fbpx
LOGO

Manfaat dan Efek Samping Terapi Insulin

August 23, 2020
IMG

Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas dan bertanggung jawab untuk mengikat dan mengantarkan glukosa ke dalam sel, sehingga sel dapat memproduksi energi dan menyimpannya dalam jaringan tubuh seperti lemak, otot, dan dalam organ hati.

 

Insulin dapat meningkatkan sintesis lemak, namun sekaligus juga menghambat metabolisme lemak. Insulin juga meningkatkan penyerapan glukosa, sehingga membuat tubuh menyimpan cadangan lemak lebih banyak.

 

Namun pada penderita diabetes, pankreas tidak cukup memproduksi hormon insulin. Hal ini mengakibatkan mereka tidak mampu menjaga kadar gula darah normal. Maka dari itu, terapi suntik insulin direkomendasikan bagi pasien diabetes tipe 1.

 

 

Manfaat Hormon Insulin

 

Beberapa peran dan manfaat hormon insulin dalam tubuh manusia antara lain:

 

1. Menjaga Kadar Gula Darah Normal

Pada pasien dengan diabetes tipe 1 (tidak dapat memproduksi insulin) dan tipe II (mengalami kerusakan pankreas atau penurunan sensitivitas tubuh dalam memproduksi insulin), injeksi insulin berfungsi untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal. Terutama karena obat anti-diabetes oral tidak mampu mengontrol kelebihan gula darah pada pasien tersebut. 

 

Insulin bekerja dengan menurunkan glukosa dalam darah, dan dibutuhkan dalam produksi energi sel, serta mampu menyimpan glukosa dalam jaringan tubuh seperti lemak, otot, dan di dalam organ hati.

 

Injeksi insulin diberikan 30 menit sebelum makan, lokasinya di bawah kulit lengan, perut, paha, dan area pantat bagian bawah. 

 

2. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah (Kardiovaskular)

Insulin sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Resistensi insulin atau ketidakmampuan tubuh merespon terhadap insulin dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi dan gangguan jantung koroner (1). 

 

Pada sebuah studi in-vitro, insulin dibutuhkan untuk meningkatkan faktor pertumbuhan yang berfungsi untuk menciptakan pembuluh darah baru (VEGF – Vascular Endothelial Growth Factor) sekaligus mencegah terjadinya pembentukan sumbatan platelet atau keping darah (2).

 

Insulin juga membuat otot-otot dinding arteri rileks, sehingga akan meningkatkan aliran darah, terutama pada arteri mikro (arteri dengan ukuran paling kecil dalam tubuh manusia) (3). 

 

Pada penelitian yang dilaksanakan terhadap 30 orang pasien gagal jantung, terapi insulin, glukosa, dan kalium yang diberikan via infus juga terbukti mampu memperbaiki kontraktilitas otot jantung. Terapi tersebut memperbaiki aliran darah yang dipompa oleh jantung dan meningkatkan kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh (4).

 

3. Menjaga Kesehatan Otak

Pada sebuah penelitian tingkat sel, insulin dan faktor pertumbuhan insulin (IGF 1&2 –Insulin Growth Factor 1 dan 2) dapat merangsang pertumbuhan otak dan sel saraf/neuron (5). Insulin juga dapat melalui sawar darah otak dan berikatan langsung dengan reseptor insulin di dalam otak (6). 

 

Dalam uji coba dengan tikus diabetes, pemberian insulin bersama dengan 1 % myoinositol (vitamin B8) mencegah terjadinya masalah komplikasi diabetes konduktansi saraf, mempertahankan kadar gula darah normal, serta meningkatkan penanda kesehatan saraf (7). 

 

Pada uji coba manusia, terapi insulin terbukti mampu meningkatkan memori, menurunkan penanda penyakit Alzheimer di otak, serta memperbaiki fungsi kognitif pasien secara umum (8).

 

Selain itu, terapi insulin dengan dosis 160 IU melalui hidung (intra-nasal) pada orang dewasa sehat dengan kelebihan berat badan juga menunjukkan perbaikan memori dan fungsi otak yang signifikan. Bahkan insulin juga menghasilkan pengaturan pola makan yang lebih baik dan penurunan berat badan pada partisipan (9). 

 

4. Membangun Tulang dan Otot

Pada penelitian tingkat sel, pemberian insulin terbukti meningkatkan aktivitas metabolisme glukosa dalam tulang, meningkatkan kerja osteoblas dan osteokalsin sebagai hormon pembentuk tulang (10).

 

Pada proses pembentukan otot, insulin juga terbukti meningkatkan sintesis protein, mengurangi degradasi protein dalam otot, serta meningkatkan transportasi asam amino ke dalam jaringan. Insulin juga meningkatkan aliran darah menuju otot melalui jalur nitrit oksida dan menyebabkan pembuluh darah terdilatasi dengan baik (11). 

 

Kondisi resistensi insulin pada penderita diabetes dapat menyebabkan berkurangnya penyerapan glukosa ke dalam jaringan otot (12, 13).

 

5. Membantu Mempertahankan Mineral

Pada sebuah studi in-vitro, insulin menurunkan sekresi air, kalium, dan natrium oleh ginjal (in-vitro). Pada individu yang sehat, insulin mampu mengurangi jumlah natrium yang dikeluarkan dalam urin. Sedangkan cara kerja insulin untuk menurunkan kalium darah adalah dengan memaksa sel untuk menyerap kalium darah (14, 15).

 

 

Efek Samping Insulin

 

Selain manfaatnya yang menakjubkan, insulin ternyata memiliki efek negatif pada tubuh, antara lain: 

 

1. Meningkatkan Penyimpanan Lemak

Insulin memiliki efek menurunkan nafsu makan dan mengatur pola makan. Namun, insulin akan meningkatkan penyimpanan lemak yang lebih banyak.

 

Peningkatan insulin diketahui berhubungan dengan peningkatan lemak viseral tubuh. Lemak viseral merupakan lemak aktif yang membalut organ dalam rongga perut, juga dikenal dengan istilah lemak perut (16).

 

Fakta ini juga diperkuat dengan adanya uji coba dengan pemberian infus insulin terhadap sekelompok pria dewasa sehat. Pemberian insulin meningkatkan hingga 85% asam lemak bebas dan hingga 22% kadar trigliserida darah yang justru dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin (17). 

 

2. Meningkatkan Risiko Kanker 

Peningkatan insulin, gula darah puasa, resistensi insulin, dan faktor pertumbuhan insulin (IGF1) dikaitkan dengan risiko kanker, seperti kanker pankreas, kanker tiroid, endometrium, dan kanker usus besar (18, 19, 20). 

 

Terapi suntik insulin pada penderita diabetes juga diketahui meningkatkan kasus kanker kolorektal, hati, hingga kanker pankreas (21). 

 

3. Menurunkan Aktivitas Kekebalan Tubuh

Insulin memiliki efek negatif karena juga menurunkan mekanisme autofagi, yakni sebuah mekanisme pertahanan tubuh ketika lisosom memakan sel yang rusak tanpa mempengaruhi sekitarnya.

 

Proses autofagi sangat diperlukan untuk memperbaiki dan membersihkan sel sehingga memungkinkan sel sehat untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi dan tekanan eksternal.

 

 

 

Berbagai Faktor yang Memicu Pelepasan Insulin

 

Beberapa cara dibawah ini dapat membantu memproduksi hormon insulin dalam kadar normal:

 

• Hindari asupan makanan dengan kadar indeks glikemik tinggi dan lebih banyak serat

Makanan yang memiliki kadar indeks glikemik tinggi akan berpotensi meningkatkan gula darah, sekaligus meningkatkan lonjakan insulin dalam tubuh. Kurangi dan batasi mengonsumsi karbohidrat sederhana dan mulailah beralih pada diet tinggi serat.

 

• Konsumsi makanan berserat

Penurunan lonjakan insulin puasa juga sangat berhubungan dengan peningkatan asupan serat. Mengonsumsi buah-buahan segar lebih disarankan dibandingkan dengan mengonsumsi jus buah yang tidak memiliki serat serta tinggi akan kandungan indek glikemik (22).

 

• Hindari konsumsi alkohol berlebih

Konsumsi alkohol juga diketahui mampu menurunkan kadar insulin puasa. Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 10.000 pria dan wanita sehat tanpa gejala diabetes menunjukkan bahwa asupan alkohol yang lebih tinggi dikaitkan dengan kadar insulin puasa yang lebih rendah (23).

 

Ketika kadar insulin rendah, tubuh tidak mampu memindahkan glukosa darah ke sel dan mengubahnya menjadi energi. Hal ini akan menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi. Konsumsi alkohol sangat tidak disarankan bagi penderita diabetes.

 

 

Referensi :

Cohen, Joe. (2019). 7 Benefits of insulin & 3 negatives. Self Hacked. Diakses pada 28 Agustus 2019.

Pietrangelo, Ann. (2014). The effects of insulin on the body. Healthline. Diakses pada 28 Agustus 2019. 

Xun P, Wu Y, He Q, He K. Fasting insulin concentrations and incidence of hypertension, stroke, and coronary heart disease: A meta-analysis of prospective cohort studies. Am J Clin Nutr. (2013). 

Doronzo G, Russo I, Mattiello L, Anfossi G, Bosia A, Trovati M. Insulin activates vascular endothelial growth factor in vascular smooth muscle cells: influence of nitric oxide and of insulin resistance. Eur J Clin Invest. (2004). 

Rogers WJ, Russell RO Jr, McDaniel HG, Rackley CE. Acute effects of glucose-insulin-potassium infusion on myocardial substrates, coronary blood flow and oxygen consumption in man. Am J Cardiol. (1977). 

Khoury VK, Haluska B, Prins J, Marwick TH. Effects of glucose-insulin-potassium infusion on chronic ischaemic left ventricular dysfunction. Heart. (2003). 

Knusel B, Michel PP, Schwaber JS, Hefti F. Selective and nonselective stimulation of central cholinergic and dopaminergic development in vitro by nerve growth factor, basic fibroblast growth factor, epidermal growth factor, insulin and the insulin-like growth factors I and II. J Neurosci. (1990). 

Gray SM, Barrett EJ. Insulin transport into the brain. Am J Physiol Cell Physiol. (2018). 

Greene DA, De Jesus PV Jr, Winegrad AI. Effects of insulin and dietary myoinositol on impaired peripheral motor nerve conduction velocity in acute streptozotocin diabetes. J Clin Invest. (1975). 

Craft S, Asthana S, Cook DG, et al. Insulin dose-response effects on memory and plasma amyloid precursor protein in Alzheimer’s disease: interactions with apolipoprotein E genotype. Psychoneuroendocrinology. (2003). 

Kullmann S, Heni M, Veit R, et al. Intranasal insulin enhances brain functional connectivity mediating the relationship between adiposity and subjective feeling of hunger. Sci Rep. (2017).

Ferron M, Wei J, et al. Insulin signaling in osteoblasts integrates bone remodeling and energy metabolism. Cell. (2010). 

Steinberg HO, Brechtel G, Johnson A, Fineberg N, Baron AD. Insulin-mediated skeletal muscle vasodilation is nitric oxide dependent. A novel action of insulin to increase nitric oxide release. J Clin Invest. (1994).

Dimitriadis G, Mitrou P, Lambadiari V, Maratou E, Raptis SA. Insulin effects in muscle and adipose tissue. Diabetes Research and Clinical Practice. (2011). 

Shulman GI, Rothman DL, Jue T, Stein P, DeFronzo RA, Shulman RG. Quantitation of muscle glycogen synthesis in normal subjects and subjects with non-insulin-dependent diabetes by 13C nuclear magnetic resonance spectroscopy. N Engl J Med. (1990).

Nizet A, Lefebvre P, Crabbé J. Control by insulin of sodium potassium and water excretion by the isolated dog kidney. Pflügers Archiv. (1971). 

Skøtt P, Hother-Nielsen O, Bruun NE, Giese J, Nielsen MD, Beck-Nielsen H, Parving HH. Effects of insulin on kidney function and sodium excretion in healthy subjects. Diabetologia. (1989).

Seidell JC, Björntorp P, Sjöström L, Kvist H, Sannerstedt R. Visceral fat accumulation in men is positively associated with insulin, glucose, and C-peptide levels, but negatively with testosterone levels. Metabolism. (1990). 

Malmström R, Packard CJ, Watson TD, et al. Metabolic basis of hypotriglyceridemic effects of insulin in normal men. Arterioscler Thromb Vasc Biol. (1997). 

Stolzenberg-Solomon RZ, Graubard BI, Chari S, et al. Insulin, glucose, insulin resistance, and pancreatic cancer in male smokers. JAMA. (2005). 

Yin DT, He H, Yu K, et al. The association between thyroid cancer and insulin resistance, metabolic syndrome and its components: A systematic review and meta-analysis. Int J Surg. (2018). 

Yoon YS, Keum N, Zhang X, Cho E, Giovannucci EL. Hyperinsulinemia, insulin resistance and colorectal adenomas: A meta-analysis. Metabolism. (2015). 

Janghorbani M, Dehghani M, Salehi-Marzijarani M. Systematic review and meta-analysis of insulin therapy and risk of cancer. Horm Cancer. (2012). 

Haber GB, Heaton KW, Murphy D, Burroughs LF. Depletion and disruption of dietary fibre: Effects on satiety, plasma-glucose, and serum-insulin. The Lancet. (1977). 

Vitelli LL, Folsom AR, Shahar E, Winkhart SP, Shimakawa T, Stevens J, Duncan BB, Chambless LE. Association of dietary composition with fasting serum insulin level: The ARIC Study. Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases. (1996). 


Tags: ,