fbpx
LOGO

Manfaat Minyak Adas (Fennel Oil) dan Efek Samping Penggunaannya

July 21, 2020
IMG

Adas adalah tanaman berbau harum dengan bunga kuning yang telah lama dikenal sebagai tanaman bumbu atau tanaman obat. Tanaman ini adalah tumbuhan asli Mediterania, tapi kini tanaman ini dapat ditemukan di seluruh dunia. 

 

Biji adas mengandung nitrat dan nitrit yang lebih banyak dibandingkan dengan biji jintan dan daun ketumbar. Sedangkan minyak esensial adas mengandung 80% anethole, 10% estragole dan 7.5% fenchone. 

 

Minyak adas juga merupakan salah satu komponen utama dalam minyak telon. Minyak adas berfungsi sebagai antiseptik alami yang dapat membantu mengurangi dan menghilangkan kejang usus, membantu mencegah gas dan kembung, memiliki efek memurnikan dan detoksifikasi, berfungsi sebagai ekspektoran, dapat membantu meningkatkan aliran ASI, dan merupakan pencahar alami dan bahkan penyegar mulut. 

 

 

Manfaat

 

1. Membantu Menyembuhkan Luka

Sebuah penelitian yang dilakukan di Italia menguji pengaruh dari berbagai minyak esensial terhadap infeksi bakteri, khususnya infeksi pada sel payudara hewan (mastitis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi minyak adas dan minyak kayu manis paling signifikan menghasilkan aktivitas antibakteri, dan mampu menekan berbagai jenis bakteri Staphylococcus pada sel yang terinfeksi.

 

Selain itu, minyak adas memiliki senyawa tertentu yang membantu melindungi luka dari infeksi dan mempercepat penyembuhan luka, sehingga dapat dijadikan sebagai pilihan yang baik jika mengalami luka. (1).

 

2. Mencegah Keganasan Kanker

Kandungan minyak adas yakni anethole efektif dalam melawan keganasan sel kanker. Anethole bekerja dengan mencegah aktivasi molekul pemicu perubahan gen yang terkait dengan kanker yang dikenal sebagai NF-kappaB (2).

 

Pada penelitian dengan hewan coba tikus, pemberian estragole (senyawa aktif dalam biji adas) sebesar 0.23% dan 0.46% pada campuran makanan tikus selama satu tahun berturut-turut, menekan pertumbuhan hepatoma atau keganasan pada sel hati hingga 71%. Pemberhentian pemberian estragole diketahui justru menimbulkan hepatoma pada hewan tikus (3).

 

Pada percobaan lain yang juga dilaksanakan pada tikus dengan kanker liver atau hati, injeksi 400mg/Kg estragole menunjukkan kemampuan merusak pada 1 DNA kanker per 10.000 – 15.000 nukleotida (4). 

 

3. Mengobati Masalah Pencernaan

Minyak esensial adas dapat membantu membersihkan usus, meredakan sembelit, mengurangi gas perut dan kembung, bahkan mengatasi gejala kram usus atau juga dikenal dengan istilah sindrom iritasi usus (IBS) seperti diare, sembelit, kembung, cegukan, kram, dan kaku pada daerah perut.

 

Minyak esensial adas dipercaya memiliki efek relaksasi pada tubuh, termasuk otot-otot di daerah usus. Minyak dapat dihirup sebagai aromaterapi ataupun dikonsumsi bersama teh hangat untuk mengatasi berbagai gejala ketidaknyamanan pada pencernaan (5, 6).

 

Emulsi minyak adas juga terbukti mampu membantu mengurangi intensitas kolik pada bayi. Hal ini didasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Departemen Pediatri di Akademi Medis St. Petersburg Rusia, yang menyatakan penggunaan minyak biji adas mampu mengurangi kejang usus dan meningkatkan pergerakan sel di usus kecil pada bayi, khususnya pada bayi yang mengalami kolik (7).

 

Kandungan biji adas juga terbukti dapat menekan rasa lapar, meningkatkan metabolisme dan menurunkan penyimpanan lemak berlebih dalam tubuh. Manfaat ini secara tidak langsung membuat biji adas membantu menurunkan berat badan terutama jika dikonsumsi bersama dengan diet sehat dan seimbang (8). 

 

4. Mengandung Antioksidan dan Antibakteri

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Flavour and Fragrance Journal meneliti aktivitas minyak esensial dari biji adas yang dibudidayakan pada lokasi asalnya yakni Pakistan.

 

Analisis tersebut menunjukkan bahwa minyak adas mengandung sekitar 23 senyawa dengan jumlah total fenolik dan bioflavonoid yang kaya akan kandungan antioksidan. Beberapa diantara senyawa tersebut antara lain trans-anethol, fenchone, estragole dan limonene yang merupakan senyawa utama dalam biji adas.

 

Berbagai senyawa tersebut kemudian juga diuji cobakan pada pertumbuhan berbagai bakteri. Hasilnya minyak adas mampu melawan kerusakan akibat radikal bebas dan memberikan efek antibakteri terhadap beberapa jenis bakteri dan jamur patogen (9).

 

Kandungan nitrat dan nitrit dalam biji adas juga terbukti meningkatkan kesehatan dan fungsi pembuluh darah dan jantung melalui peningkatan angiogenesis atau perbaikan dan pertumbuhan pembuluh darah baru, migrasi sel, dan relaksasi pembuluh darah oleh nitrit oksida.

 

Mengunyah biji adas secara langsung selama satu menit juga dapat meningkatkan konsentarasi nitrit oksida dalam air liur, yang secara tidak langsung sangat baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah (10). 

 

 

 

 

Sumber Makanan

 

Biji tanaman adas (Foeniculum vulgare) 

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis aman yang direkomendasikan pada sediaan suplementasi oral adalah 0.1 – 0.7 mg/Kg berat badan per hari

 

Meringankan gangguan pencernaan: Oleskan minyak adas di bagian perut atau bawah kaki.

 

Mengobati sakit perut: Teteskan satu hingga dua tetes minyak adas ke dalam segelas air hangat atau teh kamomil hangat.

 

Menjaga kesehatan mulut dan gusi: Campurkan satu tetes minyak esensial adas pada sikat gigi ketika hendak menyikat gigi. Minyak adas memberikan manfaat antimikroba untuk mencegah radang gusi.

 

Relaksasi: Campurkan satu tetes minyak esensial adas dengan satu atau dua tetes minyak lavender dan minyak pembawa, oleskan di leher, dada, atau langsung menghirupnya melalui telapak tangan.

 

Kolik dan kembung pada bayi: Berikan emulsi minyak biji adas 0,1%, setiap hari selama seminggu. 

 

 

Interaksi Sinergi

 

Dapat dikombinasikan dengan berbagai minyak esensial ataupun ekstrak tanaman lain seperti lavender, kamomil, jahe, peppermint, ataupun bunga lawang untuk menambah aroma atau manfaat kesehatannya. Menambahkan minyak kelapa atau minyak almond juga menjadi opsi yang baik apabila hendak digunakan sebagai minyak pijat. 

 

 

Efek Samping

 

Menggunakan minyak adas dapat menyebabkan efek samping seperti:

Sakit perut

Mual

Muntah

Membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari

Halusinasi

Kejang

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak

Ibu hamil dan menyusui

Epilepsi

Alergi terhadap seledri, wortel, buah peach atau mugwort (rumpun tanaman Apiaceae)

Gangguan pendarahan

Kondisi sensitif-hormon seperti kanker payudara, kanker rahim, kanker ovarium, endometriosis, atau fibroid rahim

 

Hindari mengonsumsi minyak adas bersama dengan pil kontrasepsi hormonal terutama yang mengandung estrogen karena adas akan menurunkan efek dari estrogen

 

Hindari mengonsumsi bersama antibiotik berjenis ciprofloxacin (Cipro). Mengkombinasikan keduanya dapat menurunkan efektivitas dari Ciprofloxacin. Disarankan untuk mengonsumsi adas satu jam setelah meminum obat ini

 

Pada penderita kanker yang mendapat tamoxifen (Nolvadex), hindari mengkombinasikan minyak adas dengan  obat ini, karena dapat menurunkan efektivitas obat tersebut terhadap sel kanker

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2013). Fennel essential oil. Examine. Diakses  pada 07 Juli 2019.

Oliver, Kyra. (2018). 6 Benefits of fennel essential oil (4 of which help your gut!). Dr Axe. Diakses  pada 07 Juli 2019.

Fratini F, Casella S, Leonardi M, et al. Antibacterial activity of essential oils, their blends and mixtures of their main constituents against some strains supporting livestock mastitis. Fitoterapia. (2014).

Valussi  M. Functional foods with digestion-enhancing properties. International Journal of Food Sciences and Nutrition. (2012). 

Miller EC, Swanson AB, Phillips DH, Fletcher TL, Liem A, Miller JA. Structure-activity studies of the carcinogenicities in the mouse and rat of some naturally occurring and synthetic alkenylbenzene derivatives related to safrole and estragole. Cancer Res. (1983). 

Randerath K, Haglund RE, Phillips DH, Reddy MV. 32P-post-labelling analysis of DNA adducts formed in the livers of animals treated with safrole, estragole and other naturally-occurring alkenylbenzenes. I. Adult female CD-1 mice. Carcinogenesis. (1984).

WebMD. (2018). Fennel. WebMD. Diakses pada 07 Juli 2019.

McClees H. (2014). This unique vegetable has the power to do wonders for your digestion. One Green Planet. Diakses pada 07 Juli 2019. 

Alexandrovich I, Rakovitskaya O, Kolmo E, Sidorova T, Shushunov S. The effect of fennel (Foeniculum Vulgare) seed oil emulsion in infantile colic: a randomized, placebo-controlled study. Altern Ther Health Med. (2003).

Group E. (2015). The weight loss benefits of fennel seed essential oil. Global Healing. Diakses pada 07 Juli 2019. 

Anwar F, Ali M, Hussain AI, Shahid M. Antioxidant and antimicrobial activities of essential oil and extracts of fennel (Foeniculum vulgare Mill.) seeds from Pakistan. Flavour Fragr. (2009). 

Swaminathan A, Sridhara SR, Sinha S, et al. Nitrites derived from Foneiculum vulgare (fennel) seeds promotes vascular functions. J Food Sci. (2012).


Tags: ,