lesi dan adenokarsinoma pada prostat, mengurangi tumor, dan sepenuhnya menghambat terjadinya metastasis kepada organ jauh, serta menghasilkan efek apoptosis (kematian sel kanker). Hal ini menjadikan kava dipercaya berpotensi sebagai agen kemopreventif atau kemoterapi serta dapat mencegah dan mengobati kanker (2, 3).

 

Sebuah penelitian lain yang dilakukan di Malaysia mencoba memahami cara kerja akar kava dalam membantu mengatur dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghambat proses inflamasi pada tikus dengan kanker payudara.

 

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa akar kava berpotensi untuk meningkatkan kekebalan, bersifat anti-tumor dan mencegah proses inflamasi pada bagian yang rentan terkena kanker (4).

 

2. Mengatasi Kecemasan dan Stres

Beberapa penelitian mengklaim bahwa akar kava memiliki senyawa non-aditif (tidak menimbulkan candu atau ketergantungan) dan non-hypnotic anxiolytic (menimbulkan efek sedasi atau menyebabkan kantuk tanpa menimbulkan efek hipnosis) dengan potensi sangat besar untuk mengobati kecemasan (5).

 

Sebuah penelitian jangka panjang yang diterbitkan pada tahun 1997 menunjukkan efektivitas ekstrak kava dalam mengatasi kecemasan dan tanpa efek samping ketergantungan, yang biasa ditemukan pada obat kecemasan lainnya (6, 7).

 

Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa ekstrak akar kava secara signifikan dapat digunakan sebagai obat alami untuk kecemasan dan stres, serta mampu meningkatkan kesejahteraan hidup meskipun dengan bemenghasilkan berapa efek samping ringan (8, 9).

 

3. Meningkatkan Kualitas Tidur

Kurang tidur dapat dikaitkan dengan berbagai penyebab penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, depresi, dan berbagai penyebab lainnya. Kebanyak penderita insomnia memilih untuk mengonsumsi obat tidur yang tentunya memiliki efek samping ketergantungan yang dapat berisiko pada masalah kesehatan yang lain (10, 11, 12).

 

Pada tahun 1990-an, kava populer digunakan oleh penderita insomnia dan gangguan kecemasan (13). Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Universitas Rochester, yang menyatakan bahwa kavain, struktur molekul dari kavalakton diketahui memberikan efek sedatif (menenangkan) lebih besar dibandingkan dengan herbal lain.

 

Kavalakton pada kava juga menjadi reseptor kuat pada GABA, serotonin, dopamin kelompok neurotransmiter penting yang berperan pada silkus tidur dan bangun seseorang (14).

 

Hal serupa juga disebutkan oleh penelitian lain, ekstrak kava lebih efektif daripada plasebo dalam meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kecemasan. Oleh karena itu, dalam kasus insomnia, kava mungkin mengobati kecemasan, yang kemudian dapat membantu orang tidur lebih baik (15).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Bagian yang aman untuk diekstraksi dari tanaman kava-kava adalah bagian akarnya, sedangkan bagian batang dan daun diketahui lebih beracun. 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Kava-kava tersedia dalam beberapa bentuk sediaan yakni teh, kapsul, maupun ekstrak cair.

 

Mengatasi kecemasan dan masalah kognitif lainnya: Konsumsi 300 mg ekstrak kava spesifik (WS1490) dalam tiga dosis terbagi masin-masing 100 mg.

 

Kava dapat diminum beberapa kali sepanjang hari bersama dengan makan. Dosis tunggal biasa digunakan pada penderita insomnia sebelum tidur. 

 

 

Interaksi Sinergi

 

Kratom: Mengombinasikan kava-kava dengan kratom dapat menghasilkan manfaat kesehatan yang lebih komprehensif dibandingkan mengonsumsi kratom atau kava secara terpisah.

 

St. John’s Wort: Kombinasi kava dengan suplemen herbal anti-depresan ini menunjukkan penurunan gejala depresi yang lebih signifikan.

 

Alkohol: Kombinasi kava dengan alkohol telah dipraktekkan dalam pengobatan tradisional oleh suku Aborigin, Australia. Mengonsumsi kava bersama dengan alkohol dapat meningkatkan konsentrasi. Namun secara bersamaan kombinasi ini dapat meningkatkan efek negatif dan durasi mabuk akibat alkohol serta meningkatkan efek samping kerusakan pada organ hati.

 

Kawain: Kawain merupakan molekul terkecil dari kavalakton. Mengkombinasikan kawain beserta kavalakton terbukti meningkatkan konsentrasi dan masa hidup senyawa tersebut dalam tubuh.

 

 

Efek Samping

 

Sakit kepala

 

Mengantuk

 

Pusing

 

Depresi 

 

Diare

 

• Pada konsumsi harian dapat menimbulkan gangguan kulit berupa bercak kehitaman yang dikenal dengan istilah ‘kava dermopathy’.

 

• Dapat menyebabkan resistensi virus pada pasien yang mengonsumsi ARV (antiretroviral drugs).

 

Pada konsumsi dengan dosis tinggi berkepanjangan dapat menimbulkan gejala awal kerusakan hati yakni jaundice (kuning pada kulit dan sklera mata), kelemahan, dan urin yang berwarna pekat.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui: Kandungan kavapyron dapat tersekresi melalui ASI

Diabetes

Gangguan liver

Depresi

Parkinson

Pasien pra-operasi

 

Hindari mengonsumsi kava sebelum mengemudikan kendaraan karena terbukti secara signifikan  memperlambat gerak dan reaksi visuomotor, terutama jika dikonsumsi bersama dengan alkohol.

 

Hindari kombinasi kava dengan obat anti-ansietas alprazolam (Xanax) dan obat penenang (depresan SSP).

 

Berhati-hati mengkombinasikan kava dengan levodopa, obat-obatan yang diubah oleh hati (CYP1A2, CYP2C19, CYP2C9, CYP2D6, CYP2E1, CYP3A4), obat berjenis substrat P-Glikoprotein), dan berbagai obat yang dapat membahayakan hati (obat hepatotoksik).

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2014). Kava kava. Examine. Diakses pada 09 Juli 2019.

Oliver, Kyra. (2016). Kava root: Do the risks outweigh the benefits?. Dr Axe. Diakses pada 09 Juli 2019.

Walle, G. V. D. (2018). Kava kava: Benefits, side Effects and dosage. Healthline. Diakses pada 09 Juli 2019.

WebMD. (2018). Kava. WebMD. Diakses pada 09 Juli 2019.

Pinner KD. Wales CTK, Gristock RA, Vo HT, So N, Jacobs AT. Flavokawains A and B from kava (Piper methysticum) activate heat shock and antioxidant responses and protect against hydrogen peroxide-induced cell death in HepG2 hepatocytes. Pharm Biol. (2016).

Abu N, Ho WY, et al. The flavokawains: Uprising medicinal chalcones. Cancer Cell International. (2013). 

Li X, Yokoyama NN, Zhang S, et al. Flavokawain A induces deNEDDylation and Skp2 degradation leading to inhibition of tumorigenesis and cancer progression in the TRAMP transgenic mouse model. Oncotarget. (2015). 

Abu N, Mohamed NE, Yeap SK, et al. In vivo anti-tumor effects of flavokawain a in 4T1 breast cancer cell-challenged mice. Anticancer Agents Med Chem. (2015). 

Savage KM, Stough CK, Byrne GJ, et al. Kava for the treatment of generalised anxiety disorder (K-GAD): Study protocol for a randomised controlled trial. Trials. (2015).

Volz HP, Kieser M. Kava-kava extract WS 1490 versus placebo in anxiety disorders–a randomized placebo-controlled 25-week outpatient trial. Pharmacopsychiatry. (1997). 

Weaver MF. Prescription sedative misuse and abuse. Yale J Biol Med. (2015).

Pittler MH, Ernst E. (2003). Kava extract for treating anxiety. Cochrane. Diakses pada 09 Juli 2019. 

Sarris J, Kavanagh DJ, Byrne G, Bone KM, Adams J, Deed G. The Kava Anxiety Depression Spectrum Study (KADSS): A randomized, placebo-controlled crossover trial using an aqueous extract of Piper methysticum. Psychopharmacology (Berl). (2009).

Palagini L, Bruno RM, Gemignani A, Baglioni C, Ghiadoni L, Riemann D. Sleep loss and hypertension: A systematic review. Curr Pharm Des. (2013). 

Holliday EG, Magee CA, Kritharides L, Banks E, Attia J. Short sleep duration is associated with risk of future diabetes but not cardiovascular disease: A prospective study and meta-analysis. PLoS One. (2013).

InformedHealth.org. Using medication: What can help when trying to stop taking sleeping pills and sedatives?. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006. Diakses pada 09 Juli 2019.

Breus MJ. (2011). Kava for sleep? why it continues to be a mystery. Huffpost. Diakses pada 09 Juli 2019. 

Yurcheshen M, Seehuus M, Pigeon W. Updates on nutraceutical sleep therapeutics and investigational research. Evid Based Complement Alternat Med. (2015).

Lehrl S. Clinical efficacy of kava extract WS 1490 in sleep disturbances associated with anxiety disorders. results of a multicenter, randomized, placebo-controlled, double-blind clinical trial [published correction appears in J Affect Disord. 2004 Dec;83(2-3):287]. J Affect Disord. (2004). 


Tags: , ,