fbpx
LOGO

Sehatkah Mencampurkan Minyak Kelapa ke dalam Kopi?

August 11, 2020
IMG

Baru-baru ini terdapat sebuah trend meminum kopi dengan campuran minyak kelapa. Kafein pada kopi memiliki manfaat menambah energi, kewaspadaan, serta memiliki sifat antioksidan.

 

Sedangkan minyak kelapa mengandung lemak jenuh yang diubah tubuh menjadi energi. Kombinasi keduanya dianggap menjadi minuman sempurna sebagai penambah energi pada tubuh.

 

Kombinasi kopi dan minyak kelapa semakin populer di kalangan orang-orang yang melakukan diet ketogonik tinggi lemak yang sangat rendah karbohidrat. Menambahkan minyak kelapa pada kopi akan mencapai ketosis, kondisi dimana tubuh menggunakan keton atau lemak sebagai bahan bakar energi untuh tubuh. Ketosis tampaknya disebabkan oleh lemak trigliserida rantai menengah (MCT) yang mudah diserap dan dikonversi menjadi keton.

 

Mempertahankan ketosis dikatakan mampu menurunkan berat badan, meningkatkan kontrol gula darah, dan mengurangi faktor risiko penyakit jantung (1, 2, 3).

 

Kandungan lain pada minyak kelapa seperti asam laurat juga efektif membantu tubuh tetap dalam kondisi ketosis, karena asam laurat membuat keton lebih lambat karena dimetabolisme lebih stabil daripada MCT lainnya (4, 5).

 

Asam laurat juga memiliki sifat antivirus dan antibakteri yang membantu tubuh terlindungi dari bahaya. Terlebih lagi, asam laurat akan membuat perut merasa kenyang dengan memengaruhi hormon kolesistokinin yang bertanggung jawab atas rasa kenyang.

 

 

Manfaat Meminum Campuran Kopi dan Minyak Kelapa

 

Mengombinasikan kopi dengan minyak kelapa dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan, diantaranya yaitu:

 

1. Membantu Meningkatkan Kolesterol Baik (High Density Lipoprotein/HDL)

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa minyak kelapa dapat meningkatkan kadar HDL, yang melindungi terhadap penyakit jantung (6, 7). Hal ini sejalan dengan salah satu manfaat kafein yang juga meningkatkan kesehatan jantung.

 

2. Mempercepat Metabolisme

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa MCT dalam minyak kelapa dan kafein dalam kopi dapat mempercepat metabolisme, yang dapat meningkatkan jumlah pembakaran kalori dalam sehari (8, 9, 10).

 

3. Meningkatkan Energi

Kafein dalam kopi dan MCT dalam minyak kelapa sama-sama memiliki manfaat penambah energi. MCT mudah diserap tubuh dan dibawa ke hati, sehingga dapat bertindak sebagai sumber energi yang tersedia dengan cepat (11, 12).

 

4. Menjaga Kesehatan Usus 

Pada beberapa penelitian membuktikan bahwa kombinasi MCT pada minyak kelapa dan senyawa kopi seperti kafein dan asam klorogenik dapat membantu merangsang usus dan menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat (13, 14).

 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Kebanyakan orang menambahkan sekitar 2 sendok makan minyak kelapa pada secangkir kopi. Sebagian yang lain menambahkan hingga 4 sendok makan atau lebih minyak kelapa dalam sehari. Dosis ini dapat disesuaikan dengan reaksi yang dihasilkan oleh tubuh.

 

Kopi dan minyak kelapa dapat diaduk atau diblender secara bersamaan. Komposisi ini dapat dinikmati di pagi hari dengan kondisi perut kosong.

 

 

Efek Samping

 

Minyak kelapa mengandung kalori tinggi yaitu 121 kalori per sendok makan (14 gram). Campuran 2 sendok makan minyak kelapa pada kopi menghasilkan 242 kalori tambahan. Apabila tidak dibatasi, konsumsi kalori tinggi secara rutin dan berlebih dapat menyebabkan penambahan berat badan.

 

 

Kontraindikasi

 

Orang dengan kondisi medis tertentu seperti masalah kandung empedu atau pankreatitis (radang pankreas) perlu membatasi asupan lemak sehingga harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

 

Referensi

Gill, Tony. (2019). The benefits of coconut oil in coffee. Onnit. Diakses pada 24 Juli 2019.

Raman, Ryan. (2019). Should you drink coffee with coconut oil?, Healthline. Diakses pada 24 Juli 2019. 

Brehm BJ, Seeley RJ, Daniels SR, D’Alessio DA. A randomized trial comparing a very low carbohydrate diet and a calorie-restricted low fat diet on body weight and cardiovascular risk factors in healthy women. J Clin Endocrinol Metab. (2003). 

Boden G, Sargrad K, Homko C, Mozzoli M, Stein TP. Effect of a low-carbohydrate diet on appetite, blood glucose levels, and insulin resistance in obese patients with type 2 diabetes. Ann Intern Med. (2005). 

Bhanpuri NH, Hallberg SJ, Williams PT, et al. Cardiovascular disease risk factor responses to a type 2 diabetes care model including nutritional ketosis induced by sustained carbohydrate restriction at 1 year: an open label, non-randomized, controlled study. Cardiovasc Diabetol. (2018). 

McCarty MF, DiNicolantonio JJ. Lauric acid-rich medium-chain triglycerides can substitute for other oils in cooking applications and may have limited pathogenicity. Open Heart. (2016). 

Nonaka Y, Takagi T, Inai M, et al. Lauric acid stimulates ketone body production in the KT-5 astrocyte cell line. J Oleo Sci. (2016). 

Chinwong S, Chinwong D, Mangklabruks A. Daily consumption of virgin coconut oil increases high-density lipoprotein cholesterol levels in healthy volunteers: A randomized crossover trial. Evid Based Complement Alternat Med. (2017).

Khaw KT, Sharp SJ, Finikarides L, et al. Randomised trial of coconut oil, olive oil or butter on blood lipids and other cardiovascular risk factors in healthy men and women. BMJ Open. (2018). 

St-Onge MP, Ross R, Parsons WD, Jones PJ. Medium-chain triglycerides increase energy expenditure and decrease adiposity in overweight men. Obes Res. (2003). 

St-Onge MP, Jones PJ. Physiological effects of medium-chain triglycerides: potential agents in the prevention of obesity. J Nutr. (2002).

Harpaz E, Tamir S, Weinstein A, Weinstein Y. The effect of caffeine on energy balance. J Basic Clin Physiol Pharmacol. (2017). 

Nikić PM, Andrić BR, Stojimirović BB, Trbojevic-Stanković J, Bukumirić Z. Habitual coffee consumption enhances attention and vigilance in hemodialysis patients. Biomed Res Int. (2014). 

Jeukendrup AE, Saris WH, Schrauwen P, Brouns F, Wagenmakers AJ. Metabolic availability of medium-chain triglycerides coingested with carbohydrates during prolonged exercise. J Appl Physiol. (1985)

Kossoff EH, Zupec-Kania BA, Auvin S, et al. Optimal clinical management of children receiving dietary therapies for epilepsy: Updated recommendations of the International Ketogenic Diet Study Group. Epilepsia Open. (2018).

Akimoto K, Inamori M, Iida H, et al. Does postprandial coffee intake enhance gastric emptying?: a crossover study using continuous real time 13C breath test (BreathID system). Hepatogastroenterology. (2009). 


Tags: , , , ,