fbpx
LOGO

Manfaat L-Dopa (Levodopa) bagi Otak dan Kesehatan Tubuh

July 16, 2020
IMG

L-DOPA atau levodopa (L-3,4-dihydroxyphenylalanine) adalah asam amino yang diproduksi dalam tubuh manusia dan hewan. Levodopa juga dapat diperoleh dari berbagai sumber alami, seperti tanaman Mucuna pruriens atau kara benguk. Pada tubuh manusia, levodopa terbentuk dari asam amino L-tirosin. 

 

Levodopa telah digunakan sebagai pengobatan Parkinson sejak tahun 1960-an karena efeknya dalam meningkatkan dopamin di otak. Dopamin merupakan senyawa yang berperan penting dalam pengaturan kognisi, memori, motivasi, suasana hati, perhatian dan pembelajaran, pengambilan keputusan, serta pengaturan tidur.

 

Dopamin merupakan hormon sekaligus neurotransmiter yang menyampaikan pesan antar sel saraf serta berperan penting dalam menimbulkan rasa tenang dan bahagia.

 

Pemberian levodopa harus dilaksanakan secara bersamaan dengan pemberian carbidopa karena senyawa carbidopa dapat mencegah konversi levodopa menjadi dopamin di luar otak. Carbidopa membantu transfer levodopa ke dalam otak dengan lebih baik.  

 

Akan tetapi, kini peneliti menemukan manfaat lain dari levodopa, termasuk peningkatan fungsi seksual, kewaspadaan mental, dapat menghilangkan rasa sakit dan membantu menurunkan berat badan, depresi, kecemasan, dan stres oksidatif. Selain itu, levodopa juga disebut sebagai obat pintar, karena dapat meningkatkan fungsi kognitif pada individu yang sehat.

 

 

Manfaat

 

1. Mengobati Gejala Parkinson

Salah satu ciri penyakit Parkinson adalah penurunan kadar dopamin dan respon dopamin dalam otak. Hingga saat ini, levodopa dipercaya sebagai obat yang paling ampuh dalam mengobati gejala parkinson karena efeknya dalam peningkatan kadar dopamin di otak serta efektif dalam mengobati gejala parkinson seperti lambatnya gerakan, kekakuan, dan tremor (1, 2).

 

Peningkatan kadar noradrenalin otak juga dapat menjadi bukti manfaat pengobatan L-DOPA pada penyakit Parkinson, terutama dalam mengurangi depresi, mengurangi kewaspadaan, dan gangguan tidur yang sering dikaitkan dengan gejala motorik (3).

 

Sebuah penelitian yang dilaksanakan selama 12 tahun pada 176 pasien parkinson mampu menunjukkan bahwa pemberian levodopa mampu meningkatkan usia harapan hidup terutama pada 6 tahun pertama pemberian terapi, meski efek terapi dapat menurun secara bertahap (4). 

 

Penelitian lain yang dilaksanakan pada 86 orang pasien dengan parkinson yang diberikan terapi levodopa inhalasi (hirup) dengan dosis 35 – 50 miligram. Hasilnya setelah 4 minggu pemberian intervensi, terjadi perubahan signifikan pada pergerakan tubuh dan menurukan gejala episode off harian.

 

Gejala episode off yang biasa terjadi pada pasien parkinson adalah kekakuan otot, gerak lambat dan kesulitan dalam mengawali gerak tubuh. Gejala ini biasa terjadi di pagi hari pada mayoritas penderita parkinson (5).  

 

Pemberian levodopa pada pasien dengan parkinson juga diketahui dapat menurunkan berat badan dan lemak tubuh secara signifikan melalui proses peningkatan produksi insulin (6), serta menurunkan ambang nyeri (7). 

 

2. Meningkatkan Libido dan Kadar Testosteron

Sebuah penelitian dengan 32 pasien pria dengan parkinson, menyebutkan pengobatan dengan levodopa dapat mencegah penurunan kadar testosteron. Hal ini dikarenakan tedapat kemampuan dopamin untuk menghambat prolaktin, hormon yang menurunkan kadar hormon luteinizing dan testosteron (8).

 

Pemberian levodopa pada pasien dengan parkinson atau gangguan pergerakan otot lain juga diketahui memiliki efek samping pada libido, meningkatkan risiko hiperseksualitas serta meningkatkan gairah seksual (9, 10).

 

Selain itu, levodopa meningkatkan pembesaran ukuran penis (tumescence) ketika ereksi pada 12 subjek berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki kadar androgen normal (testosteron adalah androgen utama pada pria). L-DOPA juga diketahui menambah lingkar penis maksimum pada 9 subjek yang lebih muda dari 50 tahun (11).

 

Penelitian lain yang melibatkan 8 orang pasien dengan diagnosis impotensi seksual juga menunjukkan bahwa perawatan 12 minggu dengan levodopa dapat meningkatkan frekuensi ereksi spontan dan libido terutama di malam hari (12).

 

3. Meningkatkan Fungsi Kognitif

L-DOPA dapat dikatakan bertindak seperti nootropik, yang berarti dapat meningkatkan fungsi kognitif pada individu yang sehat. Dalam sebuah penelitian, suplementasi L-DOPA selama 5 hari dapat meningkatkan pembelajaran kata-kata baru pada 40 individu yang sehat (13).

 

Hasil serupa juga diperlihatkan pada 22 orang dewasa muda sehat yang menggunakan L-DOPA. Para partisipan menunjukkan peningkatan daya ingat kata selama lima sesi pembelajaran dan akurasi pengenalan yang lebih baik pada follow-up 1 bulan, dibandingkan dengan plasebo (14).

 

Peningkatan dalam memori kerja dan memori jangka panjang juga dilaporkan pada penggunaan L-DOPA dengan dosis 150 miligram dalam penelitian kepada 18 dewasa sehat (15).

 

Pemberian levodopa pada 60 orang penderita parkinson dengan maupun tanpa demensia (gejala penurunan kemampuan koginitif yang mengakibatkan berbagai gangguan fungsi sosial dan motor terutama pada lansia) selama 3 bulan diketahui meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan kemampuan verbal, perhatian, serta rendah efek samping (16)

 

4. Meningkatkan Kemampuan Visual

Amblyopia adalah suatu kondisi yang sering disebut mata malas, di mana penglihatan di salah satu mata berkurang karena terjadinya gangguan pada kerja otot dan syaraf mata. Jika tidak mendapat penanganan tepat salah satu mata dapat mengalami kebutaan, karena otak dapat mengabaikan gambaran yang dihasilkan dari mata yang malas.

 

Sebuah penelitian melibatkan 33 responden berusia anak-anak dan remaja (usia 8 hingga <18 tahun) dengan amblyopia residual. Terapi yang diberikan adalah kombinasi L-DOPA (0.51 – 0.76 mg/kg) dengan carbidopa (0.17 mg/kg) tiga kali perhari selama 8 minggu membuktikan terjadinya peningkatan ketajaman visual tanpa efek samping yang serius (17).

 

Pada penelitian lain melibatkan 32 orang pasien dengan cedera saraf optik akibat trauma (neuropati optik traumatis tidak langsung). Pasien diberikan levodopa selama 6 hari setelah trauma bersama pengobatan lain selama 1 bulan. Pemberian levodopa terbukti dapat meningkatkan ketajaman visual secara signifikan (18).

 

5. Meningkatkan Motivasi dan Kualitas Tidur 

Levodopa diketahui mampu meningkatkan motivasi pada 28 orang dewasa sehat terutama pada area reward and punishment dalam otak. Pemberian levodopa meningkatkan aktivasi striatum, sehingga dopamin ikut meningkatkan dimensi novelty seeking yang bertanggung jawab dalam stimulasi motivasi oleh otak (19).  

 

Levodopa juga mampu meningkatkan kualitas tidur, terutama setelah 3 jam dikonsumsi (20). Pada 18 orang anak dengan ADHD, pemberian levodopa juga diketahui menurunkan sleep onset latency atau waktu yang diperlukan seseorang dari kondisi bangun hingga benar-benar terlelap tidur (21). 

 

 

Sumber Makanan

 

Levodopa atau L-Dopa terkandung di dalam:

• Kara benguk (Mucuna pruriens)

Asam jawa (Tamarindus indica)

• Entada (Entada scandens)

• Pilang (Acacia leucophloea)

Kacang koro pedang (Canavalia gladiata)

Kacang mat (Vigna aconitifolia)

Kacang tunggak (Vigna unguiculata)

• Seluruh anggota keluarga Mucuna, seperti Holtonii, Andreana, Aterrima, dan Gigantean

• Sesbania bispinosa

• Bauhinia variegata

Vigna vexillata 

Prosopis Chilensis

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis oral L-DOPA (dengan carbidopa) pada penyakit Parkinson yakni 250 mg, diberikan 2 hingga 4 kali sehari dalam kasus orang dewasa dan remaja. Dosis dapat ditingkatkan hingga 6.000 mg (6 g) dalam satu hari pemberian.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Carbidopa: Untuk mencegah pemecahan levodopa sebelum mencapai sel otak.

 

Obat yang menghambat pemecahan dopamin, seperti inhibitor monoamine oxidase-B (MAO-B) dan inhibitor catechol-O-methyltransferase (COMT): Dapat digunakan untuk menstabilkan kadar dopamin.

 

 

Kontraindikasi

 

Hindari konsumsi L-DOPA jika Anda mengalami beberapa kondisi medis berikut ini: 

Keganasan kulit /melanoma tipe ganas

Diabetes

Psikosis yang disebabkan oleh obat

Gangguan psikotik seperti memiliki pikiran untuk bunuh diri, tanda atau gejala neurosis, dan depresi

Memiliki riwayat glaukoma

Gangguan pada jantung seperti riwayat serangan jantung, irama jantung abnormal

Riwayat penyakit paru-paru

Gangguan pencernaan seperti tukak lambung, ulkus duodenum (luka  pada usus halus), bisul dari asam lambung, masalah pada organ hati, pendarahan lambung atau usus

Riwayat kejang

Diskinesia

 

Juga tidak disarankan mengkombinasikan L-DOPA dengan beberapa jenis obat di bawah ini:

Solian (amisulpride, antipsikotik)

Bromopride (penghambat reseptor dopamin yang digunakan untuk mengobati muntah dan mual)

Clorgyline (inhibitor monoamine oxidase) 

Marplan (isocarboxazid, antidepresan)

Zyvox (linezolid, digunakan untuk mengobati infeksi bakteri)

Amira (moclobemide, antidepresan)

Eutonyl (pargyline, antihipertensi)

Nardil (fenelzin, antidepresan) 

Dogmatil (sulpiride, an antipsikotik) 

Parnate (tranylcypromine, antidepresan) 

Domperidone (penghambat reseptor D2 dopamin) 

 

 

Efek Samping

 

Dapat menambah atau mengurangi stres oksidatif

Dapat meningkatkan atau memburuk depresi dan kecemasan

Dapat meningkatkan perilaku impulsif dan mengambil risiko

Dapat menurunkan kepadatan tulang

Diskinesia atau gerakan abnormal otot involuter (terutama pada pasien parkinson)

Halusinasi

Pusing

Kebingungan

Mual

Muntah

Batuk

Hipotensi (tekanan darah rendah)

Perdarahan usus

Aritmia atau gangguan detak jantung

Insomnia

Mimpi yang terasa nyata

Somnolence (mengantuk berlebihan)

Rambut rontok

Libido berlebihan atau hiperseksualitas

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). L-dopa. Examine. Diakses pada 03 Juli 2019.

Novkovic, Biljana. (2019). L-dopa (levodopa) positive, negative effects & supplements. Self Hacked. Diakses pada 03 Juli 2019.

Groves, Melissa. (2018). 12 Science-backed benefits of peppermint tea and extracts. Healthline. Diakses pada 03 Juli 2019.

WebMD. (2018). Who should not take L-dopa powder?. WebMD. Diakses pada 03 Juli 2019.

Curtis L, Lees AJ, Stern GM, Marmot MG. Effect of l-dopa on course of parkinson’s disease. Lancet. (1984).

Mercuri NB, Bernardi G. The ‘magic’ of L-dopa: why is it the gold standard Parkinson’s disease therapy?. Trends Pharmacol Sci. (2005).

Riederer P, Birkmayer W, Seemann D, Wuketich S. Brain-noradrenaline and 3-methoxy-4-hydroxyphenylglycol in Parkinson’s syndrome. J Neural Transm. (1977). 

LeWitt PA, Hauser RA, Grosset DG, et al. A randomized trial of inhaled levodopa (CVT-301) for motor fluctuations in Parkinson’s disease. Mov Disord. (2016).

Vardi J, Oberman Z, Rabey I, Streifler M, Ayalon D, Herzberg M. Weight loss in patients treated long-term with levodopa. Metabolic aspects. J Neurol Sci. (1976). 

Sürücü O, Baumann-Vogel H, Uhl M, Imbach LL, Baumann CR. Subthalamic deep brain stimulation versus best medical therapy for L-dopa responsive pain in Parkinson’s disease. Pain. (2013). 

Okun MS, Wu SS, Jennings D, Marek K, Rodriguez RL, Fernandez HH. Testosterone level and the effect of levodopa and agonists in early Parkinson disease: results from the INSPECT cohort. J Clin Mov Disord. (2014). 

Harvey NS. Serial cognitive profiles in levodopa-induced hypersexuality. Br J Psychiatry. (1988).

Teive HA, Moro A, Moscovich M, Munhoz RP. Increased sexual arousal in patients with movement disorders. Arq Neuropsiquiatr. (2016).

Horita H, Sato Y, Adachi H, et al. Effects of levodopa on nocturnal penile tumescence: a preliminary study. J Androl. (1998). 

Benkert O, Crombach G, Kockott G. Effect of L-dopa on sexually impotent patients. Psychopharmacologia. (1972). 

Knecht S, Breitenstein C, Bushuven S, et al. Levodopa: Faster and better word learning in normal humans. Ann Neurol. (2004). 

Shellshear L, MacDonald AD, Mahoney J, et al. Levodopa enhances explicit new-word learning in healthy adults: A preliminary study. Hum Psychopharmacol. 2015).

Eckart C, Fuentemilla L, Bauch EM, Bunzeck N. Dopaminergic stimulation facilitates working memory and differentially affects prefrontal low theta oscillations. Neuroimage. (2014). 

Molloy SA, Rowan EN, O’Brien JT, McKeith IG, Wesnes K, Burn DJ. Effect of levodopa on cognitive function in Parkinson’s disease with and without dementia and dementia with lewy bodies. J Neurol Neurosurg Psychiatry. (2006). 

Repka MX, Kraker RT, Beck RW, et al. Pilot study of levodopa dose as treatment for residual amblyopia in children aged 8 years to younger than 18 years. Arch Ophthalmol. (2010).

Razeghinejad MR, Rahat F, Bagheri M. Levodopa-carbidopa may improve vision loss in indirect traumatic optic neuropathy. J Neurotrauma. (2010).

Kaplan PW, Allen RP, Buchholz DW, Walters JK. A double-blind, placebo-controlled study of the treatment of periodic limb movements in sleep using carbidopa/levodopa and propoxyphene. Sleep. (1993).

Ferri R, Bruni O, Novelli L, Picchietti MA, Picchietti DL. Time structure of leg movement activity during sleep in attention-deficit/hyperactivity disorder and effects of levodopa. Sleep Med. (2013).


Tags: , ,