fbpx
LOGO

5 Manfaat Manis dari Kayu Manis

July 15, 2020
IMG

Kayu manis adalah rempah yang populer di dunia dan telah digunakan sebagai obat sejak ribuan tahun yang lalu. Ada 250 jenis kayu manis yang teridentifikasi di alam dan jenis kayu manis yang paling umum digunakan adalah Ceylon cinnamon dan Cassia cinnamon.

 

Dalam satu sendok makan (5 gram) bubuk kayu manis terkandung 19 kilokalori, 6.2 gram karbohidrat, 0.3 gram protein, 4 gram serat, serta berbagai mineral seperti mangan, zink, kalsium, zat besi, vitamin K, E, dan B6 serta kaya akan kandungan kalium. 

 

Kayu manis menduduki peringkat pertama dalam bumbu dan rempah-rempah yang kaya akan kandungan antioksidan dan berbagai manfaat lainnya seperti anti-jamur, anti-bakteri, anti-diabetes, meningkatkan kekebalan dan potensi kanker serta kemampuan menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung.

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan Kesehatan Kulit

Antibiotik dan anti-mikroba yang dimiliki kayu manis dapat membantu melindungi kulit dari iritasi, ruam, reaksi alergi dan infeksi. Mengoleskan minyak atsiri kayu manis langsung ke kulit dapat membantu mengurangi peradangan, pembengkakan, nyeri, dan kemerahan. Kayu manis juga diketahui mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat (1). 

 

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Kayu manis telah dikaitkan pada kesehatan jantung dan manfaatnya dalam mengurangi risiko penyakit jantung, termasuk kadar kolesterol tinggi, kadar trigliserida tinggi, dan tekanan darah tinggi, serta dapat menghindari dari terkena stroke (2, 3).

 

Pemberian 120 mg hingga 1 gram atau sekitar setengah sendok teh kayu manis per hari pada orang dengan diabetes tipe 2 terbukti dapat mengurangi kadar kolesterol total, kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein – LDL), trigliserida, dan menjaga kolesterol baik (High Density Lipoprotein – HDL) tetap stabil (4, 5).

 

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kayu manis membantu pembekuan darah serta dapat menghentikan terjadinya perdarahan yang berlebihan dengan membantu tubuh membentuk gumpalan darah. Kayu manis juga meningkatkan sirkulasi dan meningkatkan perbaikan jaringan, yang dapat membantu meregenerasi sel dan jaringan jantung untuk membantu melawan serangan jantung, gagal jantung dan mencegah stroke atau pecahnya pembuluh darah di otak  (3).

 

3. Sebagai Agen Anti-Diabetes

Kayu manis dapat menggantikan gula karena memiliki rasa manis yang natural. Menambahkan kayu manis ke dalam berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari akan membantu menekan asupan kalori yang masuk, mengurangi rasa lapar dan nafsu makan berlebihan selain membantu tubuh mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik. 

 

Bagi beberapa orang yang mengalami resistensi insulin, mengonsumsi kayu manis adalah pilihan yang tepat karena kayu manis dapat membantu proses pengambilan gula darah oleh insulin ke dalam sel. Sehingga kadar gula darah akan mengalami penurunan dan sel mendapatkan asupan energi yang cukup untuk berproses secara normal (6, 7). 

 

Selain itu, dengan meningkatkan sensitivitas insulin, kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah, dan mengobati sindrom metabolik. Penggunaan kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah puasa sebesar 10 – 29%,  menurunkan kadar glukosa postpandrial (2 jam setelah makan), serta mampu menirukan aktivitas insulin dalam pengaturan gula darah (8, 9, 10).

 

4. Kaya Akan Kandungan Antioksidan

Kayu manis mengandung banyak antioksidan kuat seperti polifenol, asam fenolik, dan flavonoid yang berfungsi melawan stres oksidatif dalam tubuh serta membantu mencegah terjadinya berbagai penyakit kronis.

 

Kayu manis juga dapat membantu membatasi penumpukan oksida nitrat dalam darah dan mencegah peroksidasi lemak. Keduanya dapat meningkatkan risiko gangguan otak, penurunan kognitif, mencegah mutasi sel dan pertumbuhan keganasan sel kanker (terutama kanker kolon atau usus besar), penyakit jantung, serta berbagai penyakit kronis atau berkepanjangan lainnya (11).

 

Hingga saat ini, para peneliti telah mengidentifikasi setidaknya 41 senyawa pelindung yang ditemukan dalam kayu manis termasuk cinnamaldehida, asam cinnamik, dan cinnamat yang terekstrasi dari minyak esensial kayu manis (12).

 

Sebuah penelitian in-vitro dilaksanakan pada sel otak manusia dengan Alzheimer yang diberikan ekstrak kayu manis. Hasil yang didapat bahwa kandungan proanthosianidin dalam ekstrak kayu manis menekan terjadinya agregasi protein tau dan pembentukan filamen PH. Filamen PH merupakan racun bagi sel otak dan persyarafan, menghambat penyaluran nutrisi bagi sel otak sehingga menyebabkan penyusutan otak dan menimbulkan kondisi Alzheimer (13). 

 

5. Sebagai Anti-Inflamasi dan Melawan Infeksi 

Kandungan antioksidan dalam kayu manis dapat membantu meredakan peradangan. Antioksidan membantu menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, penurunan kognitif seperti Parkinson dan Alzheimer, dan berbagai penyakit yang terkait dengan stres oksidatif lainnya. Berbagai jenis flavonoid dalam kayu manis dipercaya efektif dalam memerangi tingkat peradangan berbahaya di seluruh tubuh.

 

 

Selain mengurangi pembengkakan dan mencegah peradangan, kayu manis juga dapat bermanfaat dalam manajemen nyeri, seperti nyeri otot, nyeri haid, keparahan reaksi alergi dan membantu meringankan gejala nyeri yang berhubungan dengan faktor usia (14, 15).

 

Mengkombinasikan kayu manis dengan jahe juga mampu menurunkan ambang nyeri otot pada atlet ketika dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo, meski tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap level IL-6 (interleukin-6, atau penanda peradangan pada infeksi akut atau kronis dalam tubuh manusia) dalam plasma darah para atlet tersebut (16).

 

Sebuah penelitian juga mampu menunjukkan efektivitas minyak kayu manis dalam menekan pertumbuhan berbagai bakteri gram positif dan negatif seperti Staphylococcus, Enterococcus, Enterobacter dan Acinetobacter genera. Bakteri tersebut merupakan bakteri penyebab  gangguan pernafasan seperti radang tenggorokan hingga pneumonia (17). 

 

Berkumur dengan larutan kayu manis juga diketahui mampu menghalau berbagai bakteri penyebab bau mulut, sakit gigi akibat gigi berlubang, karies gigi, sariawan, serta berbagai infeksi dalam rongga mulut lainnya termasuk infeksi jamur candida (18, 3).

 

 

Sumber Makanan

 

Kayu manis didapatkan dari bagian dalam batang pohon kayu manis (Cinnamomum) yang dikeringkan.

 

 

Dosis Pemakaian

 

Kayu manis tersedia dalam bentuk segar yang dapat dikonsumsi langsung dengan cara di seduh dengan air panas, maupun dalam bentuk bubuk, minyak esensial dan sediaan pil. 

 

Beberapa sumber merekomendasikan 1/2 hingga 1 sendok teh (2-4 gram) bubuk kayu manis sehari.

 

Sebagai anti-diabetes, dosis kayu manis yang efektif biasanya 1–6 gram atau sekitar 0,5-2 sendok teh kayu manis per hari, , sebaiknya dikonsumsi bersama dengan makanan yang mengandung karbohidrat.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Madu: Kombinasi keduanya dapat meningkatkan kesehatan kulit, terutama mengatasi jerawat, rosacea, dan alergi kulit.

 

Jahe: Kombinasi keduanya mampu menurunkan ambang nyeri otot.

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak

Ibu hamil dan menyusui

Gangguan pada hati

Pasien pasca operasi

 

Jika Anda mengkonsumi obat apa pun secara teratur, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai menggunakan suplemen kayu manis. Kayu manis diketahui memiliki interaksi dengan antibiotik, obat anti-diabetes, pengencer darah, obat jantung, dan lainnya, sehingga dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

 

 

Efek Samping

 

Kayu manis mengandung kumarin yang jika dikonsumsi terlalu banyak akan meningkatkan masalah kesehatan, seperti risiko kerusakan hati dan kanker. Lebih disarankan mengonsumsi kayu manis jenis ceylon karena memiliki kadar kumarin yang lebih rendah dibandingkan jenis cessia. 

 

Penggunaan kayu manis yang berlebihan dapat mengiritasi mulut dan bibir serta menyebabkan luka.

 

Kayu manis dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang, seperti kemerahan dan iritasi, terutama jika diaplikasikan langsung pada kulit.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Cinnamon. Examine. Diakses pada 29 Juni 2019.

Axe, Josh. (2018). 13 Major cinnamon benefits explain why it’s the world’s no. 1 spice. Dr Axe. Diakses pada 29 Juni 2019.

Leech, Joe. (2018). 10 Evidence-based health benefits of cinnamon. Healthline. Diakses pada 29Juni 2019.

Ratini, Melinda. (2019). Cinnamon. WebMD. Diakses pada 29 Juni 2019.

Han X, Parker TL. Antiinflammatory activity of cinnamon (cinnamomum zeylanicum) bark essential oil in a human skin disease model. Phytother Res. (2017).

Akilen R, Tsiami A, Devendra D, Robinson N. Glycated haemoglobin and blood pressure-lowering effect of cinnamon in multi-ethnic Type 2 diabetic patients in the UK: a randomized, placebo-controlled, double-blind clinical trial. Diabet Med. (2010). 

Rao PV, Gan SH. Cinnamon: A multifaceted medicinal plant. Evid Based Complement Alternat Med. (2014).

Khan A, Safdar M, Ali Khan MM, Khattak KN, Anderson RA. Cinnamon improves glucose and lipids of people with type 2 diabetes. Diabetes Care. (2003). 

Allen RW, Schwartzman E, Baker WL, Coleman CI, Phung OJ. Cinnamon use in type 2 diabetes: an updated systematic review and meta-analysis. Ann Fam Med. (2013). 

Qin B, Panickar KS, Anderson RA. Cinnamon: Potential role in the prevention of insulin resistance, metabolic syndrome, and type 2 diabetes. J Diabetes Sci Technol. (2010). 

Anderson RA. Chromium and polyphenols from cinnamon improve insulin sensitivity. Proc Nutr Soc. (2008).

Kirkham S, Akilen R, Sharma S, Tsiami A. The potential of cinnamon to reduce blood glucose levels in patients with type 2 diabetes and insulin resistance. Diabetes Obes Metab. (2009).

Adisakwattana S, Lerdsuwankij O, Poputtachai U, Minipun A, Suparpprom C. Inhibitory activity of cinnamon bark species and their combination effect with acarbose against intestinal α-glucosidase and pancreatic α-amylase. Plant Foods Hum Nutr. (2011).

Jarvill-Taylor KJ, Anderson RA, Graves DJ. A hydroxychalcone derived from cinnamon functions as a mimetic for insulin in 3T3-L1 adipocytes. J Am Coll Nutr. (2001).

Pham-Huy LA, He H, Pham-Huy C. Free radicals, antioxidants in disease and health. Int J Biomed Sci. (2008).

Dhuley JN. Anti-oxidant effects of cinnamon (Cinnamomum verum) bark and greater cardamom (Amomum subulatum) seeds in rats fed high fat diet. Indian J Exp Biol. (1999).

Peterson DW, George RC, Scaramozzino F, et al. Cinnamon extract inhibits tau aggregation associated with Alzheimer’s disease in vitro. J Alzheimers Dis. (2009). 

Gunawardena D, Karunaweera N, Lee S, et al. Anti-inflammatory activity of cinnamon (C. zeylanicum and C. cassia) extracts – identification of E-cinnamaldehyde and o-methoxy cinnamaldehyde as the most potent bioactive compounds. Food Funct. (2015).

Liao JC, Deng JS, Chiu CS, et al. Anti-inflammatory activities of cinnamomum cassia constituents in vitro and in vivo. Evid Based Complement Alternat Med. (2012). 

Mashhadi NS, Ghiasvand R, Askari G, et al. Influence of ginger and cinnamon intake on inflammation and muscle soreness endued by exercise in Iranian female athletes. Int J Prev Med. (2013).

Urbaniak A, Głowacka A, Kowalczyk E, Lysakowska M, Sienkiewicz M. Przeciwbakteryjne działanie olejku cynamonowego na wybrane bakterie gram-dodatnie i gram-ujemne [The antibacterial activity of cinnamon oil on the selected gram-positive and gram-negative bacteria]. Med Dosw Mikrobiol. (2014).

Gupta C, Kumari A, Garg AP, Catanzaro R, Marotta F. Comparative study of cinnamon oil and clove oil on some oral microbiota. Acta Biomed. (2011).


Tags: , , , , ,