fbpx
LOGO

Awas, Jangan Makan Buah Leci Sembarangan!

August 28, 2020
IMG

Leci adalah tanaman tropis dari keluarga Sapindus yang berkaitan dengan tanaman rambutan dan longan atau lengkeng. Buah asli China ini mengandung banyak nutrisi bermanfaat seperti serat, vitamin C, kalori, protein, karbohidrat, potasium, folat, dan sedikit zat besi dan kalsium.

 

Dengan nutrisi yang terkandung di dalamnya, leci menjadi pilihan yang tepat untuk dimasukkan ke dalam menu diet. Menurut pengobatan tradisional Cina, buah ini dipercaya memiliki sifat menghangatkan. Hal tersebut dapat membantu meningkatkan kesehatan darah, memperkuat sistem pencernaan, meningkatkan nafsu makan dan menjaga kesehatan limpa.

 

Namun, karena sifatnya yang menghangatkan, disarankan untuk mengonsumsi leci dalam jumlah sedang untuk mengurangi risiko terjadinya efek buruk pada kesehatan.

 

 

5 Manfaat Buah Leci

 

1. Membantu Melawan Kanker

Menurut tinjauan penelitian tahun 2017 yang diterbitkan dalam Nutrients, menyatakan bahwa kulit, daging, dan biji buah leci mengandung senyawa kuat yang dapat menghambat pembentukan tumor dan pertumbuhan sel kanker (1).

 

Namun, studi ini hanya melihat efek senyawa pada leci ketika diberikan pada sel kanker yang terisolasi di laboratorium. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi bagaimana pengaruh buah leci terhadap pertumbuhan kanker pada manusia ketika dikonsumsi sebagai bagian dari diet sehat.

 

2. Membantu Mengontrol Gula Darah

Mengonsumsi leci diketahui mampu mengontrol gula darah dan membantu Anda mempertahankan kadar gula darah normal dalam jangka panjang. Hal ini dikarenakan leci merupakan sumber serat dan mengandung 2,5 gram serat per 100 gram leci.

 

Serat membantu menstabilkan kadar gula darah dengan memperlambat penyerapan gula dalam aliran darah yang berfungsi sebagai penyedia energi bagi sel. Energi yang dihasilkan oleh serat dapat bertahan lama.

 

Sebuah uji coba pada hewan yang dilakukan oleh Universitas Nasional Cheng Kung di Taiwan melaporkan bahwa ekstrak leci dapat membantu mengurangi resistensi insulin pada tikus untuk mendukung kadar gula darah yang sehat.

 

Resistensi insulin dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin, hormon yang bertanggung jawab untuk mengangkut gula dari darah ke jaringan. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan gula darah seiring waktu.

 

Memerangi resistensi insulin dengan mengonsumsi serat dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efisien untuk membantu mengelola kadar gula darah (2).

 

3. Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh

Leci kaya akan vitamin C yang memiliki fungsi ganda sebagai antioksidan untuk melawan kerusakan akibat radikal bebas dan mengoptimalkan kekebalan tubuh. Vitamin C bekerja dengan melindungi sistem kekebalan tubuh, mengurangi keparahan reaksi alergi, dan melawan penyakit dan infeksi. 

 

Penelitian pada tahun 2006 yang diterbitkan dalam Annals of Nutrition & Metabolism menemukan bahwa memenuhi asupan vitamin C yang disarankan setiap hari efektif dalam mengurangi gejala dan memperpendek durasi infeksi pernapasan tertentu seperti flu biasa (3).

 

4. Mengurangi Peradangan Berlebih dan Sebagai Sumber Antioksidan

Peradangan yang tinggi dalam jangka panjang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit kronis, termasuk kondisi serius dan gangguan autoimun, seperti rheumatoid arthritis, penyakit radang usus dan sindrom usus bocor.

 

Studi menunjukkan bahwa leci dapat membantu mengendalikan peradangan untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan. Ekstrak buah leci yang kaya akan flavonol efektif menekan ekspresi gen tertentu yang terlibat dalam proses inflamasi atau peradangan (4). 

 

Buah ini juga kaya akan antioksidan, yang membantu mengurangi peradangan dan mencegah penumpukan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan juga dapat mendukung kesehatan jangka panjang dan dapat membantu dalam pencegahan kondisi kronis, seperti kanker, diabetes dan penyakit jantung.

 

5. Meningkatkan Fungsi Otak

Meskipun penelitian saat ini sebagian besar terbatas pada penelitian pada hewan, beberapa bukti menunjukkan bahwa leci dapat meningkatkan fungsi otak dan melindungi cedera pada sel.

 

Sebuah penelitian di China dengan model hewan menunjukkan bahwa senyawa tertentu yang ditemukan dalam biji buah mampu meningkatkan fungsi kognitif dan mencegah cedera pada neuron pada tikus dengan penyakit Alzheimer.

 

Penelitian hewan lain menunjukkan bahwa ekstrak biji leci menunjukkan efek neuroprotektif pada tikus dengan gangguan fungsi kognitif (5, 6).

 

 

Apakah Buah Leci Aman Dikonsumsi?

 

Di India, terdapat banyak kasus kematian yang dikaitkan dengan konsumsi buah leci. Pada tahun 2019, hampir 50 anak-anak di India meninggal dalam tiga minggu karena penyakit otak yang dikaitkan dengan racun pada leci. Pada 2013, setidaknya 351 orang meninggal karena ensefalitis di negara bagian utara Uttar Pradesh. 

 

Sebuah studi tentang wabah ensefalopati pada tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet Global Health pada tahun 2017 mengatakan bahwa biji dan kulit leci mengandung toksisitas hipoglikin A dan MCPG.

 

Mengonsumsi buah leci mentah dalam perut kosong dapat menyebabkan kondisi yang disebut ensefalopati hipoglikemik, yaitu kelainan struktur atau fungsi otak akibat suatu kondisi atau penyakit pada anak-anak. 

 

Untuk alasan ini, disarankan untuk mengonsumsi leci setelah makan malam dalam jumlah sedang untuk menghindari penurunan kadar gula darah yang dapat berkontribusi pada gejala ensefalopati.

 

Leci juga tinggi gula dan kalori sehingga penting untuk memperhatikan asupan leci, terutama sirup leci, untuk menghindari penambahan berat badan dan gula darah.

 

Beberapa orang mungkin juga alergi terhadap leci, terutama jika memiliki alergi terhadap lateks, yang dapat menyebabkan gejala alergi makanan seperti gatal-gatal, kemerahan dan pembengkakan.

 

Hentikan konsumsi dan segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala diatas atau efek samping lain setelah mengonsumsi buah leci.

 

 

 

Kesimpulan

 

Leci merupakan buah kaya nutrisi termasuk vitamin C, serat, kalori, dan memiliki fungsi antioksidan dan antiinflamasi. Mengonsumsi leci dapat membantu melawan kanker dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

 

Namun, buah leci dapat berubah menjadi mematikan. Konsumsi leci berlebihan sebelum makan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ensefalopati pada anak-anak.

 

Untuk menghindari hal tersebut, konsumsilah buah leci dalam jumlah sedang setelah makan. 

 

 

Referensi:

Link R. (2019). Lychee: Antioxidant powerhouse or dangerous for children?. Dr Axe. Diakses pada 21 Agustus 2019.

Gupta S. (2019). Brain disease linked to lychee toxins kills 47 children in india. CNN Health. Diakses pada 21 Agustus 2019.

Shrivastava A, Kumar A, Thomas JD, Laserson KF, Bhushan G, Carter MD, Chhabra M, et al. Association of acute toxic encephalopathy with litchi consumption in an outbreak in muzaffarpur, india, 2014: A case-control study. The Lancet. (2017). 

Emanuele S, Lauricella M, Calvaruso G, D’Anneo A, Giuliano M. Litchi chinensis as a functional food and a source of antitumor compounds: An overview and a description of biochemical pathways. Nutrients. (2017).

Liu HW, Wei CC, Chen YJ, Chen YA, Chang SJ. Flavanol-rich lychee fruit extract alleviates diet-induced insulin resistance via suppressing mTOR/SREBP-1 mediated lipogenesis in liver and restoring insulin signaling in skeletal muscle. Mol Nutr Food Res. (2016). 

Wintergerst ES, Maggini S, Hornig DH. Immune-enhancing role of vitamin C and zinc and effect on clinical conditions. Ann Nutr Metab. (2006). 

Yamanishi R, Yoshigai E, Okuyama T, et al. The anti-inflammatory effects of flavanol-rich lychee fruit extract in rat hepatocytes. PLoS One. (2014). 

Wang X, Wu J, Yu C, et al. Lychee seed saponins improve cognitive function and prevent neuronal injury via inhibiting neuronal apoptosis in a rat model of Alzheimer’s disease. Nutrients. (2017).

Tang Y, Yu C, Wu J, et al. Lychee seed extract protects against neuronal injury and improves cognitive function in rats with type II diabetes mellitus with cognitive impairment. Int J Mol Med. (2018). 


Tags: , ,