fbpx
LOGO

Manfaat Minyak MCT Emulsi untuk Kesehatan Jantung dan Berat Badan

August 21, 2020
IMG

Medium Chain Triglycerides (MCT) adalah minyak rantai-menengah trigliserida, bentuk asam lemak jenuh yang mudah dicerna dan memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari peningkatan fungsi kognitif hingga manajemen berat badan yang lebih baik.

 

Minyak MCT paling sering diekstraksi dari minyak kelapa, karena lebih dari 50% lemak dalam minyak kelapa berasal dari MCT. Lemak ini juga ditemukan di banyak makanan lain, seperti minyak kelapa sawit dan produk susu.

 

Ada empat jenis MCT yang berbeda, dimana kaprilat dan asam kaprat paling umum digunakan untuk minyak MCT. Baru-baru ini, minyak MCT emulsi atau creamy MCT oil menjadi populer.

 

Tidak seperti minyak MCT biasa, yang terpisah ketika dicampur dengan air, minyak MCT emulsi lebih larut dalam air dan mudah bercampur menjadi cairan panas dan dingin. Minyak MCT emulsi memiliki semua sifat gizi yang sama dari minyak MCT biasa tetapi memiliki manfaat tambahan karena lebih mudah dicerna. 

 

Minyak MCT dan emulsi minyak MCT dapat ditambahkan dalam beberapa bentuk hidangan seperti kopi, yogurt, air kelapa, almond butter, puding, teh, sereal, dan smoothies.

 

 

Manfaat

 

1. Membantu Menurunkan dan Mempertahankan Berat Badan Ideal

Minyak MCT telah terbukti meningkatkan pelepasan hormon peptida YY dan leptin, dua hormon yang meningkatkan rasa kenyang dalam tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa minyak MCT dapat membantu menurunkan berat badan.

 

MCT diet juga menekan penumpukan lemak melalui peningkatan thermogenesis dan oksidasi lemak pada hewan dan manusia. MCT diyakini membantu tubuh memproduksi keton, memberikan manfaat yang sama dengan diet ketogenik, tanpa harus memotong karbohidrat hingga ke tingkat yang sangat rendah (1, 2).

 

Meski tidak semua penelitian menunjukkan hasil yang sama, sebagian besar penelitian menemukan bahwa minyak MCT menunjukkan efek positif terhadap fungsi metabolisme.

 

Konsumsi MCT jangka panjang menghasilkan pengeluaran energi, komposisi tubuh dan oksidasi lemak yang lebih tinggi. MCT terbukti lebih baik dari lemak rantai panjang (LCT) dalam pembakaran lemak dan membantu mencegah kenaikan berat badan dalam jangka panjang (3, 4).

 

2. Mendukung Kesehatan Pencernaan dan Penyerapan Nutrisi

Minyak MCT, terutama emulsi minyak MCT, lebih mudah dicerna tubuh. Minyak ini sangat membantu bagi orang-orang yang menjalani operasi pengangkatan kandung empedu karena mereka tidak memiliki garam empedu yang penting untuk proses pemecahan lemak.

 

Minyak MCT juga memiliki efek positif pada gangguan pencernaan, pengeluaran energi, dan kemampuan untuk menyerap vitamin dan mineral dari makanan yang dimakan. MCT juga mampu membunuh berbagai macam virus patogen, strain dan bakteri yang menyebabkan masalah pencernaan, sembelit, diare, keracunan makanan, sakit perut dan sebagainya (5).

 

3. Merupakan Sumber Energi

Minyak MCT dijuluki sebagai bahan bakar super karena tubuh lebih cepat menyerap MCT dibandingkan trigliserida rantai panjang (LCT), yang mengandung lebih banyak karbon dalam rantai asam lemaknya (6).

 

Karena panjang rantai yang lebih pendek, MCT berjalan langsung dari usus ke hati dan tidak memerlukan empedu untuk mengurai, seperti halnya lemak rantai yang lebih panjang (7).

 

Di hati, lemak dipecah untuk digunakan sebagai bahan bakar atau disimpan sebagai lemak tubuh. MCT dapat digunakan sebagai sumber energi langsung dan ketika Anda menjalani diet ketogenik, MCT dapat dikonversi menjadi keton di hati (8). Keton ini dapat menjadi sumber energi yang nyaman bagi sel-sel otak Anda.

 

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung adalah kolesterol tinggi, tekanan darah, peradangan, kelebihan berat badan dan merokok. Minyak MCT dipercaya mampu menjaga kesehatan jantung.

 

Penelitian pada tahun 2010 yang diterbitkan dalam Journal of Nutraceuticals and Functional Foods melaporkan bahwa suplementasi MCT menurunkan resiko terjadinya perkembangan sindrom metabolik. Sindrom metabolik merupakan sekelompok gangguan metabolisme, seperti obesitas perut, dislipidemia, hipertensi, dan gangguan kadar glukosa puasa (2).

 

Mekanisme tersebut diduga karena memiliki sifat anti-inflamasi, mudah dicerna, mengenyangkan dan mudah digunakan untuk menghasilkan energi bagi tubuh.

 

 

 

Sumber

 

Minyak MCT emulsi dapat ditemukan di dalam:

Minyak MCT

Mentega

Keju

Susu

Yogurt penuh lemak

 

 

Dosis

 

MCT dapat ditambahkan dalam kopi, teh, air kelapa, almond butter, puding biji chia, sereal, smoothie, dan lain-lain. Anda dapat mengganti asupan lemak dengan 1 – 2 sendok MCT setiap hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

• Kopi: Mencampur kopi dengan MCT di pagi hari sebelum sarapan dapat meningkatkan energi.

 

• Kelapa: Kombinasi kelapa dengan MCT dapat berfungsi sebagai minuman hidrasi, menggantikan mineral yang hilang dan menambah energi saat berolahraga. Ini dapat diminum sebelum, saat, dan setelah berolahraga.

 

• Puding biji chia: Mengganti susu dengan minyak MCT emulsi pada puding biji chia dapat mengoptimalkan kaya omega 3 yang terdapat pada biji chia.

 

Kayu manis: Kombinasi MCT dengan kayu manis dapat menambah energi.

 

 

Efek Samping

 

Konsumsi MCT dapat meningkatkan rasa lapar. Selain itu, konsumsi berlebih dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan lemak di hati.

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak, wanita hamil atau menyusui, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

 

Referensi:

Natural Force. (2019). What is creamy mct oil? the magic (& our mastery) of emulsification. Natural Force. Diakses pada 05 Agustus 2019.

Langdon, Liv. (2019). 17 Emulsified mct oil recipes. Onnit. Diakses pada 05 Agustus 2019.

Levy, Jillian. (2018). 6 Health benefits of mct oil, including for weight loss. Dr Axe. Diakses pada 05 Agustus 2019.

O’brien, Sharon. (2018). 7 Science-based benefits of mct oil. Healthline. Diakses pada 05 Agustus 2019. 

St-Onge MP, Mayrsohn B, O’Keeffe M, Kissileff HR, Choudhury AR, Laferrère B. Impact of medium and long chain triglycerides consumption on appetite and food intake in overweight men. Eur J Clin Nutr. (2014). 

Nagao K, Yanagita T. Medium-chain fatty acids: Functional lipids for the prevention and treatment of the metabolic syndrome. Pharmacological Research. (2010). 

St-Onge MP, Bourque C, Jones PJ, Ross R, Parsons WE. Medium- versus long-chain triglycerides for 27 days increases fat oxidation and energy expenditure without resulting in changes in body composition in overweight women. Int J Obes Relat Metab Disord. (2003). 

Tsuji H, Kasai M, Takeuchi H, Nakamura M, Okazaki M, Kondo K. Dietary medium-chain triacylglycerols suppress accumulation of body fat in a double-blind, controlled trial in healthy men and women. J Nutr. (2001). 

Boateng L, Ansong R, Owusu WB, Steiner-Asiedu M. Coconut oil and palm oil’s role in nutrition, health and national development: A review. Ghana Med J. (2016). 

St-Onge MP, Bosarge A, Goree LL, Darnell B. Medium chain triglyceride oil consumption as part of a weight loss diet does not lead to an adverse metabolic profile when compared to olive oil. J Am Coll Nutr. (2008). 

Takeuchi H, Sekine S, Kojima K, Aoyama T. The application of medium-chain fatty acids: edible oil with a suppressing effect on body fat accumulation. Asia Pac J Clin Nutr. (2008).

Schönfeld P, Wojtczak L. Short- and medium-chain fatty acids in energy metabolism: The cellular perspective. J Lipid Res. (2016).


Tags: