fbpx
LOGO

Manfaat dan Efek Samping Pemanis Buatan

August 31, 2020
IMG

Pemanis buatan atau gula sintetis dikenal sebagai pemanis intens karena memiliki rasa yang lebih manis dari gula. Meski dikatakan gula artifisial (buatan), namun pemanis buatan ini dibuat  dari zat-zat alami seperti rempah-rempah atau gula itu sendiri. 

 

Mengonsumsi pemanis buatan sebagai pengganti gula dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang melakukan program diet. Pemanis buatan dan pengganti gula lainnya ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman yang diberi label bebas gula atau diet, termasuk minuman ringan dan makanan yang dipanggang. 

 

 

Penggunaan Pemanis Buatan

 

Beberapa makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan antara lain:

Minuman ringan, campuran minuman bubuk dan minuman lainnya

• Makanan yang dipanggang

Permen dan jeli

Puding

Makanan kaleng

Selai

Produk susu

 

Pemanis buatan juga populer digunakan di industri rumahan, dan bahkan dapat digunakan untuk memanggang atau memasak. Resep tertentu mungkin perlu dimodifikasi karena pemanis buatan tidak diberikan dengan takaran jumlah atau volume yang sama.

 

Periksa label kemasan makanan dan minuman dengan pemanis buatan untuk melihat komposisi penggunaan yang tepat. Beberapa pemanis buatan juga dapat meninggalkan rasa pahit karena tidak sesuai dengan takaran yang harus diberikan

 

 

Jenis Pemanis Buatan

 

Ada berbagai jenis pemanis buatan, namun ada yang dilarang untuk digunakan di beberapa negara. Pemanis buatan yang umum dan sering digunakan yaitu :

 

Aspartam: 200 kali lebih manis dari gula meja. Aspartam dikenal dengan nama merek Nutrasweet, Equal atau Sugar Twin.

 

Acesulfame potassium: 200 kali lebih manis dari gula meja. Acesulfame potassium cocok untuk memasak dan membuat kue dan dikenal dengan nama merek Sunnet atau Sweet One.

 

Advantame: 20.000 kali lebih manis daripada gula meja, cocok untuk memasak dan memanggang.

 

Garam aspartame-acesulfame: 350 kali lebih manis dari gula meja, dan dikenal dengan nama merek Twinsweet.

 

Cyclamate: 50 kali lebih manis dari gula meja. Cyclamate cocok untuk memasak dan membuat kue. 

 

Neotame: 13.000 kali lebih manis dari gula meja. Neotame cocok untuk memasak dan membuat kue dan dikenal dengan nama merek Newtame.

 

Neohesperidin: 340 kali lebih manis dari gula meja. Sangat cocok untuk memasak, memanggang dan mencampur dengan makanan asam. 

 

Sakarin: 700 kali lebih manis dari gula pasir. Itu dikenal dengan nama merek Sweet’N Low, Sweet Twin atau Necta Sweet.

 

Sucralose: 600 kali lebih manis dari gula meja. Sucralose cocok untuk memasak, membuat kue dan dicampur ke makanan asam. Itu dikenal dengan nama merek Splenda.

 

 

Manfaat Pemanis Buatan bagi Kesehatan

 

Pemanis buatan diklaim tidak memiliki dampak terhadap kerusakan gigi dan gigi berlubang. Selain itu, pemanis buatan juga dapat membantu:

 

1. Mengendalikan berat badan

Pemanis buatan hampir tidak memiliki kalori (zero calorie), berbanding terbalik dengan satu sendok teh gula yang memiliki sekitar 16 kalori. Jika dihitung secara keseluruhan, sekaleng cola manis dengan 10 sendok teh yang ditambahkan gula memiliki sekitar 160 kalori. 

 

Jika Anda mencoba menurunkan berat badan atau mencegah kenaikan berat badan, produk yang dimaniskan dengan menggunakan pemanis buatan mungkin menjadi pilihan terbaik, meskipun efektivitasnya untuk menurunkan berat badan jangka panjang belum diketahui secara pasti.

 

2. Tidak meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes

Pemanis buatan bukanlah karbohidrat. Pada umumnya, pemanis buatan tidak meningkatkan kadar gula darah. Jika Anda menderita diabetes, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi sebelum menggunakan pengganti gula. 

 

 

Dampak Berbahaya Pemanis Buatan

 

Penggunaan pemanis buatan menjadi kontroversi dan dikatakan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Namun, National Cancer Institute dan lembaga kesehatan lainnya menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang kuat pemanis buatan yang disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat yang dapat menyebabkan kanker atau masalah kesehatan serius lainnya.

 

Beberapa penelitian melaporkan bahwa minum soda diet dapat meningkatkan risiko diabetes tipe dua, yaitu sekitar 6% sampai 121% (1, 2). Namun, penelitian tersebut bersifat observasional sehingga tidak dapat dibuktikan bahwa pemanis buatan menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit diabetes. 

 

Disamping itu, pemanis buatan diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) sebagai aditif makanan (bahan tambahan makanan). Pemanis buatan juga harus ditinjau dan disetujui oleh FDA sebelum tersedia untuk dipasarkan.

 

FDA akan menyatakan suatu zat yang ditambahkan ke dalam makanan secara umum dikatakan aman atau Generally recognized as safe (GRAS). Zat tersebut dikatakan aman jika memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:

 

• Profesional yang berkualifikasi menganggap zat itu aman untuk penggunaan yang dimaksudkan berdasarkan data ilmiah. Contoh dari jenis GRAS adalah stevia.

 

• Zat-zat harus memiliki sejarah panjang penggunaan secara umum dalam makanan yang umumnya dianggap aman.

 

• FDA telah menetapkan asupan harian yang dapat diterima atau Acceptable Daily Intanke (ADI) untuk setiap pemanis buatan. ADI adalah jumlah maksimum yang dianggap aman untuk dikonsumsi setiap hari. ADI ditetapkan pada tingkat yang sangat konservatif.

 

 

 

Referensi :

Mayo Clinic. (2018). Artificial sweeteners and other sugar substitutes. Mayo Clinic. Diakses pada 23 Agustus 2019.

Petre, Alina. (2016). Artificial sweeteners: Good or bad?. Healthline. Diakses pada 23 Agustus 2019. 

Fagherazzi G, Vilier A, Saes Sartorelli D, Lajous M, Balkau B, Clavel-Chapelon F. Consumption of artificially and sugar-sweetened beverages and incident type 2 diabetes in the Etude Epidemiologique aupres des femmes de la Mutuelle Generale de l’Education Nationale-European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition cohort. Am J Clin Nutr. (2013).

Bhupathiraju SN, Pan A, Malik VS, et al. Caffeinated and caffeine-free beverages and risk of type 2 diabetes. Am J Clin Nutr. (2013).