fbpx
LOGO

Manfaat dan Risiko Kesehatan Dibalik Kerenyahan Keripik Kentang

October 7, 2020
IMG

Keripik kentang merupakan camilan yang disukai oleh seluruh kalangan usia. Makanan ini pertama kali diciptakan oleh seorang koki yang bernama George Crum pada tahun 1853 secara tidak sengaja. Keripik kentang dibuat dari irisan tipis kentang yang kemudian diberi garam dan bumbu penyedap lainnya.

 

Tapi pernahkah kalian berpikir, apa nutrisi yang terkandung di dalamnya? 

 

Sebungkus keripik kentang mengandung:

• Kalori (±150 kalori dalam satu porsi per ons)

• Natrium

• Lemak

• Vitamin

• Mineral

• Pengawet

 

 

Potensi Manfaat Keripik Kentang

 

Keripik kentang memiliki keunggulan dibandingkan camilan lain. Keripik kentang jauh lebih rendah gula dan karbohidrat dibandingkan permen.  Keripik kentang juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada granola bar, makanan yang dipanggang dan bahan olahan lainnya.

 

Karena diproduksi dari kentang, hal ini juga dapat ditemukan beberapa vitamin dan mineral penting. Secara khusus, beberapa jenis keripik kentang yang sehat dapat menyediakan kalium, asam pantotenat, vitamin E, vitamin C, vitamin B6 dan mangan.

 

Sebagian besar jenis keripik kentang panggang juga bebas gluten dan vegan, yang menjadikannya pilihan populer untuk pesta, terutama bagi mereka yang memiliki batasan diet.

 

 

Risiko kesehatan dibalik keripik kentang

 

Meskipun keripik kentang yang dipanggang umumnya lebih rendah lemak dan kalori, tidak berarti keripik kentang panggang tidak mengandung natrium atau senyawa berbahaya seperti akrilamida. 

 

Akrilamida memiliki sifat karsinogenik dan memiliki efek berbahaya pada fungsi kekebalan tubuh, kesehatan reproduksi, fungsi hati, dan kesehatan sistem saraf (1).

 

Natrium dalam keripik kentang juga berkaitan dengan penyakit jantung. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Electrolytes & Blood Pressure, mengurangi asupan garam makanan hingga jumlah yang disarankan (lima hingga enam gram per hari) berdampak besar pada kesehatan jantung dan perawatan kesehatan (2).

 

Mengonsumsi keripik kentang juga dapat meningkatkan peradangan dan meningkatkan produksi radikal bebas dalam tubuh. Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2009, dimana keripik kentang dapat meningkatkan produksi radikal oksigen reaktif dalam tubuh dan meningkatkan kadar protein C-reaktif.

 

Kedua hal tersebut merupakan parameter pengukur tingkat peradangan (3).

 

Terlalu banyak mengkonsumsi gorengan, termasuk keripik kentang goreng, dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan obesitas yang lebih tinggi (4, 5).

 

Satu hal yang perlu diingat bahwa beberapa keripik kentang mungkin mengandung lemak terhidrogenasi yang juga dikenal sebagai lemak trans. Lemak trans dikaitkan dengan sejumlah efek kesehatan berbahaya, terutama dalam hal kesehatan jantung.

 

Setiap peningkatan 2 persen kalori lemak trans yang dikonsumsi yaitu hampir dua kali lipat risiko terkena penyakit jantung jika dibandingkan dengan kalori karbohidrat (6).

 

 

 

Kesimpulan

 

Kerenyahan dalam sebungkus keripik kentang disertai dengan manfaat dan risiko kesehatan. Untuk menghindari efek samping yang terjadi, Anda bisa membuat keripik kentang sendiri di rumah dan mengatur bahan yang digunakan agar lebih sehat.

 

Anda juga bisa mencoba alternatif camilan sehat lainnya seperti popcorn, keripik sayur, dan kacang-kacangan.

 

 

Referensi:

Link R. (2019). Are potato chips good for you? pros & cons of this common snack (+ healthy alternatives). Dr Axe. Diakses pada 01 Oktober 2019.

Kumar J, Das S, Teoh SL. Dietary acrylamide and the risks of developing cancer: Facts to ponder. Front Nutr. (2018).

Ha SK. Dietary salt intake and hypertension. Electrolyte Blood Press. (2014). 

Naruszewicz M, Zapolska-Downar D, Kośmider A, Nowicka G, Kozłowska-Wojciechowska M, Vikström AS, Törnqvist M. Chronic intake of potato chips in humans increases the production of reactive oxygen radicals by leukocytes and increases plasma C-reactive protein: A pilot study. Am J Clin Nutr. (2009).

Cahill LE, Pan A, Chiuve SE, Sun Q, Willett WC, Hu FB, Rimm EB. Fried-food consumption and risk of type 2 diabetes and coronary artery disease: A prospective study in 2 cohorts of US women and men. Am J Clin Nutr. (2014). 

Guallar-Castillón P, Rodríguez-Artalejo F, et al. Intake of fried foods is associated with obesity in the cohort of Spanish adults from the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition. Am J Clin Nutr. (2007). 

Hu FB, Stampfer MJ, et al. Dietary fat intake and the risk of coronary heart disease in women. N Engl J Med. (1997).


Tags: